Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Mewujudkan Adat Cermat Aktivitas Nalar dan Estetik “WACANA” sebagai Upaya Menciptakan Ruang Minat Baca di MTs Darut Tauhid Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. Muflihatul Hasanah; Desiyanto, Jatim; Laily, Rohisotul; Sultonurrohman
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v3i1.959

Abstract

This study addresses the significance of reading in human life, emphasizing its role in acquiring knowledge, information, and entertainment. Reading is a communicative process used by individuals to convey messages and communicate meanings. The benefits of reading include enhancing knowledge, developing critical thinking, improving brain memory, and fostering understanding. The school library is crucial in supporting the learning process by providing diverse information sources and promoting collaboration among students. Establishing reading corners or libraries within schools is an initiative to support the government's mandatory reading movement. The proposed solution, WACANA program, focuses on creating comfortable and attractive reading spaces to enhance students' reading interest. The program not only aims to establish reading corners but also provides sustainable reading facilities. This initiative targets schools lacking reading corners or libraries, with the primary goal of improving reading quality and knowledge acquisition among students. The program is set to be implemented over one month in MTs Darut Tauhid, Torjun District, Sampang Regency. The method involves several stages: preparation, implementation, mentoring, and evaluation. Activities include identifying and selecting the educational institution, program socialization, decoration planning, reading corner renovation, and the official launching of the reading corner. The main targets are increased reading interest, enhanced literacy skills, and improved education quality.
BEHAVIOUR CHANGE THERAPY MODEL TRAINING IN EFFORTS TO CHANGE TOOTH BRUSHING BEHAVIOR PARENTS / GUARDIANS OF MENTAL RETARDED CHILDRENPELATIHAN MODEL BEHAVIOUR CHANGE THERAPY TERHADAP UPAYA PERUBAHAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI ORANG TUA/ WALI ANAK RETARDASI Laily, Rohisotul; Rasipin, Rasipin; Supriyana, Supriyana; Hadisaputro, Suharyo; Santoso, Bedjo
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 3 No. 4 (2021): October 2021
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v1i4.6022

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health problems of most people, including mental retardation children. Child health policy mental retardation with all its limitations requires the participation of parents/ guardians. Brushing teeth behavior of parents in increasing motivation to brush children's teeth mentally retarded. Strategies for providing dental health education in accordance with the needs and abilities of children are needed. Behavior change therapy model in parents/ guardians is a learning model as a skill in brushing children's teeth mentally retarded. Puspose: The purpose of this study is to produce a behavior change therapy model that is able to improve the brushing behavior of parents/ guardians of children with mental retardation. Methods: Research and Development (R & D) procedures there are 5 stages of gathering information, design models, expert validation and revision, test models, the final results of the model. The sample collected 32 parents / guardians. Sampling using a purposive sampling technique. Data on the model results were tested by paired different tests, intergroup difference tests, and proportion. Results: The results of this study, obtained about changes in significant in increasing knowledge knowledge (0.000), attitudes (0.000), skills (0.000) parents/ guardians. Conclusion The model of appropriate and effective behavior change therapy is effective in increasing the brushing of teeth of parents / guardians of children with mental retardation. Keywords: Behaviour change therapy models, tooth brushing behavior, parents/ guardians of children with mental retardation. 
Peningkatan Sikap Terkait Kebersihan Gigi Melalui Media Edukasi Whosit Game di SDN Kertajaya IV Hayatunnufus; Sendia Martina, Yulyana; Laily, Rohisotul; Septiarini, Dwi
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 24 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v24i2.1856

Abstract

The prevalence of dental caries in Indonesia, especially among 10-14 year olds, is 37.2%. Health promotion is an effort to ensure that the community has the willingness and ability to maintain and improve their own health. One of the health promotion strategies is health education. The purpose of this study was to examine the effectiveness of the Whosit Game educational media in improving students' attitudes towards dental and oral health. This study was an analytical study with a pre-experimental design. The research subjects involved 45 fourth-grade students at SDN Kertajaya IV Surabaya with a paired T-test. The results showed a significant increase in students' attitudes before and after being given whosit game education with a p-value of 0.000. It can be concluded that providing education using whosit game media is effective in improving students' attitudes towards dental and oral hygiene. Keywords : Whosit game; Attitude; Dental and Oral Hygiene; Students
IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
Peduli Kesehatan Gigi: Inovasi Edukasi Oral Hygiene untuk Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Happy Angela Surabaya Isnanto Isnanto; Rohisotul Laily; Silvia Prasetyowati; Sunomo Hadi; I Gusti Putu Agung Heri Raditya Putra
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2117

Abstract

Anak berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunagrahita, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut akibat keterbatasan dalam melakukan oral hygiene care secara mandiri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta wali siswa mengenai oral hygiene care, meningkatkan kemampuan menyikat gigi siswa tunagrahita melalui metode penyuluhan, serta menurunkan risiko bau mulut pada siswa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi menyikat gigi, praktik oral hygiene care dengan metode penyuluhan, pendampingan guru dan wali siswa, serta pemberian alat pendukung berupa sikat gigi, pasta gigi, dan dental floss. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan oral hygiene dari 56% menjadi 77%, peningkatan keterampilan oral hygiene dari 43% menjadi 97%, serta peningkatan skill oral hygiene siswa dari 0% menjadi 30%. Metode Metode penyuluhan mengunakan boneka efektif digunakan sebagai media edukasi oral hygiene bagi anak berkebutuhan khusus.
Senyum Ceria Cegah Gigi Berlubang: Sosialisasi Teknik Menyikat Gigi yang Tepat pada Siswa SDN Kertajaya IV Surabaya Rohisotul Laily; Hayatunnufus Hayatunnufus; Yulyana Sendia Martina; Dwi Septiarini; Ni Kadek Mita Argayani
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2125

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah masih menjadi permasalahan yang cukup tinggi, terutama disebabkan oleh rendahnya kebiasaan menyikat gigi yang benar sehingga meningkatkan risiko terjadinya karies dan penyakit periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Whosit Game dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas IV SDN Kertajaya IV Surabaya. Metode penelitian menggunakan pre-test dan post-test dengan intervensi edukasi berbasis permainan dan praktik menyikat gigi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap setelah intervensi. Pendekatan game-based learning yang dikombinasikan dengan demonstrasi mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, motivasi belajar, serta pemahaman konsep kesehatan gigi. Kesimpulannya, Whosit Game efektif sebagai media edukasi promotif dan preventif dalam meningkatkan perilaku kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar.
Training and Utilization of "Ekobela" as a Smart Box Learning Media for The Project to Strengthen Pancasila Learners' Profiles for Primary School Children Desiyanto, Jatim; Laily, Rohisotul; Bariqoh, Asri; Wibowo, Moh. Ari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84850

Abstract

Minimnya kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pancasila dalam mengimplementasikan kurikulum Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  (P5). Pendampingan ini memberikan solusi inovatif untuk mengatasi kendala atau akses pada media pembelajaran di pedesaan melalui program Ekobela. Program Ekobela hadir dengan tujuan melatih kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran dengan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran anak di tingkat sekolah dasar untuk mengintegrasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode pendekatan berbasis ABCD dengan langkah siklus 5-D yaitu (Define, Discovery, Dream, Design, Deliver/Destiny). Subjek pemberdayaan di UPTD SDN Dulang II Torjun, Sampang. Teknik analisis data kualitatif, dengan melakukan analisis terhadap isu-isu yang muncul, memahami pemikiran partisipan dan menginterpretasikan makna dari data tersebut, dan selanjutnya menarik kesimpulan. Program Ekobela dengan Smart Box sebagai media pembelajaran berhasil mengembangkan keterampilan dan kreativitas profesional guru dalam pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran. Program ini dapat secara efektif diintegrasikan pada progam P5 sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan menghasilkan dampak positif pada peningkatan kreativitas siswa dalam pemahaman materi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Motivasi Lansia Terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Di Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya Vidya Saradevi; I.G.A Kusuma Astuti N.P; Rohisotul Laily; Agus Marjianto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1257

Abstract

Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami lansia sertadapat menurunkan fungsi pengunyahan, kemampuan berbicara, estetika, dan kualitas hidup. Meskipunpenggunaan gigi tiruan merupakan upaya rehabilitasi yang efektif, tingkat pemanfaatannya masih rendah. Studiini dirancang guna mengkaji pengaruh motivasi lanjut usia terhadap pemanfaatan gigi tiruan di Posyandu LansiaSekar Arum, Gubeng, Surabaya. Penelitian ini menerapkan metode analitik observasional dengan pendekatancross-sectional. Penentuan sampel melibatkan 54 orang lansia yang direkrut melalui teknik simple randomsampling. Pengumpulan data variabel motivasi dijalankan lewat instrumen kuesioner, sementara statuspemakaian gigi tiruan dipantau memakai lembar checklist. Pengolahan data dieksekusi secara univariat sertabivariat dengan memanfaatkan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Temuan riset mengindikasikan bahwamayoritas subjek studi mempunyai tingkat motivasi yang rendah, yakni sebesar 61,1%, dan sebagian besar tidakmengenakan gigi tiruan (83,3%). Lebih lanjut, analisis bivariat membuktikan adanya pengaruh yang bermaknaantara motivasi lansia terhadap keputusan penggunaan gigi tiruan (p = 0,000). Kelompok lansia yang memilikimotivasi lebih kuat menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk memakai gigi tiruan apabiladibandingkan dengan mereka yang bermotivasi rendah. Hasil ini menegaskan bahwa motivasi memegangperanan krusial sebagai determinan perilaku penggunaan gigi tiruan, sehingga intervensi berupa penguatanmotivasi lewat edukasi kesehatan gigi amat diperlukan, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan aksesterhadap pelayanan kesehatan gigi agar pemanfaatan gigi tiruan pada lansia dapat meningkat.