Claim Missing Document
Check
Articles

ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRACTICE (GAP) JAGUNG HIBRIDA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG OLEH PETANI Suprihatin Suhana; Asda Rauf; Zulham Sirajuddin
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 48, No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v48i1.9317

Abstract

One of the reasons for the low productivity of corn is the low adoption of technology in corn cultivation. The objectives of this study were to: (1) determine the innovation components of GAP in hybrid corn cultivation, (2) identify the diversity of adoption of technology components in GAP of corn carried out by farmers, and (3) identify the characteristics of farmers that correlate with the adoption of GAP in hybrid corn. The method used in this study is a combination of qualitative and quantitative methods (mixed method), with a sequential exploratory model design. This research was conducted in Pilolaheya Village, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, with 60 corn farmers as respondents. The results showed that there were ten components in GAP corn cultivation that could increase maize productivity by farmers in Pilolaheya Village. Among these components, harvesting on time, drying immediately after harvest, and pests and diseases control in corn plants are the components with the highest adoption rate, and the components of planting one seed per one hole, using organic fertilizer, and piling up corn roots are components with the lowest adoption rate. The characteristic that correlates with farmer adoption is the level of education, where farmers who attained a higher level of education tend to adopt the innovation component in the GAP of corn cultivation.
KELAYAKAN DAN DAYA SAING USAHA GULA SEMUT PAHANGGA LAMI DI BUMDESMA HULU PERKASA Dwi Rahmawati; Ria Indriani; Zulham Sirajuddin
MEDIAGRO Vol 19, No 1 (2023): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v19i1.8162

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk; (1) mengidentifikasi daya saing usaha gula semut yang dilakukan BUMDESma Hulu Perkasa, dan (2) mengetahui kelayakan usaha gula semut BUMDESma Hulu Perkasa. Hasil penelitian ini diharapakan dapat berguna untuk memetakan kekuatan daya saing BUMDESma Hulu Perkasa dalam menghasilkan produk gula semut. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dan wawancara mendalam (indepth interview). Usaha industri gula semut BUMDESma Hulu Perkasa merupakan salah satu usaha industri yang menghasilkan produk dari hasil pertanian. Mayoritas hasil pertanian di Desa Mongiilo yaitu aren. Oleh karena itu, Desa Mongiilo merupakan Sentra IKM gula aren di Kecamatan Bulango Ulu. Hasil dari penelitian industri Gula semut Pahangga Lami di Desa Mongiilo Kecamatan Bulango Ulu Kabupaten Bone Bolango merupakan industri yang layak untuk dijalankan karena dilihat dari segi ketersediaan faktor dalam pengolahan produksi, ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja yang tersedia dengan baik. Dari hasil keseluruhan penelitian yang menjadi hal penting yaitu Desa yang memiliki hasil aren yang melimpah dapat membantu kekurangan pangan. Usaha gula semut Pahangga Lami layak untuk dikembangkan dan mempunyai daya saing.
Partisipasi Petani Jagung Dalam Kelompok Tani Untuk Mengakses Kredit Usaha Rakyat : Petani Jagung Dalam Kelompok Tani Untuk Mengakses Kredit Usaha Rakyat Karlena Arsyad; Zulham Sirajuddin
Innofarm:Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL INNOFARM : Jurnal Inovasi Petanian
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/innofarm.v25i1.8324

Abstract

The main objective of this study was to determine the participation of farmers in accessing credits (KUR) in corn farming. The specific objectives of this research are: (1) to identify the diversity of farmers' access to KUR, (2) to identify variables that correlate with farmers' access to KUR, and (3) to identify the active role in farmer’s group (KT) on KUR access. This research was conducted on 104 corn farmers who are members of the Farmers Group in four villages in Bone Bolango District, Gorontalo Province, namely Dumbaya Bulan Village, Butu Village, Tunggulo Village, and Bunuo Village. The results of this study indicate that there are variations in access to KUR by farmers, where farmers generally do not have access to KUR. Among the demographic items, none of the variables correlated with farmers' access to KUR. Meanwhile, the activeness of farmers in KT has a significant effect on increasing farmers' access to KUR.
Adopsi Inovasi Pupuk Organik untuk Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Kecamatan Tilongkabila Provinsi Gorontalo Angela Apriliany Abdullah; Supriyo Imran; Zulham Sirajuddin
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v8i3.362

Abstract

After the green revolution, the awareness of the importance of using organic fertilizers has increased. However, farmers' interest in adopting organic fertilizers is still shallow. The aims of this study were (1) to determine the extent to which farmers adopted organic farming and (2) to determine what variables influenced farmers' decisions to adopt organic fertilizers. This study was conducted in 2022 in Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, Gorontalo Province, one of the leading agricultural areas in Bone Bolango Regency, with a total respondent of 213 farmers. The results of this study indicated that farmers' adoption rate in organic fertilizers based on the innovation-decision stages of adopters was still relatively low, where as many as 35% of farmers have adopted organic fertilizer innovations. Meanwhile, the compatibility attribute is the only variable that could predict farmers' adoption of organic fertilizer innovations in the Tilongkabila District.
Pemberdayaan Kelompok Tani Al-Hidayah Melalui Diversifikasi Produk Turunan Labu Madu Rahmatiya Lawajo; Irwan Bempah; Zulham Sirajuddin
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 2 (2023): April 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i2.2030

Abstract

Kelompok Tani Al-Hidayah merupakan KT yang mengusahakan beberapa komoditas hortikultura, dimana salah satunya adalah labu madu (Cucurbita moschata). Meskipun dari aspek budidaya petani menguasai praktek pertanian labu madu, terdapat beberapa persoalan yang dihadapi oleh petani labu madu di KT Al-Hidayah. Pertama adalah harga jual buah labu madu yang rendah sebab tidak banyak konsumen yang menginginkan labu madu. Kedua adalah sulitnya pemasaran buah labu madu meskipun secara budidaya tidak sulit dilakukan. Tujuan kegiatan yaitu (1) meningkatkan nilai tambah buah labu madu melalui pengolahan labu madu, serta (2) diversifikasi produk turunan labu madu. Kegiatan yang dilakukan adalah pengembangan produk melalui diversifikasi produk turunan olahan labu madu, pelatihan penanganan produk higienis, dan peningkatan pemasaran offline dan online. Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi mitra dalam membuat produk-produk turunan labu madu sebab dengan produk turunan, dapat menciptakan diversifikasi income dan menjamin pemasaran labu madu.
INOVASI PERTANIAN DAN ADOPSINYA OLEH PETANI JAGUNG DI KECAMATAN SUWAWA SELATAN PROVINSI GORONTALO Raisha Candrika Fatima Diko; Mahludin Baruwadi; Zulham Sirajuddin
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i2.13999

Abstract

Sustainable agricultural development in rural areas is an issue of strategic importance that has been of concern and discussion lately. Therefore, this study aims to identify the adoption rate of maize farmers of sustainable agricultural practices in East Bulontala Village and Libungo Village. This research is descriptive and uses quantitative methods, where the data is primary. The results of the statistical test were used to compare the adoption rate of maize farmers in East Bulontala Village and Libungo Village. The results showed that corn farmers' knowledge level in the South Suwawa District, especially in East Bulontala Village and Libungo Village about sustainable agricultural practices, was still relatively low. However, the adoption rate of farmers in East Bulontala Village is still greater than that of farmers in Libungo. Therefore, increasing knowledge of sustainable agricultural practices in these two villages needs to be carried out, especially in the components of reducing pesticide use, intercropping behavior, and tree planting behavior.
Dampak Covid19 terhadap Perubahan Truktur Mata Pencaharian Petani di Provinsi Gorontalo Zulham Sirajuddin; Iswan Dunggio
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 5, No 2 (2022): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v5i2.2044

Abstract

Pandemi Covid19 telah berdampak pada perekonomian masyarakat Indonesia, salah satunya adalah petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak Covid19 terhadap perubahan struktur mata pencaharian petani di Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi Covid19 memiiki dampak langsung terhadap struktur mata pencaharian petani utamanya pada petani buruh dan serabutan, dan pada petani di periphery perkotaan, serta dampak tidak langsung melalui penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) dan kemiskinan pedesaan. Kebijakan ke depan sebaiknya fokus pada sasaran petani buruh dan buruh lepas serabutan, petani wilayah periphery, dan petani pangan. Kebijakan ke depan juga sebaiknya mampu menopang kelancaran proses produksi meski di tengah pembatasan sosial akibat pandemi, kelancaran distribusi saprodi, serta membuka lapangan pekerjaan baru di pedesaan.
STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN PEDESAAN GORONTALO MELALUI SKENARIO PENGEMBANGAN USAHATANI SORGHUM Nurain Hasan; Zulham Sirajuddin; Mahludin Baruwadi
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6, No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3201

Abstract

Tanaman sorghum sebagai tanaman yang memiliki nilai tambah sehingga berpotensi sebagai alternatif pendapatan masyarakat pedesaan, karena memiliki mafaat baik biji sorghum hingga batang sorghum yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi kelayakan usahatani sorghum dan mengkaji potensi sorghum sebagai upaya pengentasan kemiskinan pedesaan di Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengkombinasikan kaji terap, analisis usahatani, dan literature review, dengan pendekatan studi kasus. Hasil kaji terap menunjukan bahwa konversi lahan 1 Ha dari luasan lahan 210 m2 menghasilkan penerimaan Rp 28.741.532. Di antara skenario yang telah dirumuskan, opsi yang paling baik adalah, opsi yang berfokus pada peningkatan produktivitas yang dapat melampaui garis kemiskinan sehingga dapat meningkatkan penerimaan petani.
SKENARIO PENINGKATAN PENDAPATAN DALAM USAHATANI JAGUNG MELALUI ADOPSI TEKNOLOGI DI DESA TULABOLO BARAT, PROVINSI GORONTALO Nur Safitri Tahir; Mahludin Baruwadi; Zulham Sirajuddin
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v12i1.8301

Abstract

This research aims to examine several scenarios in maize farming by increasing the income generated by maize farming for rural communities in West Tulabolo Village. This increase in income is aimed at through the adoption of advanced agricultural technologies. The research involved interviewing 26 corn farmers using a structured interview guide to assess their current farming practices. The method used in this study is quantitative descriptive data analysis using saturated sampling techniques. The data collected indicates that these farmers have not yet embraced technological advancements, especially when it comes to using hybrid corn cultivation methods like planting a single seed per hole and utilizing organic fertilizers. As a result, these farmers are currently earning low incomes, which amount to Rp. 4.402.090. To maximize profitability, it is crucial to implement improved agricultural methods by integrating technology into the Good Agricultural Practices (GAP) framework. This integration is expected to lead to a significant increase in seasonal revenue, potentially reaching IDR. 19.712.700Keywords:  agricultural technology adoption, hybrid corn cultivation, income, maize farming
KERAGAMAN ADOPSI PERTANIAN BERKELANJUTAN UNTUK MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI DESA MOLINTOGUPO DAN DESA PANCURAN, PROVINSI GORONTALO Lakatara, Chiqal; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v18i1.3259

Abstract

Tingkat pengetahuan petani khususnya petani jagung dalam keragaman adopsi pertanian berkelanjutan untuk mitigasi perubahan iklim masih tergolong sangat rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman pertanian berkelanjutan yang direkomendasikan dalam penyuluhan kepada petani jagung, dan mengidentifikasi karakteristik petani jagung yang relevan terhadap adopsi petani jagung terhadap pertanian berkelanjutan. Total responden berjumlah sebanyak 60 petani jagung yang ada di Desa Molintogupo dan Desa Pancuran, Kecamatan Suwawa diwawancara melalui pembagian kuesioner yang terkait pengetahuan pertanian berkelanjutan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif yang dilakukan untuk menentukan seberapa paham praktek pertanian berkelanjutan oleh petani jagung yang ada pada dua Desa. Uji statistik digunakan untuk mengetahui perbandingan tingkat pengetahuan petani jagung terhadap perbandingan antara dua desa yang menunjukan perbandingan dua desa bersignifikan dengan tingkat pemahaman yang kuat terhadap pentingnya pengurangan pembakaran limbah jagung.