Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peran Agama Membentuk Sikap Solidaritas Sosial Di Masyarakat Keron, Herlinda; Derung, Teresia Noiman
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2553

Abstract

Agama merupakan suatu bentuk kepercayaan manusia terhadap sesuatu yang bersifat Spritual yang berhubungan dengan Tuhan Yang Kuasa, yang terhubung dengan seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk individu dan masyarakat. Dengan mengetahui peran agama dalam membentuk solidaritas kehidupan sosial dimasyarakat, maka ketika seseorang beragama pasti dapat merasakan tingginya nilai-nilai sosial, terutama dalam perilaku didalam masyarakat. Agama sebagai peran harus dipelihara dan dikembangkan dalam kehidupan sosial, meliputi: peran sebagai nilai-nilai dan norma sosial,peran yang membangun solidaritas sosial, peran yang dapat membentuk identitas sosial, peran pengendalian sosial, peran yang dapat menyebarkan kerukunan dan toleransi social,peran dalam menggerakkan kegiatan social dan peran yang menciptakan stabilitas sosial.kesimpulannya agama berperan sebagai sarana dan tanda keagamaan dalam masyarakat, spritual yang bersumber dari kepercayaan masyarakat pada diri masing-masing dan anggotanya, peranannya menjaga dan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan, kewajiban dan kesejahteraan masyarakat Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi literatur Peneliti mendeskripsikan dan menjelaskan peran agama terhadap dalam membentuk solidaritas sosial masyarakat Data ini diolah melalui beberapa artikel dan jurnal.
Peran Sabda Allah dalam Pembentukan Spiritual dan Profesional Calon Katekis di Era Globalisasi Doa, Floriana; Keron, Herlinda; Habu, Elisabeth Merchi; Derung, Teresia Noiman
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v4i12.2564

Abstract

Artikel ini mengkaji peran penting Sabda Allah dalam membentuk kehidupan spiritual dan profesional calon katekis, yang memegang peran sentral dalam menyebarkan kabar baik di tengah masyarakat. Sabda Allah dipahami sebagai wahyu ilahi yang membimbing, mengajar, dan mengubah hidup umat Katolik, sekaligus menjadi landasan utama dalam tugas katekese. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam untuk menggali pengalaman calon katekis dalam memahami dan menerapkan Sabda Allah dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman teologis yang mendalam, kesiapan untuk mewartakan ajaran Kristus, serta pengembangan karakter spiritual merupakan elemen kunci yang harus dimiliki calon katekis. Studi ini juga mengidentifikasi tantangan utama yang meliputi keterbatasan pemahaman teologis, kesadaran diri, keterampilan mengajar, akses terhadap sumber daya, adaptasi terhadap keberagaman umat, serta pengaruh perubahan sosial di era globalisasi dan teknologi. Dengan upaya untuk memahami dan mengatasi tantangan tersebut, diharapkan calon katekis dapat menjadi individu yang tangguh, responsif, dan efektif dalam menjalankan perannya sebagai pewarta iman di tengah tantangan zaman modern. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan program pendidikan dan pelatihan calon katekis.
The value of family visits as an implementation of maintaining human dignity: a sociological perspective Derung, Teresia Noiman
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242986

Abstract

Family visits are urgently needed at this time because violence in the family is rife and has even increased from time to time. Victims of violence are generally women and children. The cause of violence in the family is due to a shift in understanding regarding the image of God that exists in humans to become a "means" that can be used to satisfy personal interests. Human dignity that belongs to God can be taken away by anyone and in any way. The purpose of writing this article is to describe the urgency of family visits as an implementation of maintaining human dignity in social life. The approach used is a descriptive qualitative approach with literature review methods from various sources, namely journals, Scriptures, books, and Church teachings. This paper uses text analysis according to the context experienced in a sociological perspective. The results found, family visits have three values that can be implemented to maintain human dignity, namely: first, building brotherhood as social beings in society. Second, listen to each other; and third protect each other against evil. Family visits are very important and needed by society at this time, because families need to be greeted, listened to, and protect each other from crime. This effort is made so that human dignity is maintained as the image of God. Advice for Christian families; carrying out family visits at this time is very important as an implementation of maintaining human dignity which has begun to shift due to scientific and technological developments in society.
STRATEGI SUAMI ATAU ISTRI KATOLIK UNTUK MEMPERTAHANKAN IDENTITAS KEAGAMAAN DI PAROKI MARIA TAK BERNODA KEPANJEN Derung, Teresia Noiman
Jurnal Pelayanan Pastoral Jurnal Pelayanan Pastoral (JPP) Vol. 6 No. 1 April 2025
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM), STP-IPI Malang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/jpp.v6i1.692

Abstract

Interfaith marriage is a phenomenon that continues to grow in modern society, including in the Catholic religion. This research aims to identify socio-religious dynamics in interfaith marriages and explore the strategies implemented by Catholic couples, both husband and wife, in maintaining their religious identity. This study focused on Catholics in the Immaculate Conception Parish of Kepanjen, using a qualitative approach through in-depth interviews, observation and documentation.  The research results show that interfaith marriages pose significant challenges in religious life, including in the practice of worship, children's education, and social interactions with the extended family. To face this challenge, Catholic couples apply various strategies, such as building open communication with their partners, negotiating rules regarding worship, and involving children in church activities from an early age. Additionally, support from the Catholic Church is an important factor in helping couples maintain their religious identity.  This research also found that tolerance and respect for the beliefs of non-Catholic partners are key elements in maintaining harmony in their families. Despite facing various dynamics, Catholic couples at the Immaculate Conception Parish of Kepanjen demonstrate the ability to integrate the values ​​of their faith in family life in an adaptive and inclusive manner. This study provides insight into the importance of pastoral support and community strengthening for interfaith couples in maintaining their religious identity.
INTERAKSIONISME SIMBOLIK DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori interaksi simbolik diperkenalkan oleh beberapa sosiolog, yaitu John Dewey, Chales Horton Cooley, George Hebert Mead dan Hebert Blumer. Keempat tokoh ini melihat interaksi simbolik dari perspektif sosial. Dasar dari teori interaksionisme simbolik adalah teori behaviorisme sosial, yang memusatkan diri pada interaksi alami yang terjadi antara individu dalam masyarakat dan masyarakat dengan individu. Interaksi antar individu berkembang melalui simbol-simbol yang mereka ciptakan. Simbol- simbol ini meliputi gerak tubuh antara lain; suara atau vokal, gerakan fisik, ekspresi tubuh atau bahasa tubuh, yang dilakukan dengan sadar. Ketika individu melakukan interaksi dengan individu lain secara sadar, maka interaksi ini disebut interaksi simbolik. Di dalam simbol-simbol yang dihasilkan oleh masyarakat (society) mengadung makna yang bisa dimengerti oleh orang lain. Herber menyebut gerak tubuh sebagai simbol signifikan. Gerak tubuh mengacu pada setiap tindakan yang dapat memiliki makna. Makna ditanggapi oleh orang lain dan memantulkannya lagi sehingga terjadi interaksi. Interaksi yang terjadi antara aktor bersifat dinamis baik dari segi peran maupun makna yang dapat ditangkap. Terkadang, aktor yang sama dapat berperan sebagai subyek yang memulai interaksi, dan dalam kesempatan itu juga ia dapat berperan sebagai obyek yang menanggapi interaksi tersebut. Gerak tubuh yang dimaksud bersifat verbal yaitu menggunakan bahasa lisan, tetapi bisa juga berupa gerak tubuh non verbal. Ketika gerak tubuh mengandung makna, maka gerak tubuh menjadi nilai dari simbol-simbol yang signifikan. Oleh karena itu, masyarakat terdiri atas sebuah jaringan interaksi sosial dimana anggota- anggotanya menempatkan makna bagi tindakan mereka dan tindakan orang lain dengan menggunakan simbol-simbol.
PERILAKU SOSIAL KOMUNITAS ALMA PUTERI DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT DI DESA PURWOREJO DONOMULYO Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku sosial merupakan suasana saling membutuhkan yang merupakan keharusan untuk menjamin keberadaan manusia. Perilaku sosial memusatkan perhatian pada tingkah laku dan pengulangan tingkah laku tertentu sebagai pokok persoalan. Tingkah laku yang dimaksud adalah tingkah laku yang dapat diamati dan dipelajari secara empiris. Sebagai bukti bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai diri-pribadi tidak dapat melakukannya sendiri melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Penulis meneliti perilaku sosial komunitas ALMA Puteri dalam kehidupan bermasyarakat di Donomulyo karena komunitas ALMA Puteri tidak hanya menangani anak berkebutuhan khusus di wisma, tetapi terlibat secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat, dengan mengadakan pertemuan paguyuban orang tua anak disabilitas, terlibat dalam perayaan Satu Suro, dan terlibat dalam kegiatan kemerdekaan Indonesia.Masalah yang akan digali dalam penelitian ini, adalah bagaimana perilaku sosial komunitas ALMA Puteri dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Purworejo Donomulyo. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku sosial komunitas ALMA Puteri dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Purworejo Donomulyo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode wawancara atau inerview. Hasil dari wawancara ditemukan bahwa komunitas ALMA Puteri yang ada di Donomulyo aktif dalam berbagai kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu pertemuan paguyuban orang tua anak disabilitas, aktif dalam kegiatan Satu Suro, dan aktif dalam persiapan ulang tahun kemerdekaan Negara Repubilk Indonesia. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah perilaku sosial komunitas ALMA Puteri yang ada di Purworejo Donomulyo aktif.
PERUBAHAN PERILAKU CALON ALMA PUTERI DALAM PANGGILAN HIDUP SELIBAT Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merupakan setiap aktivitas yang dilakukan oleh setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku dapat terjadi jika ada impuls, persepsi, manipulasi dan konsumasi. Peneliti tertarik meneliti mengenai perubahan perilaku calon ALMA Puteri karena para calon yang berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki karakter berbeda-beda, mampu menjalani proses pembinaan dan sampai pada akhirnya perilaku mereka juga berubah sesuai dengan keputusan yang mereka ambil. Tujuan dari penelitian ini yaitu peneliti ingin mengetahui bagaimana proses perubahan perilaku calon ALMA Puteri dan faktor apa yang mempengaruhi perubahan perilaku calon itu sendiri. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perubahan perilaku calon ALMA Puteri terjadi melalui proses impuls yaitu calon yang merasa terdorong untuk menjadi suster sebanyak 7 orang, bergabung bersama sesama yang berkebutuhan khusus 1 orang dan melarikan diri dari orang tua yang keras 1 orang. Dalam perjalanan pembinaan, mereka memahami, merenungkan, mempertimbangkan dan mengambil keputusan untuk menyerahkan diri secara total kepada Tuhan dalam ALMA Puteri sebanyak 9 orang. Penyerahan ini membuat perilaku calon berubah seusai dengan visi dan misi ALMA Puteri.
GOTONG ROYONG DAN INDONESIA Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud memaparkan keanekaragaman suku, bahasa, agama dan kepercayaan di Indonesia. Adanya keanekaragaman tersebut memang di satu pihak adalah sebuah potensi yang besar untuk membangun bangsa Indonesia, tetapi di lain pihak juga ada bahaya sektarian, di mana masing-masing mau mementingkan kelompoknya sendiri dan tidak jarang terjadi pertikaian antarsuku. Dan jika itu didiamkan akan dapat memecah belah kesatuan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan suatu pengikat yang dapat mempersatukan semua suku, bahasa, agama dan kepercayaan. Salah satu budaya yang dimiliki oleh semua suku di Indonesia adalah gotong royong. Dengan gotong royong inilah kita dapat mempersatukan seluruh bangsa menuju Indonesia yang adil dan makmur. Melalui gotong royong seluruh bangsa Indonesia bekerja sama membangun negeri ini menjadi negeri yang sejahtera.
PASTORAL YANG MENGEMBANGKAN PERSAUDARAAN INSANI DITINJAU DARI SOSIOLOGI Derung, Teresia Noiman
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pastoral yang mengembangkan persaudaraan insani dari segi sosiologi mengingatkan kita akan keberadaan tiap orang dalam masyarakat. Individu tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain atau orang lain menjadi bagian penting dalam hidup bersama sebagai saudara. Persaudaraan berarti persahabatan yang sangat karib, seperti layaknya saudara atau pertalian persahabatan yang serupa dengan pertalian saudara. Persahabatan melampaui pertalian atau ikatan darah seperti yang dicontohkan dalam cara hidup jemaat perdana yang terdapat dalam Kis 2:41-47. Para jemaat perdana menjadikan sesama sebagai satu saudara melampaui hubungan darah. Persaudaraan dalam Sosiologi terjadi melalui interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu saling memengaruhi, mengubah atau memperbaiki satu sama lain (Gerungan (1986:57). Interaksi sosial terjadi dengan latar belakang kebutuhan sesuai teori maslow, yaitu kebutuhan fisik, kebtuhan rasa aman, kebutuhan rasa cinta, kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan terakhir menurut Paul Janssen, adalah kebutuhan spritualitas. Semua kebutuhan ini memanggil manusia untuk memenuhinya bersama dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi sosial dapat terjadi melalui 2 cara, yaitu kontak sosial dan komunikasi sosial. Ketika berinteraksi dalam kehidupan bersama, ada dua bentuk yang dikembangkan, yaitu bentuk asosiatif dan bentuk disosiatif. Bentuk asosiatif merupakan bentuk yang membangun persaudaraan insani karena di dalamnya ada kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Bentuk disosiasi terdiri dari 4 bentuk yaitu persaingan, kontradiksi, pertikaian, pertentangan (conflict).
Peran Keluarga Muda Katolik Dalam Membangun Keharmonisan Keluarga Derung, Teresia Noiman; Alexander, Martinus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga sangat diperlukan jaman ini. Keluarga sebagai Gereja kecil dibina dengan serius agar tercapai kebahagiaan, seperti yang tercantum dalam tujuan perkawinan. Keharmonisan dapat terjalin apabila pasangan yang akan menikah memiliki kesiapan baik secara fisik maupun mental. Satu hal yang menjadi tolok ukur secara fisik adalah usia laki-laki dan perempuan saat menikah sesuai dengan ketentuan Gereja dan pemerintah. Kenyataan yang terjadi di Stasi Santo Yohanes Pimping banyak keluarga katolik yang menikah muda atau menikah di bawah umur. Ada banyak faktor yang menyebabkan nikah muda yaitu ekonomi keluarga, hamil di luar nikah, budaya nikah muda, dan kurangnya pendidikan iman dalam keluarga. Dampak atau masalah yang terjadi dalam keluarga muda di Stasi Santo Yohanes Pimping yaitu kehidupan ekonomi keluarga dalam kemiskinan, perselingkuhan, anak terbengkalai, dan perceraiaan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peran keluarga muda katolik dalam membangun keharmonisan keluarga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa penelitian menggunakan model Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah; dalam mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, hanya suami yang mencari nafkah. Memberikan kasih sayang juga sulit dilakukan karena jarak yang tidak memungkinkan. Mempertahakan kejujuran juga sulit dilakukan oleh suami istri karena mereka sering mengalami kesepian. Indikator terakhir adalah komunikasi yang jarang dilakukan oleh pasangan karena jarak suami-istri yang berjauhan. Kenyataan ini menjadikan keluarga sulit untuk hidup dalam keharmonisan.