Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Insidensi Penyakit Daun Keriting Kuning Beberapa Varietas Cabai pada Berbagai Tingkat Toleransi terhadap Intensitas Cahaya Rendah Ulinnuha, Zulfa; Syarifah, Risqa Naila Khusna
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i2.813

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi cabai yakni dengan menanam secara tumpangsari atau agroforestry. Namun, terdapat kendala yaitu intensitas cahaya matahari yang rendah dan kelembapan tinggi yang mengakibatkan keparahan penyakit daun keriting kuning menjadi meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk menyeleksi varietas yang tahan naungan dan tahan penyakit daun keriting kuning cabai. Percobaan dilaksanakan di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Agustus 2020 hingga Februari 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor pertama adalah delapan varietas cabai yaitu Segana, Lada Hijau, Bara, Raya, Catas, Kerinci, Raya dan Sonar. Faktor kedua adalah dua intensitas cahaya yaitu tanpa naungan dan naungan 50%. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang, insidensi penyakit, keparahan penyakit, dan bobot cabai per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas Sonar termasuk varietas senang naungan dengan peningkatan produksi pada kondisi naungan 39,92% dan termasuk varietas agak rentan penyakit daun keriting kuning cabai dengan keparahan penyakit 11,67%. Varietas Bara, Raya, Genie termasuk dalam varietas toleran naungan dengan penurunan produksi berkisar 4,85% sampai 16,88% dan termasuk varietas agak rentan dengan tingkat keparahan penyakit 10,62 sampai 18,82% pada kondisi naungan.
Mendorong Kreativitas Ekonomi Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Jami’ Darussalam Menganti Kesugihan Cilacap Melalui Pengembangan Usaha Mandiri Sodikin Sodikin; Risqa Naila Khusna Syarifah; Roni Nur Triwobowo
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 1 (2026): Januari: SAFARI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v6i1.3350

Abstract

Youth have a strategic role in bringing about positive change, both through social and economic innovation. A potential platform that supports economic empowerment is the mosque youth association (IRMAS). IRMAS Jami’ Darusalam Menganti currently relies solely on TPQ contributions of IDR 10,000/month/student, with no productive economic activities yet. Meanwhile, around the mosque there are chicken noodle and meatball vendors, and the mosque yard has not been utilized other than for parking. IRMAS Jami’ Darusalam Menganti Cilacap has not yet developed independent creative and productive economic skills, lacks sustainable business initiatives to support both the association’s funds and family economy, and has no access to capital to start creative and independent economic activities. The aim of this community service program is to create alternative creative business opportunities through empowering IRMAS to become economically productive. The methods applied include knowledge and skill transfer in hydroponics, digital marketing, and providing alternative solutions for capital access. The results show that IRMAS Jami’ Darusalam gained improved knowledge and skills in creative economy, the establishment of hydroponic farming in the mosque’s backyard, local companies and the village government providing support in capital access, and the utilization of harvested vegetables contributing to the community’s free nutritious meal program.