Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP ANTIBIOTIK DI LINGKUNGAN KALUBIBING KELURAHAN MAMUNYU Sartika, Sartika; Tikirik, Wita Oileri; Tarnoto, Tenny
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): JANUARY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i1.230

Abstract

Antibiotik adalah golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia dan berhubungan dengan banyak infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan penyebab utama penyebaran resistansi antibiotik, penggunaan antibiotik harus tepat sasaran, dan pasien harus mewaspadai efek samping obat antibiotik. Pengamatan awal dilakukan di lingkungan Kalubibing dan diperoleh informasi bahwa masyarakat cenderung menggunakan antibiotik karena indikasi yang tidak tepat. Kebanyakan orang menggunakan antibiotik sebagai pereda nyeri atau pereda nyeri, dan dosis yang digunakan hanya satu tablet atau dua tablet. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik di sekitar Kalubibing Desa Mamunyu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, responden yang berpengetahuan baik sebanyak 33 orang (41, 2%) dan responden yang berpengetahuan cukup sebanyak 31 orang (38, 8%). Sedangkan pengetahuan kurang baik sebanyak 16 orang (20, 0%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa responden yang berpengetahuan baik lebih banyak dibandingkan responden yang berpengetahuan cukup baik dan kurang. Berdasarkan hasil penelitian penelitian ini, dapat diasumsikan bahwa masyarakat sekitar Kalubibi lebih mengetahui tentang penggunaan antibiotik, terutama tentang aturan pakai, cara menghentikan antibiotik.
Studi Kasus Anemia Sedang pada Kehamilan Trimester III dengan Terapi Non Farmakologi Konsumsi Buah Pisang Ambon (Musa Paradisiaca Var Sapientum Linn) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Palangka Raya Tahin 2024: Case Study of Moderate Anemia in the Third Trimester of Pregnancy with Non Pharmacological Therapy Consumption of Ambon Banana (Musa Paradisiaca Var Sapientum Linn) in the River Watershed Area (DAS) of Palangka Raya City in 2024 Hertati, Dessy; Pratiwi, Ana Paramita; Tarnoto, Tenny
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8968

Abstract

Latar Belakang: Anemia menjadi penyebab kematian selama kehamilan yang berkontribusi sebesar 20-40%. World Health Organization (WHO) 2017 mendefinisikan anemia pada kehamilan dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11g/dl pada trimester I dan III atau < 10,5 g/dl pada trimester II. Anemia dapat meningkatkan risiko kematian janin selama periode prenatal, bayi lahir sebelum waktunya, risiko perdarahan postpartum, hipertensi dan gagal jantung saat kehamilan, Berat Badan Lahir Rendah. Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Kehamilan Fisiologis pada Ny. P G1P0A0 hamil 30 minggu dengan masalah anemia sedang di Ruang KIA UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan yaitu secara kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Desain menggunakan observasional lapangan. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, dan analisis dokumentasi asuhan kebidanan. Analisis data diperoleh dari penelitian studi kasus dengan membuat narasi dari hasil observasi dan deskripsi analisis asuhan kebidanan, pengkajian, merumuskan diagnose kebidanan, merencanakan, melaksanakan, dan melakukan evaluasi asuhan kebidanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023. Hasil: ibu bersedia untuk mencoba pengobatan alternative terapi non farmakologi/komplementer untuk mengatasi anemia sedang pada ibu yaitu dengan mengkonsumsi 2 buah pisang ambon sehari selama 14 hari karena pisang ambon juga banyak mengandung zat besi dan juga vitamin C untuk penyerapan zat besi serta berperan dalam pembentukan hemoglobin sehingga mempercepat penyembuhan penyakit anemia. Vitamin C juga berperan dalam mentransfer zat besi dari transferin dalam plasma ke feritin hati. Pisang juga banyak mengandung asam folat atau vitamin B6 yang larut dalam air, yang diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah.
Penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Dan Keselamatan Ibu Hamil Asikin, Siti Badria; Tarnoto, Tenny; Subani, Natalia Debi; Nurhayati, Nurhayati; Rahmat, Rezqiqah Aulia; R, Cakrawati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.932

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) remains a health indicator that requires significant attention, especially in areas with limited health facilities. One contributing factor to the high MMR is pregnant women's limited knowledge of pregnancy danger signs, often leading to delays in seeking medical help. This community service activity aims to improve pregnant women's knowledge of pregnancy danger signs through integrated counseling and education. The activity was conducted in Village X and involved 45 pregnant women. The methods used included classroom counseling, interactive discussions, demonstrations of danger signs, distribution of leaflets, and knowledge evaluation using pre- and post-tests. The results showed a significant increase in knowledge, with an average pre-test score of 56.2 increasing to 86.7 in the post-test. Ninety-one percent of participants stated that this activity was very beneficial and increased their awareness of pregnancy risks. In conclusion, counseling on pregnancy danger signs is effective in increasing the knowledge and awareness of pregnant women. This activity is recommended for routine implementation by health workers as an effort to prevent complications early and improve maternal safety.
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal terhadap Status Gizi Balita: Studi Pra-Eksperimental di Puskesmas Minasatene Kabupaten Pangkep Halisah, Halisah; Tambaip, Titus; Putri, Hanriska Awidiya; Tarnoto, Tenny; Ekawati, Erni Agit; Burhanuddin, Yuniarti Ekasaputri
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i2.293

Abstract

Nutritional problems in toddlers remain a public health challenge, especially in areas with a high prevalence of stunting and malnutrition, such as Pangkep Regency. One of the interventions implemented by the government is the provision of supplementary feeding (PMT) made from local foods to improve the nutritional status of toddlers. This study aims to determine the effect of providing PMT made from local foods on the nutritional status of toddlers in the working area of ​​the Minasatene Community Health Center, Pangkep Regency. This study used a quantitative design with a pre-experimental one-group pretest–posttest approach. The study was conducted in August 2025 with a sample of 49 toddlers who received PMT, using a total sampling technique. Data were collected by measuring body weight before and after the PMT intervention for 60 days, then analyzed using a paired t-test. The results showed an increase in toddler body weight after PMT administration, with a change in nutritional status from undernutrition and severe malnutrition to mostly normal nutrition. Statistical tests showed a significant difference between body weight before and after the intervention (p<0.05). It can be concluded that the provision of PMT made from local foods has a significant effect on improving the nutritional status of toddlers in the working area of ​​the Minasatene Community Health Center, Pangkep Regency.
Pengaruh Program Keluarga Harapan (PKH) terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil di Pedesaan Marwasariaty, Marwasariaty; Pratiwi, Cici; Sari, Erma Puspita; Tarnoto, Tenny; Rahmat, Rezqiqah Aulia
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.997

Abstract

Background: Antenatal Care (ANC) is a crucial effort to reduce maternal and infant mortality. However, in rural areas, pregnant women's compliance with ANC visits remains low. The Family Hope Program (PKH) is a conditional social assistance program that requires pregnant women to undergo prenatal checkups. Objective: This study aims to determine the effect of the Family Hope Program (PKH) on ANC visit compliance among pregnant women in rural areas. Methods: This study used an analytical design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 120 pregnant women, both PKH recipients and non-recipients, selected using a purposive sampling technique. The research instruments were questionnaires and KIA (Maternal and Child Health) records. Data analysis was performed using the Chi-Square test and logistic regression. Results: The results showed a significant relationship between PKH participation and ANC visit compliance (p < 0.05). Pregnant women receiving PKH were more compliant with the minimum of four ANC visits as standard compared to pregnant women not receiving PKH. Regression analysis shows that pregnant women receiving the Family Hope Program (PKH) are 2.8 times more likely to be compliant with ANC visits than non-recipients. Conclusion: The Family Hope Program (PKH) has a positive effect on ANC visit compliance among pregnant women in rural areas.