Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Ekspresi BRAF dan TERT pada Kasus Papillary Thyroid Carcinoma Berdasarkan Stratifikasi Risiko ATA Cempaka Harsa Sekarputri,; Etty Hary Kusumastuti,; Gondo Mastutik
Majalah Patologi Indonesia Vol 29 No 3 (2020): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.269 KB) | DOI: 10.55816/mpi.v29i3.444

Abstract

BackgroundPapillary thyroid carcinoma (PTC) is the most common malignancy in thyroid, accounting for more than 80% of all thyroid cancer.Rrecurrences of the disease reach 30% cases. It has been widely observed that BRAF and TERT is associated with aggressivenessbehaviors in human cancer. Both are involved in the pathogenesis of PTC that may be used as targets for new therapies. AmericanThyroid Association (ATA) risk stratification can define the risk of recurrence in PTC. No marker has been found to determine therisk of PTC recurrence. The purpose of this study is to analyzed BRAF and TERT expression in ATA risk stratification system inPTC classic variant samples.MethodsThe methods of this study is an analytical observational study with cross sectional approach, conducted on 56 samples of PTCclassic variant selected from Department of Anatomical Pathology Dr. Soetomo General Hospital between January 2015-December2017 by determined criteria in ATA risk stratification groups of low risk, intermediate risk and high risk. The expression BRAF andTERT observed using immunohistochemical staining of Santa Cruz monoclonal antibody.ResultsThe result for each group based on ATA risk stratification groups of low risk were 13 samples (23.20%), intermediate risk were 25samples (44.62%) and high risk were 18 samples (32.12%).The correlation was assessed with Spearman’s rho correlation test. There is significant correlation BRAF (p=0.004) with a value ofr=0.374 and TERT(p=0.032) with a value of r=0.287 for ATA risk stratification.ConclusionBRAF and TERT expression showed significant correlation to ATA risk stratification in classic variant PTC.
Kasus Toksoplasmosis Serebri Tak Terduga dengan Gambaran Radiologi yang Menyerupai Keganasan Cempaka Harsa Sekarputri; Anisia Indiralia; Roebijanti
Majalah Patologi Indonesia Vol 31 No 2 (2022): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.227 KB) | DOI: 10.55816/mpi.v31i2.503

Abstract

ABSTRACTToxoplasmosis was Toxoplasma Gondii infection. In HIV-infected patients, the prevalence of toxoplasma infectionranges was 3-97%. Diagnosis cerebral toxoplasmosis almost failed to recognized varians clinical and radiologicalfeatures on organism identifiied from brain biopsy which difficult to extract from alive patient. This case reportdiscussed cerebral toxoplasmosis of brain biopsy HIV positive patient which unknown status HIV patient, previously.A 52-year-old male patient came complained not only loss of apatit and dizzy two months ago, but also fainted.MSCT Scan with and without contrast showed right temporooccipital glioblastoma. Brain MRI showed a lesion on theright temporoparietal area with perifocal edema pressing on the right lateral ventricle. Microscopical feature showedglial tissue containing large areas of necrosis with karyorrhexis debris, PMN and mononuclear leucocyte infiltration,scaterred of tachyzoites and bradyzoites, no signs of malignancy. HIV serological examination was confirmed and thepatient's results were found to be anti-HIV reactive. Conclusion diagnosis as cerebral toxoplasmosis.
Efektivitas Edukasi Pencegahan Napza Oleh Mahasiswa Kedokteran Dalam Meningkatkan Pengetahuan Generasi Muda Terkait Napza Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Minarni Wartiningsih; Etha Rambung; Cempaka Harsa Sekarputri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.5157

Abstract

ABSTRAK Narkoba atau NAPZA merupakan tantangan serius bagi generasi muda Indonesia. Kurangnya pengetahuan akan obat-obatan berbahaya ini dan dampaknya yang serius baik dari segi kesehatan dan ancaman hukum dapat menjadi salah satu faktor penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda. Salah satu komunitas yang menaungi banyak anak muda adalah Pelayanan Kasih Anak Bangsa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh para anggota komunitas yaitu terbatasnya pengetahuan mitra tentang narkoba. Solusi dari permasalahan tersebut yang sudah disepakati dengan mitra adalah edukasi tentang narkoba, pemberian poster yang melibatkan mahasiswa kedokteran dalam menyampaikan materi terkait jenis narkoba, dampak narkoba dan pencegahan penyalahgunaan narkoba yang disampaikan kepada 30 orang peserta. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan  terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan (p=0,000). Sesudah mendapatkan materi dan tanya jawab, pengetahuan peserta terkait NAPZA semakin meningkat dari nilai rata-rata pre-test sebesar 70 menjadi nilai post-test dengan rata-rata 92,67. Hal ini menunjukkan edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta. Saran kedepannya agar terdapat peran serta dari keluarga dan pemangku kebijakan lainnya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Kata Kunci: Sosialisasi, Narkoba, Remaja, Pengetahuan, Pencegahan  ABSTRACT Drugs abuse are a serious challenge for Indonesia's young generation. Lack of knowledge about these dangerous drugs and their serious effects both in terms of health and legal threats can be one of the factors of drug abuse among young people. One of the communities that serves many young people is Pelayanan Kasih Anak Bangsa. This community service aims to overcome the problems faced by community members, namely the limited knowledge of partners about drugs. The solutions to these problems that have been agreed with partners are education about drugs and giving posters. All activities will involve medical students in conveying material related to types of drugs, the impact of drugs and prevention of drug abuse which are delivered to 30 participants. The results of community service show that there are differences in knowledge before and after the activity (p=0,000). After receiving the material and asking questions, participants' knowledge about drugs increased from the average pre-test value of 70 to the average post-test value of 92.67 This shows that the education conducted by medical students is effective in increasing participants' knowledge. Suggestion for the future, participation of families and other policy makers is very important to prevent drug abuse among the younger generation. Keywords: Socialitation, Drugs, Adolescent, Knowledge, Prevention
Efektivitas Pasca Vaksinasi Hepatitis B di Kecamatan Pakal, Surabaya, Jawa Timur William Sayogo; Wira Widjaya Lindarto; Cempaka Harsa Sekarputri; Jemina Lewi Santoso; Stefani Nurhadi; Ferdinand Aprianto Tannus; Inez Purnomasari Prajitno
Gorontalo Journal of Public Health VOLUME 5 NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjph.v5i2.2461

Abstract

Hepatitis is an infectious disease that is still a concern today and is at risk of becoming a chronic condition with complications of liver function failure.  Screening is carried out to determine the level of response of the body's defense system induced by the vaccine in the population of Pakal district, Surabaya. This study assesses the relationship between antibody status and protection status after vaccination. The study involved 78 people who are eligible to receive the vaccine. After receiving the vaccine, the antibody status is checked and the data obtained were statistically tested and tested for association using a contingency coefficient. From 78 hepatitis B vaccine recipients, 69 people (88,46%) are antibody reactive and 9 people (11.54%) with non-reactive antibody status. From the Chi Square test and the contingency coefficient test, it is shown that there is a relationship between antibody status and protection status (α<0.05; 95% CI). The hepatitis B vaccine provides protection against the risk of hepatitis B virus infection for residents of the Pakal district of Surabaya who have a high-risk lifestyle.
Kepuasan Antenatal Care terhadap Kunjungan Ulang Ibu Hamil Puskesmas Simomulyo Shalzabila, Tiara Cahya Novia; Wartiningsih, Minarni; Sekarputri, Cempaka Harsa
CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia Journal Vol. 4 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/comphijournal.v4i3.187

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) pada negara Indonesia masih tergolong tinggi. Pelayanan kesehatan yang berkualitas berpengaruh terhadap tingkat kepuasan ibu hamil dan berhubungan dengan kunjungan ulang ibu hamil untuk melakukan antenatal care. Puskesmas Simomulyo Surabaya khususnya Poli KIA menyediakan layanan kesehatan antenatal care yang wajib dilakukan minimal 4 kali selama masa kehamilan. Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan tingkat kepuasan ibu hamil pada antenatal care dan kunjungan ulang ibu hamil di Puskesmas Simomulyo Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan pengkajian analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel sebanyak 62 orang sebagai responden adalah ibu hamil yang pernah melakukan antenatal care di Poli KIA Puskesmas Simomulyo Surabaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam lembar kertas. Analisis yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan jumlah terbanyak responden berumur 17-25 tahun (46,8%) dan tidak/belum bekerja 59.7%, sedangkan pendidikan SMA/sederajat 54.8%. Ibu hamil dengan kunjungan ulang lebih dari 1 kali sebesar 91,9%. Dimensi kualitas pelayanan sebagian besar menunjukkan hasil yang baik. Reliability puas (46,8%), responsiveness sangat puas (58,1%), assurance puas (46,8%), empathy puas (48,4%), dan tangible sangat puas (45,2%). Disarankan untuk menjaga tingkat kunjungan ulang ibu hamil di poli KIA Puskesmas Simomulyo Surabaya.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Kesadaran untuk mengurangi risiko Penyakit Kronis di Wilayah Tengger Santoso, Jemima Lewi; Nurkhamidah; Nugraheni, Elizabeth S.; Harsa, Cempaka; Tantana, Olivia; Viena, Windi Clara; Ang, Samantha Debora; Corvietasari, Maya Atria; Monica, Tasya
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v5i2.4001

Abstract

Suku Tengger merupakan salah satu suku yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukapura yang masih mempertahankan tradisi leluhur seperti perayaan adat. Pada saat perayaan tersebut, masyarakat Tengger menyajikan makanan bersantan dan tinggi lemak. Hal itu diindikasi sebagai salah satu penyebab penyakit kronis yang menyerang usia pralansia dan lansia seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Berdasarkan data dari puskesmas setempat, diketahui angka tersebut cukup tinggi sehingga tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan deteksi dini, pemeriksaan serta melakukan penyuluhan kepada warga setempat tentang masalah penyakit kronis. Kegiatan yang dilakukan antara lain analisis masalah dengan pihak puskesmas serta melakukan kerja sama, kemudian melaksanakan kegiatan berupa pemeriksaan kesehatan serta penyuluhan. Pemeriksaan dilakukan selama tiga hari untuk melakukan screening untuk memeriksa hipertensi, kadar gula darah, dan obesitas. Pasien yang ditemukan pada kondisi kronis dirujuk ke puskesmas setempat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan diberikan edukasi untuk melakukan pemeriksaan rutin. Kegiatan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) tetap dilakukan pada masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat disusun dan dilaporkan pada pemerintah setempat.
Pencegahan Sindrom Metabolik melalui Edukasi dan Pendampingan Mandiri kepada Komunitas GBI Diaspora Sejahtera Surabaya Imelda Ritunga; Jemima Lewi Santoso; Cempaka Harsa Sekarputri; Yahya Haryo Nugroho; Hernycane Sosilya; Johanes Tanzil; Mellyanawati; Elizabeth Sulastri Nugraheni; Nazwa Syahlimar Alkatiri; Shabila Ikha Pertiwi; Maynard Adam Liemdjaja
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v6i1.4594

Abstract

Sindrom metabolik (SM) merupakan suatu kumpulan faktor risiko metabolik yang berkaitan langsung terhadap terjadinya penyakit kardiovaskular aterosklerosis. Tingginya penyebab kematian penyakit kardiovaskular dengan faktor risiko sindrom metabolik menjadi perhatian untuk dilakukan upaya pencegahan. Gereja Bethel Indonesia (GBI) Diaspora Sejahtera Surabaya memiliki visi membawa keselamatan bagi semua orang dengan filosofi memperhatikan keselamatan dan kebutuhan sesama. Salah satu kebutuhan saat ini adalah kesehatan jemaat. Banyaknya jumlah jemaat dan lansia berpotensi mengalami penurunan kesehatan akibat gangguan metabolisme. Risiko gangguan metabolisme kurang dipahami oleh masyarakat awam termasuk jemaat GBI Diaspora Sejahtera Surabaya. Permasalahan yang dihadapi jemaat di GBI Diaspora Sejahtera Surabaya adalah kurangnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan penyakit akibat gangguan metabolisme. Solusi yang ditawarkan melalui pengabdian masyarakat di GBI Diaspora Sejahtera Surabaya adalah edukasi penyakit terkait akibat gangguan metabolisme, pemeriksaan darah yang meliputi kolesterol, asam urat, gula darah serta konsultasi, serta deteksi dini penyakit diabetes melalui pemberian buku diary metabolisme yang diumumkan kepada peserta. Buku harian metabolisme ini berisi informasi skrining, pencegahan, dan penanganan gangguan metabolisme. Capaian dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan komunitas terhadap sindrom metabolik dan upaya mandiri untuk mencegah sindrom metabolik.
Pandemic Adaptation: Online Study Could be Interesting and Enjoyable with Games : Adaptasi Pandemi: Belajar Online Bisa Jadi Menarik dan Menyenangkan dengan Permainan Nugraheni, Elizabeth; Ritunga, Imelda; Harsa, Cempaka
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v14i1.1753

Abstract

Adapting offline to online learning during the pandemic requires interactive design so that students can stay involved and achieve learning goals. Interactive and fun learning will motivate student learning. We design PBL learning using interactive and collaborative games in online meetings. The aim of this research is to see students' learning motivation in PBL using online games. This research is a cross-sectional descriptive class participation study. PBL games in the form of scenarios are presented in the form of online images with hidden keywords and students work together in groups to find solutions. First year students are asked to fill out the Intrinsic Motivation Inventory (IMI) questionnaire at the end of the PBL games activity. Students rated PBL games as fun (71%), beneficial (69%), and provided choices (33%). The increase in students' intrinsic motivation can be seen in the high percentage of fun and beneficial components. The PBL learning method using games can increase students' intrinsic motivation. Learning methods using games can be developed and used continuously so that learning is interesting and fun.
PERSEPSI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS CIPUTRA SURABAYA TERHADAP TANTANGAN DAN REKOMENDASI LAYANAN TELEMEDICINE Devani, Fransiska Betsi Intan; Ritunga, Imelda; Sekarputri, Cempaka Harsa
Bahasa Indonesia Vol 6 No 1 (2025): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v6i1.5449

Abstract

Telemedicine services are a part of technological developments in health services which make it easier for patients to get treatment. The doctor-patient relationships continue to change and evolve along with the development of technology. It is necessary for doctors to keep up with the technological development and should be able to utilize the information and communication technology to improve the quality of the services. Medical students are expected to be able to prepare themselves to face technological developments, one of which is providing telemedicine services. The goal to be achieved in this research is to identify challenges and recommendations from Ciputra University Faculty of Medicine students regarding readiness for providing the telemedicine services. The method used is descriptive qualitative and uses the cross-sectional approach. The results of data analysis show that the majority of Ciputra University Faculty of Medicine students have knowledge of what telemedicine services are, used, and also studied about the telemedicine services. The results show that Ciputra University Faculty of Medicine students agree that there are challenges and recommendations to telemedicine services. Keywords: medical students, challenge, recommendation, telemedicine services
Pendampingan Pasien Isolasi Mandiri melalui Pemberdayaan Mahasiswa di Masa Kritis Pandemi Covid-19 Nugraheni, Elizabeth Sulastri; Ritunga, Imelda; Sekarputri, Cempaka Harsa
Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/leecom.v7i1.5576

Abstract

Keterbatasan sumber daya pada masa pandemi Covid-19 menyebabkan pasien dengan gejala ringan diwajibkan menjalani isolasi mandiri di rumah. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini berkontribusi terhadap meningkatnya kepanikan dan semakin memperberat beban layanan kesehatan. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, dikembangkan program pelatihan bagi 23 mahasiswa kedokteran untuk berperan sebagai konselor dalam memberikan edukasi serta dukungan bagi pasien melalui grup percakapan daring dan webinar. Mahasiswa menerima pelatihan dari tenaga medis profesional untuk menyampaikan informasi yang akurat mengenai Covid-19, termasuk praktik isolasi mandiri yang efektif, latihan pernapasan untuk mencegah komplikasi paru-paru, serta manajemen gejala secara mandiri. Grup percakapan daring digunakan sebagai media interaksi langsung, di mana sebanyak 99 pasien memilih bergabung guna mendapatkan dukungan selama isolasi mandiri dan menyelesaikan kuesioner umpan balik terkait program ini. Mahasiswa yang telah dilatih berperan aktif dalam memberikan edukasi, mengatasi kekhawatiran, serta mengurangi tingkat kecemasan peserta melalui pendekatan berbasis informasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap Covid-19, kepercayaan diri dalam mengelola gejala di rumah, serta penurunan kecemasan terkait penyakit ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran mahasiswa kedokteran sebagai konselor serta penggunaan platform digital seperti grup percakapan daring merupakan strategi yang efektif dalam mengatasi keterbatasan akses layanan kesehatan selama pandemi.