Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JESS

Studi Cross Sectional Antropometri Anak Usia 7-12 Tahun Dataran Rendah Bahauddin, Muhammad Arja; Alief Utama, Dio Kevin; Hakim, Abdul Aziz
Journal of Education and Sport Science Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan data antropometri siswa-siswi 7- 12 tahun di SD Lab School Unesa Surabaya. Rancangan penelitian menggunakan metode survei Metode cross-sectional Ada banyak topik penelitian sebanyak sampel penelitian hingga 58 siswa dan siswi. Teknik analisa data sampel mendalam menggunakan SPSS dan standar pengukuran antropometri digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisa data tes antropometri pada siswa kelas 1 dan 2 signifikansi adalah 0,814 > 0,05, kelas 2 dan 3 adalah 0,336 < 0,005, kelas 3 dan 4 adalah 0,901, kelas 4 dan 5 adalah 0,814, dan kelas 5 dan 6 adalah 0,186. Kesimpulannya adalah pengujian antropometri untuk anak dimulai dari kelas 1 SD 6 memiliki perbedaan dalam peningkatan khusus kelas saat berada di lingkungan sekolah. Kata kumci : cross sectional,antropometri, dataranrendah Abstract This study aims to determine the comparison of anthropometric data for students aged 7-12 years at SD Lab School Unesa Surabaya. The research design used a survey method. Cross-sectional method. There were as many research topics as the research sample, up to 58 students. In-depth sample data analysis techniques using SPSS and standard anthropometric measurements used in this study. The results of the analysis of anthropometric test data for students in grades 1 and 2 have a significance of 0.814 > 0.05, grades 2 and 3 are 0.336
Pemeriksaan Pertumbuhan Badan Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Metode Antropometri Andrianto, Muhammad Oky; Gutawa, Wisnu Arda; Hakim, Abdul Aziz
Journal of Education and Sport Science Vol. 4 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan merupakan suatu peningkatan ukuran fisik tubuh yang ditunjukkan dengan terjadinya penambahan jumlah dan volume sel baik secara keseluruhan atau sebagian yang dapat diukur. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tubuh, salah satunya adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling umum dan dapat dimodifikasi adalah makanan. Makanan sebagai sumber nutrisi dan zat pembangun di dalam tubuh. Nutrisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode antropometri yaitu pengukuran berat badan dan tinggi badan, kemudian dari hasil kedua pengukuran tersebut dihitung nilai Indeks Massa Tubuh (IMT). Berdasarkan nilai IMT yang diperoleh diketahui bahwa dari 60 siswa ditemukan 60 siswa (35%) memiliki status gizi yang bermasalah yaitu mengalami kekurusan dan kegemukan. Pada siswa yang mengalami status gizi yang bermasalah, diketahui sebanyak 3 siswa (5%) tergolong kurus dan 18 siswa (30%) tergolong gemuk.  Kata Kunci: Antropometri; Pertumbuhan, Siswa SDAbstractGrowth is an increase in the physical size of the body as indicated by an increase in the number and volume of cells either in whole or in part that can be measured. Many factors affect body growth, one of which is environmental factors. The most common and modifiable environmental factor is food. Food is a source of nutrition and building blocks for the body. Unbalanced nutrition can cause various health problems. The method used is the anthropometric method, namely measuring body weight and height, then from the results of these two measurements the value of Body Mass Index (BMI) is calculated. Based on the BMI values obtained, it was found that out of 60 students, it was found that 60 students (35%) had problematic nutritional status, namely experiencing thinness and obesity. For students with problematic nutritional status, it was found that 3 students (5%) were classified as thin and 18 students (30%) were classified as obese.Keywords: Anthropometry; Growt, Elementary School
Pemeriksaan Pertumbuhan Badan Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Metode Antropometri Andrianto, Muhammad Oky; Gutawa, Wisnu Arda; Hakim, Abdul Aziz
Journal of Education and Sport Science Vol. 3 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan merupakan suatu peningkatan ukuran fisik tubuh yang ditunjukkan dengan terjadinya penambahan jumlah dan volume sel baik secara keseluruhan atau sebagian yang dapat diukur. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tubuh, salah satunya adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan yang paling umum dan dapat dimodifikasi adalah makanan. Makanan sebagai sumber nutrisi dan zat pembangun di dalam tubuh. Nutrisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode antropometri yaitu pengukuran berat badan dan tinggi badan, kemudian dari hasil kedua pengukuran tersebut dihitung nilai Indeks Massa Tubuh (IMT). Berdasarkan nilai IMT yang diperoleh diketahui bahwa dari 60 siswa ditemukan 60 siswa (35%) memiliki status gizi yang bermasalah yaitu mengalami kekurusan dan kegemukan. Pada siswa yang mengalami status gizi yang bermasalah, diketahui sebanyak 3 siswa (5%) tergolong kurus dan 18 siswa (30%) tergolong gemuk.  Kata Kunci: Antropometri; Pertumbuhan, Siswa SD AbstractGrowth is an increase in the physical size of the body as indicated by an increase in the number and volume of cells either in whole or in part that can be measured. Many factors affect body growth, one of which is environmental factors. The most common and modifiable environmental factor is food. Food is a source of nutrition and building blocks for the body. Unbalanced nutrition can cause various health problems. The method used is the anthropometric method, namely measuring body weight and height, then from the results of these two measurements the value of Body Mass Index (BMI) is calculated. Based on the BMI values obtained, it was found that out of 60 students, it was found that 60 students (35%) had problematic nutritional status, namely experiencing thinness and obesity. For students with problematic nutritional status, it was found that 3 students (5%) were classified as thin and 18 students (30%) were classified as obese.Keywords: Anthropometry; Growt, Elementary School
Profiling Nordic Hamstring pada Atlet Handball Muarif, Jagat Shine; Hakim, Abdul Aziz; Widodo, Achmad; Firmansyah, Awang
Journal of Education and Sport Science Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jess.v5i2.11937

Abstract

Di Indonesia, handball merupakan olahraga kompetitif yang sangat populer saat ini. Olahraga handball dikategorikan sebagai olahraga yang memiliki risiko cedera yang tinggi dan permainannya memerlukan kombinasi kecepatan, kekuatan, daya tahan, ketangkasan, dan persiapan mental, serta ditandai dengan aktivitas intensitas tinggi dan kontak fisik antar atlet. Faktor risiko cedera yang terjadi pada atlet handball ini dikarenakan kekuatan otot yang rendah, teknik yang salah, kurangnya fleksibilitas, dan rehabilitasi cedera yang tidak memadai.. Pencegahan cedera pada atlet handball penting dilakukan untuk meminimalisir terjadinya cedera. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif, pemilihan subjek dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa atlet handball yang mempunyai kekuatan otot hamstring dengan kategori baik (7 atlet), kurang (3 atlet), dan buruk (4 atlet). Sehingga penelitian ini menunjukan bahwa otot hamstring pada atlet handball kota Surabaya memiliki kekuatan dan imbalance yang berbeda-beda.Kata Kunci: profile, nordic hamstring, bola tanganAbstract In Indonesia, handball is a competitive sport that is very popular today. Handball is categorized as a sport that has a high risk of injury and the game requires a combination of speed, strength, endurance, agility, and mental preparation, and is characterized by high-intensity activity and physical contact between athletes. The risk factors for injury that occur in handball athletes are low muscle strength, incorrect technique, lack of flexibility, and inadequate injury rehabilitation. Injury prevention in handball athletes is important to minimize the occurrence of injuries. This research uses descriptive research with quantitative methods, subject selection is selected based on inclusion and exclusion criteria. The results of this study revealed that handball athletes had hamstring muscle strength in the categories of good (7 athletes), poor (3 athletes), and very poor (4 athletes). So this research shows that the hamstring muscles in handball athletes in the city of Surabaya have different strengths and imbalances.Kata kunci: Profiling, Nordic Hamstring, Handball