p-Index From 2021 - 2026
8.494
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Jagung Menjadi Produk Olahan dan Kerajinan Tangan Imran, Supriyo; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena; Adam, Echan; Amin, Nur Silfiah; Saman, Widya Rahmawaty
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3622

Abstract

Ulapato B Village, located in Telaga Biru District, Gorontalo Regency, is one of the leading sectors of the Gorontalo Provincial government. Agriculture is a source of livelihood for people in this area. Corn is one of the farming programs that revives the people in the area. In Ulapato B Village, this corn commodity is very popular. However, corn production also produces waste, which if not managed properly can cause environmental problems. Stalks, seed coats, and cobs are some of the components of corn waste. Most people consider this waste as production residue that has no economic value. As a result, corn waste is often ignored or simply thrown away, which can harm the environment.  Therefore, skills are needed to process corn waste into useful products. So the method used in this service activity is to carry out training in processing corn waste into handicraft products, briquettes and biochar. From this training activity, the community showed a positive response, where the training participants were enthusiastic about processing corn waste and increasing their knowledge about the use of corn waste so that corn waste would not become environmental waste.  Keywords: biochar; briquettes; handycrafts; corn waste; ulapato B Abstrak: Desa Ulapato B yang terletak di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo adalah salah satu sektor unggulan pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertanian adalah sumber penghidupan masyarakat di daerah ini. Jagung adalah salah satu program usahatani yang menghidupkan masyarakat di daerah tersebut. Di Desa Ulapato B, komoditas jagung ini sangat populer. Namun, produksi jagung juga menghasilkan limbah, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan. Tangkai, kulit biji, dan bonggol adalah beberapa komponen limbah jagung. Sebagian besar orang menganggap limbah ini sebagai sisa produksi yang tidak memiliki nilai ekonomi. Akibatnya, limbah jagung sering diabaikan atau dibuang begitu saja, yang dapat membahayakan lingkungan.  Oleh karena itu, diperlukan keterampilan dalam mengolah limbah jagung ini menjadi produk yang bermanfaat. Sehingga metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu dengan melaksanakan pelatihan dalam pengolahan limbah jagung menjadi produk kerajinan tangan, briket, dan biochar. Dari kegiatan pelatihan ini masyarakat menunjukkan respon yang positif, dimana peserta pelatihan antusias dalam mengolah limbah jagung dan menambah pengetahuan mereka tentang pemanfaatan limbah jagung sehingga limbah jagung tidak akan menjadi sampah lingkungan.Kata kunci: biochar; briket; kerajinan tangan; limbah jagung; ulapato B 
SKENARIO PENINGKATAN PENDAPATAN DALAM USAHATANI JAGUNG MELALUI ADOPSI TEKNOLOGI DI DESA TULABOLO BARAT, PROVINSI GORONTALO Tahir, Nur Safitri; Baruwadi, Mahludin; Sirajuddin, Zulham
Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal of Agribusiness Science Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jiia.v12i1.8301

Abstract

This research aims to examine several scenarios in maize farming by increasing the income generated by maize farming for rural communities in West Tulabolo Village. This increase in income is aimed at through the adoption of advanced agricultural technologies. The research involved interviewing 26 corn farmers using a structured interview guide to assess their current farming practices. The method used in this study is quantitative descriptive data analysis using saturated sampling techniques. The data collected indicates that these farmers have not yet embraced technological advancements, especially when it comes to using hybrid corn cultivation methods like planting a single seed per hole and utilizing organic fertilizers. As a result, these farmers are currently earning low incomes, which amount to Rp. 4.402.090. To maximize profitability, it is crucial to implement improved agricultural methods by integrating technology into the Good Agricultural Practices (GAP) framework. This integration is expected to lead to a significant increase in seasonal revenue, potentially reaching IDR. 19.712.700Keywords:  agricultural technology adoption, hybrid corn cultivation, income, maize farming
Potensi Ekonomi Kelapa Melalui Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa di Kabupaten Gorontalo Pomalingo, Nelson; Rantelinggi, Daniel; Sirajuddin, Zulham
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1335

Abstract

Komoditas kelapa memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi, sosial dan budaya mayoritas masyarakat Indonesia dan juga Gorontalo. Meski begitu, belum begitu banyak masyarakat yang memanfaatkan tanaman kelapa utamanya dalam hilirisasi untuk meningkatkan pendapatannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekonomi kelapa melalui pemanfaatan produk turunan kelapa di Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelapa memiliki potensi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gorontalo, yang dapat dicapai melalui pemanfaatan produk-produk turunan kelapa, utamanya pada buah kelapa sehingga perlu mengoptimalkan diversifikasi produk turunan kelapa. Strategi pengembangan kelapa ke depan membutuhkan sinergitas dan kolaborasi penting para stakeholder seperti pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk saling bekerjasama utamanya dalam menyusun rencana dan implementasi program terkait perekonomian kelapa.
STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN PEDESAAN GORONTALO MELALUI SKENARIO PENGEMBANGAN USAHATANI SORGHUM Hasan, Nurain; Sirajuddin, Zulham; Baruwadi, Mahludin
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3201

Abstract

Tanaman sorghum sebagai tanaman yang memiliki nilai tambah sehingga berpotensi sebagai alternatif pendapatan masyarakat pedesaan, karena memiliki mafaat baik biji sorghum hingga batang sorghum yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi kelayakan usahatani sorghum dan mengkaji potensi sorghum sebagai upaya pengentasan kemiskinan pedesaan di Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengkombinasikan kaji terap, analisis usahatani, dan literature review, dengan pendekatan studi kasus. Hasil kaji terap menunjukan bahwa konversi lahan 1 Ha dari luasan lahan 210 m2 menghasilkan penerimaan Rp 28.741.532. Di antara skenario yang telah dirumuskan, opsi yang paling baik adalah, opsi yang berfokus pada peningkatan produktivitas yang dapat melampaui garis kemiskinan sehingga dapat meningkatkan penerimaan petani.
PERAN PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP PENINGKATAN ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRACTICE JAGUNG HIBRIDA Kailan, Elwiya; Rauf, Asdad; Sirajuddin, Zulham
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7 No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3332

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen-komponen inovasi pada budidaya jagung hibrida dalam GAP jagung, mengidentifikasi keberagaman adopsi terhadap komponen teknologi dalam GAP yang dilakukan oleh petani, dan mengidentifikasi peran penyuluhan pertanian terhadap peningkatan adopsi GAP jagung hibrida. Penelitian ini berlokasi di Desa Mongiilo Utara, yang terletak di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan mixed-method kualitatif-kuantitatif terhadap 60 petani jagung sebagai responden. Hasil identifikasi komponen inovasi pada budidaya jagung hibrida dalam sepuluh perlakuan GAP dapat digolongkat dua fase yaitu Of-farm meliputi penggunaan benih jagung yang bermutu sesuai rekomendasi penyuluh, penanaman satu benih persatu lubang, menggunakan jarak tanam sesuai petunjuk penyuluh, pemupukan yang tepat jumlah dan waktu sesuai rekomendasi, penyiangan/pembersihan gulma, penggunaan pupuk organik, pembumbunan pada akar jagung, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, serta pada fase pascapanen yaitu: panen tepat waktu dan pengeringan segera setelah panen. Tingkat adopsi GAP jagung di Desa Mongiilo Utara yang tertinggi yaitu panen tepat waktu dan pengeringan segera setelah panen. Sementaraadopsi terendah adalah penggunaan pupuk organik dan pembumbunan pada akar jagung. Penyuluhan pertanian di Desa Meongiilo Utara cukup berperan penting dalam menyebarluaskan adopsi inovasi sebab cukup banyak berpengaruh terhadap komponen inovasi yang direkomendasikan kepada petani. Oleh karena itu, disarankan agar penyuluhan pertanian lebih massive lagi dalam menyebarluaskan inovasi untuk membantu petani meningkatkan produksi jagung.
PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENINGKATAN ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRATICE (GAP) JAGUNG HIBRIDA DI DESA MONGIILO KABUPATEN BONE BOLANGO Kadar, Maryam; Rauf, Asda; Sirajuddin, Zulham
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 2 No. 1 (2024): FEBRUARY
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v2i1.289

Abstract

Tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengidentifikasi komponen-komponen inovasi pada budi daya jagung hibrida dalam GAP jagung, menganalisis keragaman adopsi terhadap komponen teknologi dalam GAP yang dilakukan oleh petani, dan menganalisis korelasi antara keterlibatan petani dalam kelompok tani dengan adopsi inovasi dalam GAP. Penelitian ini menggunakan  metode kombinasi antara metode kualitatif dengan metode kuantitatif. Metode kombinasi tersebut adalah exploratory sequential design yang didahului dengan pengumpulan data kualitatif dengan melakukan wawancara kepada informan kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kuantitatif, yakni menggunakan data hasil wawancara terhadap 60 responden. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa budi daya jagung dari pratanam sampai pasca panen oleh kelompok tani di Desa Mongiilo terdapat 10 komponen inovasi dalam GAP. Komponen teknologi dalam GAP yang paling tinggi diadopsi adalah pembubunan pada akar jagung dan penanaman satu benih per satu lubang, serta yang paling rendah diadopsi adalah pengeringan segera setelah panen dan penggunaan jarak tanam sesuai petunjuk penyuluh. Keaktifan petani dalam kelompok tani berpengaruh signifikan terhadap adopsi pemupukan yang tepat jumlah dan waktu sesuai rekomendasi. Oleh karena itu, petani perlu didorong untuk lebih aktif dalam kelompok tani untuk meningkatkan adopsi inovasi jagung hibrida.
Determinasi Sosial Demografi terhadap Literasi Digital pada Petani di Wilayah Pesisir Kabupaten Bone Bolango Amin, Nur Silfiah; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21572

Abstract

The need to use digital technology to access agricultural information does not always align with the ability of coastal farmers to utilize digital media for improving their farm production. Digital literacy serves as a catalyst in fostering independence, sustainability, and competitiveness among farmers, particularly in coastal areas that often face limited access to information and infrastructure. The objective of this study is to identify the level of digital literacy among coastal farmers and to examine which socio-economic characteristics influence their digital literacy. This research employs a mixed-methods approach combining qualitative and quantitative methods. The qualitative approach involves in-depth interviews to explore farmers’ experiences related to the use of technology, while the quantitative approach applies multiple linear regression analysis to assess the influence of demographic factors on the level of digital literacy among coastal farmers. The findings reveal that demographic factors have varying effects on farmers’ digital literacy. Partially, age shows a significant negative effect, indicating that the older the farmers, the lower their digital literacy. Conversely, education level has a significant positive effect, meaning that higher education correlates with better digital literacy skills. The number of family dependents also shows a relatively weak but significant positive effect, suggesting that household responsibilities may motivate farmers to use digital technology to improve their welfare. Meanwhile, gender, land size, and farming experience are not found to have a significant impact. In conclusion, age and education are the dominant factors shaping farmers’ digital literacy, whereas other demographic variables do not provide meaningful influence.
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Pakan Ikan di Desa Bondaraya Kabupaten Bone Bolango Nento, Wila Rumina; Sirajuddin, Zulham; Bempah, Irwan; R, St. Aisyah; Dahlan, Sakinah Ahyani; Singgili, Haris
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.5196

Abstract

Tongkol jagung memiliki potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan karena mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi, serat kasar untuk kesehatan pencernaan ikan, dan sebagai sumber protein dan lemaknya rendah. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat Desa Bondaraya dalam memanfaatkan limbah tongkol jagung hasil panen pertanian untuk dijadikan sebagai pakan ikan. Berhubung sebagian masyarakat Desa Bondaraya pembudidaya ikan air tawar. Metode yang digunakann yakni transfer ilmu dan pelatihan langsung kepada kelompok masyarakat tani dan pembudidaya ikan. Dimana bahan-bahan yang digunakan yakni, tepung tongkol jagung, tepung kedelai, tepung tapioka, dan air hangat. Kegiatan pelatihan pembuatan pakan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari keseriusan masyarakat yang memanfaatkannya untuk produksi pakan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN SOSIAL RUMPUT ODOT OLEH PETANI: STUDI KASUS DI DESA PILOHAYANGA, KECAMATAN TELAGA, KEBUPATEN GORONTALO Widiastuti, Ni Made Pandi; sirajuddin, zulham; R, St. Aisyah
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Membudidayakan rumput odot merupakan salah satu pilihan masyarakat di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga dalam meningkatkan sumber perekonomian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani rumput odot dari aspek ekonomi dan untuk menganalisis tingkat adopsi inovasi petani rumput odot dari aspek sosial di Desa Pilohayanga. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 10 petani dengan teknik pengambilan sampel secara snowball. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Selain itu, jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Usahatani budidaya rumput odot di Desa Pilohayanga Kecamatan Telaga dikatakan layak berdasarkan analisis B/C menunjukkan >1. (2) Faktor yang mempengaruhi proses adopsi inovasi usahatani rumput odot ini diantaranya yaitu: usahatani rumput odot lebih menghemat biaya perawatan, biaya tenaga kerja, dan menghemat waktu penanaman, petani merasa cocok untuk membudidayakan rumput odot karena sesuai dengan aktivitas sehari-hari serta tidak menggangu aktivitas lain dan Petani di Desa Pilohayanga mengetahui inovasi baru itu dari petani lain dan belajar dari pengalaman yang awalnya juga seorang peternak sapi yang membudidayakan rumput odot.
Borich Needs Assessment to Design Sustainable Agriculture Adoption Interventions in The Context of Climate Change Mitigation Karlena Arsyad; Zulham Sirajuddin; Nur Silfiah Amin
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i1.26663

Abstract

This study aims to assess extension needs to accelerate the adoption of sustainable agricultural practices as a climate change mitigation strategy in Nort Bulango District, Gorontalo Province, Indonesia. Using a mixed methods approach, the research integrates quantitative and qualitative data collected from 248 corn farmers across eight villages. The Borinch Needs Assessment (BNA) model is applied, incorporating innovation attributes and decision making stages from the Diffusion of Innovations Theory as the analytical framework. The assessment focuses on nine key components of sustainable agriculture, including reduced chemical fertilizer use, adoption of organic fertilizers, soil cultivitation use, chemical herbicide use, and waste management. Results indicate that soil tillage, particularly plowing, ranks as the top extention priority in five villages, revealing as significant gap between its perceived importance and farmers actual knowledge. The continued use of intensive plowing contributes to long term soil degradation and icreases erosion, yet farmer awareness of these impacts remains low. In addition, the widespread use of chemical herbicides and the limited application of organic fertilizers emerged as critical areas requiring targeted intervention. The findings underscore the need for responsive, context specific agricultural extension programs to promote sustainable farmis techiniques. Strengthening farmer knowledge and awareness through tailored extension service is essential for advancing environmentally sound agriculture and enhancing local adaptive capacity to climate change. This study contributes to the literature by demonstrating how the Borinch Needs Assessment (BNA) model can be strategically applied within a climate change dengan mitigation framework to identity and prioritize extension needs in developing country contexts.