Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

A Study on the difficulties in English Speaking for EFL Students Eva Meidi Kulsum; Acep Yaspi Jamjami; Aip Syaepul Uyun; Ayang Winda Sri Widianingsih
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8109

Abstract

This research aims to identify the difficulties students experience in speaking English. A qualitative descriptive method was used to investigate these challenges by distributing questionnaires and conducting interview sessions. The study was conducted at a junior high school in Bandung, with eighth-grade students as the research participants. To gather valuable data, 26 students were selected using purposive sampling. The findings revealed that students face several difficulties in learning to speak English, including challenges with understanding grammar, fluency, pronunciation, limited vocabulary, lack of self-confidence, shyness, anxiety, and lack of motivation. Additionally, it is implied that by addressing the root causes of these difficulties, such as fear and lack of motivation, teachers can help enhance students' ability to communicate effectively in English.
Program Meningkatkan Nilai TOEFL bagi siswa SMA di Jatinangor : Fokus pada bagian Structure Ayang Winda
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v3i2.839

Abstract

Kemampuan berbahasa Inggris adalah salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh pelajar Sekolah Menengah Atas untuk menunjang masa depan mereka baik dari segi karir maupun pendidikan. Salah satu cara untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris itu adalah TOEFL (Test of English as Foreign Language). Akan tetapi, kemampuan  siswa SMA dalam memahami apa itu TOEFL dan bagaimana strategi untuk mengerjakannya dengan cepat dan juga tepat masih sangat kurang. Maka, Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada siswa dan siswi kelas XI IPS tentang TOEFL dan startegi apa yang dipakai untuk menjawab soal khususnya dalam bagian structure. Hal ini dikarenakan banyak dari siswa dan siswi yang belum mengetahui apa itu TOEFL, apa pentingnya TOEFL, apa bentuk TOEFL, dan bagaimana strategi menjawab soal TOEFL. Kegiatan ini bekerja sama dengan SMA Negeri Jatinangor. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ABCD (Asset Based Community Development). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa dan siswi kelas XI IPS di SMAN Jatinangor Kabupaten Sumedang mendapatkan tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan tentang TOEFL dan cara menjawab soal dalam bagian structure sehingga mereka bisa menjawab soal dengan cepat dan juga tepat. Hasil kegiatan ini akan terlihat lebih signifikan jika diadakan program pelatihan persiapan TOEFL yang berkelanjutan.
Aphasia Language Disorder in Adults: (A Psycholinguistic Study) Sri Widianingsih, Ayang Winda; Kulsum, Eva Meidi; Rahadian , Achmad
Gunung Djati Conference Series Vol. 41 (2024): The 6th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan aphasia, gangguan bahasa serta kesulitan apa saja yang dihadapi penderita aphasia dalam berinteraksi atau menggunakan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi terhadap satu orang dewasa yang menderita aphasia sejak terserang stroke pada tahun 2021 akibat gaya hidup tidak sehat sehingga membuatnya kesulitan dalam menggunakan bahasa. Peneliti menemukan bahwa penderita aphasia ini mempunya pemahaman yang tidak lengkap, kelancarannya terpengaruh dan pengulangan serta penamaan benda pun terpengaruh. Selain itu pun, dapat disimpulkan jika ada 6 jenis afasia yaitu anomic aphasia, global aphasia, primary progressive aphasia, wernicke’s aphasia, broca’s aphasia dan transcortica sensory aphasia.
Exploring English-Speaking Anxiety Levels and Contributing Factors among Indonesian EFL Undergraduate Students Kulsum, Eva Meidi; Putri, Rizka Rahil; Sri Widianingsih, Ayang Winda
International Journal of Linguistics, Communication, and Broadcasting Vol. 3 No. 3 (2025): International Journal of Linguistics, Communication, and Broadcasting
Publisher : Communication In Research And Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijlcb.v3i3.265

Abstract

This study explores the classification of English-speaking anxiety levels and identifies the underlying factors contributing to speaking anxiety among EFL undergraduate students. A descriptive qualitative approach was employed, using two main instruments: a questionnaire adapted from Horwitz et al.’s (1986) Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) and semi-structured interviews that provided deeper insights into students’ perspectives and experiences. The participants were 24 students from an English Education program. The findings revealed that the majority of students (75%) experienced moderate anxiety, while 16.67% showed low anxiety and 8.33% high anxiety. These outcomes reflect a complex interplay of anxiety dimensions: Fear of Negative Evaluation was the most prominent factor (M = 2.47), followed by Communication Apprehension (M = 2.37), and Test Anxiety as the least influential (M = 2.24). The overall results indicate that speaking anxiety was present but not overwhelmingly severe among participants. The study highlights the importance of understanding both the frequency and sources of anxiety, as such insights can inform strategies to foster supportive and non-judgmental classroom environments. Creating these conditions may encourage students to develop greater confidence, enhance oral performance, and reduce their speaking anxiety in EFL contexts.
PELATIHAN MENULIS REFERENSI MENGGUNAKAN MENDELEY DALAM MEMBUAT KARYA TULIS ILMIAH BAGI SISWA SMA DI BANDUNG Widianingsih, Ayang Winda Sri; Sakina, Rahma; Mustika, Rispa
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2013

Abstract

Penulisan makalah akademis merupakan hal yang sangat penting dalam dunia akademik, dimana para peneliti, siswa, dan cendekiawan perlu mengelola, merujuk, dan mengutip berbagai sumber pendukung. Namun, secara umum penulisan makalah akademis sulit dilakukan karena sulitnya mencari referensi terkait topik penelitian, terbatasnya kemampuan TIK, dan mengolah teks sedemikian rupa agar tidak dianggap plagiarisme. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu siswa SMA di Bandung dalam memanfaatkan manajemen referensi Mendeley untuk menulis makalah akademik yang mematuhi kaidah penulisan yang baik dan bebas plagiarisme. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah penelitian tindakan partisipatif (PAR), atau penelitian tindakan yang memerlukan partisipasi. Penelitian tindakan langsung yang dipilih oleh dosen pembimbing bertujuan untuk mengungkap permasalahan yang dihadapi siswa pada saat menulis makalah akademik. Temuan konsultasi menunjukkan bahwa hal ini mempunyai dampak menguntungkan dalam meningkatkan kemahiran siswa dalam membuat makalah akademis yang tepat dan akurat melalui kutipan.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH KEPADA SISWA KELAS XII SMA BINAR ILMU BANDUNG Sakina, Rahma; Widyaningsih, Ayang Winda; Hardiani, Putri Siti
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2042

Abstract

Menulis sebuah karya tulis ilmiah merupakan sebuah keterampilan akademis yang perlu dimiliki oleh siswa karena dengan membuat sebuah karya ilmiah siswa dapat memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan secara umum. Namun, masih banyak siswa menengah atas yang masih merasa kurang cakap dalam keterampilan menulis, khususnya menulis karya tulisa ilmiah. Oleh sebab itu, telah dilaksanakanlah sebuah pelatihan penulisan karya ilmiah di SMA Binar Ilmu Bandung. Secara keseluruhan respon peserta pelatihan karya tulis ilmiah ini merasakan sangat puas terhadap pelatihan yang diberikan terutama terkait dengan penguasaan materi oleh penyaji, pemberian kesempatan dalam bertanya, keramahan penyaji, relevansi materi pelatihan, sistematika penyampaian materi pelatihan. Untuk meningkatkan pemahaman materi pelatihan karya tulis ilmiah perlu dilakukan
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Membaca Puisi Pada Siswi SMP Melalui Analisis Linguistik Widianingsih, Ayang Winda Sri; Nurfithri, Nurfithri; Sadiah, Alviani Halimatus
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1209

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa kelas VIII MTs Asy-Syifa Kabupaten Bandung Barat melalui kegiatan pelatihan yang terstruktur. Pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu pemberian materi, praktik, dan penilaian. Materi yang diberikan mencakup enam aspek penting dalam membaca puisi, yakni apresiasi, pemenggalan, pelafalan, intonasi, ekspresi, dan gerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teoretis siswa telah mampu memahami konsep membaca puisi. Dari hasil penilaian, aspek pelafalan dan pemenggalan memperoleh nilai tertinggi, sementara aspek intonasi dan ekspresi masih menjadi kelemahan utama siswa. Secara umum, seluruh siswa memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Dengan demikian, pelatihan membaca puisi yang dilaksanakan dinilai efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa, meskipun perlu adanya tindak lanjut berupa latihan intensif pada aspek intonasi dan ekspresi agar keterampilan membaca puisi siswa lebih optimal.
Pelatihan dan Pengelolaan Website Desa Narawita Menuju Smart Village Widianingsih, Ayang Winda Sri; Kulsum, Eva Meidi; Widya, Dede Widya; Aufanviga, Putra Aufanviga
Jurnal AbdiMU (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32627/abdimu.v5i2.1576

Abstract

The objective of this Community Service Program is to enhance the Human Resources (HR) capacity of Village Officials in Bandung Regency in website management as a fundamental step towards implementing the Smart Village concept. The activity was motivated by a significant digital gap where village websites were often neglected, not up-to-date, and thus hindered the principle of transparency. This PkM activity was conducted from July 07, 2025, to August 18, 2025, in Narawita Village, Cicalengka District, Bandung Regency, involving representatives of Village Officials, including the Village Secretary and the village IT team. The method employed was Participatory Action Research, commencing with a Needs Analysis (FGD and Pre-Test), followed by the creation of a new website using Visual Studio Code, and cyclical Testing (Uji Coba) with consultation from village stakeholders. The core phase involved Intensive Training for transferring skills in basic web maintenance, digital content literacy, and promotional strategies. The results demonstrate a dual success: first, the creation of a stable and functional website (https://sistem-informasi-desa-narawita-blzu.vercel.app/) equipped with transparency and promotional modules; second, a significant increase in the competency of Village Officials in managing content independently, supported by continuous knowledge transfer. This success was consolidated by the development of a Website Management SOP, ensuring the project's sustainability and transforming local human resources. Overall, this Community Service successfully laid the foundation for Smart Governance and Smart Economy, asserting that intervention in HR capacity is the main key to realizing the Smart Village vision in Bandung Regency.
Penguatan Kemampuan Fonologi Bahasa Inggris Siswa SMA melalui Media Audio Interaktif Sri Widianingsih, Ayang Winda; Nurfithri, Nurfithri; Arifin, Riyadh Ahsanul; Khotimah, Lani Miftahul
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i6.1283

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi rendahnya kemampuan fonologi (pengucapan) siswa SMA Binar Ilmu , yang disebabkan oleh fokus pembelajaran yang masih menitikberatkan pada tata bahasa dan kosa kata, serta minimnya pemanfaatan media interaktif. Sebagai solusi, program ini menggunakan Media Audio Interaktif yang dirancang khusus untuk penguatan fonologi, dengan konten yang berfokus pada latihan minimal pairs dan word stress. Metodologi pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang diawali dengan analisis kebutuhan fonologi siswa, diikuti implementasi program yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif. Siswa didorong melakukan praktik pengucapan mandiri, self-correction, dan membandingkan pelafalan menggunakan fitur rekam suara pada media. Hasil evaluasi akhir (post-test) menunjukkan bahwa media audio interaktif sangat efektif dan mampu meningkatkan kemampuan fonologi serta akurasi pengucapan siswa SMA Binar Ilmu secara signifikan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa media interaktif yang menyediakan latihan berulang dan umpan balik akustik sangat direkomendasikan sebagai solusi pedagogis yang tepat guna untuk mengatasi permasalahan pengucapan di tingkat SMA.
An Analysis of English Pronunciation Difficulties and Influencing Factors Used by Sundanese Students Astuti, Riyanti Sri; Widianingsih, Ayang Winda Sri; Kulsum, Eva Meidi
International Journal of Linguistics, Communication, and Broadcasting Vol. 3 No. 4 (2025): International Journal of Linguistics, Communication, and Broadcasting
Publisher : Communication In Research And Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijlcb.v3i4.282

Abstract

This study aims to investigate English pronunciation among Sundanese students in the English Education Department at Ma'soem University. Specifically, this study aims to analyze difficulties, identify factors, and explore strategies to overcome pronunciation difficulties often experienced by these students. Using a descriptive qualitative approach, this study collected data through classroom observations, questionnaires, and interviews involving 21 Sundanese students majoring English Eduction Department Fourth Semester in Ma’soem University. The results of the study indicate that pronunciation difficulties are generally divided into two levels: segmental and suprasegmental. Segmental issues include incorrect pronunciation of new or unfamiliar words, confusion between words that sound similar, difficulty in pronouncing vowel groups, and errors in diphthong pronunciation. Suprasegmental challenges include difficulty in aligning spelling with pronunciation, incorrect word stress, and inappropriate intonation patterns. Factors influencing these issues include strong interference from the mother language language , limited exposure to authentic English input, student-related variables such as motivation and confidence, and a tendency to pronounce English words based on their written form. To overcome these challenges, students employ several strategies, including phonetic training and increased phonological awareness, active listening and imitation of native speakers, receiving feedback and corrections from classmates or instructors, and utilizing technological tools such as pronunciation apps and online resources. The implications of this research highlight the importance of incorporating systematic pronunciation instruction into English language curricula, particularly for students from local language backgrounds. It also underscores the need for educators to provide more native-like input and corrective feedback to support pronunciation development among Sundanese learners.