Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Utilization of Cattle Manure Waste into Organic Fertilizer for Environmental Sustainability in Bojongsari, Purbalingga Syarifah, Risqa Naila Khusna; Arum, Gadis Setya; Patimah, Popon; Athalloh, Akhmad Rizki; Candra, Celvin Febrian Edo Adi; Elvina, Ailsa Safa; Setiyaningrum, Dyah; Ungu, Septia Ayu Kencana; Saputri, Sela Nanda; Naomi, Arga Pratista; Setyaputri, Desvieta
Dharmahita: Journal of Community Service and Development Dharmahita Vol 2, No 2, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/dharmahita.v2i2.12497

Abstract

Bojongsari Village is one of the villages in Bojongsari District, Purbalingga Regency. The livestock and agricultural sectors play an important role in the economy of Bojongsari Village. A total of 27 residents of Bojongsari Village own cattle, resulting in an increase in the amount of livestock manure produced. Poorly managed manure creates environmental pollution. One solution that can be applied to reduce this waste is by processing cow dung into solid organic fertilizer that can be reused by the community to support the agricultural sector. Therefore, the community service activity carried out in Bojongsari Village focused on training in the production of solid organic fertilizer from cow dung. The series of activities included coordination with Bojongsari Village officials, a survey of cattle pen locations, socialization and technical training on the production of solid organic fertilizer, as well as monitoring and evaluation. This program was positively received by local residents, especially farmer-livestock groups. Members of these groups gained new insights into the importance of managing livestock manure waste and obtained hands-on experience in making organic fertilizer. The resulting fertilizer can be used after undergoing a fermentation process for three weeks.
Sebuah Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Urin Kelinci dan Pengurangan Pupuk Anorganik terhadap Tanaman Bawang Merah: Pupuk Organik Cair Urin Kelinci untuk Tanaman Bawang Merah Risqa Naila Khusna Syarifah; Tini, Etik Wukir; Aditya Rifai Gunawan; Fatichin
Jurnal Hortikultura Indonesia Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.3.190-197

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya bawang merah berdampak terhadap degradasi tanah, untuk itu diperlukan alternatif penggunaan pupuk yang lebih ramah lingkungan seperti pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah serta untuk mencari kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan dari Maret 2023 sampai Agustus 2023 di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap 2 faktor dan 3 ulangan dengan 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama merupakan pemberian konsentrasi POC urin kelinci dengan 4 taraf, yaitu 0 mL L-1, 100 mL L-1, 150 mL L-1, dan 200 mL L-1. Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf pengurangan 0%, 25%, dan 50% dari dosis rekomendasi 200 kg/ha. Hasil penelitian menunjukan pemberian POC 200 mL L-1 dapat meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; luas daun 7 MST; serta bobot segar tanaman pada 5 MST. Pengurangan NPK 0% meningkatkan jumlah daun 5 MST & 7 MST; serta luas daun 7 MST. Kombinasi pemberian 100 mL L-1 POC dan 200 kg/ha pupuk NPK dapat meningkatkan jumlah umbi dan bobot segar umbi.
Peningkatan Produktivitas Padi Sawah melalui Pemupukan Presisi dan Aplikasi Kasgot sebagai Strategi Pemberdayaan Petani Menuju Ketahanan Pangan Desa Gununglurah Risqa Naila Khusna Syarifah; Purwanto; Lafi Na’imatul Bayyinah; Dian Novitasari; Hana Hanifa; Hanim Rahayuani Ratnaningsih; Nindy Sevirasari; Wilujeng Hidayati; Rosi Widarawati
JURPIKAT Vol 7 No 1 (2026): 7.1 2026
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i1.2881

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sawah melalui penerapan pemupukan presisi dan aplikasi kasgot sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kesuburan tanah akibat minimnya penggunaan bahan organik serta ketergantungan terhadap pupuk anorganik dengan dosis yang tidak terukur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan koordinasi awal, penyuluhan, analisis tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), aplikasi kasgot terformulasi, pembuatan demplot seluas satu hektar, serta pendampingan dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap pengelolaan kesuburan tanah dan pemupukan presisi. Respons awal tanaman pada fase vegetatif menunjukkan pertumbuhan yang lebih seragam, warna daun lebih hijau, serta kondisi fisik tanah yang lebih gembur dibandingkan kontrol. Selain itu, terjadi perubahan pola pikir petani terhadap pemanfaatan pupuk organik sebagai bagian dari sistem budidaya berkelanjutan. Kegiatan ini berpotensi menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung peningkatan produktivitas padi dan penguatan ketahanan pangan lokal.