Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor Penyebab Pernikahan Usia Muda di Desa Waitina Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepuluan Sula Duwila, Zurayda; Amelia, Risky Nuri; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 2 (2022): PANGEA: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogafi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v4i2.6611

Abstract

Pernikahan usia muda merupakan pernikahan yang dilakukan pada usia yang terlalu muda. Usia muda artinya, usia yang belum matang secara medis dan psikoliginya. Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab pernikahan usia muda di Desa Waitina. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dengan metode snowball sampling jumlah 6 orang dengan kriteria menikah di usia muda. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam digunakan peneliti untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pernikahan usia muda di Desa Waitina. Berdasarkan analisis data, terdapat faktor-faktor yang melatar belakangi terjadinya pernikahan usia muda di Desa Waitina antara lain faktor ekonomi yang terdiri dari 2 orang informan, dan faktor hamil di luar nikah yang terdiri dari 4 orang informan. Hal ini dikarenakan rendahnya tingkat pendapatan keluarga, sehingga pendapatan tidak sesuai dengan pengeluaran. Kemudian orang tua menikahkan anaknya untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pernikahan usia muda dan tidak ada sosialisasi. Sehingga terjadinya peningkatan pernikahan usia muda.
Analisis Kepuasan Pengunjung Terhadap Ketersediaan Fasilitas Pada Objek Wisata Pantai Akebay Di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan) Hasbun, Ilga; Tolangara, Abdulrasyid; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 2 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i2.9568

Abstract

Objek Wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan, tanpa adanya daya tarik disuatu tempat tertentu kepariwisataan sulit untuk berkembang. Fasilitas wisata sangat berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung dan perkembangan fasilitas. Selain itu, ketersediaan fasilitas sangat penting untuk tujuan wisata, fasilitas wisata harus disediakan oleh penyedia jasa untuk dinikmati konsumen. Tujuan pada penelitian untuk mengetahui kepuasan pengunjung terhadap ketersediaan fasilitas wisata Pantai Akebay Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Untuk teknik pengumpulan dilakukan secara langsung di pantai Akebay dengan cara accidental sampling terhadap pengunjung yang berkunjung ke objek wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan pengunjung Objek Wisata Pantai Akebay dilihat dari kesesuaian harapan dengan persentase keseluruhan sebesar 90,8% termasuk kategori sangat puas, minat berkunjung kembali dengan persentase keseluruhan sebesar 84,4% termasuk kategori sangat puas, kesediaan merekomendasikan dengan persentase keseluruhan sebesar 81,3% termasuk kategori puas, fasilitas utama dengan persentase keseluruhan sebesar 88,9% termasuk kategori sangat puas, terhadap fasilitas pendukung dengan persentase keseluruhan sebesar 84,2% termasuk kategori sangat puas, fasilitas pelengkap dengan persentase keseluruhan sebesar 86,4% termasuk kategori sangat puas, untuk jumlah hasil keseluruhan sebesar 86,2% termasuk kategori sangat puas.
Dampak Keberadaan Pertambangan PT.IWIP Terhadap Masyarakat Di Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Hairil, Wahyuni; Robo, Tamrin; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 2 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i2.9569

Abstract

Pertambangan merupakan salah satu aktivitas yang memanfaatkan sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam ini dapat dilakukan dengan pencairan, penggalian atau bahkan peledakan guna memperoleh hasil tambang yang diharapkan. Kegiatan pertambangan banyak dilakukan pada kawasan hutan yang memiliki potensi, bahkan sejumlah kawasan pertambangan telah mengubah fungsi hutan menjadi ka wasan kematian meskipun terdapat upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup namun tidak seimbang. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan Kawasan Industri terpadu untuk pengolahan logam berat yang berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Berdiri pada 30 Agustus 2018, IWIP merupakan: Proyek Prioritas Nasional berdasarkan PERPRES No. 18 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024 dan Berstatus sebagai Obyek Vital Nasional berdasarkan Keppres No. 63 Tahun 2004. Terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan akibat adanya perusahan, pertama dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di masyarakat Desa Lelilef Sawai dimana perusahaan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), setelah beroperasi lebih memberikan dampak positif dari segi ekonomi yaitu dapat mempekerjakan masyarakat yang tadinya belum memiliki pekerjaan atau menganggur, ada juga dampak dari segi sosial yaitu sering terjadinya keributan seperti perkelahian antara suku. ada juga dampak secara lingkungan yaitu kerusakan hutan yang diakibatkan aktivitas pertambangan yang membuat sebagian besar hutan Desa Lelilef Sawai mengalami kegundulan yang dapat menyebabkan banjir ketika hujan deras, selain itu dampak negatif yang terjadi di Desa Lelilef Sawai yang sering terjadi yaitu terdapat banyak debu apabila terjadinya musim kemarau.
Aktivitas Belajar Peserta Didik dengan Pembelajaran Literasi, Orientasi, Colaborasi dan Refleksi (Loc-R) di SMP Negeri 7 Kota Ternate Hernita Pasongli; Eva Marthinu; Julianto La Taju; Syarifuddin Adjam; Facriah Djumati; M. Ikhsan
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2022): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v3i3.133

Abstract

The lack of use of learning models makes teaching and learning activities less effective and interesting. The lecture learning model commonly used by teachers in teaching and learning activities is often considered boring by students and student learning activities are low. The purpose of this study was to determine the activities of students with the application of the Literacy, Orientation, Collaboration and Reflection Learning Model (LOC-R) at SMP Negeri 7 Ternate City. The research method is descriptive research with a quantitative approach. The research sample was VIIc SMP Negeri 7 Ternate City. The number of samples selected was 35 students consisting of 23 girls and 12 boys. The sample in this study was class VIIc students, the sample was selected by purposive sampling by taking into account the characteristics of students. Collecting data using observation sheets and study documentation. Analysis of the data used is the percentage formula with categorization criteria. The results obtained by student activities at the appreciative stage were 79.9%, literacy stage was 82.8%, orientation stage was 88.4%, collaboration stage was 85.4% and reflection stage was 94.4%. Student learning activities using the LOC-R learning model are very effectively implemented in the classroom
Kajian Dampak Reklamasi Pantai Terhadap Perubahan Kondisi Lingkungan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Kota Ternate Adjam, Syarifuddin; Sinyo, Yumima
EDUKASI Vol 21, No 3 (2023): EDISI OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v21i3.6943

Abstract

The aim of this research is to determine the impact of beach reclamation on changes in the socio-economic conditions of the community in Ternate City. The type of research is quantitative descriptive. The method used was survey and purposive sampling which was carried out in two locations, namely Kampung Makasar Timur Village and Salero Village. The sample of respondents consisted of 42 people from village heads, traders, hunters, youth and fishermen as well as visitors to tourist areas. Data collection through interviews using questionnaires. The results of the research show that the highest percentage is in the affirmative answer with each indicator percentage, namely (1) Indicator of community perception and attitude towards coastal reclamation development 24%, (2) Indicator of community attitude towards the coastal reclamation environment 71%, (3) Indicator of change patterns of social relations between communities 26%, (4) Indicators of changes in community livelihoods 50% and (5) Indicators of social conditions in the community of respondents who agreed were 62%.
Habits and Lifestyles of Coastal Communities in Disposing of Garbage in Madapolo Village, North Obi District Samili, Asnita Ode; Hasim, Jainudin; Adjam, Syarifuddin; Sasmita, Anggit
Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/m12cq812

Abstract

This study aims to describe the habits and lifestyles of coastal communities in disposing of garbage in Madapolo Village, North Obi District, as well as the factors that affect it. The problem of waste in coastal areas is increasingly complex due to low public awareness, lack of waste management facilities, and strong hereditary habit of throwing garbage into the sea. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using thematic analysis methods. The results showed that 74% of people still have poor behavior in disposing of garbage, 78% have habits of less concern for the environment, and 73% have a lifestyle that does not support cleanliness. The educSelatanation factor is one of the main causes, where 92% of respondents are poorly educated, so understanding of the impact of waste on the environment is still limited. In addition, work as a fisherman and other economic activities also shaped the habit of people throwing garbage directly into the sea because it was considered practical. The lack of role of community leaders, weak regulations, and lack of facilities such as garbage dumps also aggravate the condition. This study concludes that behavior change requires comprehensive intervention through environmental education, provision of facilities, involvement of traditional and religious leaders, and the application of social and legal sanctions. With a strategy based on community participation and local wisdom, it is hoped that positive behavior and a clean, healthy, and sustainable coastal environment will be formed.