Claim Missing Document
Check
Articles

FOLKLOR LISAN PADA PENAMAAN DESA WEDORO, KECAMATAN WARU, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR Alfina, Ana Devi; Indrayanti, Tri
Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2025): Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Pattimura (Indonesia Language and Literature Education Department, The Faculty of Teacher's Training and Educational Sciences, University of Pattimura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arbitrervol7no1hlm39-48

Abstract

Desa Wedoro terleta di daerah Waru, yang terletak di kecamatan Waru, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.k Penamaan sebuah desa memuat nilai-nilai budaya dan sejarah yang diwariskan dari generasi ke generasi.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini menggali cerita rakyat, tradisi lisan, serta interpretasi simbolik yang melekat pada Desa Wedoro terletak di wilayah Waru, kecamatan Waru, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sumber data yang di peroleh di dapatkan melalui wawancara dengan tokoh masyarakat dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa penamaan desa Wedoro, kecamatan Waru, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur berkaitan erat dengan kondisi alam setempat serta dinamika sosial budaya masyarakat pada masa lampau. Hasil penelitian menunjukan bahwa penamaan desa “Wedoro” di yakini berasal dari hewan dara/burung merpati yangselalu hinggap di desa Wedoro, yang seiring berjalannya waktu turut membentuk identitas budaya. Melalui kajian ini, pehaman foklor pada penamaan desa tidak hanya mengungkap fakta historis, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang hubngan antara manusia, lingkungan, dan budaya dalam konteks sejarah lokal.
Ketidaksantunan Berbahasa dalam Acara ILC Episode “Cerita Berbelit Pembunuhan Yosua: Kebohongan Apa Lagi yang Belum Terungkap Kadyaningsih, Rina; Pramujiono, Agung; Indrayanti, Tri
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2023): Belajar Bahasa: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v8i1.408

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: “Bagaimana wujud dan subkategori ketidaksantunan berbahasa dalam acara ILC episode cerita berbelit pembunuhan yosua: kebohongan apa lagi yang belum terungkap?”. Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mendeskripsika wujud dan strategi ketidaksantunan berbahasa dalam acara kanal youtube ilc episode cerita berbelit pembunuhan yosua: kebohongan apa lagi yang belum terungkap. Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dokumentasi untuk penelitian ini menggunakan simak bebas libat cakap. Dalam penganalisisan data peneliti menggunakan metode deskriptif. Wujud tuturan ketidaksantunan berbahasa ditemukan kategori asertif subkategri mengatakan tiga tuturan, subkategori melaporkan empat tuturan, subkategori menyebutkan dua tuturan. Kategori direktif subkategori menyuruh satu tuturan, subkategori memohon satu tuturan, subkategori menuntut dua tuturan, subkategori menyarankan satu. Interogtif satu tuturan. Strategi ketidaksantunan berbahasa yang ditemukan dalam ranah diskusi kasus ferdy sambo pada acara ILC dalam kategori kesembronoan tiga tuturan subkategori (asosiai dengan ungkapan, sinisme dengan ejekan), tiga tuturan main-mainkan muka sepihak (mencerca dengan ejekan, meremehkan dengan sinisme), tiga tuturan melecehkan muka (memerintah beserta kata-kata kasar, mencerca dengan ejekan), dua tuturan mengancam muka (mempringatkan dengan ungkapan kasar, menyuruh dengan ungkapan kasar), dan empat tuturan menghilangkan muka (memperingatkan dengan sindiran, memerintah dengan sindiran, memperingatkan dalam analogi negatif, mengingatkan dengan perumpaan hiperbola, memperingatkan dengan sindiran).  
Proses Kreatif Menulis Cerita Pendek Bagi Guru SMK YPM 5 Sukodono Indrayanti, Tri; M. Shoim, M. Shoim; Astuti, Rahayu Puji; Salsabila, Dewi Shinta Dwi
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i1.202

Abstract

Latar Belakang: Latar belakang kegiatan ini dilandasi oleh pentingnya keterampilan menulis cerita pendek yang memuat nilai-nilai karakter dan keislaman dalam pembelajaran. Tujuan: Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk melatih guru SMK YPM 5 Sukodono dalam mencipta cerita pendek dan menganalisis elemen-elemen sastranya. Metode: Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis untuk menggambarkan isi dan struktur cerita pendek yang dihasilkan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa cerita pendek yang ditulis guru memiliki struktur naratif yang runtut, karakterisasi tokoh Rasulullah SAW yang kuat, serta tema edukatif seperti kepedulian sosial dan pentingnya menuntut ilmu. Kesimpulan: Kesimpulan, karya para guru tidak hanya inspiratif, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai Islam secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk memperkaya pembelajaran berbasis literasi dan karakter.
The Use of the Greeting ”Yang” as a Form of the Maxim of Appreciation in the Surabaya Traditional Market Syaida, Rury Amrilatus; Indrayanti, Tri; Budiyono, Sunu Catur
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2024): Vol 8, No 1 (2024): JURNAL KREDO VOLUME 8 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v8i1.13241

Abstract

Language politeness is how to maintain one’s speech when communicating so as not to offend other people’s feelings. This research aims to describe the use of the greeting ”yang” as an application of the maxim of appreciation in traditional markets in Surabaya. The markets chosen to be research objects are Pucang Market, Pagesangan Market, Turi Market, Manukan Market, and Genteng Market. This research applies Geoffrey Leech’s politeness thepry. The research approach used is a qualitative approach with observational data collection techniques, determining markets, visiting designated markets, preparing recording equipment, visiting kiosks, recording people’s speech, and transcribing data. The data analysis technique uses descriptive methods. From the research results, it can be concluded that the results of data analysis amount to seven utterances that use the greeting ”yang” in the Surabaya traditional market. The purpose of using the greeting ”yang” in social interactions in traditional markets in Surabaya is very diverse, some of which aim to attract the attention of buyers to buy their wares, some to seduce buyers to buy their wares in large quantities, and some are used to appreciate fellow sellers and buyers.
Mengungkap kekuatan retorika dalam pidato Presiden Prabowo Subianto “Singgung Tarif Trump” (Analisis wacana kritis Fairclough) Indrayanti, Tri; Rakhmawati, Ani; Saddhono, Kundharu
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1360

Abstract

In the contemporary political landscape, state speeches are crucial areas for the manifestation of power and the formation of public opinion. This study aims to investigate how President Prabowo Subianto utilizes speech strategies in his speech alluding to the “Trump Tariff” and explores how political speeches are used to strengthen the legitimacy of power, build national identity, and manage power relations in the Indonesian socio-political context. The focus of the study is on identifying rhetorical elements that are strategically used to shape perceptions. The approach used in the critical approach is Fairclough’s Critical Discourse Analysis with a descriptive qualitative method. The analysis carried out includes various discursive elements such as legitimacy strategies, strengthening hegemony, forming collective identities, and the influence of discourse on the audience. The results of the study show that President Prabowo Subianto’s speech fulfills three elements of Fairclough’s dimensions. In addition to the three elements of Fairclough’s dimensions, researchers found uniqueness in President Prabowo’s speech, namely the strategy of using polarity, the use of discursive strategies, intertextuality and interdiscursivity, hegemony strategies and re-narratives of power, the construction of collective and national identities, discursive strategies in speeches, and the use of high-level narratives of legitimacy of power.
Application of PjBL Model With Capcut Media to Improve Speaking Skills In XII High School Grades nurhidayah, elly; Indrayanti, Tri
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2025.6.1.14566

Abstract

This study aims to describe the application of speaking skills of XII grade students at Al Islam Krian High School through the application of the Project Based Learning (PjBL) learning model with CapCut media, especially in Indonesian language subjects. This research is a Classroom Action Research (PTK) which is carried out in two cycles, namely cycle I and cycle II. The results obtained in cycle I, only 21.22% of students were complete in speaking skills, with an average score of 65.09. This was caused by students' lack of interest in the model and media used. After evaluation, in cycle II, the application of PjBL and the use of CapCut showed significant improvement. All students (100%) were successfully completed with the average score rising to 88.78. This research shows that the application of the PjBL model and CapCut media is effective in improving students' speaking skills, as well as making the learning process more interesting and creative. The results of this study are expected to be a reference for educators in applying more innovative learning methods, so that students can actively contribute to learning and improve their language skills optimally. Keyword: Bahasa Indonesia, Speaking, PjBL, CapCut
Application of Snowball Throwing Learning Method Description Text of Class VII-7 SMPN 1 Dawarblandong Sikinayah, Firjatunia; Indrayanti, Tri
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2025.6.1.14685

Abstract

This classroom action research aims to improve vocabulary acquisition of class VII-7 students of SMPN 1 Dawarblandong by using the snowball throwing learning method for descriptive text material. Classroom action research is used to identify difficulties faced in learning and solve real problems faced by educators in order to develop the quality of learning and learning achievement of students. The snowball throwing method means throwing snowballs to your own friends to be answered. The results of the implementation of the snowball throwing learning method to improve vocabulary acquisition in descriptive text material include several assessments consisting of vocabulary acquisition and formative assessments in the snowball throwing learning method. Cycle I assessment of student vocabulary acquisition averaged 78, so it can be said that the average still reaches the KKM value. However, cycle II changed the average to 82. The second assessment of the results of the assessment of self-ability or formative assessment in cycle I reached an average of 86. Meanwhile, cycle II increased with an average of 91. The value of the completion results accumulated with the vocabulary acquisition value and formative assessment using the snowball throwing learning method obtained a percentage of cycle I value of 93% while the student's completion value in cycle II was 100%. Therefore, it is concluded that the increase in vocabulary acquisition completeness through the snowball throwing learning method on the descriptive text material in class VII-7 SMPN 1 Dawarblandong increased classically from cycle I to cycle II as a whole. Keyword: learning methods, snowball throwing, vocabulary
Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Peserta Didik Kelas XII SMA Negeri 1 Kedamean Gresik Pujiastuti, Rahayu; Indrayanti, Tri; Anwar, M. Shoim
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v4i1.364

Abstract

Memiliki kemampuan menulis karya ilmiah populer tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi tugas mata pelajaran, tetapi dapat memberi bekal kepada para peserta didik untuk menjadi komunikator, pemikir kritis, kreatif, dan imajinatif, serta dapat mendukung keberhasilan dalam pendidikan dan dunia kerja. Namun, berdasarkan observasi awal diperoleh informasi bahwa peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kedamean kesulitan dalam menyusun karya ilmiah populer. Meskipun ada ektrakurikuler penulisan karya ilmiah, banyak peserta didik yang kesulitan untuk menemukan ide dan mengembangkan menjadi karya utuh. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah populer peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kedamean. Caranya, dengan melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan. Tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat terdiri atas 12 dosen program studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan 51 peserta. Hasil yang diperoleh dari pelatihan dan pendampingan, yaitu penilaian hasil karya tulis ilmiah populer yang dibuat oleh para peserta didik mencapai 71% sehingga mendapat kriteria kemampuan Baik. Hal tersebut disebabkan respon peserta didik terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 96% dengan kriteria Sangat Positif. Berdasarkan penilaian hasil karya tulis ilmiah populer dan hasil angket berupa respon peserta dapat disimpulkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah populer peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Kedamean, Gresik.
Penggunaan Kata “Berapa” dalam Implikatur Berskala pada Percakapan Masyarakat di Tempat Wisata Kota Surabaya Eka Pratiwi*, Destya Risty; Indrayanti, Tri; Budiyono, Sunu Catur
Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jd.v7i2.4507

Abstract

This article will describe the use of the interrogative verb "how much" which is included in the scale implicature in the conversation of people in tourist attractions in Surabaya City. The method used in the study is a qualitative descriptive method. The data collection technique used is observation. The data source obtained in the study was the speech of people in tourist attractions in Surabaya City. The research data was obtained by recording conversations of people in five tourist attractions in Surabaya City with a cellphone. The theory used in the study is from George Yule. The results of the data analysis found seven uses of the interrogative verb "how much" to ask for the amount, three to ask for the price, and two data to ask for time.Keywords: how much; auxiliary word; question; tourismABSTRAKArtikel ini akan mendeskripsikan penggunaan kata bantu tanya “berapa” yang termasuk dalam implikatur berskala pada percakapan masyarakat di tempat wisata Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni  observasi. Sumber data diperoleh dalam penelitian yakni tuturan masyarakat di tempat wisata Kota Surabaya. Data penelitian diperoleh dengan merekam percakapan masyarakat di lima tempat wisata Kota Surabaya dengan handphone. Teori yang digunakan dalam penelitian  yakni dari George Yule. Hasil analisis data ditemukan tujuh penggunaan kata bantu tanya “berapa” untuk menanyakan jumlah, tiga untuk menanyakan harga, dan dua data untuk menanyakan waktu.Kata kunci: berapa; kata bantu; tanya; wisata
Kata “Aku” sebagai Eksplorasi Diri dalam Tuturan Masyarakat di Tempat Wisata Kota Surabaya Putri, Tarisa Ramandha; Indrayanti, Tri; Budiyono, Sunu Catur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kata aku sebagai eksplorasi diri dalam tuturan masrayakat di tempat wisata Kota Surabaya. Tuturan masyarakat di tempat wisata menjadi objek penelitian yang menarik karena akan ditemukan percakapan-percakapan yang natural tanpa dibuat-buat. Tuturan para pengunjung yang beragam tersebut yang menarik untuk diteliti terutama menggunakan deiksis persona. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini diperoleh seratus tiga puluh lima data deiksis persona yang mencakup di Taman Bungkul sebanyak tiga puluh satu data, di Kebun Binatang Surabaya sebanyak tiga puluh data, di Alun-Alun Surabaya sebanyak tiga puluh dua data, di Pantai Kenjeran sebanyak dua puluh lima data, dan di Wisata Hutan Mangrove Wonorejo sebanyak tujuh belas data. Wujud dan variasi bentuk kata yang ditemukan sebanyak dua ratus enam puluh wujud kata dan sembilan belas variasi bentuk kata yang mencakup tujuh variasi persona pertama, delapan variasi persona kedua, dan empat variasi persona ketiga. Dari penelitian ini, kita dapat memahami pentingnya penggunaan kata ganti yang tepat sebagai acuan agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar.