Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
Departemen Hama Dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Optimalisasi Pertumbuhan dan Produktivitas Padi melalui Penggunaan Pupuk Anorganik Cair Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2023.004.02.05

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menguji aplikasi pupuk organik caiir terhdapa pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi. Rancangan percobaan pupuk anorganik cair menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan 9 perlakuan (3 ulangan) sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Perlakuan tersebut antara lain: 1). A1 = Kontrol, 2). A2 = Pupuk Dasar 100%, 3). A3=Pupuk Dasar 75% + NPK Cair Pembanding 1x dosis, 4). A4 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 0.5x dosis, 5). A5 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 0.75x dosis, 6). A6 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1x dosis, 7). A7 =Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1.25x dosis, 8). A8 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 1.5x dosis, 9). A9 = Pupuk Dasar 75% + NPK Cair 2x dosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair berbagai dosis tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman padi, namun berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman padi (bobot panen segar dan BGKG), yakni pada perlakuan dosis 8,75ml/l dengan penurunan 25% pupuk dasar. Kadar hara N, P, K tanaman padi meningkat akibat aplikasi pupuk cair diindikasikan oleh peningkatan kadar hara dalam tanaman dan tidak menyebabkan kemasaman tanah dan penurunan kesuburan tanah.
Pendampingan Pengenalan Dan Pengamatan Penyakit Pada Cabai Rawit Di Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tristanti, Irisa; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Mentari, Desna Ayu; Putra, Dian Nugraha Harry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.07

Abstract

Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, merupakan salah satu sentra penghasil cabai rawit yang mengalami kendala dalam praktek budidaya tanaman cabai rawit didominasi oleh kurangnya pengetahuan petani tentang pengelolaan agroekosistem sehingga menimbulkan masalah-masalah lain seperti degradasi kesburan tanah, serangan hama dan penyakit yang berdampak pada penurunan produktivitas cabai rawit baik secara kualitas maupun kuantitas. Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Tim dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemehaman Sumber Daya Manusia (SDM) Petani cabai rawit tentang penyakit pada tanaman cabai rawit dan pengelolaan penyakit berbasis agroekosistem. Kegiatan ini meliputi survei lahan, sosialisasi dan penyuluhan kegiatan ,materi dan diskusi. Materi utama yang disampaikan mencakup pengenalan penyakit cabai dan strategi pengendaliannya. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani peserta yang diukur selama pelaksanaan kegiatan. Tantangan utama meliputi Kurangnya pemahaman petani terhadap pengelolaan penyakit tanaman cabai rawit dapat menyebabkan penurunan produktivitas cabai rawit. Melalui kegiatan pendampingan ini, mampu meningkatakan pengetahuan petani melalui pemberian materi, diskusi dan praktek lapangan. Selain ini keterampilan petani dalam melakukan budidaya yang baik, benar, dan efisien juga akan meningkatkan sehingga praktek pertanian yang dilakukan tidak menimbulkan permasalahan lingkungan.
Pemanfaatan Agens Hayati untuk Pengendalian Penyakit Tanaman Apel di Madiredo, Pujon Raharjo, Bambang Tri; Puspitarini, Retno Dyah; Hadi, Mochammad Syamsul; Sektiono, Antok Wahyu; Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.04

Abstract

Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, merupakan salah satu sentra penghasil apel yang mengalami tantangan dalam budidaya apel akibat penggunaan sistem pertanian konvensional yang bergantung pada pupuk kimia dan pestisida. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas lahan, resistensi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), serta meningkatnya biaya produksi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim dosen Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani apel di Desa Madiredo melalui sosialisasi dan penerapan teknologi ramah lingkungan, khususnya pemanfaatan agens hayati. Kegiatan ini meliputi survei lahan, pelatihan, diskusi, dan praktek langsung aplikasi agens hayati. Materi utama yang disampaikan mencakup pengelolaan OPT secara terpadu, pemanfaatan agens hayati, serta aplikasi yang tepat dan bijaksana. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari petani peserta yang diukur melalui diskusi interaktif dan pre-test. Tantangan utama meliputi kondisi tanaman yang tua, fluktuasi harga apel, dan rendahnya produktivitas akibat serangan OPT serta penurunan kesuburan tanah. Dengan pendekatan sistematis melalui sekolah lapang, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya praktik pertanian berkelanjutan. Diharapkan, pendampingan ini menjadi pondasi untuk mewujudkan sistem pertanian apel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Laboratorium Proteksi UPT Proteksi Tanaman Provinsi Jawa Timur Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Rahardjo, Bambang Tri; Choliq, Fery Abdul; Abidhin, M. Zainal
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.06

Abstract

Laboratorium proteksi UPT Proteksi tanaman provinsi Jawa Timur merupakan salah satu laboratorium yang mengembangkan agens hayati untuk mendukung sustainable agriculture di pertanian Jawa Timur. Salah satu kendala dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan adalah permasalahan hama dan penyakit serta masih banyak petani yang menerapkan pestisida kimia. Meskipun petani di Provinsi Jawa Timur sudah mengenal agens hayati tetapi belum ada kemandirian dalam memproduksi agens hayati. Agens hayati adalah mikroba bermanfaat baik jamur maupun bakteri yang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium melalui standarisasi proses produksi agens hayati. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi laboratorium, workshop penguatan kapasitas, dan pendampingan kontrol kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petugas laboratorium terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi agens hayati yang baik dan benar. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan isolat berkualitas dan standarisasi proses produksi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman kapasitas laboratorium tentang standarisasi proses produksi dan penerapan prosedur operasional standar. Implementasi sistem kontrol kualitas juga membantu memastikan konsistensi mutu produk agens hayati. Kegiatan ini memberikan fondasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur melalui peningkatan kapasitas SDM laboratorium dan standardisasi produksi agens hayati sebagai alternatif pengendalian OPT yang ramah lingkungan.Laboratorium proteksi UPT Proteksi tanaman provinsi Jawa Timur merupakan salah satu laboratorium yang mengembangkan agens hayati untuk mendukung sustainable agriculture di pertanian Jawa Timur. Salah satu kendala dalam penerapan sistem pertanian berkelanjutan adalah permasalahan hama dan penyakit serta masih banyak petani yang menerapkan pestisida kimia. Meskipun petani di Provinsi Jawa Timur sudah mengenal agens hayati tetapi belum ada kemandirian dalam memproduksi agens hayati. Agens hayati adalah mikroba bermanfaat baik jamur maupun bakteri yang dapat digunakan sebagai pengendalian hama dan penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium melalui standarisasi proses produksi agens hayati. Metode yang digunakan meliputi survei awal kondisi laboratorium, workshop penguatan kapasitas, dan pendampingan kontrol kualitas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petugas laboratorium terhadap standar operasional prosedur (SOP) produksi agens hayati yang baik dan benar. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan isolat berkualitas dan standarisasi proses produksi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pemahaman kapasitas laboratorium tentang standarisasi proses produksi dan penerapan prosedur operasional standar. Implementasi sistem kontrol kualitas juga membantu memastikan konsistensi mutu produk agens hayati. Kegiatan ini memberikan fondasi untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur melalui peningkatan kapasitas SDM laboratorium dan standardisasi produksi agens hayati sebagai alternatif pengendalian OPT yang ramah lingkungan.
Manajemen Agroekosistem Berbasis Ecological Engineering pada Tanaman Padi di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi Hadi, Mochammad Syamsul; Sektiono, Antok Wahyu; Rahardjo, Bambang Tri; Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Putra, Dian Nugraha Harry
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.01.08

Abstract

ABSTRAKKecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kec. dengan komoditas utama padi, dan menjadi binaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Salah satu masalah penting yang dihadapi petani padi di Kecamatan Genteng adalah hama wereng batang coklat dan tikus yang menyebabkan kehilangan hasil cukup besar. Petani belum memiliki kemampuan mengelola hama-hama tersebut, terlihat dari tingkat kejadian gagal panen yang tinggi yang diakibatkan oleh serangan hama. Pada tahun 2018 ini sedang dilaksanakan program Sekolah Lapangan Sistem Pertanian Berlanjut Berbasis Padi (SL-SPB) dalam rangka peningkatan produksi padi yang berlanjut dengan penerapan manajemen agroekosistem. Sekolah Lapang melibatkan tiga unsur pengelolaan secara harmonis, yaitu pengelolaan pertanaman, pengelolaan tanah, dan pengelolaan hama penyakit secara terpadu. Pada kegiatan SL tersebut diberikan materi topik khusus untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam pengelolaan tanaman padi. Oleh karena itu dalam kegiatan ini dilakukan pelatihan pengelolaan hama-hama penting pada tanaman padi yang merupakan topik khusus bagian dari SL-SPB. Diharapkan dari pelatihan ini petani padi di Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi menjadi terlatih dalam mengelola hama pada tanaman padi yang efektif, berlanjut dan melestarikan daya dukung sumber daya alam (lingkungan) terhadap tanaman padi di lapangan.
Pemberdayaan Petani Cabai Rawit di Tuban melalui Pendekatan Pengelolaan Penyakit Terpadu Sektiono, Antok Wahyu; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.03

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebagai salah satu sentra produksi utama dengan luas tanam 20.581 hektar dan produksi 21.581 ton. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, terutama serangan penyakit layu Fusarium dan layu bakteri yang mengancam produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. Ketergantungan tinggi pada pestisida kimia sintetik yang kurang tepat aplikasi juga memperburuk kondisi agroekosistem dan meningkatkan biaya produksi. Pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan pendekatan pengelolaan penyakit terpadu berbasis ekologi melalui pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Harum Tani di Desa Sukoharjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Materi pelatihan meliputi analisis situasi penyakit, pemanfaatan agens hayati, serta teknik pengelolaan penyakit secara terpadu. Metode pelaksanaan menggunakan sekolah tani dengan pendekatan partisipatif dan pembelajaran eksperiensial. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap gejala penyakit dan teknik pengendalian ramah lingkungan, khususnya penggunaan agens hayati Trichoderma spp. dan Pseudomonas fluorescens. Beberapa petani mulai menerapkan teknik tersebut di lapangan, menandai perubahan perilaku budidaya yang positif. Kendala utama adalah perubahan pola pikir dan ketersediaan agens hayati lokal, yang memerlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan sinergis dari pemerintah serta stakeholder terkait. Pendekatan terpadu ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendukung produksi cabai rawit yang lebih produktif dan berkelanjutan. 
Pemberdayaan Petani Cabai Rawit melalui Diseminasi Teknologi Agens Hayati di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban Widjayanti, Tita; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Abidhin, M. Zainal
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.06

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang rentan terhadap serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, permasalahan utama budidaya cabai rawit mencakup serangan hama dan penyakit serta tingginya ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam pengendalian OPT secara ramah lingkungan melalui diseminasi teknologi agens hayati. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, praktik perbanyakan mikroba, dan pendampingan aplikasi di lapangan. Mikroba yang digunakan antara lain Trichoderma sp., Beauveria bassiana, Pseudomonas fluorescens, Azospirillum sp., dan Azotobacter sp. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam produksi serta penggunaan agens hayati sebagai alternatif pengendalian penyakit tanaman. Petani mampu membuat media perbanyakan secara aseptis dan berhasil menginokulasi mikroba dengan tingkat kontaminasi rendah. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan terbentuknya laboratorium mini sebagai sarana produksi dan pembelajaran berkelanjutan di tingkat kelompok tani. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengelolaan agroekosistem berbasis ecological engineering, yang menekankan penggunaan input lokal, pengurangan bahan kimia sintetis, dan penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini menunjukkan bahwa diseminasi teknologi agens hayati berbasis partisipatif efektif dalam mendukung praktik budidaya cabai rawit yang lebih berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.
Optimalisasi Budidaya Bawang Merah Melalui Pendampingan Terpadu dan Pengamatan Lapang Di Kabupaten Probolinggo: Optimization of Shallot Cultivation through Integrated Assistance and Field Observation in Probolinggo Regency Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Abadi, Abdul Latief; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Improving the productivity of shallots (Allium cepa var. aggregatum) has become one of the main priorities in supporting food security and increasing farmers’ income in Probolinggo Regency, East Java. This study aims to optimize shallot cultivation through an integrated assistance and education approach, as well as the implementation of sustainable agricultural practices. The methods used include Focus Group Discussions (FGD), biological agent training, compost-making training, and field monitoring of practice implementation. The results of the community engagement program indicate that the major challenges faced by farmers are pest and disease attacks, limited access to environmentally friendly cultivation technologies, and the Impacts of climate change. Training on the use of biological agents and organic compost utilization significantly improved farmers’ understanding of pest and disease management and soil health conservation. This assistance program strengthened farmers’ technical capacity in adopting sustainable farming systems and contributed to increased productivity and local economic welfare. These findings highlight the importance of integrating biotechnological innovations and organic-based soil management in the development of sustainable shallot cultivation.
Transformasi Limbah Organik menjadi Pupuk Kompos sebagai Upaya Pemberdayaan Petani di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang: Transformation of Organic Waste into Compost Fertilizer as an Effort to Empower Farmers in Bambang Village, Wajak District, Malang Regency Harry Putra, Dian Nugraha; Tri Rahardjo, Bambang; Supriyanto, Tomo Agus; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Sunarto, Bintar Probo; Hilmi, M. Aldian; Firdaus, Zulfan; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This community service program aimed to empower farmers in Bambang Village, Wajak District, Malang Regency, to manage organic waste into compost as an effort to restore soil fertility in former sand-mining areas and promote sustainable agriculture. The program was carried out over two months, involving 20 farmers through three main stages: socialization, technical training, and evaluation. An educational-participatory approach was applied to enhance farmers’ knowledge and skills in compost production and application on horticultural land. The results showed a 40% increase in participants’ knowledge, successful production of high-quality compost, and noticeable improvements in soil structure after its application. In addition, farmers began reducing their dependence on chemical fertilizers and managing organic waste independently. This activity proved effective in improving farmers’ capacity while contributing to the rehabilitation of degraded land ecosystems and the development of sustainable agriculture in Bambang Village.