Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Mewujudkan Adat Cermat Aktivitas Nalar dan Estetik “WACANA” sebagai Upaya Menciptakan Ruang Minat Baca di MTs Darut Tauhid Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. Muflihatul Hasanah; Desiyanto, Jatim; Laily, Rohisotul; Sultonurrohman
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v3i1.959

Abstract

This study addresses the significance of reading in human life, emphasizing its role in acquiring knowledge, information, and entertainment. Reading is a communicative process used by individuals to convey messages and communicate meanings. The benefits of reading include enhancing knowledge, developing critical thinking, improving brain memory, and fostering understanding. The school library is crucial in supporting the learning process by providing diverse information sources and promoting collaboration among students. Establishing reading corners or libraries within schools is an initiative to support the government's mandatory reading movement. The proposed solution, WACANA program, focuses on creating comfortable and attractive reading spaces to enhance students' reading interest. The program not only aims to establish reading corners but also provides sustainable reading facilities. This initiative targets schools lacking reading corners or libraries, with the primary goal of improving reading quality and knowledge acquisition among students. The program is set to be implemented over one month in MTs Darut Tauhid, Torjun District, Sampang Regency. The method involves several stages: preparation, implementation, mentoring, and evaluation. Activities include identifying and selecting the educational institution, program socialization, decoration planning, reading corner renovation, and the official launching of the reading corner. The main targets are increased reading interest, enhanced literacy skills, and improved education quality.
BEHAVIOUR CHANGE THERAPY MODEL TRAINING IN EFFORTS TO CHANGE TOOTH BRUSHING BEHAVIOR PARENTS / GUARDIANS OF MENTAL RETARDED CHILDRENPELATIHAN MODEL BEHAVIOUR CHANGE THERAPY TERHADAP UPAYA PERUBAHAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI ORANG TUA/ WALI ANAK RETARDASI Laily, Rohisotul; Rasipin, Rasipin; Supriyana, Supriyana; Hadisaputro, Suharyo; Santoso, Bedjo
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 3 No. 4 (2021): October 2021
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v1i4.6022

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental and oral health problems of most people, including mental retardation children. Child health policy mental retardation with all its limitations requires the participation of parents/ guardians. Brushing teeth behavior of parents in increasing motivation to brush children's teeth mentally retarded. Strategies for providing dental health education in accordance with the needs and abilities of children are needed. Behavior change therapy model in parents/ guardians is a learning model as a skill in brushing children's teeth mentally retarded. Puspose: The purpose of this study is to produce a behavior change therapy model that is able to improve the brushing behavior of parents/ guardians of children with mental retardation. Methods: Research and Development (R & D) procedures there are 5 stages of gathering information, design models, expert validation and revision, test models, the final results of the model. The sample collected 32 parents / guardians. Sampling using a purposive sampling technique. Data on the model results were tested by paired different tests, intergroup difference tests, and proportion. Results: The results of this study, obtained about changes in significant in increasing knowledge knowledge (0.000), attitudes (0.000), skills (0.000) parents/ guardians. Conclusion The model of appropriate and effective behavior change therapy is effective in increasing the brushing of teeth of parents / guardians of children with mental retardation. Keywords: Behaviour change therapy models, tooth brushing behavior, parents/ guardians of children with mental retardation. 
Peningkatan Sikap Terkait Kebersihan Gigi Melalui Media Edukasi Whosit Game di SDN Kertajaya IV Hayatunnufus; Sendia Martina, Yulyana; Laily, Rohisotul; Septiarini, Dwi
Media Kesehatan Gigi : Politeknik Kesehatan Makassar Vol 24 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mkg.v24i2.1856

Abstract

The prevalence of dental caries in Indonesia, especially among 10-14 year olds, is 37.2%. Health promotion is an effort to ensure that the community has the willingness and ability to maintain and improve their own health. One of the health promotion strategies is health education. The purpose of this study was to examine the effectiveness of the Whosit Game educational media in improving students' attitudes towards dental and oral health. This study was an analytical study with a pre-experimental design. The research subjects involved 45 fourth-grade students at SDN Kertajaya IV Surabaya with a paired T-test. The results showed a significant increase in students' attitudes before and after being given whosit game education with a p-value of 0.000. It can be concluded that providing education using whosit game media is effective in improving students' attitudes towards dental and oral hygiene. Keywords : Whosit game; Attitude; Dental and Oral Hygiene; Students
IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
IMPLEMENTASI KESEPAKATAN KELAS DALAM UPAYA MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI KABUPATEN SAMPANG TAHUN 2023 Jatim Desiyanto; Rohisotul laily; Ainul Fajar
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.1

Abstract

Kedisiplinan tidak terlepas dari perkembangan moral siswa, kemorosotan nilai moral pada anak ditingkat pendidikan menengah dipengaruhi oleh lingkungan kelas yang kurang kondusif. Tujuan Penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi kesepakatan kelas; 2) Mendeskripsikan efektivitas kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa; 3) memeparkan kendala dan solusi yang dihadapi dalam pelaksanaan kesepakatan kelas dalam membangun kedisiplinan siswa, metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) implementasi kebijakan kesepakatan kelas dilihat dari waktu pelaksanaan, indikator keberhasilan, kepatuhan terhadap peraturan dan indikator keberhasilan sudah terlaksana namun hasil yang diperoleh belum maksimal dipengaruhi oleh keterlibatan siswa masih rendah 2) efektivitas kebijakan kesepakatan kelas berdasarkan aspek fungsi, rencana dan ketentuan sudah berjalan dengan semestinya namun menemui hambatan pada tahap evaluasi, guru selaku evaluator kebijakan seharusnya melakukan penyelidikan terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan 3) kendala yang ditemukan; minimnya antusiasme siswa, sumberdaya kurang memadai, kurangnya koordinasi antar guru, evaluasi kebijakan belum berlaku. Solusi yang harus dilakukan sekolah adalah; memberi rangsangan khusus kepada siswa tentang pentingnya kebijakan, memberdayakan sumberdaya yang ada, kepala sekolah mengadakan rapat dengan wali kelas, guru harus melakukan evaluasi secara rutin dan membuat laporan.
Training and Utilization of "Ekobela" as a Smart Box Learning Media for The Project to Strengthen Pancasila Learners' Profiles for Primary School Children Desiyanto, Jatim; Laily, Rohisotul; Bariqoh, Asri; Wibowo, Moh. Ari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.84850

Abstract

Minimnya kreativitas guru dalam menggunakan media pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pancasila dalam mengimplementasikan kurikulum Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  (P5). Pendampingan ini memberikan solusi inovatif untuk mengatasi kendala atau akses pada media pembelajaran di pedesaan melalui program Ekobela. Program Ekobela hadir dengan tujuan melatih kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran dengan pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran anak di tingkat sekolah dasar untuk mengintegrasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode pendekatan berbasis ABCD dengan langkah siklus 5-D yaitu (Define, Discovery, Dream, Design, Deliver/Destiny). Subjek pemberdayaan di UPTD SDN Dulang II Torjun, Sampang. Teknik analisis data kualitatif, dengan melakukan analisis terhadap isu-isu yang muncul, memahami pemikiran partisipan dan menginterpretasikan makna dari data tersebut, dan selanjutnya menarik kesimpulan. Program Ekobela dengan Smart Box sebagai media pembelajaran berhasil mengembangkan keterampilan dan kreativitas profesional guru dalam pemanfaatan barang bekas sebagai media pembelajaran. Program ini dapat secara efektif diintegrasikan pada progam P5 sehingga menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis dan menghasilkan dampak positif pada peningkatan kreativitas siswa dalam pemahaman materi dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.