Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Teman Sebaya (peer Influence) Terhadap Ketidakhadiran Pesertadidik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kec. Sangir Kab. Solok Selatan Raudhatul Jannah, Hanifah; Dianto, Mori; Mulyani, Rila Rahma
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 8 No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v8i2.4216

Abstract

Peer influence is often a factor that influences students' decisions, including in the issue of absenteeism, which is a major challenge in the Junior High School (SMP) environment. This study aims to examine how peer influence influences student absenteeism in Junior High Schools in Sangir District, South Solok Regency. In this study, a quantitative research design was used using a simple linear regression analysis to see the effect of variable X on variable Y. The subjects in this study were 41 students of grades VII and VIII of Junior High Schools (SMP) in Sangir District, South Solok Regency. The sampling technique was carried out using the Cluster Sampling Technique. The results of this study indicate that there is a significant influence (Ha) between peer influence on student absenteeism in Junior High Schools (SMP), with a significance value of 0.044 <0.05, indicating that (Ha) is accepted. It can be concluded that 1) Peer influence of students is in the high category with a percentage of 85.37%, 2) Student absence is in the low category with a percentage of 80.49%, 3) The results of the analysis show that there is a significant influence (Ha) between peer influence on student absence. By finding the results of the significant influence of the circle of friends on the level of absence, this study contributes by providing a strong data foundation for schools to design strategic guidance and counseling programs, utilizing peer influence as a force to encourage optimal   attendance
Hubungan Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Peserta Didik Kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera Isgawulandari, Isgawulandari; Mulyani, Rila Rahma; Dianto , Mori
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.950

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya peserta didik yang membentuk kelompok dengan teman sebayanya karena sering terpengaruh oleh ajakan temannya, Adanya peserta didik menerima ajakan untuk membuat kelompok, karena mereka berharap tetap dapat diterima dan tidak ditolak, adanya peserta didik yang memeras uang temannya, adanya peserta didik kurang mendapatkan perhatian dari keluarga dan orang di sekitar, dan adanya peserta didik ingin dianggap populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Konformitas teman sebaya pada peserta didik Kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera, 2) Perilaku Bullying peseta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera, 3) Hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera yang berjumlah 387 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling yaitu sebanyak 104 orang peserta didik yang menjadi sampel penelitian. Alat pengumpulan datanya yaitu angket dan juga teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji linearitas dan uji korelasi untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) konformitas teman sebaya peserta didik di SMA Negeri 1 Sutera berada pada kategori tinggi. 2) perilaku bullying peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera berada pada kategori cukup tinggi. Terdapat hubungan konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada peserta didik kelas XI Fase F di SMA Negeri 1 Sutera dengan koefisien korelasi cukup lemah dengan nilai 0,252. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada peserta didik untuk melihat aspek dalam konformitas teman sebaya yaitu kekompakan, kesepakatan, ketaatan dan keterikatan pada penilaian bebas. Sebaliknya dapat dilihat juga pada aspek perilaku bullying yaitu bullying fisik, bullying verbal, bullying relasi sosial dan bullying elektronik.
Hubungan Regulasi Emosi dengan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang Jordan, Michel; Mulyani, Rila Rahma; Putra, Fuaddillah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1942

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta didik yang adanya peserta didik yang kurang adanya motivasi untuk belajar, adanya peserta didik yang masih keluar masuk disaat jam pelajaran, adanya peserta didik yang main hp saat guru menerangkan pelajaran, adanya peserta didik yang masih mengabaikan tugas yang diberikan guru, adanya peserta didik yang memiliki hasil belajar rendah, adanya peserta didik yang masih terlambat datang, adanya peserta didik marah berlebihan saat merasa tersinggung oleh teman, adanya peserta didik yang sering melakukan tindakan tanpa mempertimbangkan resikonya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: 1) Regulasi Emosi peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang, 2) Motivasi Belajar peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang, 3) Hubungan regulasi emosi dengan motivasi belajar peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis korelasi. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Fase F di SMA 4 Padang yang berjumlah 357 orang peserta didik. Teknik pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu sebanya 78 orang peserta didik yang menjadi sampel penelitian.Teknik analisis data yang digunakan adalah presentase dan uji korelasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya hubungan regulasi emosi dengan motivasi belajar peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Regulasi emosi peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang berada pada kategori tinggi. 2) Motivasi belajar peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang berada pada kategori cukup tinggi. 3) terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan motivasi belajar peserta didik kelas XI Fase F di SMAN 4 Padang adalah sebesar 0.155 dengan koefisien hubungan yang cukup kuat. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada guru BK agar peserta didik mampu meningkatkan regulasi emosi peserta didik supaya motivasi belajar peserta didik semakin tinggi.
Profil Self Acceptance Orang tua Anak Berkebutuhan Khusus di Yayasan Tiji Salsabila Kota Padang Hafizah, Hafizah; Mulyani, Rila Rahma
Journal of Education Research Vol. 2 No. 3 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v2i3.61

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya orangtua merasa malu mempunyai anak berkebutuhan khusus, orangtua merasa masa depan anak berkebutuhan khusus tidak jelas, orangtua merasa anak berkebutuhan khusus menjadi beban dalam hidupnya, orangtua merasa anak berkebutuhan khusus menjadi titik masalah dalam keluarga, orangtua menjadi menyesal telah melahirkan anak berkebutuhan khusus, dan orangtua merasa tidak mampu merawat anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Self acceptance orangtua anak berkebutuhan khusus, Menghargai anak, Menilai anak sebagai diri yang unik, Mengenal kebutuhan-kebutuhan anak, Mencintai anak tanpa syarat anak berkebutuhan khusus di Yayasan Tiji Salsabila Padang.  Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskripstif kuantitatif. Populasi penelitian adalah tiga puluh Orangtua, teknik pengambilan sampel yang dipilih dengan total sampling, yaitu sebanyak tiga puluh Orangtua. Data penelitian ini diperoleh melalui angket dan diolah menggunakan skala interval.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh hasil bahwa; profil self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus di Yayasan Tiji Salsabila Kota Padang secara umum berada pada kategori cukup baik. Selanjutnya dilihat dari indikator sebagai berikut:  Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus menghargai anak pada kategori cukup baik.  Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus indikator menilai anak sebagai diri yang unik pada kategori cukup baik. Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus mengenal kebutuhan-kebutuhan anak pada kategori cukup baik,  Self acceptence orangtua anak berkebutuhan khusus mencintai anak tanpa syarat pada kategori baik. Hasil penelitian ini direkomendasikan kepada orangtua untuk dapat memberikan perhatian kepada anak yang memeiliki kebutuhan kusus agar anak lebih merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya
PENGARUH SELF MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI DAN XII DI SMA NEGERI 12 SIJUNJUNG Andini, Yuli; Mulyani, Rila Rahma; Usman, Citra Imelda
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.767-780

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya peserta didik yang berkeliaran di dalam kelas sehingga mengganggu temannya saat belajar dan adanya peserta didik yang tidak mematuhi peraturan yang berlaku di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Self management peserta didik, 2) Kedisiplinan belajar peserta didik, 3) Pengaruh self management terhadap kedisiplinan belajar peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 12 Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan regresi linier sederhana. Populasi penelitian ini sebanyak 267 peserta didik. Dan sampel penelitian ini sebanyak 67 peserta didik dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket, sedangkan untuk analisis data menggunakan uji prasyarat data, uji statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)             Self management peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 12 Sijunjung berada pada kategori cukup baik, 2) Kedisiplinan belajar peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 12 Sijunjung berada pada kategori cukup disiplin, 3) Adanya pengaruh yang signifikan antara self management terhadap kedisiplinan belajar peserta didik kelas XI dan XII di SMA Negeri 12 Sijunjung dengan kata lain hipotetis diterima bahwa terdapat pengaruh self management terhadap kedisiplinan belajar peserta didik pada kategori lemah. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada peserta didik agar dapat dijadikan sebagai informasi dan bahan untuk memperbaiki diri terutama dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik dalam belajar.
Hubungan Self Awareness dengan Kedisiplinan Pada Peserta Didik Kelas VIII di SMP Negeri 1Tigo Nagari Kabupaten Pasaman Saputri, Feni; Dianto, Mori; Mulyani, Rila Rahma
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i4.2270

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perilaku peserta didik seperti keterlambatan datang ke sekolah, tidak memakai seragam sesuai aturan, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, dan meninggalkan kelas saat pembelajaran berlangsung. Selain itu, beberapa peserta didik menunjukkan kurangnya kesadaran diri terhadap tanggung jawab dan peran sebagai pelajar, seperti membandingkan diri secara negatif dengan orang lain, kurang percaya diri, dan tidak mampu mengenali emosi diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Tingkat self awareness peserta didik kelas VIII di SMP N 1 Tigo Nagari, 2) Tingkat kedisiplinan peserta didik kelas VIII di SMP N 1 Tigo Nagari, dan 3) Hubungan antara self awareness dengan kedisiplinan peserta didik kelas VIII di SMP N 1 Tigo Nagari Kabupaten Pasaman. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan populasi sebanyak 120 peserta didik dan sampel sebanyak 60 peserta didik yang diambil melalui teknik proportional sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket, dan teknik analisis data menggunakan persentase serta uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Self awareness peserta didik berada pada kategori tinggi, 2) Kedisiplinan peserta didik berada pada kategori sangat baik, dan 3) Terdapat hubungan yang signifikan antara self awareness dengan kedisiplinan dengan koefisien korelasi sedang dan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan kepada peserta didik untuk terus meningkatkan self awareness dan kedisiplinan agar dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Bagi guru bimbingan dan konseling untuk terus mendorong dan memotivasi peserta didik agar dapat meningkatkan self awareness dan kedisiplinan di lingkungan sekolah
Improving Qur'an Reading Literacy Using Peer Teaching Methods Based on Local Wisdom Hayati, Ridha Husnul; Azizah, Zahratul; Yusuf, Muhammad; Mulyani, Rila Rahma
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 13, No 4 (2025): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing November 2025
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/spektrumpls.v13i4.136012

Abstract

The literacy level in the art of reading the Qur'an in Nagari Singguliang, Lubuk Alung, remains relatively low, as indicated by the limited number of qari and qari’ah who can perform during religious events. This community service program aims to enhance Qur'anic reading literacy through a Peer Teaching method based on local content implemented at Surau Nurul Jama'ah. The activities involved peer mentoring, Qur’an recitation practice, and training in tajwid and tarannum using locally contextualized learning materials. The “Back to Surau” program was also conducted to revitalize the surau as a center of religious and community learning. The results showed a significant increase in participants’ ability to recite the Qur’an melodiously, as well as greater engagement in religious activities among youth and adults. Additionally, community involvement in surau programs strengthened local Islamic identity and fostered sustainable religious literacy.
Rancangan Model KonseRancangan Model Konseling Perorangan Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta Didik Sma N 1 Sawahlunto Yang Tinggal Di Panti Asuhan Fany, Al Asfahany; Mulyani, Rila Rahma; Putra, Fuaddilah
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/hkqhp696

Abstract

Peserta didik yang tinggal di panti asuhan cenderung memiliki tantangan emosional dan sosial yang lebih besar dibandingkan teman-temannya . Kepercayaan diri sangat penting agar mereka dapat mengenal potensi dirinya. Melalui konseling perorangan, peserta didik diberikan ruang yang aman suportif untuk mengeksplorasi diri, mengelola emosi, dan membentuk keyakinan akan kemampuannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model konseling perorangan yang efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta didik yang tinggal di panti asuhan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kepercayaan diri peserta didik yang tinggal di panti asuhan akibat berbagai tantangan psikososial, seperti kehilangan figur orang tua dan keterbatasan dalam interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) merupakan suatu metode penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sekaligus menguji keefektifan produk tersebut dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didikyang tinggal di panti asuhan umumnya memiliki tingkatkepercayaan diri yang masih rendah. Hal ini terlihat darikurangnya keberanian dalam mengemukakan pendapat, rasa ragu untuk mencoba hal baru, serta kecenderungan menutupdiri dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dapatdipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu, keterbatasan dukungan emosional, dan perasaanberbeda dengan teman sebaya di luar panti asuhan.Penelitian merancang model konseling perorangan yang bertujuan membantu peserta didik mengenali kemampuandiri, serta dapat berinteraksi dengan lingkungan sosial. Students living in orphanages tend to face greater emotional and social challenges compared to their peers. Self-confidence is crucial for them to recognize their own potential. The background of this study is the low self-confidence of students living in orphanages due to various psychosocial challenges, such as the loss of parental figures and limitations in social interactions. This study aims to develop an individual counseling model to enhance the self-confidence of students at SMA N 1 Sawahlunto living in orphanages. The research uses a Research and Development (R&D) approach by adapting the Borg & Gall (1983) model, which originally consists of ten stages, modified into six main stages: needs analysis, model planning, model draft development, expert validation, limited trial, and final model revision. The counseling model developed integrates the Client-Centered Counseling approach (Rogers) and Rational Emotive Behavior Therapy (Ellis), which emphasizes the balance between self-acceptance and the restructuring of negative thoughts. The main components of this model include three stages of counseling: (1) building relationships and a sense of safety, (2) self-exploration and cognitive-emotional interventions, and (3) evaluation and self-empowerment. Indicators of the model's success include increased self-confidence among students, the ability to socially adapt, and the emergence of a positive self-view. The research results indicate that the implementation of this counseling model effectively helps students living in orphanages develop self-confidence through guidance and counseling
Self Control Peserta Didik Keluarga Broken Home di SMA Dan SMK Kecamatan Lubuk Begalung Abdurrazaq, Erfan; Dianto, Mori; Mulyani, Rila Rahma
JKI (Jurnal Konseling Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Konseling Indonesia (In Progress)
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jki.v11i1.12287

Abstract

The purpose of this study is to describe self-control in high school and vocational school students from broken homes in the Lubuk Begalung District. Three parts are the emphasis of this study: 1) behavior control, 2) cognitive control, and 3) decision control. The descriptive quantitative research methodology is employed. In order to collect data, self-control statements were included in questionnaires that were manually administered on paper sheets. One hundred students from phases E and F were part of the study population. Area sampling methods were used to determine the samples, which had 58 respondents in total. According to this study, kids from broken-home families in Lubuk Begalung District's high schools and vocational schools had a high degree of self-control in terms of managing their behavior, cognition, and making decisions. However, kids should continue to develop and uphold self-control, and parents and instructors should help students, particularly those from broken homes, develop strong self-control.
HUBUNGAN MINAT BELAJAR DENGAN KEMATANGAN PEMILIHAN KARIR PESERTA DIDIK KELAS XI FASE F DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BONJOL Ramadani, Ramadani; Chandra, Yasrial; Mulyani, Rila Rahma
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i4.817

Abstract

This research is motivated by student behavior problems such as the presence of students who lack attention in following lessons, the existence of students who have low motivation to do assignments, and the existence of students who do not have a clear learning direction or goals. This study aims to find out 1). Describe the learning interests of class XI phase F students at SMA N 1 Bonjol. 2). Describe the maturity of career selection of class XI phase F students at SMAN 1 Bonjol. 3). Testing the relationship between interest in learning and the maturity of career selection of class XI phase F students at SMAN 1 Bonjol. This study uses a quantitative approach with a correlational design. The research population was all students of class XI phase F, with a total of 313 with a simple random sampling technique or random sampling which produced a total of 175 respondents according to the research criteria. The results of the analysis showed that there was a significant relationship with a value of -0.202 < of a p-value of 0.007 with a weak correlation level. Based on these results, it is recommended for students to continue to increase their interest in learning in the maturity of career selection in order to support success in the learning process. For guidance and counseling teachers to continue to encourage and motivate students to be able to increase their interest in learning and the maturity of career selection in the school environment.