Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Pengabdian Multidisiplin

Pengaruh Penambahan Semen Terhadap Stabilisasi Pada Tanah Lempung: Studi Kasus Dusun Lanang Desa Lampasio Kabupaten Tolitoli Haris
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2023): Buletin Pengabdian Multidisiplin November 2023
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v1i2.74

Abstract

Dalam pelaksanaan konstruksi jalan raya banyak hal yang menjadi permasalahan dilapanganyang salahsatunya adalah adanya daya dukung tanah dasar yang kurang memadai. Olehnya itu perlu dilakukan perbaikan tanah atau Stabilisasi tanah,adapun jenis tanah yang sering mengalami kesulitan dalam perbaikan tanah adalah tanah lempung. Tujuan dilakukannya stabilisasi tanaah adalah untuk mengetahui nilai kepadatan tanah. Tanah lempung merupakan tanah yang buruk memiliki sifat sangat keras dalam keadaan kering dan bersifat plastis pada kadar air sedang. Salah satu contoh tanah yang mengandung lempung yaitu tanah yang berada di Kecamatan Lampasio di Usun Lanang Desa Lampasio Kabupaten Tolitoli, oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan tanah melalui stabilisasitanah . Tanah asli yang diberi bahan tambah berupa Portland cement memiliki pengaruh dalam menaikkan nilai kepadatan Compaction dan CBR. Portland cement dapat menurunkan nilai kadar air tanah serta dapat menaikkan nilai MDD dan nilai CBR tanah, penambahan bahan tambah berupa Portland cementterhadap tanah lempung di dapatkan dari jumlah berat contoh tanah kering yg di gunakan untuk pengujian pemadatan standar (Compaction) dan CBR.Secara umum stabilisasi tanah adalah suatu cara yang digunakan untuk mengubah atau memperbaiki sifat tanah pada penelitian ini digunakan metode stabilisasi secara kimiawi, Stabilisai tanah secara kimiawi ialah usaha perbaikan tanah dengan mencampur tanah asli dengan bahan tambah seperti Portlandcement sebagai stabilitator yang bertujuan untuk memperbaiki sifat teknis dari suatu tanah.
Analisis Faktor Penyebap Luapan Air Pada Daerah Aliran Sungai ( DAS ) Tambun Kabupaten Tolitoli. Haris
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): Buletin Pengabdian Multidisiplin November 2024
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v2i2.168

Abstract

Tujuan – Indonesia merupakan negara yang memiliki intensitas cura hujan yang tinggi sehingga sangat rentan dengan masala banjir. Peningkatan cura hujan secara dinamis dan signifikan yang terjadi pada umumnya disebapkan oleh peningkatan dampak dari pemanasan global berupa kenaikan suhu permukaan bumi yang disebapkan oleh aktifitas yang terjadi di permukaan. banjir merupakan bencana yang menempati urutan teratas dalam skala nasional. Bencana banjir terjadi dengan waktu yang relative sama dan cenderung meningkat pada setiap tahun dan banyak kejadi di kota kota besar sehingga selalu menimbulkan kerugian baik secara materi maupun non materi. Luapan air sungai merupakan peristiwa yang sering terjadi di Kelurahan Tambun Kabupaten Tolitol. Genangan luapan air tersebut sebagai akibat limpasan air sungai pada DAS Tambun, yang mengalir melebihi kapasitas pengalirannya. Terjadinya luapan air tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kondisi fisik dan kondisi sosial di suatu wilayah. Luapan air tersebut terjadi ketika volume air yang mengalir ditentukan oleh tingkat curah hujan dan tingkat peresapan tanah. Banjir rob atau banjir pasang surut air laut adalah pola fluktuasi muka air laut yang dipengaruhi oleh gaya tarik benda – benda angkasa, terutama oleh bulan dan matahari terhadap massa air laut di bumi. Banjir rob terjadi akibat adanya kenaikan muka air laut yang disebabkan oleh pasang surut air laut. yang biasa terjadi pada area hilir DAS Sungai Tambun.   Sungai Tambun secara administratif berada di Keluran Tambun. Sungai ini memiliki hulu di Pegunungan Malempa dan bermuara di Laut Salu. Di bagian hulu sungai ini memiliki nama Dadakitan dan sedangkan alur sungai yang melewati kelurahan Tambun dikenal sebagai Sungai Tambun. Sungai ini memiliki morfologi bermeander terutama yang masuk arean Kelurahan Tambun. Sehingga sering meluap dan mengakibatkan banjir di area pemukiman. Metode – Metode Analisa data Faktor penyebab terjadinya luapan air sungai pada beberapa segmen di sepanjang DAS Sungai Tambun Analisa Debit Banjir Rencana Studi Literatur dengan berpedoman pada kajian teknis dengan menggunakan Metode HSS Nakayasu upaya yang dilakukan untuk menormalisasi alur sungai yang berkelok kelok pada beberapa segmen pada DAS Sugai Tambun. Hasil – Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas Debit yang bisa ditampung oleh sungai Tambun pada Segmen 1 dan Segmen 2 sebesar 21.853,26 M3/det, lebih kecil dibandingkan Q10 Debit Banjir Rencana = 3829,424 M3 /det, hasil perhitungan analisa debit banjir dengan metode HSS Nakayasu, sehingga kapasitas debit sungai tidak dapat lagi menampung debit tahunan (Q10), sehingga terjadi luapan air pada saat terjadi banjir dan memasuki area pemukiman warga di kelurahan Tambun dan sekitarnya.
Analisa Proyeksi Ketersediaan Debit Air Sungai Terhadap Kebutuhan Air Domestik Masyarakat Desa Matinan Kecamatan Gadung Kabupaten Buol Haris
Buletin Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Buletin Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Piramida Akademi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62385/budimul.v3i1.203

Abstract

Tujuan − Air merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia, baik untuk konsumsi maupun keperluan domestik lainnya. Ketersediaan air bersih yang cukup dan layak sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Air yang aman dan mudah diakses merupakan komponen penting dalam menjaga kesehatan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Desa Matinan dan Desa Lripubogu yang berada di Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, merupakan wilayah yang masyarakatnya belum sepenuhnya memperoleh akses air bersih yang mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas debit air yang diperlukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta memperkirakan kebutuhan air bersih hingga tahun 2035. Metode − Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan berdasarkan data hasil observasi lapangan. Tahapan analisis yang dilakukan meliputi pemilihan sumber air baku, pengukuran debit air (kuantitas), penentuan jumlah dan kepadatan penduduk, serta perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih. Pengukuran debit dilakukan menggunakan metode pelampung, dan proyeksi jumlah penduduk dihitung dengan metode aritmatik. Temuan − Debit air sungai di Desa Matinan dan Desa Lripubogu pada tahun 2024 adalah sebesar 7.115.040 liter/hari. Dengan jumlah penduduk sebanyak 2.567 jiwa, kebutuhan air bersih mencapai 179.670 liter/hari berdasarkan standar kebutuhan 70 liter/orang/hari. Artinya, kebutuhan air bersih tahun 2024 dapat terpenuhi. Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2035 sebesar 2.801 jiwa, kebutuhan air bersih diperkirakan sebesar 196.070 liter/hari, yang masih dapat ditopang oleh kapasitas debit air yang tersedia.