Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDAPATAN DAN NILAI TAMBAH USAHA PRODUK OLAHAN NIRA AREN (GULA AREN) DI DESA MONGIILO KECAMATAN BOULANGO ULU KABUPATEN BONE BOLANGO Ibrahim, Nurain; Indriani, Ria; Sirajuddin, Zulham
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v18i1.3442

Abstract

The objectives of this study are twofold: firstly, to assess the viability of processing palm sugar products, and secondly, to determine the additional value that palm sugar brings to Mongiilo Village in the Bone Bolango Regency. This investigation spanned from September to December 2022, involving 67 farmers as respondents. The research utilized both primary and secondary data. Employing a saturated sampling method (census), all respondents were interviewed, ensuring a comprehensive representation of the population. The analytical approach adopted for assessing added value was the hayami method, while the Return Cost Ratio (R/C Ratio) was employed for overall analysis. The findings revealed an R/C ratio of 3.72, surpassing the threshold of 1. This implies that cultivating palm sugar in Mongiilo Village, Bulango Ulu District, Bone Bolango Regency, is economically justified. The study determined an added value of Rp. 761.11/kg, with palm sugar craftsmen in Mongiilo Village generating a profit of Rp. 587.83, equivalent to 19.59% of the total production.
Adopsi pertanian berkelanjutan dalam usahatani jagung untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Desa Bonedaa Jusuf, Maarifat; Saleh, Yanti; Arsyad, Karlena; Sirajuddin, Zulham
Agrokompleks Vol 24 No 2 (2024): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v24i2.766

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi akibat pengelolaan pertanian yang kurang bijaksana menunjukkan pentingnya penerapan praktik pertanian berkelanjutan di tingkat petani, salah satunya adalah petani jagung. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui tingkat adopsi petani terhadap pertanian berkelanjutan, dan (2) mengidentifikasi korelasi antara keaktifan petani terhadap adopsi inovasi dalam pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif melalui wawancara terhadap petani responden dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan di Desa Bonedaa, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo dengan jumlah responden sebanyak 60 petani jagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pertanian berkelanjutan di Desa Bonedaa masih rendah karena hanya terdapat satu dari sembilan komponen penerapan pertanian berkelanjutan yang dianut oleh petani, yaitu minimalisir pembajakan lahan. Penyuluhan pertanian berperan penting dalam meningkatkan penerapan inovasi dalam penerapan pertanian berkelanjutan oleh petani jagung di Desa Bonedaa. Oleh karena itu, peningkatan kinerja penyuluh di Desa Bonedaa diperlukan agar petani dapat lebih paham terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan dan dapat mengadopsinya, sehingga dapat meningkatkan upaya mitigasi perubahan iklim di masyarakat petani.
PERAN PENYULUHAN PERTANIAN TERHADAP PENINGKATAN ADOPSI GOOD AGRICULTURAL PRACTICE JAGUNG HIBRIDA Kailan, Elwiya; Rauf, Asdad; Sirajuddin, Zulham
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 7, No 1 (2024): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v7i1.3332

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi komponen-komponen inovasi pada budidaya jagung hibrida dalam GAP jagung, mengidentifikasi keberagaman adopsi terhadap komponen teknologi dalam GAP yang dilakukan oleh petani, dan mengidentifikasi peran penyuluhan pertanian terhadap peningkatan adopsi GAP jagung hibrida. Penelitian ini berlokasi di Desa Mongiilo Utara, yang terletak di Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan mixed-method kualitatif-kuantitatif terhadap 60 petani jagung sebagai responden. Hasil identifikasi komponen inovasi pada budidaya jagung hibrida dalam sepuluh perlakuan GAP dapat digolongkat dua fase yaitu Of-farm meliputi penggunaan benih jagung yang bermutu sesuai rekomendasi penyuluh, penanaman satu benih persatu lubang, menggunakan jarak tanam sesuai petunjuk penyuluh, pemupukan yang tepat jumlah dan waktu sesuai rekomendasi, penyiangan/pembersihan gulma, penggunaan pupuk organik, pembumbunan pada akar jagung, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, serta pada fase pascapanen yaitu: panen tepat waktu dan pengeringan segera setelah panen. Tingkat adopsi GAP jagung di Desa Mongiilo Utara yang tertinggi yaitu panen tepat waktu dan pengeringan segera setelah panen. Sementaraadopsi terendah adalah penggunaan pupuk organik dan pembumbunan pada akar jagung. Penyuluhan pertanian di Desa Meongiilo Utara cukup berperan penting dalam menyebarluaskan adopsi inovasi sebab cukup banyak berpengaruh terhadap komponen inovasi yang direkomendasikan kepada petani. Oleh karena itu, disarankan agar penyuluhan pertanian lebih massive lagi dalam menyebarluaskan inovasi untuk membantu petani meningkatkan produksi jagung.
Pelatihan Dan Pemberdayaan Penyuluh Petani Di Kecamatan Suwawa Timur Da-lam Analisis Usahatani Sorghum Arsyad, Karlena; Sirajuddin, Zulham
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i1.2778

Abstract

Sorghum is an extraordinary commodity because of its waste-free characteristics. Almost all parts of the plant can be used, including leaves, fruit stems, and wilt. Unfortunately, the personnel at the East Suwawa BPP partners and the farmers they support still lack experience in sorghum farming, especially in profit analysis. This is an obstacle in spreading sorghum as an agricultural potential, because extension workers have difficulty providing farmers with an understanding of the benefits of sorghum farming. Therefore, knowledge is needed in carrying out farming analysis, as well as organizing human resources in farmer groups so that they can produce maximum quality and quantity. Through this knowledge and ability, it is hoped that partners can further optimize the dissemination of sorghum farming to the farmers they support so that they can produce sustainably. The methods used in this service activity are training and mentoring. For training activities, farming business analysis and farmer group management were carried out for one day, where the implementing team facilitated training to partners, namely BPP East Suwawa. After the training activities, students in the implementing team provided regular assistance for two weeks to optimize the results obtained in the training. The results of the activity showed that the activity participants were very enthusiastic during the mentoring activity, and gave positive responses, so that activities like this could be routine, especially in assisting with sorghum farming analysis.       Keywords: farming analysis; sorghum; training; mentoring
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN SUWAWA SELATAN Kusmawan, Muzdalifa; R, St. Aisyah; Sirajuddin, Zulham
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.16280

Abstract

Cattle farming needs to prioritize sustainable waste management. The productivity of beef cattle farming is not yet fully maximized because it still uses conventional farming practices. The objectives of the study: (1) to identify the characteristics of beef cattle farmers in South Suwawa District and (2) to examine the factors that influence the implementation of farmers in waste utilization. The study used a sample of 60 farmers through accidental sampling. This study used the SPSS 23 Program with multiple regression analysis. The results of the study showed (1) age, education, gender, occupation, and experience of cattle farmers have an impact on the management of waste utilization efforts and (2) the significance test (t-test) and (f-test) showed that the variables representing the knowledge aspect (X1) and attitude aspect (X2) did not have a statistically significant or real effect. Although environmental factors (X3) have the same impact. The importance of farmer behavior in increasing understanding and changing attitudes to minimize environmental pollution and contribute to achieving zero waste goals.
KOMPARASI PREFERENSI PETANI JAGUNG DAN CABAI RAWIT DALAM MATERI PENYULUHAN UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Anisa, Anisa; Arsyad, Karlena; Sirajuddin, Zulham
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 49, No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v49i3.15514

Abstract

Suwawa Selatan is one of the areas vulnerable to climate change, this condition is caused by unsustainable agricultural practices such as land clearing on slopes and burning agricultural waste. This study aims to identify the level of knowledge and implementation of sustainable agriculture that is relevant to the needs of farmers and prioritize extension materials needed by farmers. The method used in this study is a quantitative method that uses BNA analysis techniques and independent T-test statistical tests. The results showed that maize farmers had a lower knowledge level than chili farmers regarding sustainable agriculture components. Meanwhile, chili farmers in Suwawa Selatan needed more materials to increase the use of organic fertilizers and reducing excessive soil plowing (priority), while the priority extension materials for corn farmers in Suwawa Selatan sub-district were reducing the use of chemical fertilizers and reducing the use of chemical herbicides (priority).
DAMPAK PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG DI DESA TUNGGULO KABUPATEN BONE BOLANGO Zakaria, Ghaida Tsurayya Putri; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.18179

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian disuatu daerah. Jagung merupakan salah satu komoditas utama di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap metode penyuluhan pertanian melalui Bimtek dan menilai sejauh mana Bimtek dapat meningkatkan pemahaman petani tentang Good Agricultural Practices (GAP) jagung hibrida. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data yakni dengan melalui observasi dan wawancara terhadap 30 responden petani di Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Data ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji McNemar untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan petani terkait sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan Bimtek. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Bimtek dapat memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada petani terkait budidaya jagung, terutama dalam hal penyiapan lahan, jarak tanam, panen, serta pencegahan dan pengendalian hama. Kegiatan bimbingan teknis ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait budidaya tanaman jagung di Desa Tunggulo.
DAMPAK PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG DI DESA TUNGGULO KABUPATEN BONE BOLANGO Zakaria, Ghaida Tsurayya Putri; Sirajuddin, Zulham; Arsyad, Karlena
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 50, No 1 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v50i1.18179

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, yang berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian disuatu daerah. Jagung merupakan salah satu komoditas utama di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani terhadap metode penyuluhan pertanian melalui Bimtek dan menilai sejauh mana Bimtek dapat meningkatkan pemahaman petani tentang Good Agricultural Practices (GAP) jagung hibrida. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data yakni dengan melalui observasi dan wawancara terhadap 30 responden petani di Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. Data ini dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji McNemar untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan petani terkait sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan Bimtek. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Bimtek dapat memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada petani terkait budidaya jagung, terutama dalam hal penyiapan lahan, jarak tanam, panen, serta pencegahan dan pengendalian hama. Kegiatan bimbingan teknis ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait budidaya tanaman jagung di Desa Tunggulo.
ANALISIS PROPORSI KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI KAWASAN TRANSMIGRASI KECAMATAN WONOSARI, GORONTALO Sartika, Pipit; Murtisari, Amelia; Sirajuddin, Zulham
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 24, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v24i1.8086

Abstract

Program transmigrasi bertujuan untuk pemerataan jumlah penduduk sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi, mendorong pembangunan ekonomi daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam salah satunya melalui sektor pertanian. Tujuan penelitian adalah menganalisis proporsi konsumsi pangan rumah tangga petani di kawasan transmigrasi. Lokasi penelitian di Kecamatan Wonosari, Provinsi Gorontalo. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus perhitungan konsumsi pangan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juni 2024. Hasil penelitian adalah pengeluaran tertinggi dalam setiap rumah tangga petani di kawasan transmigrasi adalah rokok dengan rata-rata Rp.784.875/ bulan atau sebesar 29,24%, bumbu dapur Rp 566.250/ bulan (21,9%), dan ayam sejumlah Rp 426.625/ bulan (15,89%).
ADOPTION OF INNOVATION IN CORN: ADOPTION DIVERSITY AND ASSOCIATED CHARCTERISTICS OF FARMERS IN GORONTALO, INDONESIA Sirajuddin, Zulham; Rauf, Asda; Lole, Ririn
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 9, No 1 (2025): March 2025
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v9i1.22453

Abstract

Gorontalo Province in Indonesia is known for its corn production, yet it falls short of the national productivity average. This shortfall is attributed to the minimal use of technological advancements in corn farming. This study aims to (1) identify the components of innovation in corn farming as recommended in Good Agricultural Practice, (2) explore the diversity in adopting innovations in hybrid corn farming, and (3) examine the relationship between farmer characteristics and the adoption of innovations to enhance corn productivity. Findings indicate that several recommended innovations in corn farming have been widely adopted by farmers, with adoption influenced by demographic factors such as age and farming experience, as well as socio-economic variables including farmer participation in farmer groups and agricultural extension activities. Encouraging active adoption of innovations among farmers is thus crucial for improving corn yields.