Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peran Perempuan Dalam Dakwah Digital: Peluang Dan Tantangan Nur Kholifah; Murodi; Muhamad Ardiansyah; Septiyadi; Salma Nur Zahro Maharani
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i2.1221

Abstract

This study aims to explore the role of women in the context of digital da'wah, which has increasingly developed alongside advancements in information technology. The research focuses on three main aspects: (1) the concept of digital da'wah, (2) the role of women in digital da'wah, and (3) the opportunities and challenges faced by women in conducting da'wah through digital platforms. Using a qualitative approach and literature study, the research finds that digital da'wah is a form of religious communication that utilizes digital media—such as social media and other online platforms—to reach a broader and more diverse audience. In this context, women play a significant role, not only as content consumers (objects of da'wah) but also as producers and disseminators of religious messages (subjects of da'wah). They use digital platforms to convey religious messages, initiate discussions, and build communities centered around religious values. However, this role is not without challenges, including social stigma, limited access to technology, and pressure from cultural norms that continue to marginalize women. On the other hand, digital da'wah presents significant opportunities for women to actively participate in spreading religious values, building networks, and expanding their influence in the public sphere. This study concludes that digital da'wah opens new spaces for women to play a more active role in religious activities, although various challenges must still be addressed.
Pemanfaatan Limbah Geo Dipa Dalam Pembuatan Septic Tank : Menuju Lingkungan Bersih (Towards a Clean Environment) Agustina, Amelia; Muhammad Albaz Ulumudin; Nur Kholifah; Ahmad Alfin; Wiji Lestarini
CATHA SAINTIFICA Vol 3 No 2 (2025): November 2025 Article-in-Press
Publisher : Sentra Kekayaan Intelektual dan Inovasi Teknologi (INOTEK) Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/cathasaintifica.v3i2.10259

Abstract

Environmental issues, particularly waste management, remain a serious challenge in Indonesia. One of the industries contributing to solid waste is geothermal power generation, which produces silica residues that have not been fully utilized. This study explores the potential use of Geodipa silica waste as a partial substitute in septic tank culvert concrete mixtures to improve structural performance and support sustainable waste management. The experimental method was carried out at the Civil Engineering Laboratory of Universitas Sains Al-Qur’an by preparing cylindrical specimens with 5%, 8%, and 12% waste variations. Compressive strength tests were performed after seven days of curing. The results showed that the highest compressive strength was achieved at an 8% waste addition, reaching 97.4 MPa, which significantly exceeds the strength of normal concrete at 38.5 MPa. Meanwhile, the 5% and 12% variations showed lower performance compared to the 8% mixture. Cost analysis also indicated that the use of Geodipa waste reduced material expenses compared to normal culverts. These findings highlight that incorporating Geodipa waste into concrete not only enhances strength and cost efficiency but also contributes to environmental sustainability through industrial waste utilization. This innovation has strong potential for application in sanitation infrastructure, particularly septic tank culverts. 
Strategi Pembentukan Karakter Kedisiplinan Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Nur Kholifah; Alvian Setya Nugraha
Millatuna: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 01 (2026): Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/mjsi.v3i01.9305

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki dalam menanamkan nilai moral dan membentuk karakter peserta didik berdasarkan ajaran Islam di lingkungan sekolah. Melalui pengajaran ajaran-ajaran keislaman, PAI bertujuan membimbing siswa agar tumbuh menjadi individu yang beretika dan berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka, yaitu dengan menelaah berbagai sumber tertulis seperti buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan. Fokus utama kajian ini adalah kontribusi PAI dalam pembinaan akhlak, tantangan-tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya, serta strategi untuk meningkatkan efektivitasnya di sekolah. Penelitian ini PAI berperan sebagai sarana pendidikan karakter, terutama dalam menanamkan nilai-nilai moral, kesopanan, dan perilaku positif. Meski demikian, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai hambatan, seperti waktu pembelajaran yang terbatas, kurangnya keteladanan dari pendidik, metode pembelajaran yang monoton, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar dan keluarga siswa. Kendala tersebut membuat nilai-nilai yang diajarkan belum sepenuhnya meresap dan tercermin dalam perilaku seharihari. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan langkah strategis seperti peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru, penerapan metode pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa, kerja sama yang erat antara sekolah dan keluarga, serta penguatan budaya religius di lingkungan sekolah.
Edukasi Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak pada Siswa Kelas I,II,III,IV, V, dan VI SD Negeri Sedayu Andri; Muhammad Zaenaldi Musthofa; Nur Kholifah; Vivi Nurin Fatimah; Zulia Nela Aziza; Rifqi Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7078

Abstract

  Perkembangan teknologi digital dan peningkatan penggunaan gadget di kalangan anak sekolah dasar membawa tantangan signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan gadget berlebihan dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pengetahuan serta perilaku sosial-emosional siswa kelas I,II,III,IV, V, dan VI di SD Negeri Sedayu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Hari Rabu, 28 Januari 2026, dengan melibatkan 117 siswa, menggunakan metode edukasi berbasis media interaktif berupa PowerPoint dan video animasi, serta didampingi guru dan mahasiswa. Materi edukasi mencakup dampak negatif penggunaan gadget berlebihan, termasuk ketergantungan, gangguan interaksi sosial, penurunan kontrol emosi, serta strategi untuk mengurangi kecanduan gadget melalui pengaturan waktu, bermain bersama teman, dan interaksi dengan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan. Mayoritas siswa (67%) masuk kategori “Sangat Baik” dalam post-test, sementara kategori “Rendah” menurun secara drastis. Monitoring perilaku siswa selama dan setelah kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif, seperti peningkatan kemampuan mengendalikan penggunaan gadget dan interaksi sosial yang lebih baik. Edukasi dengan media interaktif terbukti efektif dalam menyampaikan materi secara menarik, mudah dipahami, dan membentuk sikap positif terhadap penggunaan gadget. Kegiatan ini juga berperan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan perkembangan sosial-emosional dan dampak negatif gadget pada fungsi otak, khususnya pre-frontal cortex, yang berhubungan dengan kontrol diri, pengambilan keputusan, dan nilai-nilai moral. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan sosial-emosional siswa, sekaligus mendorong pengelolaan penggunaan gadget secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi berbasis media interaktif merupakan strategi efektif untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak di era digital.