Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penyuluhan kesehatan tentang penerapan terapi bermain puzzle pada anak pra sekolah untuk mengurangi kecemasan saat menjalani perawatan di rumah sakit Andri Yulianto; Idayati Idayati; Senja Atika Sari
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2868.253 KB) | DOI: 10.56922/phc.v1i1.53

Abstract

Health learning about the application of puzzle playing therapy in preschool age to reduce an anxiety during hospitalization The therapeutic game, in which the nature of therapeutic play is a simple game, and a mechanism for development and critical events such as hospitalization. The therapeutic play believed to have a healing or healing effect with cathartic or anxiety-relieving properties, so that play develops into a therapeutic method for children. Types of games in preschool-age that use motor skills or play skills that are widely chosen, such as candles that can form, such as drawing large manic and puzzles. Puzzle is a game that uses patience and persistence in arranging it. The puzzle playing method chosen as a therapeutic play medium during preschool-age children undergoing treatment in the hospital which aims to reduce the impact of hospitalization because of nursing procedures because this game is easy and does not require a lot of energy, so that gradually the child's mental also gets used to being calm, diligent and patient in getting things done. Extension activities for 4 people consisting of boys and girls. The equipment used for counseling such as leaflets, laptops, LCDs, power points, play therapy equipment. Keywords: Puzzle game; Anxiety; Preschool-age; Hospitalization Bermain merupakan permainan terapeutik (therapeutic play), dimana sifat permainan terapeutik merupakan permainan yang sederhana, dan sebagai mekanisme perkembangan dan peristiwa yang kritis seperti hospitalisasi. Bermain terapeutik diyakini memiliki efek healing atau penyembuhan dengan sifat katarsis atau pelepasan kecemasan sehingga menjadikan bermain berkembang menjadi sebuah metode terapi pada anak. Jenis permainan pada anak usia prasekolah yang menggunakan kemampuan motorik atau skill play yang banyak dipilih yaitu seperti lilin yang dapat dibentuk, menggambar manic manic ukuran besar, dan puzzle. Puzzle merupakan permainan yang menggunakan kesabaran dan ketekunan dalam merangkainya. metode bermain puzzle dipilih sebagai media bermain terapeutik selama anak usia prasekolah menjalani perawatan di rumah sakit yang bertujuan untuk mengurangi dampak hospitalisasi akibat prosedur keperawatan karena permainan ini mudah dan tidak memerlukan energy yang besar, sehingga lambat laun mental anak juga terbiasa untuk bersikap tenang, tekun dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kegiatan penyuluhan 4 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Adapun perlengkapan yang digunakan untuk penyuluhan seperti leaflet, laptop, lcd, power point, perlengkapan terapi bermain.
Edukasi Senam Kaki Pada Penderita Kencing Manis di Wilayah Kelurahan Banjarsari Kecamatan Metro Utara Kota Metro Nury Luthfiyatil Fitri; Astri Tri Pakarti; Senja Atika Sari; Ludiana; Immawati
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.845 KB) | DOI: 10.59025/js.v1i3.18

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian. penyakit ini belum dapat disembuhkan dan hanya dapat dikendalikan.Banyaknya faktor penyebab meningkatnya kadar gula serta komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus menjadi dasar akan pentingnya melakukan penatalaksanaan diabetes mellitus dengan tepat. Saat ini penatalaksanaan diabetes mellitus meliputi pengembalian dan pemeliharaan kadar glukosa darah senormal mungkin dengan diet seimbang, olahraga (senam kaki), dan penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) atau insulin. Senam kaki DM dapat menjadi salah satu alternative bagi pasien DM untuk meningkatkan aliran darah dan memperlancar sirkulasi darah, hal ini membuat lebih banyak jala-jala kapiler terbuka sehingga lebih banyak reseptor insulin yang tersedia dan aktif serta mempermudah saraf menerima nutrisi dan oksigen. Kegiatan masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Banjarsari Kecamatan Metro Utara Kota Metro. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah pendidikan kesehatan dan Demontrasi Senam Kaki. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan bahwa seluruh peserta dapat menyerap informasi ini dengan baik yaitu 75% dapat mempraktekkan kembali senam kaki yang diajarkan. Edukasi dan dan demonstrasi seperti ini dapat terus dilakukan oleh pihak Puskesmas Banjarsari kepada masyrakat
Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid 19 Immawati Immawati; Tri Kesuma Dewi; Ludiana Ludiana; Senja Atika Sari
Jurnal Mitrawarga Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Mitrawarga
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.469 KB) | DOI: 10.23960/jmw.v1i2.12

Abstract

Coronaviruses are a large family of viruses that cause illness ranging from mild to severe symptom. Covid-19 can be transmittted from human to human through close contact and droplets, not through the air. Standar recommendations to prevent the spead of infection are through regular hand washing, apply cough and sneezing etiquette, avoiding close contact with anyone showing symptoms of respiratory illness. Health education on preventing the transmission of the Covid pandemic is one of the effort in preparing the public to understand the dangers of transmitting the Covid-19 virus. This community service activity is aimed for health cadres and mothers participanting in posyandu. The service method uses health education methods. The result of community service show that participation and support from the community and the puskesmas are quite high, where participants are actively involved in the health education provided so that the community can ultimately improve healthy living behavior in preventing the spread of Covid-19 infection.
Kualitas Hidup Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Jend Ahmad Yani Metro Sapti Ayubbana; Ludiana Ludiana; Eka Yudha Chrisanto; Nuri Lutfiatil Fitri; Senja Atika Sari
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.14080

Abstract

ABSTRACT Cancer is a health problem and cause of death in the world. Cancer is a disease characterized by the growth of abnormal cells and can metastasize to other parts of the body. One of the therapeutic modalities is chemotherapy. Chemotherapy has a therapeutic effect on cancer cells and also has an impact on normal cells that divide rapidly. Chemotherapy causes various side effects that can affect the patient's physical and non-physical condition. Physical and non-physical changes in patients undergoing chemotherapy affect the patient's quality of life. The aim of the research was to determine the quality of life of cancer patients undergoing chemotherapy. This research is a descriptive analytical study with a cross sectional approach. The population in this study were cancer patients who were undergoing chemotherapy in the chemotherapy service unit of RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. The sample in this study were cancer patients treated in the chemotherapy service unit at Jend Hospital. Ahmad Yani Metro numbered 35 respondents. Determining the number of samples using quota sampling. The data collection tool uses the EORTC QLQ-C30 instrument. The quality of life results for cancer patients are based on the assessment or answer score of the EORTC QLQ-C30. The quality of life score is 671.73 ± 352.82 with a moderate quality of life interpretation. Conclusion: The patient's quality of life is in the moderate category. Keywords: Cancer, Chemotherapy, Quality of Life  ABSTRAK Kanker merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian di dunia. Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan  sel-sel abnormal  dan dapat bermetastase  ke bagian tubuh lain. salah satu modlaitas terapi adalah kemoterapi. Kemoterapi memberikan efek terapi pada sel-sel kanker juga berdampak pada sel-sel  normal yang membelah dengan cepat. Kemoterapi menimbulkan berbagai efek samping yang dapat mempengaruhi kondisi fisik maupun non fisik pasien. Perubahan fisik dan non fisik pada pasien yang menjalani kemoterapi mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian  untuk megetahui  kualitas hidup pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Penelitian   ini   merupakan   penelitian   deskriptif  analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien kanker yang sedang menjalani  kemoterapi di unit pelayanan  kemoterapi RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien kanker yang dirawat di unit pelayanan kemoterapi RS Jend. Ahmad yani Metro berjumlah 35 responden. Penentuan jumlah sampel dengan quota    sampling.  Alat  pengumpul  data  menggunakan instrument EORTC  QLQ-C30. Hasil  kualitas hidup pasien kanker berdasarkan penilaian atau skor jawaban EORTC QLQ-C30 Skor kualitas hidup sebesar 671,73±352,82 dengan interpretasi kualitas hidup sedang. Kesimpulan kualitas hidup pasien kategori sedang. Kata Kunci: Kanker, Kemoterapi, Kualitas Hidup
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Perawat D3 Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang S1 Ilmu Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Pringsewu Tahun 2023 Handayani, Tuti; Pringgayuda, Fitra; Putri, Imelda Adelia; Sari, Senja Atika
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v8i2.534

Abstract

Banyak yang menganggap profesi perawat hanyalah sekedar pembantu dokter, tanpa dokter perawat tidak dapat melakukan tugasnya dengan sempurna. Anggapan ini membuat profesi perawat dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena perawat hanya melakukan tugasnya dengan menunggu instruksi dari seorang dokter. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat D3 melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Keperawatan. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat D3 semester 2 yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Pringsewu, yang berjumlah 114 orang di tahun 2022 dengan jumlah sampel 89 responden. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persaingan dengan motivasi perawat D3 melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Keperawatan, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan motivasi perawat D3 melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Keperawatan, ada hubungan antara sosial ekonomi dengan motivasi perawat D3 melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Keperawatan. Kesimpulan bahwa ada hubungan persaingan, dukungan keluarga, sosial ekonomi dengan motivasi perawat D3 melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Keperawatan.
Edukasi tentang Cara Mengontrol Gula Darah melalui Praktik Intermittent Fasting Fitri, Nury luthfiyatil; Dewi, Tri Kesuma; Sari, Senja Atika; Hasanah, Uswatun; Ludiana, Ludiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 1 (2025): JPMJ Vol 4 No 1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i1.368

Abstract

Diabetes Mellitus adalah penyakit kroanis, yang terjadi ketika pankreas tidak maenghasilkan cukup insulin, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah salah satunya melalui intermittent fasting. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan tentang cara mengontrol gula darah melalui praktik intermittent fasting bagi penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan gula darah tidak terkontrol sehingga berisiko terhadap munculnya berbagai komplikasi. Intermittent fasting, disebut juga pembatasan energi intermiten adalah praktik diet yang tersebar luas yang terdiri dari periode konsumsi makanan bebas secara bergantian dan pantang dari asupan kalori.Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui edukasi atau pemberian pendidikan kesehatan tentang cara mengontrol gula darah melalui praktik intermittent fasting. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu di wilayah Puskesmas Yosomulyo. Hasil kegiatan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang cara mengontrol gula darah melalui praktik intermittent fasting, sebesar 80% peserta mampu memahami secara baik tentang materi yang disampaikan. Pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara mengontrol gula darah melalui praktik intermittent fasting bagi penderita diabetes mellitus. Hendaknya dilakukan pendidikan kesehatan secara berkesinambungan demi terciptanya kesehatan yang lebih optimal.
Edukasi Hipertensi Dan Upaya Pengendalian Tekanan Darah Dengan Senam Hipertensi Sari, Senja Atika; Fitri, Nury Lutfiatil; Hasanah, Uswatun; Nurhayati, Sri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/js.v3i2.208

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu diantisipasi dan menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular. Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan darah lebih dari 90 mmHg berdasarkan dua pengukuran atau lebih. Terapi komplementer seperti senam hipertensi dianggap mampu sebagai pengobatan tekanan darah tinggi. Dengan senam, aliran darah dan suplai oksigen ke otot dan rangka aktif, khususnya otot jantung akan meningkat. Latihan dan aktivitas fisik meningkatkan kebutuhan oksigen dalam sel untuk proses produksi energi, menyebabkan peningkatan denyut jantung, yang meningkatkan curah jantung dan volume sekuncup. Hal ini meningkatkan tekanan darah. Setelah istirahat, pembuluh darah membesar atau membesar selama kurang lebih 30 hingga 120 menit sehingga menyebabkan penurunan aliran darah untuk sementara, setelah itu tekanan darah  kembali ke tekanan darah sebelum berolahraga. Olahraga teratur dan terus menerus menurunkan tekanan darah dalam jangka waktu lama dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah. Mekanisme penurunan tekanan darah setelah olahraga adalah relaksasi pembuluh darah akibat olahraga. Ketika pembuluh darah membesar, tekanan darah menurun. Metode yang digunakan dalam memberikan layanan ini adalah pendidikan kesehatan, peragaan senam hipertensi dan role play. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Mulojati Metro Barat. Selepas kegiatan dilakukan, seluruh peserta dapat menyerap informasi secara utuh dan 80% peserta dapat mengikuti pelatihan kembali mengenai hipertensi.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Preschool Di TK Pertiwi Dewi, Tri Kesuma; Dewi, Nia Risa; Sari, Senja Atika; Nurhayati, Sri; Ludiana, Ludiana; Immawati, Immawati; Fitri, Nury Luthfiyatil
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/prm6nb88

Abstract

Deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia prasekolah penting dilakukan untuk deteksi apakah ada gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi tumbuh kembang pada anak prasekolah adalah dengan penggunaan instrument penilaian motoric kasar pada anak usia prasekolah. Metode yang dilakukan dalam pengabdian pada Taman Kanak-kanak ini yaitu memberikan stimulasi dan demonstrasi motorik kasar pada anak dengan menggunakan instrument penilaian motorik kasar. Kegiatan deteksi dini ini dilakukan pada taman kanak-kanak pertiwi dengan jumlah peserta 40 anak. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini didapatkan masih adanya anak usia dini belum berkembang 10%, mulai berkembang 5%, berkembang sesuai harapan 5% dan berkembang baik sekali 80%. Hendaknya hasil dari pengabdian masayarakat ini menjadi masukan kepada semua pihak untuk dapat memberikan intervensi pada anak yang tahap perkembangannya belum sesuai harapan.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Ulkus Diabetik Menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT) Utami, Indhit Tri; Sari, Senja Atika; Dewi, Tri Kesuma; Hasanah, Uswatun; Dewi, Nia Risa
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/bv4s8e78

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit yang perlu penanganan terpadu karena jika tidak mendapatkan penanganan yang adekuat akan menimbulkan komplikasi baik akut maupun kronis. Salah satu komplikasi kronis yang mengakibatkan terjadinya angka morbiditas yang cukup tinggi ialah neuropati. Selain gangguan sensori, penurunanan sirkulasi ke perifer merupakan salah satu penyebab terjadinya ulkus diabetik pada diabetes tipe 2 sebagai akibat adanya penurunan suplai oksigen dan nutrien sehingga bisa menyebabkan luka ganggren pada area kaki. Pada pasien diabetes melitus tipe 2, diperlukan suatu pengetahuan sebagai upaya preventif terhadap terjadinya ulkus diabetik akibat adanya gangguan pada vaskularisasi perifer. Pencegahan terjadinya ulkus diabetic membantu mendeteksi secara dini kaki beresiko dan berfungsi sebagai alat edukasi yang berguna untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit kaki Diabetes dengan menggunakan Ipswich Touch Test (IpTT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Karang Rejo Kota Metro, Lampung. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan metode demonstrasi melakukan IpTT. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan post test sebanyak 20 peserta (71%) mampu mendemonstrasikan cara melakukan Ipswich Touch Test (IpTT). Edukasi Kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan oleh pihak puskesmas ataupun para kader melalui kegiatan rutinitas seperti setelah melakukan kegiatan senam atau kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Edukasi Hipertensi Dan Upaya Pengendalian Tekanan Darah Dengan Teknik Relaksasi Benson Sari, Senja Atika; Fitri, Nury Lutfiatil; Hasanah, Uswatun; Nurhayati, Sri
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/00nepz57

Abstract

Hipertensi adalah isu kesehatan masyarakat yang penting. Saat terjadinya hipertensi jarang menyebabkan gejala atau keberbatasan yang nyata pada kesehatan fungsional pasien. Komplikasi hipertensi apabila tidak ditangani akan mempengaruhi sistem kardiovaskular, saraf, dan ginjal. Penatalaksanaan hipertensi berfokus pada menurunkan tekanan darah kurang dari 140 mmHg sistolik dan 90 mmHg diastolik. Black dan Hawks mengungkapkan penatalaksanaan hipertensi terbagi menjadi dua yaitu penalaksanaan farmakologi dan penatalaksanaan nonfarmakologi. Penatalaksanaan non farmakologi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara modifikasi gaya hidup, pengurangan berat badan, pembatasan natrium, modifikasi diet lemak, olahraga, pembatasan alkohol, menghentikan kebiasaan merokok, dan teknik relaksasi. Relaksasi benson merupakan relaksasi yang menggabungkan antara teknik respons relaksasi dan sistem keyakinan individu/faith factor (difokuskan pada ungkapan tertentu berupa nama-nama Tuhan atau kata yang memiliki makna menenangkan bagi pasien itu sendiri) yang diucapkan berulang-ulang dengan ritme teratur disertai sikap pasrah. Relaksasi ini dapat menyebabkan penurunan aktifitas sistem saraf simpatis yang akhirnya dapat sedikit melebarkan arteri dan melancarkan peredaran darah yang kemudian dapat meningkatkan transport oksigen ke seluruh jaringan terutama jaringan perifer. Sehingga terjadi stabilisasi tekanan darah secara perlahan, dan menghilangkan stres sebagai pemicu terjadinya hipertensi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah Pendidikan kesehatan, demonstrasi dan role play Relaksasi Benson. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja Puskemsas Banjarsari Metro Utara. Hasil dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini seluruh peserta dapat menyerap informasi dengan baik yaitu 80% peserta dapat mempraktekan kembali senam hipertensi