Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Smart Society Empowerment Journal

Pelatihan Kegawatan Kardiovaskuler Bagi Perawat Nurhasan Agung Prabowo; Risalina Myrtha; Hendrastutik Apriningsih; Tonang Dwi Ardyanto; Astri Tantri Indriani; Frieska Dyanneza; Niken Dyah Aryani Kuncorowati; Andri Haryanto; Muchtar Hanafi; Yeni Farida; Laily Shofiyah
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 2 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.698 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i2.52425

Abstract

Pendahuluan: Keadaan darurat bisa terjadi pada siapa saja, di mana saja, kapan saja. Dalam situasi ini, tenaga medis harus siap untuk bertindak dalam kekuasaan mereka. Perawat adalah profesional medis yang bertanggung jawab untuk perawatan pasien darurat. Sebuah survei tahun 2019 di lapangan menemukan bahwa sebagian besar perawat tidak memahami keadaan darurat kardiovaskular. Masalah terbesar yang dihadapi PPNI setelah dikoordinasikan sebagai ketua tim PPNI RS UNS adalah pengetahuannya tentang pembacaan EKG perawat terbatas, perawat tidak mengetahui kondisi kegawatan jantung dan pelatihan pertolongan pertama kegawatan jantung jarang ditemui, dan tidak ada pedoman khusus kegawatan kardiovaskuler pada perawat. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan kegawatan kardiovaskuler pada perawat PPNI RS UNSMetode: Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini meliputi pelatihan secara daring pada hari Kamis 16 April 202 di RS UNS, selain itu juga pembuatan buku Panduan membaca EKG bagi perawat dan leaflet cara membaca EKG bagi perawat.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan perawat terhadap EKG dengan peningkatan nilai pretes 55,5 menjadi 72,5 dengan skala 100.Kesimpulan: Pelatihan kegawatan kardiovaskuler pada perawat meningkatkan pengetahuan perawat mengenai kegawatan kardiovaskuler
Penurunan Tingkat Stress Terhadap Covid-19 Pada Orang Dengan Lupus Nurhasan Agung Prabowo; Arief Nurudhin; Yulyani Werdiningsih
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 3 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.33 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i3.53897

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 mengenai banyak aspek kehidupan. Orang dengan Lupus merupakan salah satu populasi rentan terhdap COVID-19. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menurunkan tingkat stress orang dengan lupus terhadap COVID-19.Metode: Metode pelaksanaan pengabdian dengan melakukan analisis situasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan secara daring pada 2 April 2021. Dilakukan pretes dan postes mengenai tingkat stress dengan kuesioner DAS-42 terhadap orang dengan lupus sebelum dan sesudah penyuluhan.Hasil dan pembahasan: Terdapat penurunan skor stress orang dengan lupus yaitu 13,4+8,3 menjadi 11,3+ 9,5 setelah dilakukan penyuluhan.Kesimpulan: Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan baik, terjadi penurunan tingkat stress orang dengan lupus terhdap pandemic COVID-19Kata Kunci: Stres; Orang dengan Lupus; COVID-19.
Peningkatan Pengetahuan dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit UNS Nurhasan Agung Prabowo; Tonang Dwi Ardyanto; Risalina Myrtha; Hendrastutik Apriningsih; Astri Tantri Indriani; Frieska Dyanneza; Niken Dyah Aryani Kuncorowati; Novianto Adi Nugroho; Adji Suwandono; Maria Galuh Kamenyangan; Laily Shofiyah
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 3 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.759 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i3.63868

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus (DM) secara global terus meningkat hingga menjadi 3 kali lipat pada tahun 2030. Volume kejadian yang tinggi tentu saja diikuti dengan beban biaya yang tinggi pula. Terapi DM tipe 2 saat ini hanya mencegah progresifitas DM tipe 2 dan mencegah komplikasi yang lebih parah. Salah satu inti tatalaksana DM tipe adalah edukasi ke penderita DM tipe 2 untuk menjaga kadar gula darah, bagaimana diet yang baik, dan agar rutin selalu minum obat DM. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan dan edukasi Diabetes untuk meningkatkan pengetahuan penderita DM tipe 2, membuat buku Panduan minum obat bagi penderita DM tipe 2, pemberian alat pemeriksaan gula darah, dan pemberian jarum insulin pada penderita DM tipe 2.Metode: Langkah pengabdian yang akan dilakukan meliputi pengumpulan bahan dan materi, perencanaan, dan kegiatan inti.  Penyuluhan dan edukasi sebagai acara inti akan dilakukan pada tanggal 22 April 2022 dengan materi: mengenal DM tipe 2 dan gejalanya, mengenal obat-obatan DM tipe 2, olahraga dan aktifitas fisik pada DM tipe 2, komplikasi pada DM tipe 2.Hasil dan pembahasan: Evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner kepuasan kegiatan. Semua responden menyatakan puas terhada isi materi penyuluhan.Kesimpulan: Pengabdian sudah terlaksana dengan baik, masyarakan penderita DM tipe 2 yang menjalani pelatihan mendapatkan penurunan gejala komplikasi DM tipe 2.
Edukasi Bulan Ramadhan Bagi Penderita Autoimun Desy Puspa Putri; Nurhasan Agung Prabowo; Arief Nurudhin
Smart Society Empowerment Journal Vol 2, No 2 (2022): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.735 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v2i2.61105

Abstract

Pendahuluan: Saat ini angka kejadian penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan penyakit autoimun semakin meningkat, dimana salah satu dari penyakit autoimun tersebut adalah Lupus. Berkenaan dengan bulan suci Ramadhan, banyak juga penderita autoimun yang menghendaki puasa selama Ramadhan, namun sebagian besar khawatir berkenaan dengan keamanan, cara diet dan aturan minum obat. Hal tersebut mendasari peneliti melakukan pengabdian masyarakat yang bertujuan memberikan edukasi seputar bulan Ramadhan bagi penderita autoimun.Metode: Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode edukasi menggunakan media live Instagram. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 3 April 2022 dengan durasi sekitar 45 menit, dengan format tanya jawab. Peserta live Instagram adalah penderita dan simpatisan autoimun yang tergabung dalam Yayasan Tittari (Komunitas Lupus Griya Kupu Solo).Hasil dan pembahasan: Sesi live Instagram dilaksanakan sekitar 45 menit dengan lebih dari 40 peserta, Acara dipandu oleh Odapus dan narasumber Dr. dr. Arief Nurudhin, Sp.PD-KR. Peserta aktif berinteraksi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Dari hasil sesi live tersebut, peserta memahami bahwa puasa bermanfaat bagi penderita autoimun melalui mekanisme penurunan respons inflamasi sehingga mengurangi aktivitas penyakit autoimun contohnya lupus. Dalam hal pemilihan makanan, masing-masing penderita memiliki kekhususan masing-masing, namun secara garis besar sebaiknya diterapkan pola hidup sehat. Penderita autoimun juga diperkenankan mengkonsumsi multivitamin, namun sebaiknya memilih jenis vitamin yang sediaannya terpisah, bukan merupakan pil kombinasi ataupun yang bersifat immunostimulant. Selain itu, bagi penderita autoimun yang kondisinya masih belum stabil, tidak disarankan untuk berpuasa karena dikhawatirkan akan terjadi penurunan kondisi. Kesimpulan: Penderita autoimun masih diperbolehkan berpuasa, sesuai dengan anjuran dokter masing-masing, sehingga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum berpuasa. Pemberian edukasi melalui media live Instagram mampu menarik minat penderita autoimun dan membantu penderita berkonsultasi seputar puasa dan autoimun.Kata Kunci: puasa, autoimun, edukasi, ramadhan
Co-Authors Adji Suwandono Adji Suwandono Andri Haryanto Anindita, Brigitta Devi Aprilningsih, Hendrastutik Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Apriningsih, Hendrastutik Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arief Nurudhin Arifin Arifin Asih Anggraeni Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Astri Tantri Indriani Berty Denny Hermawati Bryan Arief Aji Rudita Coana Sukma Gautama Desy Puspa Putri Dyanneza, Frieska Evi Nurhayatun Evi Nurhayatun Fatichati Budiningsih Frieska Dyanneza Frieska Dyanneza Frieska Dyanneza Habibah, Sopia Nur Hafi Nurinasari Hartono Hartono Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hendrastutik Apriningsih Hermawati, Berty Denny Indriani, Astri Tantri Kuncorowati, Niken Dwi Aryani Kuncorowati, Niken Dyah Aryani Laily Shofiyah Laily Shofiyah Maria Galuh Kamenyangan Maria Galuh Kamenyangan Sari, Maria Galuh Kamenyangan Meirina Mulia Wardani Muchtar Hanafi Myrtha, Risalina Niken Dwi Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Niken Dyah Aryani Kuncorowati Novianto Adi Nugroho Nugroho, Novianto Adi Putri, Desy Puspa Rachmah, Azkia Reviono Reviono Riandini Aisyah Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Risalina Myrtha Shofiyah, Laily Sri Sulistyowati Sunarso, Indrayana Syahrini Wisdayanti Tamaulina Br Sembiring Tonang Dwi Ardyanto Wedhiningsih, Yulyani Werdiningsih, Yulyani Wijayanto, Matthew Aldo Yeni Farida Yulyani Werdiningsih Yulyani Werdiningsih Yulyani Werdiningsih Zainal Arifin Adnan Zainal Arifin Adnan