Bahasa adalah alat penting untuk berkomunikasi. Seseorang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan rasa, keinginan, keresahan, dan kegembiraan, dan lain-lain. Dalam proses mencapai tujuan, baliho memiliki peran penting dalam memudahkan menyampaikan informasi dan pesan penulis. Bahkan dalam rentang tahun politik, baliho akan terpasang di sepanjang jalan di kota besar di Indonesia. Pertanyaan yang muncul, apakah baliho yang kita temui di sekitar memiliki teks, koteks, dan konteks yang jelas. Peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan penggunaan teks, koteks, dan konteks yang ada di baliho. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan metode baca dan dokumentasi. Sumber data penelitian berupa kata, kalimat yang dilengkapi gambar tang ada di baliho. Teori yang digunakan adalah teori Dell Hymes. Berdasarkarkan analisis yang telah dilakukan, bahasa tidak hanya dilihar dari struktur teks, tetapi juga memperhatikan hubungan antara bahasa, makna, situasi dan kondisi teks dalam konteks sosial, budaya, politik, dan historis. Tiga aspek utama teks, koteks, dan konteks memiliki penting dalam memahami bagaimana wacana dibangun dan bagaimana makna tersembunyi dapat diungkapkan. Teori Dell Hymes, melalui akronim SPEAKING, memberikan panduan untuk menganalisis faktor-faktor situasional yang mempengaruhi pemahaman terhadap wacana, seperti setting, peserta, tujuan, urutan tindakan, dan norma kebahasaan. Analisis data menunjukkan bahwa baliho yang ada di jalan memiliki unsur teks, koteks, dan konteks yang jelas.