p-Index From 2021 - 2026
7.964
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kemandirian Anak Cerebral Palsy dalam Memenuhi Kebutuhan Personal Hygiene di Ruang Belajar Semar Cakep Semarang Barat Endang Supriyanti; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.7738

Abstract

ABSTRAK Anak cerebral palsy akan mengalami kelainan gerakan, tonus otot, ataupun postur tubuh yang disebabkan kerusakan yang terjadi pada otak. Cerebral palsy tidak dapat disembuhkan, akan tetapi gejala klinis dan kecacacatan dapat diatasi melalui beberapa terapi yaitu terapi fisik, terapi okupasi, konseling psikologis, dan tindakan operasi. Terapi okupasi akan membantu anak meningkatkan kemampuan motorik yang baik, misalnya dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene seperti memakai baju, makan, menggosok gigi dan lain-lain. Tujuan dari pelaksanaan PKM ini adalah upaya meningkatkan kemandirian dan kemampuan motorik anak cerebral palsy dalam  memenuhi kebutuhan personal hygiene. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan. Kegiatan pelatihan meliputi: pemberian edukasi kesehatan tentang personal hygiene,  melatih motorik dengan praktik cara menggosok gigi yang benar dan pendampingan dalam meningkatkan kemandirian memenuhi kebutuhan personal hygiene. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang personal hygiene, serta peningkatan kemampuan motorik anak dalam memenuhi kebutuhan personal hygiene. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan orang tua mampu memberikan motivasi kepada anak untuk memenuhi kebutuhan personal hygiene secara mandiri sebagai bentuk terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik anak. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Cerebral Palsy, Personal Hygiene. ABSTRACT Cerebral palsy children will have movement disorders, muscle tone, or posture caused by damage to the brain. Cerebral palsy is not could healed, will but symptom clinical and disability could overcome through a number of therapy that is therapy physical, therapy occupation, counseling psychology, and action operation. Therapy occupation will help child increase ability good motor, for example in Fulfill needs personal hygiene like use clothes, eats, rubs tooth and others. Destination from implementation PKM this is effort increase independence and ability motor child with cerebral palsy in Fulfill needs personal hygiene. Method used in activity this is training . Activity training includes : giving education health about personal hygiene, practice motor with practicum method rub correct teeth and accompaniment in increase independence Fulfill needs personal hygiene. Results activity this there is enhancement parental knowledge about personal hygiene, as well as enhancement ability motor child in Fulfill needs personal hygiene. Based on results the parents hope capable give motivation to child for Fulfill needs personal hygiene by independent as form therapy occupation for increase ability motor child.Keywords: Motor Ability, Cerebral Palsy, Personal Hygiene
Hubungan Kesiapan Pembelajaran Jarak Jauh dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Semester V di Masa Pandemi Covid 19 Wahyu Prihantoro; Dwi Nur Aini; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.023 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.78

Abstract

Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi mengumumkan penamaan baru virus penyebab pneumonia misterius itu dengan nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakit yang ditimbulkannya adalah Coronavirus Disease 2019. Dengan adanya pandemi Covid-19 pembelajaran jarak jauh diterapkan untuk mengurangi kasus penyebaran Covid-19 serta mengurangi tingkat kematian yang disebabkan Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kesiapan pembelajaran jarak jauh dengan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan Semester V di Masa Pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan coss sectional. Penelitian ini dilakukan pada 52 sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Responden sebagian besar memiliki kesiapan pembelajaran jarak jauh baik berjumlah 40 orang (76,1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 40 orang (76,1) dalam kategori kecemasan ringan. Hasil uji statistic p value = 0,000 dan rhitung = 0,675. Ha diterima dan H0 ditolak yang artinya ada Hubungan Kesiapan Pembelajaran Jarak Jauh Dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Semester V di Masa Pandemi Covid-19
Supportive Educational Personal Hygiene Pelatihan Kelompok Guru PAUD di Kota Semarang: Supportive Educational Personal Hygiene Group Training of PAUD Teachers in The City of Semarang Heny prasetyorini Heny; Dyah Restuning Prihati; Maulidta Karunianingwirawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.992 KB)

Abstract

Abstrak: Upaya penyuluhan kesehatan saat ini memang lebih banyak memilih orang dewasa sebagai sasaran utama, masih jarang dilakukan edukasi pada kelompok anak usia dini. Kegiatan yang dilakukan pada anak usia dini selama ini hanya berupa kegiatan pemeriksaan kesehatan seperti deteksi tumbuh kembang dan  screening yang meliputi pemeriksaan antopometri dan pemeriksaan gigi. Padahal anak usia dini lebih mudah menyerap ilmu  apabila di ajarkan sejak usia dini. Tujuan PKM ini mengajarkan pada kelompok guru PAUD tentang  edukasi perilaku hidup bersih dan sehat  pada anak usia dini dengan cara bermain peran  sehingga dapat  menumbuhkan imajinasi pada anak. Metode yang digunakan adalah dengan metode bercerita, demonstrasi dan bernyanyi. Hasil kegiatan ini semua guru PAUD yang ada di PAUD Bina Amal dan Pondok Beringin 19 responden (100%) akan memasukan kurikulum materi tentang Edukasi kesehatan dengan cara bermain peran agar anak usia dini disetiap semester mendapatkan materi tentang perilaku hidup bersih dan sehat . Guru PAUD dapat menerapkan bagaimana cara mengajarkan anak cara personal  hygiene dengan bermain peran sehingga anak lebih tertarik dan dapat langsung mengaplikasikan disaat mereka melakukan aktivitasnya. Bermain peran akan membuat anak – anak lebih mudah untuk mengingat karena cara pembelajaran dilakukan sambil bermain, bercerita, dan juga langsung ada contoh bergambar serta boneka untuk pembelajaran. Abstract: Current health education efforts are indeed choosing adults as the main target, education is still rarely carried out in the early childhood group. Activities carried out for early childhood have only been in the form of health check-ups, such as growth and development detection and screening, which include anthropometric examinations and dental examinations. Whereas early childhood is easier to absorb knowledge if it is taught from an early age. The purpose of this PKM is to teach groups of PAUD teachers about educating clean and healthy living behavior in early childhood by playing a role so that it can foster imagination in children. The method used is the method of telling stories, demonstrations and singing. The results of this activity are all PAUD teachers in PAUD Bina Amal and Pondok Beringin 19 respondents (100%) will include curriculum material on health education by way of role playing so that early childhood children in each semester get material about clean and healthy living behavior. PAUD teachers can apply how to teach children personal hygiene by playing a role so that children are more interested and can apply it directly when they do their activities. Role playing will make it easier for children to remember because learning is done while playing, telling stories, and there are also direct illustrated examples and dolls for learning.      
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Sikap Lansia Menghadapi Pandemi Covid-19 di Kelurahan Bangetayu Wetan Semarang Endang Supriyanti; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Keperawatan Notokusumo Vol. 9 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM STIKES NOTOKUSUMO YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.459 KB)

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARSCoV-2). Pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi yang masih terus berlanjut sampai sekarang. Kondisi pandemi akan memberikan dampak psikologis salah satunya kecemasan khususnya pada lansia, karena lansia tergolong usia yang rentan dan berisiko tertular Covid-19. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan pada lansia diantaranya takut tertular sehingga lansia cenderung untuk berdiam diri di rumah. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dan rancangan crossectional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan sikap lansia menghadapi pandemi Covid-19. Metode pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi gamma. Hasil penelitian didapatkan nilai p 0.034 yang menunjukkan bahwa korelasi antara kecemasan dengan sikap bermakna. Nilai korelasi sebesar 0.275 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan korelasi rendah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kecemasan dengan sikap lansia menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga diperlukan dukungan keluarga untuk membantu lansia mengatasi kecemasan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Coronavirus disease 2019 (covid-19) is a disease transmitted which is caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (sarscov-2 ). On the date of 11 March 2020, the WHO set covid-19 as pandemic which still continues continues until now. Conditions pandemic will provide impact psychological one only anxiety, specially at elderly, because the elderly classified as age who are vulnerable and at risk of contracting covid-19. Several factors the influence of anxiety on elderly among them fea of contracting so that the elderly tend to dwell yourself at home . This research is a quantitative research with a orrelation reaseach design and crosssectional design. Aim from research is to know the relationship level of anxiety with attitude elderly facing a pandemic covid- 19. Methods of data collection by using a questionnaire. Data analysis used gamma correlation test . The results of the study obtained p value 0.034 which shows that the correlation between anxiety with an attitude meaningful . The correlation value of 0.275 indicates a positive correlation with low correlation strength. Based on the results of the research of the can concluded that ada relations between anxiety with attitude elderly facing a pandemic covid-19. So that family support is needed to help the elderly overcome anxiety in order to be able to behave well in the face of the covid-19 pandemic.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Upaya Deteksi Dini Stroke dengan Metode F.A.S.T di Kecamatan Tugu Dyah Restuning Prihati; Heny Prasetyorini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9764

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah penyakit yang menyerang sistem saraf manusia yang sangat mengancam jiwa. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang dapat kecacatan. Golden time pasien stroke terutama stroke iskemik adalah 3 jam setelah stroke. Salah satu upaya yang berperan penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengenalan gejala-gejala stroke dan penanganan stroke secara dini yang dimulai dari penanganan prahospital yang cepat dan tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu, diharapkan mereka mampu mengaplikasikan deteksi dini dan pencegahan stroke dengan metode F.A.S.T. Pengukuran tekanan darah, pemberian materi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke, demonstrasi senam pencegahan stroke dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan memberikan kuisioner pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan stroke. Terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 90% peserta setelah dilakukan edukasi tentang deteksi dini Metode F.A.S.T dan pencegahan stroke. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Edukasi tentang deteksi dini dan pencegahan stroke dapat meningkatkan pengetahuan kader, agar menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan stroke. Kata Kunci: Deteksi Dini Metode FAST, Kader Kesehatan, Stroke  ABSTRACT Introduction: Stroke is a disease that attacks the human nervous system and is very life-threatening. This disease is a health problem that can be disabled. The golden time for stroke patients, especially ischemic stroke, is 3 hours after stroke. One of the efforts that play an important role in achieving this goal is the recognition of stroke symptoms and early treatment of stroke starting with prehospital treatment that is fast and appropriate. Purpose: Community service activities are given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, it is hoped that they will be able to apply the early detection and prevention of stroke using the F.A.S.T method. Methods: Measuring blood pressure, providing material on early detection of the F.A.S.T Method and stroke prevention, demonstrating stroke prevention exercise and mentoring. Evaluation of activities is carried out by providing knowledge questionnaires about the early detection and prevention of stroke. Result: there was an increase in knowledge of 90% of participants after education about the F.A.S.T Method's early detection and stroke prevention. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publications in journals, publications in online media, and HKI posters. Conclusion: Education about early detection and prevention of stroke can increase the knowledge of cadres so that they can mobilize the community in stroke prevention efforts. Keywords: FAST Method Early Detection, Health Cadres, Stroke
Pemberian Self Education Kader dalam Upaya Pencegahan Kehamilan Beresiko Tinggi pada Ibu Hamil di Kecamatan Tugu Semarang Heny Prasetyorini; Dyah Restuning Prihati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10909

Abstract

ABSTRAK Self Education merupakan  proses mendidik diri sendiri melalui studi informal. Dalam pengabdian masyarakat ini memberikan penyuluhan pada ibu hamil tentang pencegahan kehamilan resiko tinggi yang dilakukan oleh kader. Dengan pemberian penyuluhan ini diharapkan ibu hamil mampu melakukan Pendidikan untuk dirinya sendiri dalam menjaga kehamilanya sehingga terhindar dari bahaya resiko tinggi dalam kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat diberikan kepada kelompok kader kesehatan di wilayah kecamatan Tugu Semarang dan kepada ibu hamil. Kegiatan yang dilakukan yaitu meliputi sosialisasi kepada kader tentang self education pencegahan kehamilan resiko tinggi, memberikan pelatihan kepada kader tata cara dalam melakukan penyuluhan kepada ibu hamil. Setelah diberikan pelatihan dilakukan evaluasi dengan mendampingi kader saat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil terkait dengan pencegahan kehamilan resiko tinggi.Terjadi peningkatan pengetahuan kader kesehatan dari 0% menjadi 100 % setelah diberikan Self Education kehamilan resiko tinggi. Dan terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil dari 83% menjadi 100%. Peserta kooperatif selama mengikuti kegiatan PKM. Pembuatan luaran meliputi publikasi jurnal, publikasi di media online dan HKI poster. Self Education kehamilan resiko tinggi membantu kader dan ibu hamil dalam Upaya peningkatan derajat Kesehatan serta mencegah terjadinya AKI dan AKS khususnya diwilayah Kecamatan Tugu Semarang. Kata Kunci: Self Education, Kehamilan Resiko Tinggi  ABSTRACT Self Education is a process of educating oneself through informal study. In this community service, providing counseling to pregnant women about preventing high-risk pregnancies is carried out by cadres. By providing this counseling, it is hoped that pregnant women will be able to carry out education for themselves in maintaining their pregnancy so as to avoid the dangers of high risk in pregnancy. Community service activities were given to groups of health cadres in the Tugu sub-district, Semarang and to pregnant women. Activities carried out include socializing to cadres about self-education for prevention of high-risk pregnancies, providing training to cadres on how to conduct counseling for pregnant women. After being given the training, an evaluation was carried out by accompanying the cadres when providing counseling to pregnant women regarding the prevention of high-risk pregnancies. There was an increase in the knowledge of health cadres from 0% to 100% after being given Self Education on high-risk pregnancies. And there is an increase in knowledge of pregnant women from 83% to 100%. Cooperative participants during the PKM activities. Production of outputs includes publication in journals, publications in online media and HKI posters. High-risk pregnancy self-education helps cadres and pregnant women in efforts to improve health status and prevent MMR and AKS, especially in the Tugu District, Semarang. Keywords: Self Education, High Risk Pregnancy
Peningkatan Perilaku Foot Care Pasien Ulkus Diabetikum dengan Edukasi Berbasis Self Efficacy Febrianti, Afansa; Prihati, Dyah Restuning; Aini, Dwi Nur
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.1.2024.187-194

Abstract

Kondisi hiperglikemi menjadi salah satu penyebab terjadinya neuropati, penyakit arteri perifer, ganggren pada kaki. Karena klien tidak memakai sepatu, yang dapat meningkatkan risiko luka, perawatan kaki mereka dianggap kurang baik. Tujuan dari penerapan efikasi diri pada pasien ulkus diabetikum adalah untuk meningkatkan perilaku mereka dalam melaksanakan rejimen perawatan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa praktik perawatan kaki pasien ulkus diabetikum setelah mereka menerima instruksi berbasis efikasi diri. Jenis penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok dan bersifat kuasi-eksperimental kuantitatif. Sampel penelitian ini terdiri dari 51 orang yang menerima perawatan luka di Semarang dengan ulkus diabetikum. Pengambilan sampel menggunakan rangkaian sampel. Analisis data dengan uji Wilcoxon. Temuan menunjukkan bahwa semua responden mengalami peningkatan setelah menerima edukasi berbasis efikasi diri; selain itu, pasien dengan ulkus diabetikum menunjukkan perilaku perawatan kaki yang berbeda sebelum dan sesudah menerima jenis instruksi ini, dengan uji Wilcoxon yang menghasilkan nilai p-value sebesar 0,000.
The effect of lavender aromatherapy and deep breathing exercise on anxietas level in hemodialysis patients Retnaningsih, Dwi; Jumiati, Jumiati; Prihati, Dyah Restuning
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i3.23569

Abstract

Chronic kidney failure is a chronic disease that requires treatment and hemodialysis therapy. Hemodialysis therapy has physical and psychological impacts on patients, such as stress. Patients who experience stress require management techniques such as lavender aromatherapy and deep breathing relaxation. The purpose of the study was to compare the effects of lavender aromatherapy and deep breathing relaxation on patients receiving hemodialysis who were experiencing the stress of chronic kidney failure. The study's quasi-experimental design includes two groups for the pretest and posttest. The 32 patients with chronic renal failure receiving hemodialysis made up the research sample; 16 of them participated in the lavender aromatherapy intervention and 16 were part of the deep breathing relaxation group. The research instrument used is the perceived stress scale (PSS) questionnaire. With a p-value of 0.000, data analysis employing an independent t-test reveals a difference between the deep breathing relaxation and lavender aromatherapy interventions on the stress of chronic renal failure patients receiving hemodialysis. Lavender aromatherapy and breathing relaxation can reduce stress in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Lavender aromatherapy reduces stress in chronic kidney failure patients more effectively than deep breathing relaxation. Lavender aromatherapy can be an alternative therapy to reduce stress while undergoing hemodialysis.
Hubungan Lamanya Terapi Hemodialisa terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisa Mufidah, Nurul; Aini, Dwi Nur; Prihati, Dyah Restuning
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.2077

Abstract

Penyakit CKD (Chronic Kidney Disease) didunia saat ini mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penyakit ini memerlukan tindakan menggantikan fungsi ginjal yaitu terapi hemodialisa yang harus dijalani seumur hidupnya. Adapun dampak dari terapi hemodialisa ini berupa fisik dan psikologis sehingga terjadi kecemasan. Karakteristik yang mempengaruhi jenis kelamin, umur, pendidikan dan juga pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan lamanya terapi hemodialisa terhadap tingkat kecemasan pada Pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif  analitik korelasional. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional dengan 70 responden. Analisa data univariat menggunakan uji distribusi frekuensi yang disajikan dalam bentuk frekuensi serta presentase dari tiap variabel, sedangkan uji bivariat menggunakan uji rank-spearman. Sebagian besar responden menjalani terapi hemodialisa > 24 bulan sebanyak 36 responden (51.4%) dan rata rata responden mengalami kecemasan sedang sebanyak 53 responden (75.7%). Hasil uji statistik P value 0.000 < 0.05. maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan lamanya terapi hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada Pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Pruritus and long-term hemodialysis among patients with chronic renal failure Retnaningsih, Dwi; Puspitasari, Putri; Prihati, Dyah Restuning
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.23067

Abstract

Patients with hypertension and diabetes are at risk of developing chronic kidney failure. A common occurrence in patients with chronic kidney disease is pruritus. Pruritus can affect all parts of the body, which can have an emotional impact on the patient, affect the quality of sleep and mood of the patient, and cause discomfort. The study's goal was to determine whether there was a long-term link between hemodialysis and the onset of pruritus among patients with chronic renal failure who were receiving hemodialysis. Quantitative research with the cross-sectional method A total of 45 patients are in the RSI Sultan Agung Semarang Hemodialisa Unit, Central Java, Indonesia. The instrument in this study was the 5D pruritus scale. Data analysis was done using SPSS version 24. The Spearman rank test was conducted to test the relationship between two variables of the study, namely the duration of hemodialysis and the occurrence of pruritus. The study was conducted in April–June 2022, along with the ethical test. The results of the study obtained a p value of 0.004≤0.05, which means there is a relationship between long-term hemodialysis and the occurrence of pruritus in patients with chronic kidney failure. In conducting treatment, it is important to pay attention to basic needs and comfort, as well as implement pruritus management.
Co-Authors Adjeng Juniar Nur Sandy Affia Fanny Hasibuan Asep Dody Ayu Diana Cahyani Setianingrum Carolina, Cindy Nuranita Catur Asih Lestari Chandra Hadi Prasetiya Chandra Hadi Prasetiya Dwi Nur Aini Dwi Nur Aini Dwi Nur Aini Dwi Nur Aini, Dwi Dwi Nur Aini, Dwi Nur Dwi Retnaningsih, Dwi Edi Wibowo . Elsye Maria Rosa Emilia Puspitasari Sugiyanto Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti Endang Supriyanti, Endang Febrianti, Afansa Fitrianingsih, Fitrianingsih Fradika Wulan Sari Heny Prasetyorini Heny prasetyorini Heny Prasetyorini Heny Prasetyorini Heny Prasetyorini Heny prasetyorini Heny Hindria Elfanti Itsnaeni Khotimah Janiar Puspita Sari Juanmita, Monica Jumiati Jumiati Kusdino Kusdino Kusdiyanto Kustriyani, Menik Makiya, S.N Nurul Marisha Dwi Pangesti Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingtyas Wirawati Maulidta Karunianingwirawati Menik Kustriyani Miya Susilawati Novi Listiyani Nurul Mufidah, Nurul Oninda Apriliya Hidayah Pinky Novitasari Pipit Nurainun Pipit Septiari Pramono, Wijanarko Heru Prasetiya, Chandra Hadi Prasetyorini, Heny Putri Puspitasari Rahayu Winarti Ria Astarina Pertiwi Rina Fajariyati Rini Lestari Rizki Nurcahyati Romansari, Anita Septi Duwi Astuti Shefi Salsabila Soleh, Madnur Sri Handayani, Novi Sefia Tifani Sugiharto, Sigit Sunitin, Sunitin Suryati Suryati Syafira, Deby Ayu Tamrin, Tamrin Tifani, Novi Sefia Wahyu Prihantoro Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wati, Lidya Septiana Wijanarko Heru Pramono Wijanarko Heru pramono Wirawati, Maulidta Karunianingtyas Zakiyatul