Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Beban Kerja dan Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Ilham Abdurahman Azis; Indra Fajar Alamsyah; Firman Shakti Firdaus
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.13175

Abstract

Abstract. Employees are the most important part of an organization in helping to achieve the company's vision, mission, and goals. One of the factors affecting employee performance is workload and compensation. This research was conducted at PT. Pemodalan Nasional Madani Mekaar Unit Ngamprah. The purpose of this study is to determine the effect of workload and compensation on employee performance. The method used in this research is a quantitative method. Data collection methods used a questionnaire survey. The population in this study consisted of employees, using a sample of 33 respondents with a purposive sampling technique. Data analysis techniques included Classical Assumption Test, Multiple Regression, t-Test, F-Test, and Coefficient of Determination. The results showed that partially, workload had a negative and significant effect on employee performance with a t-value of -5.141, which is less than the t-table value of 169.726, and a significance value of 0.000<0.05. Meanwhile, compensation partially had a positive and significant effect on employee performance with a coefficient of 0.315, a t-value of 5.824, which is less than the t-table value of 169.726, and a significance value of 0.000<0.05. Simultaneously, workload and compensation had a significant positive effect on employee performance with a significance value in the F-test of less than 0.05 (0.000<0.05). Abstrak. Karyawan merupakan bagian terpenting dalam suatu organisasi untuk membantu mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah beban kerja dan kompensasi. Penelitian ini dilakukan di PT. Pemodalan Nasional Madani Mekaar Unit Ngamprah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan kompensasi terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan angket kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan dengan mengunakan sampel sebanyak 33 responden, teknik sampel yang digunakan adalah sampling purposive. Teknik analisis data menggunakan Uji Asumsi Klasik, Regresi Berganda, Uji t, Uji F, dan Koefisien Determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikasi pada t hitung sebesar -5.141 kurang dari nilai t tabel sebesar 169.726, dan nilai signifikansi sebesar 0.000<0.05. Sementara kompensasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sebesar 0.315, nilai t hitung sebesar 5.824 kurang dari nilai t tabel sebesar 169.726, dan nilai signifikansi sebesar 0.000<0.05. Secara simultan beban kerja dan kompensasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikasi pada uji f yaitu f < 0.05 (0.000<0.05).
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Elang Mulya; Suwarsi, Sri; Fajar Alamsyah, Indra
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.13405

Abstract

Abstract. BPPD Kota Bandung, as a government institution, requires human resources support to ensure optimal public service performance. Leadership style and work discipline are key factors in measuring employee job satisfaction. This study aims to: 1) Assess the leadership style at BPPD Kota Bandung; 2) Examine employee work discipline at BPPD Kota Bandung; 3) Measure employee job satisfaction at BPPD Kota Bandung; 4) Analyze the impact of leadership style on employee job satisfaction; 5) Evaluate the impact of work discipline on employee job satisfaction; 6) Investigate the simultaneous effect of leadership style and work discipline on employee job satisfaction at BPPD Kota Bandung. The research uses a descriptive and verificative approach with data analyzed using IBM SPSS Statistics 26. Probability sampling was employed, with 70 employees participating as respondents. Data were collected through a questionnaire. The results indicate: 1) Leadership style is categorized as high, indicating effective application; 2) Work discipline is also categorized as high, showing proper implementation; 3) Employee job satisfaction is categorized as high; 4) Leadership style has a positive and significant impact on job satisfaction; 5) Work discipline has a positive and significant impact; 6) Both leadership style and work discipline have a simultaneous effect on employee job satisfaction. Abstrak. BPPD Kota Bandung, sebagai institusi pemerintah, memerlukan dukungan sumber daya manusia untuk memastikan kinerja pelayanan publik yang optimal. Gaya kepemimpinan dan disiplin kerja adalah faktor kunci dalam mengukur kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menilai gaya kepemimpinan di BPPD Kota Bandung; 2) Mengkaji disiplin kerja pegawai di BPPD Kota Bandung; 3) Mengukur kepuasan kerja pegawai di BPPD Kota Bandung; 4) Menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pegawai; 5) Menilai pengaruh disiplin kerja terhadap kepuasan kerja pegawai; 6) Menginvestigasi pengaruh simultan gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja pegawai di BPPD Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif dengan analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Teknik pengambilan sampel adalah probability sampling dengan 70 responden pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gaya kepemimpinan dikategorikan tinggi, menandakan penerapan yang baik; 2) Disiplin kerja juga dikategorikan tinggi, menunjukkan penerapan yang sesuai; 3) Kepuasan kerja pegawai dikategorikan tinggi; 4) Gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; 5) Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan; 6) Gaya kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh simultan terhadap kepuasan kerja pegawai.
Analisis Kepuasan Pelanggan pada Platform Netflix di Kota Bandung dengan Menggunakan Metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA) Dea Shafa Adilah; Indra Fajar Alamsyah; Rizka Estisia Pratiwi
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.13700

Abstract

Abstract. The rapid growth of streaming services in Indonesia has led to increasingly intense competition in the industry. Netflix, as one of the popular streaming services, must continuously innovate to maintain its position. To remain competitive with other players in the same business environment, a study was conducted. The purpose of this study is to determine the level of customer satisfaction with Netflix's service quality and to assess the alignment between the service quality attributes that customers expect and what Netflix provides. The sampling technique used in this study is saturated sampling. The research method utilizes the Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance-Performance Analysis (IPA) methods. The results of the Customer Satisfaction Index (CSI) indicate a score of 86.19%, which falls into the "Very Satisfied" category for Netflix's streaming services. The results of the Importance-Performance Analysis (IPA) show an average conformity level of 95.81%. These findings suggest that the majority of respondents feel that Netflix's service performance closely aligns with their expectations or needs. However, there are five attributes that need improvement, including Netflix having a strong privacy policy to protect customers' personal data, guaranteeing the recovery of accounts that encounter issues, providing parental control features within accounts, ensuring that user privacy data will not be misused, and providing age rating information on all content. Abstrak. Pesatnya pertumbuhan layanan streaming di Indonesia, persaingan di industri ini semakin ketat. Netflix, sebagai salah satu layanan streaming yang populer, harus terus berinovasi untuk mempertahankan posisinya. Untuk tetap dapat bersaing dengan pesaing lainnya dalam lingkungan bisnis yang sama, dilakukanlah sebuah penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan Netflix dan mengetahui tingkat kesesuaian atribut kualitas pelayanan oleh pelanggan dengan apa yang diberikan oleh Netflix. Jenis teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampling jenuh. Metode penelitian menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil dari Customer Satisfaction Index (CSI) senilai 86,19% yang termasuk kedalam kriteria “Sangat Puas” dengan layanan streaming Netflix. Hasil dari Importance Performance Analysis (IPA) tingkat kesesuaian menunjukkan nilai rata-rata sebesar 95,81%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mayoritas responden merasa bahwa kinerja layanan Netflix sangat sesuai dengan harapan atau kebutuhan mereka. Terdapat 5 atribut yang perlu diperbaiki diantaranya, Netflix memiliki kebijakan privasi yang kuat untuk melindungi data pribadi pelanggan, memberikan jaminan terhadap pengembalian akun yang mengalami masalah, menyediakan fitur kontrol orang tua dalam suatu akun, jaminan data privasi yang dimiliki pengguna tidak akan disalahgunakan, dan menyediakan informasi rating usia di setiap konten.
The Phenomenon of Hallyu or Korean Wave in Shaping Gen-Z Consumption Interest Ahmad , Maudi Meliani; Alamsyah, Indra Fajar; Abdurrahim Abi Anwar, Umari
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.13805

Abstract

Abstract. This research focuses on the global impact of a country's culture, as seen in the Korean Wave or Hallyu phenomenon. This phenomenon not only attracts consumption, but also indirectly shapes the lifestyle of its fans. The purpose of this research is to explain the Korean Wave phenomenon in the formation of cultural identity, describe the role of South Korean celebrities in influencing consumptive behaviour, and develop the role of generation Z in supporting the creative industry in Bandung City. The method used is qualitative data analysis with a transcendental phenomenological approach according to Moustakas (1994). Data collection techniques included in-depth interviews, observation, and document review. The data source of this research is generation Z who are fans of Korean dramas with a total of 9 people using purposive sampling technique. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and verification. This research found that the Korean Wave influences generation Z's cultural identity, shapes consumptive behaviour, and contributes to the growth of the creative industry. This research provides input for generation Z to improve entrepreneurship education, collaboration between young entrepreneurs, and digital skills development to capitalise on the potential of the Korean Wave and support local economic growth. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada dampak global budaya suatu negara, seperti yang terlihat pada fenomena Korean Wave atau Hallyu. Fenomena ini tidak hanya menarik minat konsumsi, tetapi juga secara tidak langsung membentuk gaya hidup para penggemarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan fenomena Korean Wave dalam pembentukan identitas budaya, mendeskripsikan peran selebriti Korea Selatan dalam memengaruhi perilaku konsumtif, serta mengembangkan peran generasi Z dalam mendukung industri kreatif di Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan pendekatan fenomenologi transendental menurut Moustakas (1994). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen. Sumber data penelitian ini adalah generasi Z yang merupakan penggemar drama Korea dengan total 9 orang menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Penelitian ini menemukan bahwa Korean Wave memengaruhi identitas budaya generasi Z, membentuk perilaku konsumtif, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif. Penelitian ini memberikan masukan bagi generasi Z untuk meningkatkan pendidikan kewirausahaan, kolaborasi antar pengusaha muda, dan pengembangan keterampilan digital untuk memanfaatkan potensi Korean Wave dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengaruh Reward and Punishment dan Persepsi Dukungan Organisasi terhadap Produktivitas Karyawan Rumah Makan Kasum Cilacap Pungki Wahyu Diana; Allya Roosallyn Assyofa; Fajar Alamsyah, Indra
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.14107

Abstract

Abstract. In the process, the business world must pay attention to the importance of human resource management (HR) for productivity. Of course, HR management must pay attention to the fairness provided by the company or organization and the facilities provided to its employees. The relationship between justice and the facilities provided for employee productivity is closely related to the theory of HR Management. This research has three main objectives, namely to partially determine the influence of reward and punishment on employee productivity, the impact of perceived organizational support on productivity partially, and the influence of reward and punishment, and perceived organizational support on productivity simultaneously. Kasum Cilacap Restaurant was used as the object of this research, and as many as 40 employees were used as subjects in this research which were then processed statistically with the help of the IBM SPSS Version 26.0 application. This research uses a regression test to find partial effects and an F test to find simultaneous effects. The results of this research indicate that there is a simultaneous influence of reward and punishment on employee productivity and perceptions of organizational support for employees. In addition, it was found that there was a partial influence on reward and punishment, and perceptions of organizational support on employee productivity. Abstrak. Dunia bisnis dalam prosesnya haruslah memperhatikan pentingnya manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk produktivitasnya. Tentunya dalam manajemen SDM harus memperhatikan keadilan yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi, dan fasilitas apa yang diberikan kepada karyawannya. Keterkaitan antara keadilan dan fasilitas yang diberikan terhadap produktivitas karyawan sangat terkait dengan teori Manajemen Sumber Daya Manusia. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama yaitu mengetahui pengaruh reward and punishment terhadap produktivitas karyawan secara parsial, pengaruh persepsi dukungan organisasi terhadap produktivitas secara parsial, dan pengaruh reward and punishment, dan persepsi dukungan organisasi terhadap produktivitas secara simultan. Rumah Makan Kasum Cilacap dijadikan objek dalam penelitian ini, dan sebanyak 40 karyawan dijadikan sebagai subjek dalam penelitian ini yang kemudian diolah secara statistik dengan bantuan applikasi IBM SPSS Versi 26.0. Penelitian ini menggunakan uji regresi dalam mencari pengaruh secara parsial dan uji F dalam mencari pengaruh secara simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh secara simultan pada reward and punishment terhadap produktivitas karyawan, dan persepsi dukungan organisasi terhadap karyawan. Selain itu, ditemui bahwa terdapat pengaruh secara parsial pada reward and punishment, dan persepsi dukungan organisasi terhadap produktivitas karyawan.
An Exploratory Factor Analysis (EFA) on Customer Satisfaction: The Case of McDonald’s Application Users in Bandung City Mutiarasarry Mulyanti Hidayat; Indra Fajar Alamsyah; Nadia Meirani
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.14295

Abstract

Abstract. McDonald's app is a food delivery service offered through a software application that allows customers to enjoy services such as ordering food, finding nearby restaurants, viewing menus, getting promotions, and joining loyalty programs. With this, McDonald's improves customer convenience and experience. The success of the restaurant industry can be measured based on customer satisfaction with McDonald's app. This study uses exploratory factor analysis to identify the components that influence the satisfaction of McDonald's app users in Bandung City. The data used in this study are primary data from respondents in Bandung City who use the McDonald's application or have used it. Factor analysis divides variables into fewer factors. Most of the information about a variable is found in the factors that make it up. The results obtained show that the factors considered in determining user satisfaction with the McDonald's application can be identified using exploratory factor analysis. This is based on the eigenvalue of four factors that have a value of more than one and a cumulative diversity of 65.59%. The factors formed are Service Quality And Customer Satisfaction, Application Quality And Customer Perception, User Experience And User Interface Design, and Information Quality And User Trust. Abstrak. Aplikasi McDonald's adalah layanan pesan-antar makanan yang ditawarkan melalui aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan seperti memesan makanan, menemukan restoran terdekat, melihat menu, mendapatkan promosi, dan mengikuti program loyalitas. Dengan ini, McDonald's meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pelanggan. Kesuksesan industri restoran dapat diukur berdasarkan kepuasan pelanggan aplikasi McDonald's. Penelitian ini menggunakan analisis faktor eksploratori untuk mengidentifikasi komponen yang mempengaruhi kepuasan pengguna aplikasi McDonald's di Kota Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari responden di Kota Bandung yang menggunakan aplikasi McDonald's atau pernah menggunakannya. Analisis faktor membagi variabel variabel menjadi lebih sedikit faktor. Sebagian besar informasi tentang variabel ditemukan pada faktor yang membentuknya. Hasil yang didapatkan bahwa faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan kepuasan pengguna aplikasi McDonald's dapat diidentifikasi dengan menggunakan analisis faktor eksploratori. Ini didasarkan pada nilai eigen dari empat faktor yang memiliki nilai lebih dari satu dan keragaman kumulatif sebesar 65,59%. Faktor-faktor yang terbentuk yaitu Service Quality And Customer Satisfaction, Application Quality And Customer Perception, User Experience And User Interface Design, dan Information Quality And User Trust.
Factor in Purchasing Maybelline Make Up in Bandung City Flandria Hanif Fathara; Alamsyah, Indra Fajar; Estisia Pratiwi, Rizka
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.14455

Abstract

Abstract. The research explores factors influencing women's purchasing decisions for Maybelline products in Bandung amidst growing competition in the cosmetic industry. Employing exploratory factor analysis with a quantitative approach, the study uses non-probability sampling and gathers data through observations, interviews, and questionnaires, analyzed via a Likert scale. The findings reveal six key factors affecting purchase decisions: Marketing Aspect (F1), including friend recommendations, brand reputation, influencer impact, advertising, customer service, product availability, packaging, and quality; Purchase Intention (F2), which covers impulsive buying, brand superiority, promotions, product reviews, trends, and availability; Social and Functional Factors (F3), such as opinions from friends or family and ease of use; Economic Factors and Distribution Channels (F4), focusing on price and purchasing methods (online or offline); Social Factor (F5), emphasizing testimonials from friends or family; and Purchasing Strategy (F6), considering whether purchases are individual or bundled. This comprehensive analysis highlights the diverse elements shaping consumer behavior in the competitive cosmetics market. Absrak. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian wanita terhadap produk Maybelline di Bandung di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri kosmetik. Menggunakan analisis faktor eksploratori dengan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling dan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang dianalisis melalui skala Likert. Hasil penelitian mengungkapkan enam faktor utama yang mempengaruhi keputusan pembelian: Aspek Pemasaran (F1), yang meliputi rekomendasi teman, reputasi merek, dampak influencer, iklan, layanan pelanggan, ketersediaan produk, kemasan, dan kualitas; Niat Membeli (F2), yang mencakup pembelian impulsif, superioritas merek, promosi, ulasan produk, tren, dan ketersediaan; Faktor Sosial dan Fungsional (F3), seperti pendapat dari teman atau keluarga dan kemudahan penggunaan; Faktor Ekonomi dan Saluran Distribusi (F4), yang berfokus pada harga dan metode pembelian (online atau offline); Faktor Sosial (F5), yang menekankan pada testimoni dari teman atau keluarga; dan Strategi Pembelian (F6), yang mempertimbangkan apakah pembelian dilakukan secara individu atau bundling. Analisis komprehensif ini menyoroti berbagai elemen yang membentuk perilaku konsumen dalam pasar kosmetik yang kompetitif.
Pengaruh Stres Kerja terhadap Burnout pada Karyawan Pria Generasi Milenial Alvira Herdana Lutfi; Suwarsi, Sri; Alamsyah, Indra Fajar
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.14596

Abstract

Abstract. In this era of technological development, it is necessary for companies to be able to manage all their resources, especially human resources, so that the company can continue operating. Not infrequently, with the dense intensity of activities that the company wants to achieve, this makes employees feel stressed which, if left untreated, will lead to burnout. This situation is not easy, especially for the Millennial Generation who currently have an important role in the world of work. The method in this research is descriptive and verification using SMARTPLS 4.0. Respondents in this study totaled 96 respondents. The results of this research conclude that 1) Work stress among Millennial Generation Male Employees at PT. PAMA Persada Nusantara Sangatta City is in the very high category 2) Burnout among Millennial Generation Male Employees at PT. PAMA Persada Nusantara Sangatta City is in the high category 3) Job stress has a significant positive effect on burnout by showing a t-statistic value of 34.494 with a large effect of 0.904. Thus, it is recommended that apart from providing education from the company to employees, it is also hoped that there will be attention between employees to themselves, employees to their environment, and the company to employees. With a lively atmosphere of mutual understanding, it will create a healthy, synergistic progression. Abstrak. Di era perkembangan teknologi ini perlu bagi perusahaan untuk mampu mengelola semua sumber dayanya terutama sumber daya manusia agar perusahaan dapat tetap beroprasi. Tak jarang dengan padatnya intensitas kegiatan yang hendak dicapai perusahaan hal ini membuat karyawan merasakan stres yang apabila dibiarkan secara berjangka akan mengarah kepada burnout. Situasi ini bukanlah hal yang mudah terutama bagi Generasi Milenial yang saat ini memiliki peran penting di dunia kerja. Metode dalam penelitian ini ialah deskriptif dan verifikatif dengan menggunakan SMARTPLS 4.0. Responden dalam penelitian ini berjumlah 96 responden. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Stres kerja pada Karyawan Pria Generasi Milenial di PT. PAMA Persada Nusantara Kota Sangatta berkategori sangat tinggi 2) Burnout pada Karyawan Pria Generasi Milenial di PT. PAMA Persada Nusantara Kota Sangatta berkategori tinggi 3) Stres Kerja berpengaruh posistif signifikan terhadap burnout dengan menunjukkan nilai t-statistic sebesar 34,494 dengan besar pengaruh sebesar 0,904. Dengan demikian maka disarankan selain diadakannya edukasi dari perusahaan kepada karyawan juga diharapkan adanya perhatian antara karyawan ke dirinya sendiri, karyawan ke lingkungannya, dan perusahaan ke karyawan. Dengan hidupnya suasana saling mengerti akan menciptakan progresif yang sinergis secara sehat.
Pengaruh Efikasi Diri dan Spiritualitas di Tempat Kerja terhadap Kinerja Inovasi pada Karyawan PLN Icon Plus SBU Regional Jakarta Banten Khansa Ghina Lestari; Sri Suwarsi; Indra Fajar Alamsyah
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.14790

Abstract

Abstract. In developing excellence and competing with competitors, companies need innovation. Employees with high levels of self-efficacy will improve innovation performance in the company. Spiritual values ​​are also needed in the workplace that can encourage innovation. The purpose of this study was to determine self-efficacy, spirituality in the workplace, and innovation performance and to determine the effect of self-efficacy and spirituality on innovation performance partially or simultaneously. The method used in this study is quantitative and uses multiple linear regression analysis. The object of research in this study is PLN Icon Plus SBU Regional Jakarta Banten. The research sample used a saturated technique sample in the company's marketing and sales division totaling 36 respondents. Data collection used a questionnaire that measured the level of self-efficacy, spirituality in the workplace and innovation performance. Based on the results of the study, it shows that self-efficacy is measured by the dimensions of level, strength and generalization including the very high category, spirituality in the workplace is measured by the dimensions of meaning in work, sense of togetherness, and alignment with company values ​​including the high category, the level of innovation performance is measured by the dimensions of product, process and managerial including the very high category. Self-efficacy partially has a positive and significant effect on innovation performance, spirituality in the workplace partially has no significant effect on innovation performance, self-efficacy and spirituality in the workplace simultaneously have a positive and significant effect on innovation performance. Abstrak. Dalam mengembangkan keunggulan dan bersaing dengan kompetitor, perusahaan memerlukan adanya inovasi. Karyawan dengan tingkat efikasi diri yang tinggi akan meningkatkan kinerja inovasi di perusahaan. Diperlukan juga nilai-nilai spiritualitas di tempat kerja yang dapat mendorong dalam berinovasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efikasi diri, spiritualitas di tempat kerja, dan kinerja inovasi dan mengetahui pengaruh efikasi diri dan spiritualitas terhadap kinerja inovasi secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dan menggunakan analisis regresi linear berganda. Objek penelitian dalam penelitian ini yaitu PLN Icon Plus SBU Regional Jakarta Banten. Sampel penelitian menggunakan teknik sampel jenuh pada divisi pemasaran dan penjualan enterprise yang berjumlah 36 orang responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat efikasi diri, spiritualitas di tempat kerja dan kinerja inovasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri diukur dengan dimensi tingkat, kekuatan dan generalisasi termasuk kategori sangat tinggi, spiritualitas di tempat kerja diukur dengan dimensi bermakna dalam pekerjaan, rasa kebersamaan, dan keselarasan dengan nilai perusahaan termasuk kategori tinggi, tingkat kinerja inovasi diukur dengan dimensi produk, proses dan manajerial termasuk kategori sangat tinggi efikasi diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi, spiritualitas di tempat kerja secara parsial tidak berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja inovasi, efikasi diri dan spiritualitas di tempat kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja inovasi.
The Influence of User Experience (UX) and Customer Experience (CX) on Purchasing Decision Alghifari Akbar Budiono; Alamsyah, Indra Fajar; Meirani, Nadia
Bandung Conference Series: Business and Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Business and Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsbm.v4i2.14881

Abstract

Abstract. This research focuses on the variables of User Experience (UX), Customer Experience (CX) and Purchasing Decision. This study aims to test and determine the effect of User Experience (UX) and Customer Experience (CX), Purchasing Decision on Apple IPhone users and customers in Sukabumi City. This research is included in the type of descriptive and verification research with quantitative methods. The sampling technique used was random sampling. The data collection method used in this study is a survey method with a questionnaire instrument. The object of this research is Apple IPhone users and customers in Sukabumi City and have owned an Apple IPhone in the last 6 months or 1 year with a total of 93 respondents. The data analysis used is descriptive and verification analysis, namely by using multiple linear regression analysis, F test, t test and coefficient of determination. The results of this study indicate that User Experience (UX) partially has a positive and significant effect on Purchasing Decision, Customer Experience (CX) has a positive and significant effect on Purchasing Decision. Then simultaneously User Experience (UX) and Customer Experience (CX) have a positive effect and on Purchasing Decision. With a good User Experience and Customer Experience (CX), it is expected that it will provide Purchasing Decision to achieve better results. Abstrak. Penelitian ini berfokus pada variabel Pengalaman Pengguna (User Experience/UX), Pengalaman Pelanggan (Customer Experience/CX), dan Keputusan Pembelian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menentukan pengaruh Pengalaman Pengguna (UX) dan Pengalaman Pelanggan (CX) terhadap Keputusan Pembelian pada pengguna dan pelanggan Apple iPhone di Kota Sukabumi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dan verifikatif dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan instrumen kuesioner. Objek penelitian ini adalah pengguna dan pelanggan Apple iPhone di Kota Sukabumi yang telah memiliki Apple iPhone dalam 6 bulan terakhir atau 1 tahun dengan total 93 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan verifikatif, yaitu dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengalaman Pengguna (UX) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian, Pengalaman Pelanggan (CX) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Secara simultan, Pengalaman Pengguna (UX) dan Pengalaman Pelanggan (CX) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian. Dengan Pengalaman Pengguna dan Pengalaman Pelanggan yang baik, diharapkan dapat meningkatkan Keputusan Pembelian untuk mencapai hasil yang lebih baik.