Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Status Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Pola Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Hidayati, Miftahul; Jelmila, Sri Nani; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.229

Abstract

Pendahuluan: Keteraturan siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi perempuan. Ketidakteraturan siklus menstruasi, seperti oligomenorea dan amenore, sering terjadi pada perempuan usia produktif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan aktivitas fisik.Tujuan penelitian:  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2023. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 134 mahasiswi diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan klasifikasi WHO Asia Pasifik, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Pola siklus menstruasi diklasifikasikan sebagai normal atau tidak normal berdasarkan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur (56,7%). Mayoritas responden memiliki status gizi normal (49,3%) dan aktivitas fisik berat (42,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi (p=0,004) serta antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (
PROFIL HEMOGLOBIN, LINGKAR LENGAN ATAS, DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL SEBAGAI INDIKATOR ANEMIA: STUDI DESKRIPTIF DI PUSKESMAS NARAS Ahifa Taurisia; Jelmila, Sri Nani; Arief Rinaldy
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 12 (2025): Nusantara Hasana Journal, May 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i12.1438

Abstract

Anemia during pregnancy remains a significant public health problem with serious consequences for both mother and fetus. Nutritional status, level of knowledge, and adherence to iron supplementation are known to be associated with the incidence of anemia. This study aimed to evaluate hemoglobin levels, mid-upper arm circumference (MUAC), and maternal knowledge as indicators of anemia in pregnant women at the Naras Primary Health Center. This descriptive study employed a cross-sectional approach involving 71 pregnant women selected through consecutive sampling. Data collection included hemoglobin measurement using a hematology analyzer, MUAC measurement with a standard anthropometric tape, and structured interviews to assess knowledge level and adherence to iron tablet supplementation. The findings revealed that 52.1% of the respondents were anemic (Hb <11 g/dL), 36.6% had poor nutritional status (MUAC <23.5 cm), and 40.8% had low knowledge about anemia. Additionally, 36.6% of the respondents were non-adherent to iron tablet consumption. Anemia in pregnant women at the Naras Health Center is multifactorial and closely related to nutritional status, knowledge, and adherence to supplementation. Integrated interventions through nutrition education, regular monitoring of nutritional status, and continuous support from health workers are essential to reduce the prevalence of anemia during pregnancy.
Gambaran Anemia, Defisiensi Zat Besi, dan Status Nutrisi pada Remaja Putri Maribeth, Annisa Lidra; Jelmila, Sri Nani; Hamda, Rialta
Health and Medical Journal Vol 7, No 2 (2025): HEME May 2025
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v7i2.1721

Abstract

Latar Belakang: Anemia dan defisiensi zat besi merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada remaja, terutama di negara berkembang. Masa remaja merupakan periode kritis dalam siklus hidup, ditandai dengan peningkatan kebutuhan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan pesat. Ketidakseimbangan asupan zat besi dan pola makan yang tidak adekuat berkontribusi terhadap prevalensi anemia dan defisiensi zat besi, sementara status gizi yang tidak optimal, baik berupa underweight maupun overweight, dapat memperburuk kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan distribusi anemia, defisiensi zat besi, dan status gizi pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan melibatkan 50 remaja sebagai subjek. Kadar hemoglobin (Hb) diukur di Laboratorium Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Rahmah menggunakan metode standar laboratorium, sedangkan kadar ferritin serum diperiksa menggunakan Elisa Human Ferritin Kit berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR). Status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin <12 g/dL, sementara defisiensi zat besi didefinisikan dengan kadar ferritin <15 µg/L. Status gizi dianalisis menggunakan indeks massa tubuh (IMT), yang diklasifikasikan menjadi kategori underweight, normal, overweight, dan obesitas. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Dari 50 subjek, 14% ditemukan mengalami anemia dan 74% mengalami defisiensi zat besi. Distribusi status gizi menunjukkan 56% subjek berada pada kategori normal, 8% underweight, 24% overweight, dan 12% obesitas. Kesimpulan: Prevalensi anemia dan defisiensi zat besi pada remaja dalam penelitian ini tergolong tinggi, meskipun sebagian besar memiliki status gizi normal. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi gizi berbasis bukti untuk mengatasi masalah defisiensi zat besi dan anemia pada remaja, melalui edukasi gizi, program suplementasi, dan optimalisasi pola makan. Selain itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk mengelola status gizi agar dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup remaja secara keseluruhan.
GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PEREMPUAN PENDERITA HIPERTENSI DENGAN ETNIS MINANGKABAU Amonica, Mutiara; hasni, dita; Kharisma, Ferry Iskandar; Jelmila, Sri Nani
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 4 (2022): November 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur merupakan aktivitas penting dalam kegiatan sehari-hari manusia. Tidur kurang dari 7 jam setiap malam tergolong dalam kategori kualitas tidur buruk. Kualitas tidur buruk yang berlangsung selama bertahun-tahun dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Hipertensi pada masyarakat etnis Minangkabau menunjukkan angka yang tinggi dibandingkan dengan etnis Sunda, Jawa, Batak, Betawi serta etnis lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada penderita hipertensi perempuan usia 18-45 tahun etnis Minangkabau. Penelitian ini berada diruang lingkup ilmu penyakit dalam dan ilmu psikiatri. Waktu penelitian berlangsung dari bulan Maret-Desember 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kategorik dengan desain penelitian adalah cross sectional. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposif sampling dengan sampel penelitian didapatkan sebanyak 68 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengukur tekanan darah dan pengisian kuesioner PSQI. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan komputerisasi program spss. Berdasarkan hasil penelitian usia terbanyak adalah usia dewasa akhir atau usia 36-45 tahun berjumlah 49 orang (72,1%), pekerjaan terbanyak adalah IRT berjumlah 42 orang (61,8%), kualitas tidur terbanyak adalah kualitas tidur buruk berjumlah 45 orang (66,2%), pekerjaan terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah IRT usia dewasa akhir 36-45 tahun berjumlah 36 orang (85,7%) dan kualitas tidur terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah kualitas tidur buruk usia dewasa akhir 36-45 tahun berjumlah (75,6%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah didapatkan usia terbanyak pada usia dewasa akhir atau usia 36-45 tahun, pekerjaan terbanyak IRT, kualitas tidur paling banyak adalah kualitas tidur buruk, pekerjaan terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah IRT usia dewasa akhir 36-45 tahun dan kualitas tidur terbanyak berdasarkan kelompok usia adalah kualitas tidur buruk usia dewasa akhir 36-45 tahun
THE PROFILE OF COLORECTAL ADENOCARCINOMA AT DR. M. DJAMIL GENERAL HOSPITAL PADANG, INDONESIA Liana, Nana; Helmizar, Roland; Ruhsyahadati, Ruhsyahadati; Jelmila, Sri Nani; Triyana, Rahma; Lismawati, Lismawati
Nusantara Hasana Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nusantara Hasana Journal, Juny 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v4i1.1132

Abstract

Colorectal carcinoma is the third most common malignancy in the world. This malignancy originates from the epithelium of the colon and/or rectum, showing glandular or mucinous differentiation, where tumor cells have penetrated the muscularis mucosae layer. The study aims to report on epidemiological, clinical, and pathological characteristics of colorectal adenocarcinoma. Methods: We performed a retrospective descriptive study of 140 cases of colorectal adenocarcinoma in the gastroenterology and general surgery departments of M. Djamil General Hospital Padang, Indonesia conducted from January 2022 to December 2022. Data collection using medical records of patients in M. Djamil General Hospital Padang, Indonesia. We reported different data: Age, sex, site, and differentiation grade of the tumor. Results: Our study included 140 patients 80 males (57,1%) and 60 females (42.9%), with a median age range of 51-60 years. The tumors were found in the rectum 82 (58.6%), distal colon 37(26.4%), and proximal colon 21(15.0%). The differentiation grade was majority low grade 117 (83.6%). Conclusion: In conclusion, our result showed that colorectal adenocarcinoma is highest in the male population with an age range of 61-70 years. The most common site of adenocarcinoma is rectum. A low grade is the most differentiated grade. Keywords: colorectal adenocarcinoma, anatomical location, differentiation grade, profile
Asupan Magnesium, Kalsium dan Vitamin D dengan Premenstrual Syndrome Jelmila, Sri Nani; Hasni, Dita; Liana, Nana
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1031

Abstract

Premenstrual sindrom (PMS) sering terjadi pada fase luteal siklus menstruasi pada wanita usia subur. PMS memberikan dampak terhadap produktivitas, kesehatan mental dan kualitas hidup penderitanya. PMS dapat mempengaruhi prestasi belajar pada mahasiswi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D dengan premenstrual sindroma. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan design cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang yang merupakan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Sampel diambil secara consecutive sampling. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian ini didapatkan 62% responden dengan asupan magnesium kurang, 93% responden dengan asupan kalsium kurang, 94% responden dengan asupan vitamin D kurang dan 69% responden mengalami PMS ringan. Hubungan asupan magnesium dengan PMS didapatkan nilai p=0,48, hubungan asupan kalsium dengan PMS didapatkan nilai p=0,86 dan hubungan asupan vitamin D dengan PMS didapatkan nilai p=0,72. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden dengan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D kurang. Responden terbanyak mengalami PMS ringan. Tidak terdapat hubungan asupan magnesium, kalsium dan vitamin D dengan PMS.