Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimalisasi Perpustakaan Nagari Melalui Kegiatan Mendongeng: Upaya Meningkatkan Literasi dan Minat Baca Anak Ridha Husnul Hayati; Muhammad Fahrur Rozi; Hendri Budi Utama; Rila Rahma Mulyani
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i1.684

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merespons isu-isu kritis dalam meningkatkan literasi dan minat baca anak-anak di Nagari Singguling, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Perpustakaan nagari di daerah ini menghadapi tantangan berupa minim kunjungan, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengoptimalkan perpustakaan nagari melalui pendekatan inovatif, yaitu "Mendongeng Digital," dengan melibatkan lebih dari 50 anak-anak dan guru-guru sekolah setempat. Metode kegiatan mencakup sesi mendongeng digital dan pelatihan pendukung literasi. Hasilnya sangat positif, dengan peningkatan minat baca anak-anak dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Kegiatan ini juga melibatkan dukungan aktif dari pemerintah nagari dan dinas terkait. Implikasi dari kegiatan ini adalah bahwa kerja sama antara lembaga pendidikan, pemerintah nagari, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif dalam literasi anak-anak. Artikel ini memberikan panduan bagi wilayah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam upaya meningkatkan literasi anak-anak dan mengoptimalkan perpustakaan nagari.
Penerapan token ekonomi untuk meningkatkan atensi dalam mengerjakan tugas pada anak ADHD Rila Rahma Mulyani
Psychological Journal: Science and Practice Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang mengikuti pendidikan formal, banyak mengalami kesulitan pada anak terutama terkait dengan kesulitan untuk memusatkan perhatian pada tugas sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan atensi anak ADHD dalam mengerjakan tugas dengan menggunakan teknik token ekonomi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua anak yang mengalami ADHD. Penelitian ini merupakan penelitian ekpserimen dengan menggunakan desain subyek tunggal (single-subject experimental design). Intervensi yang diberikan kepada subyek berupa teknik token ekonomi (penguatan positif) sebanyak 16 kali, data tentang kesulitan atensi anak ketika mengerjakan tugas diperoleh melalui observasi dan wawancara hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan atensi anak setelah memperoleh intervensi. Hal ini berarti bahwa penerapan teknik token ekonomi dapat meningkatkan atensi dalam mengerjakan tugas pada anak ADHD, yaitu anak dapat memberi perhatian pada tugas yang diberikan.Kata kunci: Token ekonomy, atensi terhadap tugas, ADHD, anak
Profil Self Acceptance Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Tiji Salsabila Kota Padang Hafizah, Hafizah; Mulyani, Rila Rahma
Journal of Education Research Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v2i3.61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya orangtua merasa malu mempunyai anak berkebutuhan khusus, orangtua merasa masa depan anak berkebutuhan khusus tidak jelas, orangtua merasa anak berkebutuhan khusus menjadi beban dalam hidupnya, orangtua merasa anak berkebutuhan khusus menjadi titik masalah dalam keluarga, orangtua menjadi menyesal telah melahirkan anak berkebutuhan khusus, dan orangtua merasa tidak mampu merawat anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Self acceptance orangtua anak berkebutuhan khusus, Menghargai anak, Menilai anak sebagai diri yang unik, Mengenal kebutuhan-kebutuhan anak, Mencintai anak tanpa syarat anak berkebutuhan khusus di Yayasan Tiji Salsabila Padang.  Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripstif kuantitatif. Populasi penelitian adalah tiga puluh Orangtua, teknik pengambilan sampel yang dipilih dengan total sampling, yaitu sebanyak tiga puluh Orangtua. Data penelitian ini diperoleh melalui angket dan diolah menggunakan skala interval.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh hasil bahwa; profil self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus di Yayasan Tiji Salsabila Kota Padang secara umum berada pada kategori cukup baik. Selanjutnya dilihat dari indikator sebagai berikut:  Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus menghargai anak pada kategori cukup baik.  Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus indikator menilai anak sebagai diri yang unik pada kategori cukup baik. Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus mengenal kebutuhan-kebutuhan anak pada kategori cukup baik,  Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus mencintai anak tanpa syarat pada kategori baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orangtua untuk dapat memberikan perhatian kepada anak yang memeiliki kebutuhan kusus agar anak lebih merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya
Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Pendidikan Karakter Peserta Didik di Kelas XI SMK Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Agam Ramadanis, Fitri; Solina, Wira; Mulyani, Rila Rahma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i4.1606

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan, kurangnya fasilitas sekolah seperti meja dan kusi, kurangnya kontrol orang tua terhadap waktu belaja dirumah, adanya peserta didik yang merusak fasilitas sekolah seperti mencoret-coret dinding sekolah, adanya peserta didik yang kedapatan merokok dilingkungan sekolah. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan; 1) Pendidikan karakter peserta didik. 2) Lingkungan belajar peserta didik. 3) Pengaruh lingkungan belajar terhadap pendidikan karakter peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik berjumlah 283 peserta didik. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 74 peserta didik. Instrumen yang digunakan angket. Analisis data menggunakan sampel teknik persentase dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, 1) Lingkungan belajar peserta didik, 2) Pendidikan karakter peserta didik berada pada kategori baik, 3) Pengaruh lingkungan belajar terhadap pendidikan karakter peserta didik di kelas XI SMK Negeri 1 Tanjung Raya Kabupaten Agam dalam kategori lemah (31,4). Maka hipotesis diterima yang berbunyi terdapat pengaruh antara lingkungan belajar terhadap pendidikan karakter.
Pengaruh Self-Concept Terhadap Kepercayaan Diri Peserta Didik Fase F Salim, Elza Fahira; Mulyani, Rila Rahma; Wae, Rahmawati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/pandohop.v5i1.15343

Abstract

This study aims to describe the self-concept and self-confidence of students, and test the effect of self-concept on students' self-confidence in phase F class of SMA Negeri 1 V Koto Timur, Padang Pariaman Regency. The research method used is descriptive correlational method with total sampling on a population of 84 students. The results showed that: 1) The self-concept of students is in the high category with a percentage of 53.57%. 2) Students' self-confidence is also in the high category with a percentage of 52.38%, but in some indicators such as optimistic, responsible, rational, and realistic, there are lower values. 3) There is a significant influence of self-concept on students' self-confidence by 57%, indicating that a more positive self-concept can increase students' self-confidence. The limitation of this study is that it does not explore the factors that influence the formation of a positive self-concept or low self-confidence in certain aspects. Further research is recommended to explore these factors for the development of more effective interventions in improving learners' self-confidence.
Pendekatan Tazkiyatun An-Nafs untuk membantu mengurangi emosi negatif klien Faiz, Alfaiz; Yandri, Hengki; Kadafi, Asroful; Mulyani, Rila Rahma; Nofrita, Nofrita; Juliawati, Dosi
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.358 KB) | DOI: 10.25273/counsellia.v9i1.4300

Abstract

Emosi merupakan kondisi psikologis yang bersumber dari dua faktor dalam hidup manusia, yaitu adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan aspek bawaan dan genetik, yang mana tidak bisa dipisahkan dari bagaimana individu berperilaku dan merespon, akan tetapi bisa di bentuk dan dikendalikan. Serta faktor eksternal merupakan pengaruh lingkungan yang mempengaruhi persepsi subjektif dan komunikasi sosial individu. Kondisi ini merupakan dinamika manusia dalam hidupnya akan tetapi juga bisa menjadi bencana dalam hidup sosial, banyak masalah yang muncul dari manusia yang tidak bisa mengatur emosi mereka dalam berperilaku emosi ini dikenal dengan emosi negatif dalam islam disebut dengan nafsu lawammah dan amarrah. Banyak teknik konseling yang telah dilakukan untuk membantu klien dalam membantu klien mengatur meosi negatifnya tapi teknik tersebut hanya menyentuh permukaan dari kesadaran individu itu saja tetapi tidak menyentuh transendennya diri klien seperti akhlak dan pemikiran yang mendalam akan diri klien. Seperti yang disampaikan oleh Assagioli dengan psikologi transpersonalnya bahwa pikiran dan keinginan diri merupakan diri yang transenden. Begitu juga Al Ghazali mengatakan dalam Tazkiyatun An-Nafs akhlak merupakan pikiran dan hati yang mendalam untuk membantu membentuk emosi positif dan melepaskan yang negatif. Dalam artikel ini akan didiskusikan secara lebih mendalam mengenai emosi, dan aspeknya serta bagaimana tazkiyatun an-nafs bisa disintesiskan sebagai pendekatan konseling untuk membantu melepaskan emosi negatif klien serta artikel ini merupakan pengembangan dari artikel sebelumnya di tahun 2017.Emotion was a psychological condition that came from two factor in human life, internal and external factor. Internal factor was a gift and genetic aspect, that can not be seperated from how an individual to behave and react, but can be shape and control and external factor was an environment influence that affect a subjective perception and social communication of individual. This condition can be a human dynamica in their life but also can be a disaster in social life, there are many problem came from how individual can not control or manage their emotion to behave in their life, this emotion call a negative emotion, in islam call such nafsun lawammah and amarrah. Many technique has been done to help the client in manage of their negative emotion, but that technique only touch on a surface of client’s counscioussness but not a trancendence of their self such an akhlak and deepest mind. Like told by Assagioli in transpersonal psychology that mind and will was a trancendence of self and al ghazali with tazkiyatun an-nafs approach told that akhlak was an deepest mind and heart to shape a positive emotion and release a negative emotion. In this article will discuss for further about emotion and their aspect and also how tazkiyatun an-nafs approach can be a synthesis to help release a negative emotion of client, this article was expanded from article in 2017 before.
Memahami perilaku kemandirian belajar Siswa melalui perspektif Human Agency: Sintesis perspektif Human Agency Alfaiz, Alfaiz; Kadafi, Asroful; Yuzarion, Yuzarion; Aulia, Rahmadianti; Suarja, Septya; Mulyani, Rila Rahma; Chandra, Yasrial; Adison, Joni
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v10i2.6761

Abstract

Human agency adalah konsep bahwa seorang individu memiliki kompetensi dalam perencanaan, disiplin, realisasi dan mengevaluasi perilaku mereka sendiri dalam keadaan hidup termasuk dalam pembelajaran. Ini telah dipelajari dalam pendidikan dengan empat sifat inti seperti sengaja, pemikiran, reaktivitas diri, dan reflektifitas diri membentuk individu sebagai aktor, bukan reaktor. Hal ini dapat digunakan untuk memahami pembelajaran mandiri siswa, karena konsep pembelajaran mandiri memiliki kesadaran diri secara sengaja. Jika individu selalu bergantung pada lingkungannya, itu karena ia tidak memiliki agen dalam keadaan hidupnya. Menurut sebuah penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2012, telah menemukan bahwa seorang siswa memiliki kurang otonom dalam belajar, dan juga dari survei yang dilakukan pada 2017-2019 ditemukan bahwa 61,50% siswa di 4 sekolah menengah atas memiliki pembelajaran mandiri yang lebih rendah. Fenomena ini mempengaruhi perilaku selingkuh dan menunda-nunda mereka. Pada artikel ini akan membahas kondisi siswa dalam belajar dan memberikan rekomendasi baru dalam perspektif tentang intervensi alternatif dalam praktik bimbingan dan konseling tentang agensi manusia untuk membentuk dan memahami perilaku belajar mandiri dan juga sifat internalisasi agensi manusia dalam proses konseling dalam konteks dalam belajar.Abstract: Human agency is a concept that an individual has a competencies in planning, discipline, realization and evaluate their own behavior in life circumstance including in learning. It has been studied in education with four core properties such intentionally, forethought, self-reactiveness, and self-reflectiveness shape an individual as an actor, not a reactor. It can be used to understanding a student autonomous learning, because the concept of autonomous learning has a self-cognition purposely. If individual always depends on their environment, that because he does not have an agentic in his life circumstance. According a latest research that conducts in 2012, has found that a student has a lack of autonomous in learning, and also from survey that conduct in 2017-2019 it’s found that 61,50% students in 4 senior high school has lower autonomous learning. This phenomena influence to their cheating and procrastination behavior. On this article will discuss a student’s condition in learning and gives a new recommendation in perspective about alternative intervention in guidance and counseling practice about the human agency to shape and understanding an autonomous learning behavior and also internalization properties of human agency in counseling process in the context in learning.
Faktor-Faktor Kesiapan Belajar Mahasiswa BK Angkatan 2024 (Studi terhadap Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Sumatera Barat Angkatan 2024) Alfian, Dede; Dianto, Mori; Mulyani, Rila Rahma
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.1049

Abstract

This research is motivated by the fact that there are several new students who have poor physical health, there are new students who lack the motivation to study, there are new students who are anxious about making presentations in class, there are students who feel anxious in the learning process, there are students who are afraid that their grades will be problematic because their attendance is less than optimal. The aim of this research is to describe: the readiness of new students seen from physicality, the readiness of new students seen from psychology, the readiness of new students seen from skills and knowledge. This research was conducted using quantitative descriptive methods. The population of this study was 134 BK students from the Class of 2024 at PGRI University, West Sumatra. The sampling technique in this research was carried out using a random sampling technique, namely 100 people. The data collection instrument used was a questionnaire instrument and the data analysis technique used was descriptive analysis. The results of this research show that the Learning Readiness factor for BK Students Class of 2024 is in the quite good category. The learning readiness factor is seen from: 1) Physical condition is in the quite good category, 2) Psychological condition is in the quite good category, 3) Skills and knowledge are in the quite good category. Based on the research results, it is recommended that BK students, Class of 2024, be able to maintain their learning readiness to increase motivation in learning.
Pendidikan Karakter Anak Melalui Permainan Edukatif Di SD N 12 Sungai Sarik Dwi Putri, Besti Nora; Mulyani, Rila Rahma; Astuti, May Dwi
INTAN CENDEKIA (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 6, No 1 (2025): INTAN CENDEKIA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/intancendekia.v6i1.690

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan pribadi anak yang unggul dan bermoral. Saat ini dunia pendidikan menghadapi tantangan besar dalam menanamkan nilai-nilai moral pada siswa, terutama ditingkat sekolah dasar banyak siswa yang belum menunjukan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menarik yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah melalui permainan edukatif, permainan edukatif tidak hanya membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan tetapi juga dapat menjadi sarana yang efektif dalam menanamkan nilai moral. Permasalahan yang dihadapi oleh SDN 12 VII Koto Sungai Sarik sebagai sekolah mitra adalah metode pendidikan terlalu berfokus pada ilmu pelajaran dan kurang memperhatikan pendidikan karakter pada anak, kurangnya pemahaman penggunaan tekhnologi yang mengakibatkan penurunan pendidikan karakter pada generasi muda, serta berkurangnya daya kreatifitas yang dialami oleh guru hal ini juga disebabkan oleh karena banyaknya peraturan dan tugas kewajiban guru di luar proses pembelajaran di kelas. Model yang akan dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas, disajikan dua bentuk kegiatan pengabdian ini yaitu 1) pendampingan dalam pengajaran karakter kepada peserta didik, 2) penerapan permainan edukatif kepada peserta didik. Pada tahap pertama dari pelaksanaan kegiatan ini adalah observasi dimana observasi ini dilakukan untukmengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu SD N 12 VII Koto Sungai Sarik dari hasil observasi ditemukan beberapa permasalahan namun dari hasil pengamatan tersebut lebih difokuskan kepada permasalahan karakter. Tahap kedua dilakukan identifikasi kebutuhan dari permasalahan tersebut. Target perubahan mitra yang diharapkan pada PKM ini adalah siswa dapat memberikan nilai tambah yang positif yang dapat dikembangkan pada anak. Pendidikan karakter melalui permainan edukatif merupakan pendekatan yang inovatif untuk membentuk landasan moral dan etika anak, karakter yang kuat seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, empati dankerjasama hal ini tidak hanya untuk keberhasilan anak dalam konteks akademis saja tetapi juga dalam kehidupan pribasi dan sosial mereka.
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU BULLYING PADA PESERTA DIDIK FASE E DI SMAN 1 BATANG KAPAS Ulfa Nofutri; Rila Rahma Mulyani; Suryadi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31817

Abstract

This study was motivated by the presence of students who mocked their classmates because their friends had body odor, there were students who nudged their friends' shoulders and said harsh words, there were students who obeyed the group leader because they wanted to control the group, there were students who did not respect other people's opinions. This study aims to determine: 1) Peer conformity in Phase E students at SMAN 1 Batang Kapas, 2) Bullying behavior of Phase E students at SMAN 1 Batang Kapas, 3) The effect of peer conformity with bullying behavior in Phase E students of SMAN 1 Batang Kapas.This study uses quantitative research methods. The population was 30 sampling techniques Total Sampling. The instrument used in this research is a questionnaire. Data analysis in this study is a percentage and simple linear regression. The results of this study showed: 1) peer conformity of students at SMAN 1 Batang Kapas is in a fairly high category. 2) bullying behavior of Phase E students in SMA Negeri 1 Batang Kapas is in a fairly high category. There is an influence of peer conformity with bullying behavior in Phase E students at SMAN 1 Batang Kapas with a very low coefficient with a value of 0.016. Based on the results of this study, it is recommended to students to improve aspects of peer conformity, namely to increase cohesiveness, agreement, and obedience in a group so that it becomes better. Conversely, it can also be seen in aspects of bullying behavior, namely physical bullying, verbal bullying, and mental/psychological bullying so that students can reduce bullying behavior. In addition, counseling teachers can minimize the occurrence of bullying behavior in schools by providing information services about the dangers of bullying behavior.