Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Keberpihakan Media Massa pada Judul Pemberitaan Kasus Penembakan Anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek Indonesia Bagus Triadi, Rai; Nurjanah, Neneng
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v9i2.28553

Abstract

As a means of social control, the mass media needs to accurately describe an event to show its independence and credibility. Including, during the shooting incident of an FPI member on the Jakarta-Cikampek toll road, Indonesia in 2020. This event is not only of public concern, but also of language researchers to see how the mass media takes sides. By utilizing qualitative methods and critical discourse analysis initiated by Norman Fairclough, this study focuses on the analysis of the news headlines on the shooting of FPI members on the Jakarta Cikampek Toll Road. Based on the results of the analysis on news text production practices which are realized through titles, it appears that there is a partiality towards one of the parties. Apart from that, in the production of texts, there is also a motivation in the production of texts, namely efforts to create a positive image of certain parties.
Pembelajaran Individual pada Anak Disgrafia Usia Dewasa (Studi Kasus Mahasiswa di Kota Tangerang Selatan) Rai Bagus Triadi; Hilda Hilaliyah
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1021

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan kebahasaan yang dimiliki oleh seorang individu, khususnya pada keterampilan menulisnya. Seorang individu pada usia dewasa seharusnya sudah mempunyai keterampilan menulis yang baik, walaupun tidak rapi namun dapat terbaca. Hal ini berbeda dengan pengalaman yang peneliti temukan pada seorang mahasiswa yang berusia dewasa. Mahasiswa tersebut mengalami permasalahan pada keterampilan menulisnya, khususnya terkait cara menulis terlihat pada bentuk tulisan yang tidak terbaca, banyak huruf yang hilang, dan penulisan bentuk huruf yang tidak tepat. Berdasarkan uraian tersebut pada penelitian ini peneliti berupaya mendeskripkan keterampilan menulis anak disgrafia usia dewasa. Selain itu berdasarkan temuan tersebut, peneliti akan menyusun sebuah model pembelajaran individual yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan khusus studi kasus. Pendekatan ini digunakan untuk memperlihatkan hasil temuan yang terdapat pada subjek penelitian yang nantinya dijadikan dasar sebagai rancangan pola pembelajaran individual. Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data yang dilakukan oleh peneliti, ditemukan bahwa terdapat lima kriteria permasalahan keterampilan menulis pada subjek penelitian, yaitu 1) bentuk tulisan sulit dibaca, 2) terdapat penghilangan huruf, 3) terdapat penambahan huruf, 4) jarak antar huruf tidak beraturan, dan 5) penulisan huruf bercampur. Setelah Pembelajaran individual dilakukan seorang pengajar akan mengetahui secara rinci terkait dengan permasalahan yang dihadapi dan dapat merencanakan bentuk penangannya.
DEKONSTRUKSI CITRA DINASTI JOKOWI PADA PEMBERITAAN KORAN TEMPO.CO Triadi, Rai Bagus; Nurjanah, Neneng
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.84-96

Abstract

Pada masa akhir jabatannya, jokowi presiden ke-7 Republik Indonesia terkena isu buruk terkait dugaan dinasti yang dibangun oleh beliau. Hal tersebut bukan tanpa sebab, beberapa media massa mencari keterkaitan tersebut dengan fenomena terpilihnya Gibran Rakabuming Raka menjadi Wakil Presiden Indonesia. Hal tersebut diperkuat oleh lingkaran keluarganya yang mulai mencalonkan dan akhirnya menduduki berbagai jabatan yang strategis, baik itu sebagai kepala daerah, ketua umum partai, dan berbagai jabatan komisaris. Isu-isu terkait hal tersebut dibentuk sedemikian rupa menjadi sebuah dekonstruksi yang bersifat massif dan diberitakan oleh berbagai media massa, baik cetak maupun online. Koran tempo sebagai salah satu media massa yang melakukan dekonstruksi tersebut secara masif, terlihat dari proses pemberitaan terkait dugaan dinasti yang dilakukan secara berulang dan terkesan melakukan penggiringan opini. Berkaitan dengan uraian tersebut pada penelitian ini peneliti berupaya menguraikan terkait dekonstruksi citra Jokowi melalui pemberitaan dinasiti yang terdapat pada akun media koran tempo.co dengan menggunakan teori Critical Discourse Analysis Norman Fairclough yang melihat unsur kebahasaan berdasarkan tiga dimensi yaitu text, discourse practice, dan sociocultural practice. Pemberitaan yang dijadikan sebagai data pada penelitian ini adalah bagian judul dan isi berita. Hasil analisis memperlihatkan bahwa memang benar koran tempo memperlihatkan bentuk dekonstruksi terkait dinasti kepemimpinan yang dibangun oleh Jokowi. Dekonstruksi tersebut dibentuk melalui pemilihan diksi dan dikuatkan oleh beberapa pernyataan yang ada di dalam isi berita, sehingga akhirnya membentuk sebuah uraian berbentuk discourse practice dan sosiocultural practice. Kata kunci: Dekonstruksi Citra; Dinasti Jokowi; Pemberitaan Koran tempo.
Investigating Familial Influence on Stuttering Triadi, Rai Bagus; Pradianti, Keni; Apriliyani, N Yeffa Afnita
Jurnal Lingua Idea Vol 16 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2025.16.1.14860

Abstract

A unique case of stuttering was found in South Tangerang, involving an entire family—both parents and their children—all exhibiting this kind of speech disorder. This study aims to investigate the nature and variation of stuttering experienced by each family member, with a focus on the structural placement of speech disfluencies, the situational conditions under which stuttering occurs, and the potential underlying causes. Employing a qualitative-descriptive research design, data were collected through interviews, direct observation, and stimulus-response techniques. The analysis was conducted through three linguistic lenses: structural (examining the linguistic form and placement of stuttering), cognitive (considering the influence of communicative context and processing load), and psycholinguistic (exploring internal and external causal factors). The findings reveal significant variation in the manifestation of stuttering among family members, with disfluencies occurring at different positions within utterances, affecting their sounds production, such as: 1). losing of several phonemes like /c/, /a/, and /m/; 2). repetitions, and 3). phonemes displacements. In addition, cognitive analysis showed that stuttering is triggered under varying communicative conditions. These findings suggest that both environmental and familial factors may play a significant role in the development and persistence of stuttering. This research contributes to the broader field of stuttering studies by offering new insight into hereditary and contextual influences on speech disorders within the Indonesian cultural and linguistic setting.
Pelatihan Penulisan Surat Resmi untuk SMKN 8 Tangerang Selatan Triadi, Rai Bagus; Mubarok, Zaky
ACITYA BHAKTI Vol. 4 No. 2 (2024): ACITYA BHAKTI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/acb.v4i2.47675

Abstract

Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi, Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang memiliki kewajiban untuk memperlihatkan integritas yang baik, khususnya di wilayah kota Tanggerang Selatan. Pembentukan integritas positif tersebut dapat terjadi melalui beberapa cara, salah satunya adalah memberikan pelayanan melalui pengabdian kepada masyarakat. Bentuk PKM (pengabdian Kepada Masyarakat) Sebagai salah satu langkah nyata dalam memecahkan permasalahan-permasalahan dalam bidang sosial yang masyarakat hadapi, baik secara moril maupun secara material. Pada kesempatan ini PKM dilakukan dengan bentuk pelayanan pendidikan, lebih tepatnya memberikan bentuk pelatihan kebahasaan, khususnya pelatihan penulisan surat resmi di tingkat sekolah menengah atas, lebih lanjut kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMKN 8 Tanggerang Selatan. Pemilihan mitra pengabdian ini dilatarbelakangi berdasarkan fenomena temuan kemampuan berbahasa siswa SMK yang dianggap sangat urgensi karena pengetahuan terkait penulisan surat resmi masih kurang. Selain itu melihat animo anak muda, khususnya pelajar pada dunia penulisan, khususnya penulisan surat resmi mengalami penurunan yang sangat drastis. Selanjutnya,  narasumber yang terlibat pada pelatihan ini merupakan mahasiswa yang berupaya mempraktikan kompetensi yang mereka dapatkan di bangku kuliah, oleh karena itu nantinya, para mahasiswa yang menjadi narasuber mendapatkan pengalaman untuk praktik langsung melakukan penyusunan dan penyuntingan surat resmi. Diharapkan pelatihan ini bermanfaat bagi kedua pihak, baik pihak penyelenggara maupun institusi yang dijadikan mitra PKM.
Keberpihakan Media Massa pada Judul Pemberitaan Kasus Penembakan Anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek Indonesia Bagus Triadi, Rai; Nurjanah, Neneng
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v9i2.28553

Abstract

As a means of social control, the mass media needs to accurately describe an event to show its independence and credibility. Including, during the shooting incident of an FPI member on the Jakarta-Cikampek toll road, Indonesia in 2020. This event is not only of public concern, but also of language researchers to see how the mass media takes sides. By utilizing qualitative methods and critical discourse analysis initiated by Norman Fairclough, this study focuses on the analysis of the news headlines on the shooting of FPI members on the Jakarta Cikampek Toll Road. Based on the results of the analysis on news text production practices which are realized through titles, it appears that there is a partiality towards one of the parties. Apart from that, in the production of texts, there is also a motivation in the production of texts, namely efforts to create a positive image of certain parties.
Kritik Sosial Pada Album Self Titled Karya Figura Renata: Kajian Stilistika Kritis Hilda Hilaliyah; Darni Darni; Rai Bagus Triadi
SAWERIGADING Vol 31, No 1 (2025): Sawerigading, Edisi Juni 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i1.1305

Abstract

This study aims to determine the critical stylistics and meaning of social criticism that is discussed in the album Self Titled by Figura Renata. This research is descriptive-qualitative research. The data was collected then using note-taking techniques. Data analysis methods include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the research results, it was found that 1) Critical Stylistics in Figura Renata's self-titled album uses poetic diction and language style. Even though the lyrics are a form of protest and criticism, many people do not understand the meaning so they need study or analysis. Figura Renata in her song lyric discourse discusses hiddenly through lyrical word choices (such as poetry) about social perceptions, perceptions, thoughts and behavior in the social life of today's society. 2) Independent musician band Figura Renata criticized several things. Firstly, in the song Gersang, today's society tends to be more independent and ignores social life. Second, in the song Benalu, Figura Renata criticizes the lives of people who cause a lot of pollution on earth, such as air pollution, noise pollution and so on. Third, in the song Elegy, Figura Renata criticizes people who have power, namely the strong oppressing the weak. Fourth, in the song Balada Penerka criticizes hypocritical characters who like images, like to do things to create positive images of society in order to gain public sympathy.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui stilistika kritis dan makna kritik sosial yang diwacanakan dalam album Self Tittled karya Figura Renata. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitiatif. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik catat-simak. Metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditemukan 1) Stilistika Kritis dalam Album Self Titled Figura Renata menggunakan diksi dan gaya bahasa puitis. Meskipun liriknya adalah bentuk protes dan kritis, banyak yang tidak paham akan maknanya sehingga membutuhkan pengkajian atau analisis. Figura Renata dalam wacana lirik lagu-lagunya membahas secara tersembunyi melalui pilihan kata liris (seperti puisi) tentang kesenjangan sosial, penindasan, pemikiran, dan perilaku kehidupan sosial masyarakat saat ini. 2) Musisi band independen Figura Renata mengkritisi beberapa hal. Pertama, dalam lagu Gersang, masyarakat saat ini yang lebih cenderung independen dan mengabaikan kehidupan sosial. Kedua, dalam lagu Benalu, Figura Renata mengkritisi kehidupan masyarakat yang banyak membuat polusi di bumi, seperti polusi udara, polusi suara dan lain-lain. Ketiga, dalam lagu Elegi, Figura Renata mengkritisi orang-orang yang memiliki kuasa yakni kaum kuat menindas kaum lemah. Keempat, dalam lagu Balada Penerka mengkritisi karakter munafik yang suka pencitraan, gemar melakukan sesuatu demi terciptanya citra-citra positif publik demi memperoleh simpati publik.
Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Anak Usia 3 Tahun) Triadi, Rai Bagus; Nadhira , Nurul Aulia
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 4 (2025): Kode: Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerolehan bahasa pada anak usia dini disebabkan oleh berbagai hal, para pakar telah banyak melakukan kajian dengan cara memperbandingkan dengan faktor-faktor penyebabbnya, seperti faktor lingkungan bahasa, perkembangan kognitif, dan kemampuan dasar yang dimiliki secara bawaan oleh seorang anak. Pada penelitian ini upaya tersebut dilakukan kembali dengan menggunakan anak usia 3 tahun sebagai sumber data penelitiannya. Upaya tersebut menggunakan tiga pendekatan penelitian yaitu dari segi bunyi dengan menggunakan pendekatan fonologi, penguasaan pembentukan kata dengan menggunakan pendekatan morfologi, dan dari segi kemampuan produksi kata dengan menggunakan pendekatan sintaksis. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi yang terdiri dari simak, libat, rekam, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik padan dan agih meliputi identifikasi data, klasifikasi data, penyajian atau pendeskripsian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan, yaitu pada tataran fonologi, subjek penelitian sudah memperoleh bunyi vokal, konsonan, diftong, dan kluster. Kemudian, pada tataran morfologi, subjek penelitian sudah mampu menghasilkan bentuk kata berupa afiksasi, reduplikasi, abreviasi, dan komposisi dengan cukup baik. Selanjutnya, pada tataran sintaksis menunjukkan adanya kemapuan MLU (mean length of utterance) pada subjek penelitian masuk ke dalam kategori IX yang terbilang normal dikuasai oleh anak berusia 3 tahun. Kata Kunci: Pendekatan psikolinguistik, pemerolehan bahasa, anak usia 3 tahun
KAJIAN TINDAK TUTUR PEDAGANG SUVENIR DI PANTAI PANGANDARAN BERDASARKAN PERSPEKTIF GENDER (Tinjauan Sosiolinguistik) Pujiati, Tri; Triadi, Rai Bagus
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek sosial berupa gender dikaitkan dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial. Penelitian ini akan menelusuri adanya perbedaan penggunaan bahasa antara pria dan wanita.  Penelitian ini mengkaji tindak tutur pedagang di Pantai Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk tuturan pedagang suvenir pria saat menjajakan barang dagangannya di Pantai Pangandaran, (2) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita saat menjajakan barang dagangannya di Pantai Pangandaran, (3) bentuk tuturan pedagang suvenir pria pada saat proses tawar menawar di Pantai Pangandaran, (4) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita pada saat proses tawar menawar di Pantai Pangandaran, (5) bentuk tuturan pedagang suvenir pria pada saat proses deal harga dengan pembeli di Pantai Pangandaran, (6) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita pada saat proses deal harga  dengan pembeli di Pantai Pangandaran, dan (7) perbedaan bentuk tuturan pedagang suvenir pria dan wanita pada pada saat transaksi jual beli di Pantai Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data berupa tuturan dari pedagang suvenir di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan teknik rekam. Data pada penelitian ini diambil pada bulan Desember 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pedagang laki-laki cenderung kurang aktif dalam menyapa pembeli, (2) pedagang wanita lebih aktif menawarkan barang dagangannya kepada pembeli, (3) pedagang laik-laki cenderung bertahan dengan harga yang ia tawarkan dan pandai untuk bernegosiasi, (4) pedagang wanita cenderung fleksibel dan mau memberikan diskon kepada pembeli, (5) ada beberapa pedagang pria yang sepakat dengan harga yang ditawarkan dan ada beberapa yang tidak sepakat. Kesepakatan harga biasanya terjadi karena penjual pria menurunkan harga, (6) pedagang wanita relatif lebih mudah mencapai kata sepakat, (7) pedagang wanita cenderung lebih berusaha menarik calon pembeli dengan menggunakan kata sapaan sedangkan pedagang pria menunggu respon calon pembeli untuk bertanya terlebih dahulu. Dalam tawar menawar, pedagang pria lebih berani mempertahankan harga sedangkan pedagang wanita lebih fleksibel. Pada bentuk tuturan kesepakatan terkadang pedagang pria sepakat dengan harga yang ditawarkan dan ada yang tidak sepakat. Berbeda dengan pedagang wanita yang berhasil mencapai kesepakatan, hal ini diakibatkan karena pedagang wanita lebih fleksibel dalam hal tawar menawar dengan calon pembeli.  Kata Kunci: gender, tindak tutur, pedagang suvenir  
KETERPAHAMAN RUNNING TEXT DI METRO TV BAGI MASYARAKAT TUTUR (Tinjauan Sosiolinguistik) Triadi, Rai Bagus
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v3i3.%p

Abstract

Penelitian yang berjudul Keterpahaman running Text di Metro TV bagi Masyarakat Tutur membahas ihwal sampai tidaknya teks berita yang disusun dengan format teks berjalan kepada masyarakat tutur dilihat dari tingkat pendidikannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Bagaimana pola kalimat pada running text  yang disajikan oleh Metro Tv? ; 2) Golongan masyarakat tutur mana yang menjadi sasaran Metro Tv dalam penyampaian informasi dengan format running text? ; 3) apakah informasi dalam running text  dapat dimengerti oleh pemirsa Metro Tv?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik tonton terpimpin, teknik angket, dan teknik tes. Teknik tonton terpimpin dilakukan dengan cara memberikan beberapa teks berita yang ditampilkan dengan format running text kepada responden. Teknik angket dilakukan untuk menemukan responden yang dapat mewakili kelasnya sosialnya, dilihat dari usia, tingkat pendidikan akhirnya, jenis pekerjaan dan jenis kelamin. Responden yang dipilih masing-masing berjumlah 5 orang yang mewakili tiap-tiap tingkat pendidikan. Teknik tes dilakukan untuk menemukan jawaban apakah pemirsa Metro Tv dapat memahami isi berita yang disusun dengan format Running Text, sedangkan untuk mengetahui karakteristik dari Running Text terebut peneliti melakukan dengan cara menganalisis pola dan tipe kalimatnya. Kata Kunci : Running Text, Masyarakat Tutur, dan Sosiolinguistik