Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EMBEDDING ACADEMIC LITERACY WITHIN INCLUSIVE PEDAGOGY IN SPECIAL EDUCATION TEACHER EDUCATION: A QUALITATIVE STUDY IN AN INDONESIAN UNIVERSITY Wahyudi, Sri; Cahyono, Nur Hidayat
EDUCATIONE Volume 4, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/edu.v4i1.211

Abstract

Inclusive teaching in higher education is increasingly required to accommodate diverse student profiles, particularly in special education teacher education where candidates must internalize and model inclusive values. However, academic literacy (e.g., reading scholarly texts, constructing evidence-based arguments, and writing systematically) is often uneven among students and is frequently treated as a separate skill rather than integrated into inclusive pedagogy. This study aimed to analyze how inclusive learning strategies are integrated with academic literacy strengthening in a special education course and to examine their implications for learning processes and outcomes. Using a qualitative descriptive design, data were collected through classroom observations, in-depth semi-structured interviews with lecturers and students, and document analysis of syllabi, lesson plans, learning materials, and student assignments. Data were analyzed through iterative reduction, display, and conclusion drawing, supported by method and source triangulation. Findings indicate that integrating inclusive pedagogy with explicit academic literacy practices increased student engagement, improved conceptual understanding, and strengthened critical and reflective thinking. Flexible and collaborative learning designs expanded equitable participation across students with varied backgrounds and abilities, while literacy-based tasks enhanced students’ capacity to interpret scholarly sources and communicate ideas more rigorously. The study concludes that this integration is both feasible and pedagogically valuable for improving instructional quality and professional readiness in special education teacher preparation. Implications include the need for curriculum-level alignment of inclusive strategies with structured literacy scaffolds and formative feedback. Future research should test the model across institutions using mixed methods and longitudinal designs to examine sustained academic and professional impacts.
Fleksibilitas Penggunaan Mata Uang Elektronik dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Analisis Fatwa DSN MUI tentang Uang Elektronik Syariah Fatwa Nomor 116 Tahun 2017 Fahriyadi, Fahriyadi; Wahyudi, Sri; Makbul, Mohammad
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jhes.v0i0.19442

Abstract

Uang elektronik merupakan bentuk digital dari nilai uang yang digunakan dalam berbagai transaksi ekonomi. Seiring perkembangan teknologi uang elektronik mulai di kembangkan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang juga bergerak dalam bisnis keuangan online seperti Gopay, Dana, LinkAja, ShoppePay, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat fleksibilitas penggunaan uang elektronik dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah berdasarkan fatwa DSN MUI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode study pustaka sumber data menggunakan buku, artikel jurnal, serta dokumentasi lainnya. Analisis konten Fatwa DSN MUI Nomor 116 Tahun 2017 digunakan sebagai tolak ukur penetapan hukum. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kegiatan transaksi uang elektronik yang ada saat ini telah sesuai dengan fatwa DSN MUI berdasarkan akad-akadnya, serta fleksibilitas dari penggunaan uang elektronik ini juga dapat mewujudkan kemaslahatan hidup manusia sehingga sesuai dengan tujuan Maqashid Syariah dalam menjaga harta benda. Dalam transaksi uang elektronik, pertukaran uang tunai dengan uang elektronik harus memiliki jumlah yang sama. Uang elektronik juga terhindar dari praktik-praktik yang dilarang dalam Islam seperti Maysir (perjudian) karena digunakan sebagai instrumen pembayaran yang cepat dan tepat, bukan untuk transaksi yang melibatkan Maysir. Uang elektronik memiliki batasan maksimal nilai yang dapat disimpan. Batasan ini membantu mencegah pengeluaran berlebihan dan meminimalkan risiko penyalahgunaan uang elektronik, sehingga sesuai dengan prinsip menjaga harta dalam Maqashid Syariah