Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Membangun kedewasaan demokrasi di indonesia Wisnu Sri Admojo; Anita Trisiana; Sony Hermawan Susilo
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3671.406 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i1.4703

Abstract

Kematangan mahasiswa dan sarjana di Surabaya kurang tinggi. Beberapa siswa tidak dapat dan tidak dapat menerima perbedaan politik atau mengekspresikan kemauan politik mereka dengan baik. Mereka terkadang mengkomunikasikan niat politik mereka dengan mengambil tindakan anarkis. Pada saat yang sama, hal ini akan membahayakan persatuan negara kita, karena pelajar adalah bagian dari masa depan negara kita. Mengenai situasi ini, perlu dilakukan pembinaan terhadap mahasiswa yang memiliki kematangan politik yang memadai. Masalah pendidikan demokrasi dalam pendidikan kewarganegaraan merupakan solusi yang memungkinkan peserta didik untuk melakukan tindakan politik yang santun. Sebagai generasi penerus bangsa, mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan di segala bidang kehidupan bangsa, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, politik dan demokrasi, hal ini benar adanya, karena semua warga negara berada di bidang hukum. Punya posisi yang sama pemerintah. Penerapan nilai-nilai demokrasi dapat membantu siswa memperoleh kedewasaan politik dan demokrasi. Oleh karena itu demokrasi merupakan informasi terpenting dalam negara dan kehidupan bernegara, serta merupakan upaya untuk menjaga keadilan.
GEOSTRATEGI INDONESIA MELALUI PENDEKATAN KESEJAHTERAANDALAM KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL DI BIDANGEKONOMI Rizqi Amalia Setyaningrum; Anita Trisiana; Adityar Kirana
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.63 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i1.4705

Abstract

Konsep ketahanan nasional merupakan pengetahuan dan pelaksanaan kesejahteraan serta keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam segala aspek kehidupan bangsa. Pembangunan kesejahteraan diperlukan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Karena, pembangunan kesejahteraan sangat memberikan peran untuk pencapaian pembangunan nasional, yaitu pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan pendekatan kesejahteraan dalam ketahanan nasional dibidang ekonomi. Untuk melakukan penelitian, digunakan metode kualitatif dan metode studi kasus. Terkait dengan penelitian ini, objek analisisnya adalah indikator metode kesejahteraan dan klasifikasi tertentu terhadap elastisitas nasional dalam sektor ekonomi sebagai geostrategi Indonesia. Hasil kajian ini menunjukan beberapa indikator penting terhadap ketahanan nasional melalui pendekatan kesejahteraan di bidang ekonomi ialah : (1) Indikator Pendapatan; (2) Indikator Pendidikan; (3) Indikator Kesehatan. Cara pandang kesehatan ekonomi rakyat sangat diperlukan demi peningkatan kesejahteraan ekonomi tersebut yang selama ini dianggap dapat memenuhi program penanggulangan kemiskinan yang hasilnya sampai sejauh ini masih kurang menyenangkan. Dalam hal itu sangat diperlukan adanya solusi masalah untuk semua golongan dan gotong- royong yang baik dari seluruh elemen masyarakat supaya tidak bergantung pada pemerintah dalam membantu kehidupan perekonomian masyarakat tersebut.
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN MEMBANGUN KARAKTER GENERASI PINTAR Dinda Finka Listiowati; Anita Trisiana
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.097 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i1.4707

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk membentuk karakter generasi cerdas melalui pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif. Data yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara, kajian pustaka dan dokumentasi. Kajian ini mengkaji upaya yang telah dilakukan guru pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan dalam membentuk karakter generasi muda yang pintar, peran dan kendala positifnya. Dari penelitian ini ditemukan bahwa generasi penerus mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis dan menunjukkan perilaku karakter dalam lingkungan. Kata Kunci: Membangun Karakter, Generasi Pintar ABSTRACT This research was conducted to form the character of the intelligent generation through learning Pancasila and citizenship education. This study uses a descriptive method approach. Data obtained through observation, interviews, literature review and documentation. This study examines the efforts that have been made by Pancasila and citizenship education teachers in shaping the character of the smart young generation, their roles and positive constraints. From this research, it was found that future generations were able to show critical thinking skills and show character behavior in the environment. Keywords: Character Building, Smart Generation
PERTAHANAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA DI ERA GLOBALISASI Andini Rahmawati; Rahma Nur Azizah; Anita Trisiana
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.802 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i1.4719

Abstract

Situasi global dunia yang didukung oleh perkembangan teknologi komunikasi telah menciptakan gejala umum bahwa masyarakat sangat mudah mendapatkan informasi dari media. Masuknya masa globalisasi dan masa millenium ke-3, perkembangan fenomena kehidupan yang sangat berkaitan erat dalam aturan serta logika merupakan transformasi dan perubahan dari semua aspek kehidupan. Pada proses awal tidak hanya terjadi perubahan, tetapi momentum reformasi nasional juga telah berubah melalui pelaksanaan Propenas (Rencana Pembangunan Nasional) untuk mengatasi krisis multidimensi dapat bangkit kembali dan memperkuat kemampuannya untuk mencapai cita-cita pembangunan bangsa. Pelaksanaan kegiatan tersebut menegaskan landasan yang ideal adalah Pancasila, dan landasan konstitusinya adalah UUD 1945. Pembangunan pertahanan nasional pada bidang pembangunan nasional memegang peranan penting guna mengamankan pembangunan nasional dari berbagai tantangan, gangguan, ancaman dan berbagai kendala yang ada. Pembangunan pada sektor pertahanan bertujuan untuk membangun kemampuan negara dalam menghadapi berbagai tantangan dari dalam ataupun dari luar.
IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA Duta Mauna; Anita Trisiana
Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPkn Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.743 KB) | DOI: 10.33061/jgz.v10i2.4915

Abstract

ABSTRAK Kondisi Indonesia saat ini dapat dilihat dari perilaku dan kepribadian masyarakat indonesia, sebagaimana tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Di jaman sekarang ini banyak pemuda yang tidak mengimplementasikan pancasila dalam kehidupan sehari-hari, maka dari itu sebagai warga negara Indonesia yang baik pemuda harus dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang tertuang didalam pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Agar terwujudnya pelaksanaan ideologi pancasila dengan baik dikalangan masyarakat. Kata kunci : Ideologi, pancasila, implementasi, dasar negara, masyarakat ABSTRACT The current condition of Indonesia can be seen from the behavior and personality of the Indonesian people, as reflected in daily life. In this day and age there are many youths who do not implement Pancasila in their daily lives, therefore as good citizens, youths must be able to understand and implement the values contained in Pancasila as the basis of the state and the nation's ideology. In order to realize the implementation of the Pancasila ideology well in the community. Keywords: Ideology, Pancasila, implementation, state foundation, society
THE CHALLENGES FOR THE DEVELOPMENT OF CHARACTER EDUCATION IN BUILDING CIVIC RESPONSIBILITY THROUGH MULTICULTURALISM PERSPECTIVE Anita Trisiana
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2017: PROCEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multiculturalism is often perceived as a political instruction and the value ofdiversity in a pluralistic social order. The two terms are in fact closely related tothe world of education in which they are not mutually exclusive. It can be said liketwo sides of a coin. Various concepts relevant to multiculturalism among othersare democracy, justice and law, cultural values and ethos, unity in equal diversity,ethnic, ethnicity, ethnic culture, religious beliefs, expressions of culture, privateand publicdomain, human rights, community cultural rights, and other relevantconcepts. Multiculturalism Education is to be a challenge for the development ofnational character education implementation as a place for the achievement ofcitizens’ competences. Civic Responsibility as part of the citizenshipcompetencies is relevant to the strengthening and development of the nation’sCharacter Education as well as the development of human resources that are readyto compete in society. Indeed the diversity of Indonesian society becomes a crutchfor human resources development in Indonesia. Thus the character education doesnot only discuss issues impacting the development of the character of the nation,but comprehensively influence and impact on the establishment of the civicresponsibility. Character education as part of efforts to build the nation's characteris urgent to be applied. Character education is vital andis needed to establish a‘new’ Indonesia, a country which is able to face regional and global challenges.Keywords: Character Education, Civic Responsibility, Multiculturalism
PEMBERDAYAAN PERGURUAN TINGGI DALAM RANGKA IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR, KAMPUS MERDEKA SEBAGAI EVALUASI PENDIDIKAN KARAKTER DIMASA PANDEMI (PKM Pada Perguruan Tinggi Kota Surakarta Jawa Tengah) Wartoyo Wartoyo; Anita Trisiana
ABDIMAS UNWAHAS Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v7i1.6570

Abstract

Pelaksanaan pendidikan karakter saat ini di masa Pandemi dirasakan sangat terasa berbeda sekali. Perubahan yang sangat frontal terjadi dalam pembelajaran, dan ada perubahan tatanan nilai yang menjadi bagian dari penerapan pendidikan karakter. Gambaran situasi masyarakat bahkan situasi dunia pendidikan di Indonesia menjadi motivasi pokok mainstreaming implementasi pendidikan karakter di Indonesia.  Pentingnya pengembangan pendidikan karakter ini gayung bersambut dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Untuk itu Perguruan Tinggi memiliki peran yang sangat strategis untuk mengupayakan evaluasi pendidikan karakter dimasa pandemi, sebagai salah satu wujud dukungan dari pemberdayaan kampus merdeka belajar. Khalayak sasaran dalam program kemitraan masyarakat ini adalah Masyarakat Non Produktif, yaitu Perguruan Tinggi di Kota Surakarta. Khalayak sasaran tersebut dijadikan sebagai Kampus Merdeka Belajar yang memerlukan pemberdayaan pendidikan dan pelatihan berupa kegiatan evaluasi pendidikan karakter sebagai salah satu kegiatan yang akan menopang dan menyaring permasalahan konflik sosio- kultur yang muncul dalam masyarakat sehingga ketentraman dan kenyamanan akan tercapai dalam kehidupan masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan bahwa perguruan tinggi menindaklanjuti kebiajakan MBKM, yang kemudian melakukan beberapa program kegiatan yang mendukung evaluasi pendidikan karakter melalui integrasi dari berbagai kebijakan yang dimiliki, sebagaimana adanya kebiajakn 4A (Anti: Korupsi, Intoleransi, Kekerasan Seksual, Perudungan). Seperti di Universitas Slamet Riyadi Kebijakan 4A tersebut dikembangkan menjadi 6A, dengan tambahan Anit: Narkoba, dan Radikalisme, Terorisme. Untuk itu masing-masing PT mampu meningkatkan dan memberikan pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat khususnya pengembangan IPTEK di Perguruan Tinggi.Kata kunci: Pemberdayaan; Merdeka Belajar; Pendidikan Karakter
Rancang Bangun Game “Alpha Master” Berbasis Android Sebagai Media Pembelajaran Membaca dan Menulis Kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta Catur Wijayanto; Anita Trisiana; Yudhistiro Pandu Widhoyoko
Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/akademika.v6i1.2407

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan game “Alpha Master” berbasis android sebagai media pembelajaran membaca dan menulis kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta, selain itu untuk mengetahui tanggapan dari guru tersebut terkait game “Alpha Master” berbasis android sebagai media pembelajaran membaca dan menulis kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta. Peneliti menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE dan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, angket, dan dokumentasi. Dengan validasi kelayakan oleh ahli media, ahli materi, dan guru wali kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta. Analisis data menggunakan skala likert untuk mengetahui skor presentase kelayakan media serta melewati pengujian Blackbox Testing. Hasil dari penelitian ini kelayakan dari game “Alpha Master” berbasis android sebagai media pembelajaran membaca dan menulis kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta, menurut penilaian ahli media mendapatkan presentase kelayakan sebesar 86% dengan kategori sangat layak, oleh ahli materi mendapatkan presentase kelayakan 88% dengan kategori sangat layak, dan dari guru wali kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta mendapatkan presentase kelayakan sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Game “Alpha Master” berbasis android sebagai media pembelajaran membaca dan menulis kelas 1 SDIST Ibnu Qoyyim Surakarta mendapat tanggapan dari guru terkait yaitu guru wali kelas 1 yang menyatakan dari hasil angket dengan skor presentase 90% dan tanggapan komentar bahwa “aplikasi sudah bagus, variatif, dan sangat mudah dijalankan sehingga menambah semangat siswa dalam belajar”, maka game “Alpha Master” dapat digunakan sebagai media pembelajaran.
Literasi Digital Dalam Mendukung Digital Society Menuju Desa Cerdas Melalui Pendidikan Karakter Pada Karang Taruna Desa Mlese Mutiatul Astna; Anita Trisiana; Nur Azizah
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i2.2147

Abstract

This research analyzes the role of digital literacy in supporting the formation of a digital society towards smart villages through character education in youth organizations (karang taruna). In this context, digital literacy is not only seen as a technical skill but also as a tool for building strong character values among young people. The study examines various dimensions of digital literacy, including the ability to evaluate information, communicate effectively, and utilize technology for collaboration and innovation. Using a qualitative approach, the research involves surveys and interviews with members of karang taruna and local stakeholders to identify best practices in integrating character education with digital literacy. This study aims to demonstrate how character education among karang taruna can be strengthened through the use of digital technologies, such as social media and online learning platforms. Karang taruna is expected to play a key role in creating an adaptive and innovative community while achieving sustainable development goals at the village level.
Mengawal Jalannya Hukum Ketatanegaraan dalam program kerja KDM Barak Militer dalam Persepektif Otonomi Daerah Suyarjo, Muhammad Dewa Saputra; Anita Trisiana; Yulika Revina Widiarani; Kezia Agna Seviolla; Meida Nelly Aprillia; Nurul Astuti; Yunita Priscilia Kristiani Gea
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 4 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i4.1458

Abstract

Pendidikan karakter berperan strategis dalam membentuk generasi muda berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab, sementara otonomi daerah memberi ruang inovasi kebijakan pembinaan yang adaptif terhadap konteks lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas program “Barak Militer” (KDM) dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa serta menelaah dinamika implementasinya dalam kerangka otonomi daerah. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 8 Surakarta; informan dipilih secara purposive (pendidik, siswa peserta, orang tua), data dihimpun melalui kuesioner terbuka dan wawancara mendalam, dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan. Hasil menunjukkan respons sangat positif terhadap KDM—96,7% responden menilai program efektif dalam meningkatkan disiplin, membentuk karakter positif, dan menanamkan nilai moral; namun terdapat perhatian terhadap potensi dampak psikososial serta isu tata kelola dan perlindungan hak anak, sehingga dibutuhkan keseimbangan antara penegakan disiplin dan pendekatan humanistik.
Co-Authors Abdullah Husin Bukhori Adityar Kirana Aida Rahmawati Dwi Kencana Alfina Rusliana Alfonsa Maria Sofia Hapsari Aliffi Tarisa Pramesti Ananda Putra, Canakya Bima Andini Rahmawati Arif Ramadhan Arwindita Ayu D Aulia Raudah Alima Awalin Widyastuti Awaludin Sinur Kholis Bagus Khotibul U Catur Wijayanto damianus agus sido DARYONO Dimas Yeni Dinda Finka Listiowati Duta Mauna Dwizka Krisnawati Elynia Mey Ema Butsi Prihastari Ratna Widyaningrum, Ema Butsi Prihastari Ervita Adelia Putri Farid Ajrur R Felisia Mega Sri Ayu Fidia Safitri Hanifah Dwi Yuniarti Ika Nisatul Sholehah Ines Laras Sati Intan Dwi S Iqbal Syaibani Jihan Sephiani Juhaena Jocellin Dentatama Jumanto Kezia Agna Seviolla Kris Yunianto Krisna Puji Rahayu Kun Widya Lauriend Algileri M Marlina Dea Marlina Dea Dea Marlina Dea Nur Cahyanti Meida Nelly Aprillia Muhammad Nadif Mahardika Mukhlis Mustofa Mutiatul Astna Nike Nur Viyani Nita Tri Handayani Novianti Nur Azizah Nurul Astuti Nurul Rosidah Oktiana Handini Rahma Nur Azizah Rika Putri Handriyanti Ristiara Mea Amanda Kirani Rizki Mellynia Rizqi Amalia Setyaningrum Salsa Rizka A Sarafuddin Septiana Nur F Sesy Kirana Shinta Karina Putri Sinar Rizky A Siti Supeni Sony Hermawan Susilo SRI WULANDARI Sugiaryo Sugiaryo Suherman, Silviana Susi Purnama Sari Sutoyo Suyarjo, Muhammad Dewa Saputra Varelia Elvidna Vela Tiara W Wahyu Putri Wartoyo Wartoyo Wisnu Sri Admojo Yenika Sari Yesica Maharani Budi Puspita Yohanes Indra Christianto Yudhistiro Pandu Widhoyoko Yulika Revina Widiarani Yunita Priscilia Kristiani Gea Yunuarius Jonggor Yusuf Yusuf Yusuf Yusuf Zintya Intan Aini Zulfi Mardiana