p-Index From 2021 - 2026
7.964
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan aromaterapi peppermint terhadap mual muntah post sectio caesarea dengan spinal anestesi Novi Listiyani; Dyah Restuning Prihati
Link Journal of Midwivery Vol 2 No 2 (2026): July: Journal of Midwivery
Publisher : CV. LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljmw.v2i2.221

Abstract

Pendahuluan: Sectio caesarea (SC) adalah prosedur pembedahan obstetri yang banyak dilakukan dengan menggunakan anestesi spinal sebagai teknik anestesi utama. Salah satu komplikasi yang sering dijumpai setelah tindakan tersebut adalah mual dan muntah pascaoperasi yang berpotensi menghambat pemulihan pasien dan menurunkan kualitas perawatan pascaoperasi. Aromaterapi peppermint merupakan terapi komplementer yang mudah dilakukan dan berpotensi mengurangi mual muntah melalui kandungan menthol yang memberikan efek relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Metode: Penelitian ini digunakan desain pra-eksperimen yang melibatkan satu kelompok dengan pengukuran sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Penelitian ini melibatkan 4 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 tetes aromaterapi peppermint pada tisu yang diletakkan di dada responden dan dihirup selama ±15 menit. Penilaian tingkat mual dan muntah dilakukan sebelum serta setelah pemberian intervensi dengan menggunakan instrumen penelitian Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan hasil skor sebelum dan sesudah intervensi (pretest dan posttest). Hasil: Terdapat penurunan skor mual muntah pada seluruh responden setelah pemberian aromaterapi peppermint. Dua responden dengan kategori mual muntah sedang mengalami penurunan menjadi ringan, sedangkan dua responden dengan kategori ringan mengalami penurunan skor setelah intervensi. Kesimpulan: Aromaterapi peppermint dapat menjadi salah satu pendekatan nonfarmakologis yang mendukung penurunan kejadian mual dan muntah pada pasien setelah tindakan sectio caesarea dengan anestesi spinal, sehingga berpotensi diterapkan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kenyamanan pasien.
Promosi Koping terhadap Penurunan Stres pada Pasien Tuberkulosis Paru Zakiyatul; Dyah Restuning Prihati; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2026
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/fx5qxd80

Abstract

Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Pengobatan TB membutuhkan waktu yang cukup panjang serta penggunaan obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping. Kondisi ini sering kali menyebabkan timbulnya stres pada pasien. Selain itu, tekanan psikologis yang dirasakan akibat depresi dan stigma sosial dari lingkungan sekitar dapat memperburuk kondisi mental pasien dan berdampak negatif terhadap kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Slawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment dan metode ex post facto. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 15 orang yang menjalani pengobatan TB di poli penyakit dalam serta pelaksanaan penelitian selama dua bulan. Alat ukur yang digunakan untuk menilai tingkat stres adalah Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi promosi koping, sebagian besar responden mengalami tingkat stres sangat berat (60%). Namun, setelah intervensi diberikan, sebanyak 93,3% responden menunjukkan tingkat stres dalam kategori normal. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan promosi koping terhadap penurunan tingkat stres pada pasien TB paru. Temuan ini menunjukkan bahwa promosi koping dapat menjadi strategi intervensi efektif untuk mengelola stres pada pasien TB. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengalaman emosional pasien, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam atau studi fenomenologi, guna menggali makna koping dan stres dari perspektif pasien itu sendiri.
Penerapan olive oil (minyak zaitun) sebagai perawatan kulit untuk menurunkan status resiko dekubitus Rini Lestari; Dyah Restuning Prihati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 3 (2026): August Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i3.3625

Abstract

Background: Pressure ulcers are a common nursing problem among patients with limited mobility, particularly those who are bedridden for prolonged periods. A non-pharmacological approach to managing pressure ulcers involves the application of olive oil. Purpose: To determine the effect of applying olive oil as a skin care treatment to reduce the risk of pressure ulcers at the PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Hospital. Method: A quasi-experimental pre-test–post-test design was conducted among five inpatients who could read and write and had been bedridden for more than 12 hours. Pressure ulcer risk was assessed before and after the intervention using the Braden Scale. Results: The results showed that prior to the application of olive oil, 4 (80%) participants were in the high-risk category and 1 (20%) in the moderate-risk category. Following the application of olive oil, 3 (60%) were in the moderate-risk category and 2 (40%) in the low-risk category. The average baseline score was 12.6, which falls within the high-risk category; following the administration of olive oil, the average score was 17 points, representing an average increase of 4.4 points. Conclusion: The administration of olive oil can reduce the risk of pressure ulcers in patients at the PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Intensive Care Unit.   Keywords: Olive Oil; Risk of Ulcer;  Skin Treatment.   Pendahuluan: Dekubitus atau luka tekan merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien dengan keterbatasan mobilitas, terutama pada pasien tirah baring dalam jangka waktu lama. Tindakan non-farmakologis dalam mengatasi dekubitus adalah dengan cara memberikan Minyak Zaitun (Olive oil). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan olive oil (Minyak zaitun) sebagai perawatan kulit untuk menurunkan status resiko dekubitus di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Metode: Metode yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pre-test dan post-test pada 5 pasien di ruang rawat inap dengan kriteria memiliki kemampuan membaca dan menulis dan pasien dengan tirah baring lama lebih dari 12 jam. Pengukuran resiko dekubitus dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan skala braden. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan minyak zaitun sebanyak 4 (80%) partisipan berada pada kategori risiko tinggi dan 1 (20%) resiko sedang. Setelah diberikan minyak zaitun, terdapat 3 (60%) menjadi resiko sedang dan 2 (40%) resiko ringan. Rata-rata skor awal adalah 12.6, yang termasuk dalam kategori risiko tinggi kemudian setelah diberikan minyak zaitun rata-rata skor adalah 17 poin dengan kenaikan rata-rata 4.4 poin. Simpulan: Pemberian minyak zaitun dapat menurunkan tingkat risiko dekubitus pada pasien di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.   Kata Kunci: Olive oil, Perawatan Kulit, Resiko Dekubitus
Penerapan Aromaterapi Lemon terhadap Intensitas Mual Muntah Pasien Pasca Kemoterapi RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang Oninda Apriliya Hidayah; Dyah Restuning Prihati; Rahayu Winarti
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v4i3.361

Abstract

Chemotherapy is one of the main therapies for cancer patients. However, chemotherapy often causes side effects, particularly chemotherapy-induced nausea and vomiting (CINV), which can reduce patient comfort and quality of life. Complementary therapies, such as lemon aromatherapy, have been used to alleviate these symptoms. To describe the implementation of lemon aromatherapy in reducing the intensity of nausea and vomiting among post-chemotherapy patients. This study employed a descriptive case study involving five post-chemotherapy cancer patients at RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang. The intensity of nausea and vomiting was measured using the Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR) before and after the administration of lemon aromatherapy through inhalation according to the standard operating procedure. Data were analyzed descriptively by comparing pre- and post-intervention scores. All participants experienced a reduction in nausea and vomiting intensity following the intervention. The mean RINVR score decreased after lemon aromatherapy, indicating an improvement in patients’ conditions. Lemon aromatherapy may be considered an effective complementary nursing intervention to reduce nausea and vomiting in post-chemotherapy patients.
Pengaruh Pemberian Oksigen Non-Rebreathing Mask (NRM) terhadap Frekuensi Nafas dan Saturasi Oksigen Pasien Asma di IGD RSUD dr. Soewondo Kendal Septi Duwi Astuti; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Ventilator Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v4i1.2284

Abstract

Background: Acute asthma exacerbations cause bronchoconstriction that impairs respiratory mechanics and alveolar gas exchange, resulting in decreased peripheral oxygen saturation accompanied by compensatory tachypnea. This condition requires immediate management in the Emergency Department, where high concentration supplemental oxygen through a Non-Rebreathing Mask (NRM) is commonly used as an initial intervention. Objective: This study aimed to analyze and document changes in oxygen saturation and breathing frequency before and after oxygen administration using an NRM in asthmatic patients treated at the Emergency Department of RSUD dr. Soewondo Kendal. Methods: This study used a descriptive case study design involving five asthmatic patients with a pre-post intervention approach. Respiratory parameters including breathing frequency and oxygen saturation were measured through clinical assessment and pulse oximetry before and after NRM oxygen therapy according to clinical indications. Results: At baseline, all patients showed hypoxemia with oxygen saturation levels of 85-90% and breathing frequencies of 30-36 breaths per minute. After NRM therapy, oxygen saturation increased to 95% or higher and the average respiratory rate decreased by 8-9 breaths per minute, indicating improvement in oxygenation and reduced respiratory effort. Conclusion: The administration of supplemental oxygen using a Non-Rebreathing Mask is clinically effective as an initial intervention to correct hypoxemia and improve respiratory parameters in patients with acute asthma exacerbations in the Emergency Department.
Co-Authors Adjeng Juniar Nur Sandy Affia Fanny Hasibuan Asep Dody Ayu Diana Cahyani Setianingrum Carolina, Cindy Nuranita Catur Asih Lestari Chandra Hadi Prasetiya Chandra Hadi Prasetiya Dwi Nur Aini Dwi Nur Aini Dwi Nur Aini Dwi Nur Aini, Dwi Dwi Nur Aini, Dwi Nur Dwi Retnaningsih, Dwi Edi Wibowo . Elsye Maria Rosa Emilia Puspitasari Sugiyanto Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti, Endang Febrianti, Afansa Fitrianingsih, Fitrianingsih Fradika Wulan Sari Heny Prasetyorini Heny prasetyorini Heny Prasetyorini Heny Prasetyorini Heny Prasetyorini Heny prasetyorini Heny Hindria Elfanti Itsnaeni Khotimah Janiar Puspita Sari Juanmita, Monica Jumiati Jumiati Kusdino Kusdino Kusdiyanto Kustriyani, Menik Makiya, S.N Nurul Marisha Dwi Pangesti Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingwirawati Menik Kustriyani Miya Susilawati Novi Listiyani Nurul Mufidah, Nurul Oninda Apriliya Hidayah Pinky Novitasari Pipit Nurainun Pipit Septiari Pramono, Wijanarko Heru Prasetiya, Chandra Hadi Prasetyorini, Heny Putri Puspitasari Rahayu Winarti Ria Astarina Pertiwi Rina Fajariyati Rini Lestari Rizki Nurcahyati Romansari, Anita Septi Duwi Astuti Shefi Salsabila Soleh, Madnur Sri Handayani, Novi Sefia Tifani Sugiharto, Sigit Sunitin, Sunitin Suryati Suryati Syafira, Deby Ayu Tamrin, Tamrin Tifani, Novi Sefia Wahyu Prihantoro Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wati, Lidya Septiana Wijanarko Heru Pramono Wijanarko Heru pramono Wirawati, Maulidta Karunianingtyas Zakiyatul