Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ANALISIS KINERJA APARAT PENGAWASAN INTERN PEMERINTAH DI INSPEKTORAT PROVINSI PAPUA TENGAH Kopong, Agustina; Rantererung, Corvis L; Lambe, Kristian HP
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i2.141

Abstract

Penelitian ini mengambil obyek penelitian di Inspektorat Provinsi Papua Tengah, dengan fokus penelitian pada Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Obyek penelitian ini di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data: observasi, wawancara terhadap informan dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah pegawai di Inspektorat Provinsi Papua Tengah pada 8 orang pegawai sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah. Metode analisis data dengan metode analisis deskriftif kualitatif, mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa: Kinerja APIP di Inspektorat Provinsi Papua Tengah memiliki peranan penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan. APIP dapat berfungsi sebagai alat kontrol yang independen, membantu menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel di Provinsi Papua Tengah. Kinerja yang optimal dari APIP akan berkontribusi pada peningkatan tata kelola pemerintahan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah. Faktor-faktor pendukung yang mencakup kecukupan anggaran, SDM yang memadai, sarana dan prasarana, komitmen pimpinan, serta fasilitas dan tunjangan yang baik sangat berpengaruh terhadap kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di Inspektorat Provinsi Papua Tengah. Faktor-faktor penghambat kinerja APIP di Inspektorat Provinsi Papua Tengah, seperti kurangnya kompetensi SDM, budaya organisasi yang tidak mendukung, motivasi yang rendah, dan keterbatasan jumlah auditor, sangat mempengaruhi kemampuan APIP dalam melaksanakan tugas pengawasan secara efektif.
Efektivitas Dan Efesiensi Belanja Lansung Dan Belanja Tidak Langsung Di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Intan Jaya Wambrauw, Yermias; Todingbua', Manuel A.; Rantererung, Corvis L
Lentera: Multidisciplinary Studies Vol. 3 No. 4 (2025): Lentera: Multidisciplinary Studies
Publisher : Publikasiku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/lentera.v3i3.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Efektivitas dan Efesiensi Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung  di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah  Kabupaten Intan Jaya. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif kualitatif. Obyek penelitian ini di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah  Kabupaten Intan Jaya. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari dua sumber yakni data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data pada penelitian ini mulai dari kegiatan Survei, Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Informan penelitian ini sebanyak 10 orang pegawai di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah  Kabupaten Intan Jaya. Metode analisis pada penelitian ini dengan menggunakan analisis deskriftif kualitatif. Tahap analisis data pada penelitian ini mulai dari: Reduksi Data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa: 1) Efektivitas belanja langsung dan tidak langsung di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Intan Jaya harus dipandang secara holistik, mengingat kedua jenis belanja tersebut saling berkaitan dan memerlukan pengelolaan yang baik untuk mencapai tujuan pembangunan. 2) Efisiensi dalam penggunaan anggaran, baik untuk belanja langsung maupun tidak langsung, merupakan kunci untuk mencapai tujuan pembangunan yang diamanatkan dalam Permendagri. Dengan pengelolaan yang tepat dan langkah-langkah strategis, dapat mengoptimalkan alokasi dan penggunaan anggaran, sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. 3) Faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi belanja daerah di Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Intan Jaya, sebagai tersebut: kualitas sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan, transparansi dan akuntabilitas, dukungan teknologi informasi, kebijakan pemerintah pusat, tingkat partisipasi masyarakat, ketersediaan data dan informasi dan pengalaman dan kapabilitas tim pengelola anggaran.
Model Pengendalian Keuangan NGO yang Efektif pada Yayasan Eran Sangbure Mayang Pea, Markus; Jaya, Amir; Rantererung, Corvis L.
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 5 No. 2 (2025): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v5i2.1335

Abstract

The internal control system plays a crucial role in ensuring accountability in financial management within NGOs. One of the main challenges often faced is the recruitment of staff who lack the necessary competence and understanding of financial management, as well as the lack of transparency in financial reporting, both within the organization and for stakeholders who require access to such reports. To ensure sustainability and prevent potential fraud, donors or funding bodies typically establish standards requiring that partner NGOs have transparent financial reports, published periodically, and audited by external parties. Therefore, an effective financial control system is needed to enable NGOs to authorize finances and control budgeting and expenditure in accordance with internal SOPs and the policies set by donors. Additionally, NGOs are advised to recruit staff with relevant educational qualifications, so that they are capable of performing tasks related to planning, implementation, and the preparation of financial reports in accordance with ISAK 335: Presentation of Financial Statements of Non-Profit Entities.
Analisis Peran Pengawasan dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai pada Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire Rosalina Kawer, Jenie Yuniarti; Rantererung, Corvis L.; Baharuddin, Baharuddin
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 15 No. 9 (2025): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/covalue.v15i9.5104

Abstract

Pengawasan dalam organisasi pemerintahan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kinerja pegawai. Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan sektor industri daerah, di mana efektivitas pengawasan menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan fungsi pengawasan dalam meningkatkan kinerja pegawai di Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire. Pengawasan yang efektif menjadi faktor kunci dalam memastikan pegawai bekerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kepatuhan terhadap regulasi, serta kualitas pelayanan pegawai. Namun, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya peningkatan sistem evaluasi kinerja, pelatihan bagi pegawai, serta optimalisasi koordinasi antarunit kerja untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa meskipun pengawasan berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja pegawai, masih terdapat aspek yang perlu diperbaiki untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Implikasi penelitian ini mengarah pada rekomendasi perbaikan dalam sistem pengawasan, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri lokal dan meningkatkan daya saing ekonomi di Kabupaten Nabire.
OPTIMIZING EMPLOYEE EXPERTISE IN MANAGING INVENTORY OF BMD INTEGRATED SPECIAL SCHOOL (SLB) (Case Study at the Education and Culture Office of Central Papua Province) Yuli Yasmin Tecuari; Baharuddin; Corvis L Rantererung
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 10 (2025): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i10.1085

Abstract

This study aims to analyze the Optimization of Employee Expertise in Integrated Management of Special School (SLB) BMD Inventory (Case Study in the Education and Culture Office of Central Papua Province). This study uses a qualitative descriptive approach. Data sources are from primary and secondary data. Data collection methods: observation, interviews with informants and documentation. Informants in this study were 5 (five) employees. The data analysis method uses a qualitative descriptive analysis method with the analysis stages: data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) The level of employee expertise in integrated Office Assets inventory management is still uneven, with many employees in the learning and adaptation stage. Interventions in the form of training, technical support, and infrastructure improvements are needed to accelerate employee capacity building in the era of digitalization of government asset administration. 2). Obstacles in integrated Office Assets inventory management at the Central Papua Province Education and Culture Office are multidimensional, covering aspects: technical, human resources, infrastructure, and managerial. 3). Optimizing Employee Expertise in Integrated Office Assets Inventory Management at the Central Papua Province Education and Culture Office, is carried out through a practice-based approach (learning by doing) and special assignments to employees with IT backgrounds as an effective strategy to accelerate mastery of the Office Assets Inventory system by employees.
Perbedaan Motivasi Kerja ASN Pria dan Wanita Serta Eselon dan Non Eselon pada DPPKB Nabire De Samlan, Adi Fichristmas; P. Roreng, Petrus; L. Rantererung, Corvis
Action Research Literate Vol. 8 No. 7 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i7.465

Abstract

Pegawai Negeri Sipil adalah sumber daya manusia yang menjadi perencana, pelaksana dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam mewujudkan tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan motivasi kerja antara Aparatur Sipil Negara  pria dan wanita serta Aparatur Sipil Negara eselon dan non eselon. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif komparatif. Penelitian deskriptif untuk mengetahui tingkat motivasi kerja Aparatur Sipil Negara, penelitian komparatif untuk membandingkan motivasi kerja Aparatur Sipil Negara pria dan wanita serta Aparatur Sipil Negara eselon dan non eselon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Motivasi kerja Aparatur Sipil Negara dengan kriteria rendah sebanyak 14 orang (48,3%), tinggi sebanyak 8 orang (27,6%), sangat tinggi sebanyak 7 orang (24,1%), dan sangat rendah tidak ada (0%). 2) Terdapat perbedaan motivasi kerja yang signifikan antara Aparatur Sipil Negara pria dan wanita. Hal ini terlihat berdasarkan hasil uji perbedaan Independent Sample T-Test dengan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05. 3) Tidak terdapat perbedaan motivasi kerja yang signifikan antara Aparatur Sipil Negara eselon dan non eselon. Hal ini terlihat berdasarkan hasil uji perbedaan Independent Sample T-Test dengan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0,270 > 0,05.
Optimasi Sistem Selective Catalytic Reduction (SCR) Dengan Cairan Urea Untuk Reduksi Emisi NOx Pada Mesin Diesel Caterpillar 3600 Pembangkit Listrik Yunus Lapu Toding; Atus Buku; Corvis L Rantererung
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i4.1145

Abstract

Emisi nitrogen oksida (NOx) dari mesin diesel pembangkit listrik merupakan tantangan utama dalam mencapai standar emisi lingkungan yang semakin ketat sesuai Peraturan Menteri LHK No. 13 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas teknologi Selective Catalytic Reduction (SCR) menggunakan cairan urea dalam mereduksi emisi NOx pada mesin diesel Caterpillar 3600 series di PT Puncak Jaya Power. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain before-after control impact (BACI) pada tiga unit mesin (LIP-1, LIP-2, LIP-3) dengan pengukuran emisi menggunakan Continuous Emission Monitoring System (CEMS) sesuai standar ISO 8178. Data baseline menunjukkan emisi NOx rata-rata 806 ppm sebelum optimasi sistem SCR. Setelah implementasi dan optimasi parameter operasional SCR, unit LIP-4 berhasil mencapai reduksi NOx hingga 68,2% dengan emisi turun dari 286 ppm menjadi 91 ppm. Namun, unit LIP-1, LIP-2, dan LIP-3 masih menunjukkan emisi tinggi rata-rata 900 ppm, mengindikasikan perlunya optimasi lebih lanjut pada parameter suhu operasi, rasio stoikiometri urea, dan kondisi katalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem SCR dengan pengaturan optimal mampu memenuhi target emisi <200 ppm, namun memerlukan penyesuaian spesifik untuk setiap unit mesin berdasarkan kondisi operasional dan karakteristik katalis.
ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF BUDGET USE IN THE HEALTH PERSONNEL NEEDS PLAN AT INTAN JAYA DISTRICT HOSPITAL, CENTRAL PAPUA PROVINCE Samuel, Saman Bte; Baharuddin, Baharuddin; Rantererung, Corvis L
Journal of Entrepreneur, Business and Management Vol 3, No 1 (2025): Journal of Entrepreneur, Business and Management
Publisher : Entrepreneurship Undergraduate Program at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jebm.v3i1.166

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of budget use in the health worker needs plan at Intan Jaya District Hospital, Central Papua Province. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with five key informants, and analysis of related documents. The results of the study indicate that the effectiveness of budget use in meeting the needs of health workers at Intan Jaya District Hospital still faces various challenges, such as limited budget allocation, gaps between budget plans and realization, and the mismatch between the number of health workers and existing needs. Factors that support the effectiveness of budget use include accurate budget planning, strong management support, involvement of health workers in planning, transparency and accountability, flexibility in budget use, and ongoing monitoring and evaluation. The impact of budget use on the availability and quality of health workers includes an increase in the number of medical personnel, but there is still a gap in the welfare and incentives of health workers due to suboptimal budget allocation. Therefore, a more adaptive policy is needed in budget planning and management to ensure adequate health workers and quality health services for the community in Intan Jaya Regency.Keywords: Effectiveness, Budget, Health Workers, Regional Public Hospital, Central Papua
PERFORMANCE ANALYSIS OF GOVERNMENT INTERNAL SUPERVISORY APPARATUS AT THE INSPECTORATE OF CENTRAL PAPUA PROVINCE Kopong, Agustina; Rantererung, Corvis L; Lambe, Kristian H.P
Indonesian Journal Of Economy Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Indonesian Journal Of Economy Studies
Publisher : Siddiq Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63828/ijes.v3i1.75

Abstract

This study focuses on the object of research at the Inspectorate of Central Papua Province, specifically on the performance of the Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) in the Inspectorate of Central Papua Province. The Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) plays a strategic role in ensuring accountability and transparency in the management of regional finances and resources. This study aims to assess and analyze the performance of the Government Internal Supervisory Apparatus at the Inspectorate of Central Papua Province. The research object is located at the Inspectorate of Central Papua Province. This type of research employs a qualitative approach. The data sources include primary and secondary data. Data collection methods consist of observation, interviews with informants, and documentation. The informants in this study are 8 (nine) employees at the Inspectorate of Central Papua Province who serve as members of the Government Internal Supervisory Apparatus. The data analysis method used is qualitative descriptive analysis, which includes data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The study concludes that the performance of APIP at the Inspectorate of Central Papua Province plays a crucial role in ensuring good, accountable, and transparent governance. APIP serves as an independent control mechanism, helping to create effective, efficient, and accountable governance in Central Papua Province. Optimal performance from APIP will contribute to the improvement of governance and public trust in governmental institutions. Supporting factors, including adequate budgeting, sufficient human resources, facilities and infrastructure, leadership commitment, and good benefits and allowances, significantly influence the performance of the Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) at the Inspectorate of Central Papua Province. Conversely, factors hindering APIP's performance at the Inspectorate of Central Papua Province, such as a lack of human resource competence, a non-supportive organizational culture, low motivation, and a limited number of auditors, greatly affect APIP's ability to carry out supervisory tasks effectivelyKeyword: Performance, Government Internal Supervisory Apparatus, and Inspectorate  
Evaluation Of The Engine Lecturers’ Performance in Improving Academic Quality at PIP Makassar Tandibura, Frans; Ma’na, Pertus; Rantererung, Corvis L; Limbong, Sunarlia
Mudir : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): January : Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan
Publisher : Prodi. Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Institut Pesantren Sunan Drajat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/mudir.v6i1.826

Abstract

This research aimed to evaluate the management of lecturer performance, the lecturers' performance improves the academic quality, and the academic quality results from the performance of lecturers at Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar. This research used a qualitative approach with a case study research type and descriptive using primary and secondary data from ten informants in the engineering study program. The research results show that lecturer performance assessment management has three main tasks, namely education, research and community service. The development of a university is largely determined by the quality of the human resources. Lecturer performance plays a very important role in improving the academic quality of higher education as the main pillar in the education and teaching process, as well as playing a role in research and scientific development. Stages of lecturer performance (ability to design learning/RPS, mastery of courses, methods). Stages of education quality (process, infrastructure, learning media, activities in learning). Research publications and PKM were routine in conducting research and publications, where research publications contribute the development of science and support the growth of knowledge in the field of study. It can be concluded that a lecturer is required to perform optimally so as to create professional and high-quality productivity results on the lecturer's performance as seen from the output, namely quality graduates, the success of alumni reflects the quality of education received by the lecturer. As a recommendation for lecturers to improve the academic reputation quality of the institution and help strengthen scientific contributions in publications.