Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Membangun Toleransi Umat Beragama dalam Masyarakat yang Majemuk Derung, Teresia Noiman; Sampelan, Anna Bernadette; Lubur, Hermina Serang; Tukan, Nicomedes San Juang
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.844 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i8.1275

Abstract

Negara republik Indonesia adalah bangsa yang memiliki beragam budaya dengan sifat keanekaragaman meliputi budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Dalam bangsa yang pluralistik, sering kali terdapat krisis dan pertikaian yang terjadi antara kelompok-kelompok budaya dan membawa pengaruh pada kerukunan hidup. Tujuan penulisan ini adalah membahas keragaman budaya bangsa Indonesia, toleransi, moderisasi beragama dalam keragaman dan peran penyuluh agama dalam mewujudkan kedamaian bangsa Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka. Kesimpulan kajian ini adalah bahwa dalam kehidupan multikultural diperlukan pemahaman dan kesadaran multibudaya yang menghargai perbedaan, kemajemukan dan kemauan berinteraksi dengan siapapun secara adil. Diperlukan sikap moderasi beragama berupa pengakuan atas keberadaan pihak lain, memiliki sikap toleran, penghormatan atas perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak dengan cara kekerasan. Diperlukan peran pemerintah, tokoh masyarakat, dan para penyuluh agama untuk mensosialisasikan, menumbuhkembangkan sikap toleransi dan moderasi beragama kepada masyarakat sehingga terbentuknya kehidupan yang tentram dan nyaman.
Totemisme Mentawai: Menggali Makna Arat Sabulungan dalam Pembangunan Uma bagi Orang Mentawai Derung, Teresia Noiman; Ghoba, Karolina Kalli; Ardila, Mike; Pandity, Yoseph Ivan Inzaghi W
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 8 (2022): Agustus
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.8 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i8.1276

Abstract

Totemisme adalah istilah menunjuk pada suatu kepercayaan atau agama yang hidup pada sebuah komunitas atau organisasi. Mereka mempercayai bahwa adanya daya atau sifat ilahi yang dikandung didalamnya merupakan pegangan hidup mereka. Pada temuan Durkheim tentang totemisme sebagai sistem agama yang paling sederhana dan primitif serta menjadi lambang organisasi sosial yakni oleh masyarakat tertentu. Orang Mentawai memiliki kepercayaan sendiri yang dianut oleh orang asli suku Mentawai yaitu Arat Sabulungan. Mereka percaya bahwa benda memiliki roh dan jiwa yaitu Seperti dalam pembangunan Uma, orang Mentawai memiliki ritual dalam pembangunan Uma. Jika ritual itu tidak dilaksanakan akan mengakibatkan orang yang membangun Uma celaka dan sakit. Sehingga dalam ritual pembangunan Uma orang Mentawai memaknai hal itu adalah sebagai keselamatan bagi mereka dan terhindar dari kesialan dan penyakit. Adapun tujuan penulis, ingin lebih menggali makna Arat Sabulungan dalam pembangunan Uma bagi orang Mentawai. Hasil penelitian diukur menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara tertutup.
Makna Tari Tor-tor dalam Perayaan Ekaristi di Paroki St. Gregorius Agung Jambi Derung, Teresia Noiman; Sestriani, Roberta; Marbun, Monalisah Putri Br; Febrianto, Damian
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 9 (2022): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.094 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i9.1277

Abstract

Tor-tor merupakan salah satu tarian yang berasal dari suku Batak. Penggunaan Tor-tor sering dijumpai pada acara pernikahan, kematian, dan pesta Batak. Selain itu tari Tor-tor menjadi sebuah ekspresi gerakan estetis serta artistik di mana setiap tarian yang ditampilkan memiliki makna dari setiap gerakannya. Dalam Gereja Katolik penggunaan tari Tor-tor digunakan pada saat perarakan dan persembahan misa Inkulturasi. Yang menjadi permasalahan umat kurang memahami makna penggunaan tari Tor-tor dalam perayaan Ekaristi dan sebagian umat menyampaikan bahwa penggunaan tari Tor-tor dalam perayaan Ekaristi justru mengurangi kesakralan Misa Ekaristi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman umat mengenai makna serta tujuan tari Tor-tor dalam perayaan Ekaristi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah teknik observasi dan wawancara. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif. Adapun hasilnya bahwa tari Tor-tor tidak memiliki makna khusus dalam perayaan Ekaristi, penggunaannya hanya sebagai hiburan misa inkulturasi.
Studi Analisis Pengalaman Krisis Manusia dalam Misteri Ritual Sesajen Jawa Ditinjau dari Sosiologi Agama Menurut Weber Derung, Teresia Noiman; Zefanya, Maria Frameliza; Bisu, Yohanes Emanuel; Dhale, Martina
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 10 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.76 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i10.1278

Abstract

Sebagian masyarakat Indonesia, belum tangguh dalam menghadapi pengalaman krisis seperti sakit penyakit, bencana, penderitaan, kematian dan pengalaman krisis lainnya dalam hidup meski mereka berkuasa dan kaya raya. Karena sadar bahwa, dirinya merasa tidak mampu melewati pengalaman- pengalaman krisis, ia lebih memilih untuk percaya kepada kekuatan-kekuatan di luar iman yang dianutnya. Masyarakat Jawa sendiri memiliki tradisi budaya yaitu sesajen. Tradisi sesajen merupakan sebuah tindakan rasa syukur masyarakat terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan. Tindakan inilah merupakan salah satu cara bagi masyarakat Jawa menanggulangi krisis-krisis dalam hidup. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis pengalaman krisis manusia 2) mendeskripsikan kebudayaan sesajen sebagai tanda ucapan syukur atas kehidupan masyarakat Jawa, 3) mendeskripsikan sosiologi agama dalam tradisi sesajen. Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan menggunakan tiga teknik SLR. Hasil dari penulisan ini mau menunjukan bahwa, masyarakat Jawa masih mempercayai budaya tradisi sesajen sebagai ucapan syukur atas kehidupan yang diperoleh.
Fungsi Agama terhadap Perilaku Sosial Masyarakat Derung, Teresia Noiman; Mandonza, Maria; Suyatno, Gathan Aryasena; Mete, Alexius
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 2 No. 11 (2022): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.703 KB) | DOI: 10.56393/intheos.v2i11.1279

Abstract

Agama merupakan bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat adikodrati yang berkaitan dengan Tuhan Sang Maha Kuasa yang menyertai seluruh ruang lingkup kehidupan manusia baik individu maupun masyarakat. Dengan mengetahui fungsi yang terkandung di dalam agama, maka orang yang beragama dapat merasakan nilai-nilai yang luhur terutama dalam berperilaku ditengah masyarakat. Agama memiliki fungsi yang harus dijaga dan dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat antara lain: Fungsi Edukatif, fungsi penyelamat, fungsi sebagai pendamaian, fungsi kontrol sosial, fungsi pemupuk rasa solidaritas, fungsi transformatif, fungsi kreatif, fungsi sublimatif. Kesimpulannya Agama berfungsi sebagai sarana dan lambang keagamaan dalam masyarakat, kesakralan bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh masyarakat secara keseluruhan bagi setiap anggotanya, dan fungsinya adalah mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas, kewajiban serta perilaku sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Peneliti mendeskripsikan dan menguraikan fungsi agama terhadap perilaku sosial masyarakat. Data tersebut diolah melalui beberapa artikel, jurnal dan berita.
Weekend Paroki Sebagai Sarana Kesiapan Calon Katekis dalam Berpastoral Minaratih, Martina; Derung, Teresia Noiman
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 2 (2023): Februari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i2.1858

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini mengacu pada pentingnya keaktifan para calon katekis dalam menjalankan kegiatan Weekend Pastoral. Hal itu sebagai sarana persiapan diri menghadapi Gereja di masa mendatang dalam konteks keragaman budaya dan tradisi setempat. Kegiatan Week End merupakan salah satu kegiatan wajib bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia dalam rangka pembinaan, penginternalisasian, motivasi, meningkatkan semangat, kemampuan serta keterampilan dalam pekerjaan pastoral. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, dan interpretasi pada teks-teks primer dan sekunder. Hasil penelitian menemukan bahwa calon katekis mendalami panggilannya dalam panca tugas gereja bagi perkembangan umat yang dibinanya menghadapi situasi zaman dan perubahannya yang berdampak bagi pertumbuhan iman umat. Misi pewartaan Sabda Allah masa kini diharapkan mampu mengayomi umat tanpa melepaskan identitas duniawinya. Pengenalan dan pendalaman akan karya keselamatan Allah masuk dalam situasi dunia masa kini melalui panca tugas gerejawi. Pekerja pastoral dapat diterima dalam pelayanannya, maka diperlukan persiapan mengenal budaya baru setiap generasi melalui keaktifan pada weekend.
Partisipasi Mahasiswa STP-IPI Malang sebagai Calon Katekis dalam Kegiatan Doa di Lingkungan Jawa, Yuliana; Derung, Teresia Noiman
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 3 No. 9 (2023): September
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v3i9.1878

Abstract

Partisipasi Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang sebagai calon katekis dalam kehidupan doa di lingkungan yang menjadi tempat domisili mahasiswa saat ini. Penelitian ini lakukan karena masih ada mahasiswa yang belum terlibat aktif di lingkungannya. Dengan penulisan ini, penulis dapat mengetahui penyebab dari kurangnya keterlibatan mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang di lingkungan dengan notabene sebagai calon katekis. Keterlibatan mahasiswa ini sangat di perlukan. Karena walaupun memperoleh ilmu (materi) yang begitu banyak, namun dalam kehidupan doa lingkungan kurang terlibat, maka ilmu itu mati karena tidak berkembang. Mengingat pentingnya partisipasi mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang sebagai calon katekis dalam kegiatan doa dilingkungan, maka penulis meneliti menggunakan metode kuantitatif kepada 30 responden. Metode ini sangat membantu dalam penulisan agar dapat mengetahui apakah mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan Institut Pastoral Indonesia Malang sebagai calon katekis sungguh terlibat dan sungguh mengahayati imannya dalam kegiatan doa dilingkungan sebagai bekal untuk kedepannya.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA DALAM PEWARTAAN INJIL DI ZAMAN MODERN Sipayung, Rismaida Hotamaria; Derung, Teresia Noiman
IN VERITATE LUX Vol 7 No 1 (2024): IN VERITATE LUX: Jurnal Ilmu Kateketik Pastoral Teologi, Pendidikan, Antropologi,
Publisher : STP St. Bonaventura Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63037/ivl.v7i1.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin melihat sejauh mana media sosial menjadi sarana pewartaan injil di zaman modern ini. Media sosial sebagai sarana pewarataan injil tentu saja menjadi hal yang baik dalam Gereja Katolik. Hal ini berarti Gereja mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkannya untuk mewartakan kerajaan Allah di tengan dunia dewasa ini. Mewartakan kerajaan Allah di zaman modern ini mesti memanfaatkan kecanggihan media sosial sebagai sarana dalam pewartaan injil yang tidak terhalang oleh jarak dan waktu. Terdapat beberapa jenis media sosial yang dapat digunakan untuk karya pewartaan seperti; blog, Facebook, Youtube, whatsApp, tik-tok, Instagram dan Twiter. media sosial tersebut sangat berperan penting dalam karya pewartaan Injil. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah metode kepustakaan. Evangelii nuntiandi sebagai sumber utama dalam penelitian ini. Penulis menyimpulkan media sosial menjadi sarana baru dalam pewartaan Injil dan segala kemudahannya justru menjawab kekhawatiran Gereja terhadap arus deras perkembangan teknologi pada zaman modern karena kehadiran media sosial membawah harapan baru bagi Gereja untuk mempermudah tugas pewartaan Injil di zaman modern ini
Tradisi Gawai Dayak Kaum Muda Di Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Nanga Pinoh Derung, Teresia Noiman
Jurnal Masalah Pastoral Vol 9 No 1 (2021): JUMPA (Jurnal Masalah Pastoral)
Publisher : Sekolah Tinggi Katolik Santo Yakobus Merauke

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60011/jumpa.v9i1.124

Abstract

Tradisi suatu daerah akan membudaya apabila tradisi itu diwariskan turun temurun. Kaum muda diharapkan membuka diri dalam melestarikan tradisi Gawai Dayak yang menjadi jati diri mereka. Kenyataan yang terjadi pada kaum muda di Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Nanga Pinoh tidak terlibat dalam kegiatan Gawai Dayak sehingga mereka tidak dapat saling mengenal, menyapa, sehingga tidak ada komunikasi antara sesama kaum muda, tidak saling membantu di saat mengalami kesulitan, dan tradisi tidak dapat diwariskan kepada kaum muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif dan data yang diperoleh melalui angket tertutup yang disebarkan kepada Kaum Muda Katolik yang ada di Paroki Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga Nanga Pinoh. Pengolahan data menggunakan Regresi. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa Tradisi Gawai Dayak tidak berpengaruh Terhadap Perilaku Sosial Kaum Muda. Dengan uji signifikansi Regresi Y terhadap X dengan hipotesis. Nilai 1,49 menunjukkan lebih kecil dari pada Ftab 2,39. Maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Fenomena Urbanisasi dan Dampaknya Terhadap Marginalisasi Sosial Menurut Octogesima Adveniens Sasi, Alfridus Yorianto; Derung, Teresia Noiman
Konstruksi Sosial : Jurnal Penelitian Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/konstruksisosial.v5i1.2656

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena urbanisasi serta dampak yang ditimbulkannya, baik yang bersifat positif maupun negatif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang terjadi akibat urbanisasi serta kesenjangan yang muncul antara kawasan perkotaan dan pedesaan. Dalam penelitian ini, digunakan metode literatur review, yaitu dengan mengkaji berbagai referensi dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong urbanisasi adalah tuntutan sosial dan ekonomi, di mana individu mencari pekerjaan yang lebih baik dan upah yang lebih tinggi di kota. Selain itu, urbanisasi juga dilakukan untuk mengubah gaya hidup, standar hidup yang serba biasa, menuju kehidupan yang lebih modern dan sejahtera. Namun, fenomena ini juga membawa dampak negatif, seperti terjadinya kemiskinan perkotaan, kurangnya infrastruktur, perlakuan yang tidak adil, dalam hal hal gaji yang mimalis, serta ketidakmerataan distribusi sumber daya. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana urbanisasi mempengaruhi masyarakat dan menciptakan perubahan signifikan dalam struktur sosial dan ekonomi suatu daerah.