Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The effect of the self-directed learning (SDL) model integrated with peer teaching on environmental literacy Sigit, Diana Vivanti; Sulistiyanto, Tabitha Qotrunnada; Aulya, Nailul Rahmi
Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Vol. 12 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jitp.v12i3.79663

Abstract

The escalating environmental issues in Indonesia highlight the need for early environmental education to cultivate environmental literacy, defined as a crucial attitude of environmental awareness, among students. An effective approach to cultivating environmental awareness through education is the Self-Directed Learning (SDL) model integrated with peer teaching, as this combined independent and collaborative method enhances students' sensitivity and independence in environmental problem-solving. This research aims to analyze the effect of implementing the SDL (Self-Directed Learning) model integrated with the peer teaching method on students' environmental literacy levels in the topic of environmental change. The research method employs a quantitative approach with a quasi-experimental design. The research sample consists of 36 students obtained through simple random sampling. The results of hypothesis testing indicate that the integration of SDL and peer teaching significantly contributes to improving students' environmental literacy. These findings imply that collaborative and independent approaches in learning can enhance students' understanding of environmental issues more effectively. Therefore, it can be concluded that the integrated SDL and peer teaching model can be applied to the topic of environmental change to foster students' environmental literacy. This study provides a foundation for future research to further develop the Self-Directed Learning (SDL) model integrated with peer teaching, exploring its application with diverse media and teaching materials across various subjects.
Efektivitas Pistia stratiotes dan Salvinia molesta sebagai Agen Fitoremediasi Limbah Sungai Ciliwung Aulya, Nailul Rahmi; Ristanto, Rizhal Hendi; Nurazizah, Meiza; Febryaningrum, Sukma; Muthiah, Anis; Fauziyah, Fina
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 6 No 1 (2025): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v6i1.484

Abstract

Rapid development and increasing population growth affect river water quality, including the Ciliwung River. The decline in the water quality of the Ciliwung River is caused by organic waste originating from households, industry, livestock, and agriculture, so efforts are being made to manage the water using phytoremediation. Pistia stratiotes and Salvinia molesta are aquatic plants that can absorb heavy metals in polluted water. This research aims to determine the effectiveness of plants Pistia stratiotes and Salvinia molesta in reducing the Ciliwung River's wastewater level. This type of research is laboratory-scale experimental with RAL in 3 treatments (A, B, and C) and 6 replications. Data were analyzed using the ANOVA test with the DMRT further test. The results of the research showed that the treatment of two types of plants had a significant effect on reducing the level of water turbidity with the greatest reduction rate being found in plants Salvinia molesta. The fastest change in color and reduction in the number of leaves occurs in plants Pistia stratiotes, and the levels of AAS contaminants before and after treatment cannot be detected because the detection limit of the smallest limit test parameter possessed by a tool/instrument for measuring a certain number of analytes is different.
Pelatihan penggunaan aplikasi identifikasi tumbuhan (PlantNet dan Google Lens) untuk meningkatkan persepsi siswa Rini, Daniar Setyo; Pusparini, Fitria; Aulya, Nailul Rahmi; Riupassa, Afifah Shabrina Putri; Tamherwarin, Hanna Rosmawati Juwita; Roditya, Indang Sriayu Yulidianti
Jurnal Anugerah Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v6i1.6990

Abstract

Penggunaan smartphone yang belum optimal pemanfaatannya untuk pembelajaran di kalangan pelajar menimbulkan beberapa dampak negative seperti mengurangi interaksi sosial dan konsentrasi belajar. Persepsi siswa dalam penggunaan teknologi sebagai sumber belajar berperan penting dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Persepsi akan penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat ditingkatkan dengan memberikan kegiatan pengenalan dan pelatihan secara berkelanjutan. Sehingga, kegiatan pengabdian kali ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan mengukur persepsi siswa mengenai penggunaan aplikasi identifikasi tumbuhan (PlantNet dan Google Lens) dalam pembelajaran biologi. Pelatihan ini penting dilakukan sebagai langkah awal optimalisasi penggunaan teknologi dalam pembelajaran biologi. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 103 Jakarta, melihatkan 24 siswa. Metode pelatihan tutorial digunakan dalam kegiatan ini, diikuti dengan pemberian pretest dan posttest untuk mengukur persepsi siswa terhadap penggunaan aplikasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner mengenai persepsi siswa sebanyak 10 butir pernyataan menggunakan 4 skala penilaian. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dari data yang diperoleh, persepsi siswa terhadap penggunaan aplikasi PlantNet dan Google Lens mengalami peningkatan sebesar 7,9 poin (kategori sedang). Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi, pengenalan dan penggunaan secara langsung teknologi dalam pembelajaran di kelas dapat meningkatkan persepsi siswa terhadap teknologi tersebut. Menurut siswa, aplikasi PlantNet lebih mudah dan efektif digunakan dalam praktik mengidentifikasi tumbuhan jika dibandingkan dengan Google Lens.
Peningkatan Pengetahuan Guru Tentang PjBL dan Kreatifitas Melalui Kegiatan Webinar Soelaiman, Supriyatin; Aulya, Nailul Rahmi; Dj, Refirman; Vonny, Vonny; Yanuar, Rizki Aditya; Rahma, Inne Sintiya; Rahmadhani, Verdiana
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i1.7886

Abstract

Background: Sistem pembelajaran IPA menitikberatkan pada pemberian kemampuan untuk mengeksplorasi dan memahami alam di sekitar secara ilmiah untuk meningkatkan berbagai kompetensi. Terlebih dalam menjawab tantangan pembelajaran Abad 21 yang dimana dengan kemajuan bidang teknologi dan informasi sehingga menuntut dunia pendidikan agar memberikan bekal kepada siswa umtuk meningkatkan kompetensinya, pembelajaran IPA harus mampu membangun HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, yang salah satunya adalah kemampuan berpikir kreatif maka dari itu guru juga harus berpikir kreatif dalam merancang model pembelajaran. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah dengan melakukan survey analisis kebutuhan yang kemudian dilanjutkan menggunakan metode webinar (web-based seminar). Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru MGMP IPA dan MTs wilayah Bekasi, Jawa Barat sekitar 100 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan ialah dengan penilaian pre-test beserta post-test serta penilaian LKPD untuk mengukur tingkat pengetahuan dan Kreativitas kemudian dibuktikan dengan uji T. Hasil: Hasil kegiatan ini membuktikan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan guru setelah mengikuti kegiatan webinar. Uji t terhadap skor pre-test dan post-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, dengan p-value =3,55e-05. Uji korelasi antara pengetahuan dan Kreativitas menampilkan terdapat adanya korelasi yang signifikan, dengan p-value = 0,007241. Kesimpulan: Setelah kegiatan ini, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan guru selama mengikuti kegiatan webinar.
Optimizing Solvent Type and Concentration of Cnidoscolus aconitifolius Leaf Extract to Enhance Chlorophyll Content in Zea mays: Unveiling the Potential of Biostimulant Application in Maize Cultivation Aulya, Nailul Rahmi; Noli, Zozy Aneloi; Suwirmen, Suwirmen; Utami, Annisa Wulan Agus; Shayen, Millania Putri; Marta, Fepi Dwi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10827

Abstract

Maize (Zea mays L.) is one of the major cereal commodities with a strategic role in various sectors of societal needs. The application of plant-derived biostimulants has emerged as an alternative approach for enhancing plant physiological performance, including the use of leaf extract from Cnidoscolus aconitifolius (chaya). This study aimed to evaluate the effects of different solvent types and extract concentrations of C. aconitifolius leaves on the chlorophyll content of maize plants. A two-factor Completely Randomized Design (CRD) was used, consisting of: (a) solvent types (aqueous, ethanol, methanol, and butanol) and (b) extract concentrations (control, 25 mg/L, 50 mg/L, and 100 mg/L). The results indicated that neither solvent type nor extract concentration had a significant effect on any chlorophyll parameter. However, the aqueous-based extract at 25 mg/L tended to produce the highest chlorophyll a and total chlorophyll content, while the highest chlorophyll b content was observed in the 25 mg/L butanol extract treatment. In contrast, the 100 mg/L ethanol extract treatment showed a tendency toward the lowest chlorophyll content. These findings suggest that the effectiveness of C. aconitifolius extract as a photosynthetic biostimulant in Z. mays remains limited and is likely influenced by the solubility of its bioactive compounds in the solvents used.
Optimization of Dendrobium sp. Growth Using Rice Washing Wastewater as Liquid Organic Fertilizer in the Acclimatization Stage Sari, Yusiana Fatika; Aulya, Nailul Rahmi; Supriyatin, Supriyatin
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 6 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v6i1.57913

Abstract

Kultur jaringan menjadi salah satu teknik yang umum digunakan dalam budidaya Dendrobium sp. saat ini. Salah satu tahapannya adalah tahap aklimatisasi yang menjadi fase adaptasi planlet terhadap lingkungan luar. Dalam mendukung pertumbuhannya, diperlukan tambahan unsur hara, salah satunya melalui pengaplikasian pupuk organik cair dari limbah air cucian beras. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair dari limbah air cucian beras terhadap pertumbuhan planlet Dendrobium sp. pada tahap aklimatisasi tanaman hasil kultur jaringan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental RAL dua faktorial dengan faktor konsentrasi (0%, 50%, dan 100%) dan faktor waktu (7 hari sekali dan 3 hari sekali). Kombinasi konsentrasi dan frekuensi pemberian nutrisi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tinggi planlet. Faktor frekuensi juga terbukti memengaruhi tinggi tanaman dan jumlah daun, bahkan tanpa dikombinasikan dengan konsentrasi. Perlakuan 50% setiap 3 hari menghasilkan pertumbuhan terbaik pada planlet Dendrobium sp. dalam tahap aklimatisasi. Temuan ini menegaskan bahwa pengaturan nutrisi dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keberhasilan aklimatisasi anggrek.
Efektifitas Pestisida Nabati dari Ekstrak Daun Belimbing Wuluh, Daun Sirih, dan Kulit Jengkol untuk pengendalian Hama Kutu Daun (Aphis gossypii) pada Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.) Kayla Fatimah Zulfah; Ade Suryanda; Nailul Rahmi Aulya
JURNAL TRITON Vol 17 No 1 (2026): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v17i1.1471

Abstract

Pengendalian hama pada tanaman terung merupakan hal terpenting dalam budidaya agar mendapatkan hasil panen yang optimal. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu penggunaan pestisida kimia yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif berupa pestisida nabati. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguji efektivitas campuran ekstrak daun belimbing wuluh, daun sirih, dan kulit jengkol untuk mengendalikan hama kutu daun pada tanaman terung ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Agens hayati Cibubur dengan rentang waktu pada bulan Februari sampai Mei 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) Non Faktorial yaitu suatu rancangan yang hanya ada satu faktor untuk diteliti. Satu faktor yang digunakan yaitu pemberian pestisida nabati ekstrak daun belimbing wuluh, daun sirih, dan kulit jengkol pada tanaman terung ungu. Terdapat 5 perlakuan yaitu pemberian pestisida nabati dengan konsentrasi 10%, 30%, 50%, 70% dan kontrol tanpa pestisida. Hasil penelitian menunjukan bahwa hama utama yang dijumpai di lapangan yaitu kutu daun (Aphis gossypii). Pemberian pestisida nabati dengan konsentrasi 70% menunjukkan intensitas serangan kutu daun yang terendah. Berdasarkan hal tersebut, pestisida nabati ekstrak daun belimbing wuluh, daun sirih, dan kulit jengkol dengan konsentrasi 70% berpotensi menjadi alternatif ramah lingkungan dalam menekan intensitas serangan hama kutu daun pada tanaman terung ungu. Temuan ini mendukung pengembangan sistem pertanian berkelanjutan yang dapat diterapkan di lahan terbuka maupun lingkungan terkontrol seperti greenhouse.