Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Video dalam Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut di Desa Lohia Kabupaten Muna Asri, Muhammad; Fety, Yulli; Ikhsan Akbar, Muhammad
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i2.260

Abstract

Menurut data yang diperoleh dari puskesmas Lohia, menunjukkan bahwa pada tahun 2019 jumlah penderita dermatitis sebanyak 132 orang (9,67%), tahun 2020 jumlah sebanyak 151 orang (10,92%), dan pada tahun 2021 sebesar 155 orang (11,40%). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media video dalam meningkatkan pengetahuan mengenai dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi Pre-Experimental Study yang menggunakan rancangan one grup pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 87 responden dengan sampel 46 responden dengan cara Purposive sampling. Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dan di uji menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan menunjukkan bahwa Skor pengetahuan saat posttest mengalami peningkatan pada 45 responden (Positive Ranks), dan terdapat 1 responden yang memiliki nilai yang sama saat pretest. Berdasarkan uji Wilcoxon Sign Rank Test diperoleh p-value (0,000) < α (0,05). Disarankan bagi Puskesmas Lohia agar lebih mengoptimalkan promosi kesehatan kepada ibu melalui media prmosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyakit dermatitis kontak iritan.
THE EFFECT OF PELVIC ROCKING ON PAIN REDUCTION DURING THE FIRST STAGE OF LATENT PHASE LABOR AT POASIA COMMUNITY HEALTH CENTER KENDARI CITY : PELVIC ROCKING ON PAIN REDUCTION Fety, Yulli; Dina, Hasniah; Rahma, Aghisna Anis
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/342

Abstract

Background: The latent phase of the first stage of labor, during the initial period of contractions until the cervix dilates to 3 centimeters, can last approximately 6-12 hours. During this phase, the body starts preparing the cervix to open and widen, allowing the baby to pass through the birth canal.  One method that can be used to reduce labor pain is pelvic rocking. Methods: This study employed a true experimental design using a pretest-posttest group design, involving both an experimental group and a control group. The study population consisted of 56 pregnant women. The research instrument used was a pain assessment observation sheet with the Numeric Rating Scale. Data were analyzed using SPSS. Results: The study showed that, in the experimental group, the average pain level of mothers in the first stage of labor before the intervention was 4.11. After the intervention, which involved pelvic rocking, there was a decrease in the pain scale, with an average pain level of 2.38. In the control group, the pretest pain showed an average pain level of 4.27, while the posttest pain assessment showed an average pain level of 3.83. Based on statistical tests, a p-value (asymp. sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05. Conclusion: This study states that pelvic rocking has an effect on reducing pain during the first stage of labor. It is suggested that a combination therapy be provided to enhance comfort through pain scale reduction.
Pengaruh Strategi Pembelajaran Stratagem Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Vulva Hygiene Remaja Usia 13–14 Tahun Di Kendari Fety, Yulli; Firmansyah, Firmansyah; Dina, Hasniah; Meysan, Nurhidayah
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1376

Abstract

Praktik vulva hygiene masih sering diabaikan, terutama pada remaja usia sekolah sehingga memicu beberapa gangguan kesehatan seperti keputihan (fluor albus), infeksi saluran reproduksi, radang panggul, hingga berpotensi mempengaruhi kesuburan di masa mendatang. Data nasional menunjukkan bahwa lebih dari 60–70% remaja putri pernah mengalami keputihan. Hal ini juga terjadi di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, khususnya pada siswa SMPN 10 Kendari. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri belum menerapkan praktik vulva hygiene yang benar, seperti cara membersihkan area genital, penggunaan pakaian dalam yang tepat, serta pola kebiasaan saat menstruasi. Kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi yang diperoleh dari sekolah maupun keluarga turut memperparah kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang vulva hygiene usia 13–14 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mokoau, khususnya di SMPN 10 Kendari. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan one group pre-test post-test design. Penelitian dilakukan di SMPN 10 Kendari, wilayah kerja Puskesmas Mokoau. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri usia 13–14 tahun yang berjumlah 72 orang. Teknik pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah, diskusi, dan media audiovisual. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Kuesioner telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan tentang vulva hygiene. Kategori pengetahuan pretest (baik: 4 orang, cukup: 20 orang, kurang: 48 orang) meningkat pada saat posttest (baik: 6 orang, cukup: 54 orang, kurang: 12 orang). Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0.000, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang vulva hygiene. Variabel sikap juga mengalami peningkatan skor, dimana saat pretest (baik: 5 orang, cukup: 43 orang, kurang: 24 orang) meningkat pada saat posttest (baik: 5 orang, cukup: 45 orang, kurang: 22 orang). Berdasarkan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai p = 0.013, sehingga pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap sikap remaja putri mengenai vulva hygiene. kesimpulan penelitian ini adalah pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri usia 13–14 tahun tentang vulva hygiene. Terdapat peningkatan skor pengetahuan dan sikap yang signifikan secara statistik setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan. 
Pengaruh Video Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Motivasi Wanita Usia Subur Untuk Melakukan Pap Smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Rombo Kabupaten Buton Utara Fety, Yulli; Firmansyah, Firmansyah; Dina, Hasniah; Jaya, Indra
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1386

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada leher rahim dan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Meskipun Wanita Usia Subur (WUS) merupakan kelompok sasaran utama pemeriksaan Pap smear, tingkat motivasi mereka untuk melakukan deteksi dini ini masih rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi adalah melalui penyampaian informasi yang menarik dan mudah dipahami, salah satunya dengan video edukasi. Media video dinilai mampu meningkatkan pemahaman, menggugah kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku terhadap pentingnya melakukan Pap smear. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Video Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Motivasi Wanita Usia Subur Untuk Melakukan Pap smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Rombo Kabupaten Buton Utara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitaf dengan pendekatan quasi ekperimen rancangan Pretest dan Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh Wanita Usia Subur (WUS) yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Bone Rombo, berjumlah 1.022 orang. Sampel penelitian terdiri dari 92 WUS yang memenuhi kriteria, yaitu perempuan berusia 15–49 tahun, sudah menikah, aktif berhubungan seksual, dan tidak pernah melakukan Pap smear dalam satu tahun terakhir. Hasil penelitian di peroleh 92 reseponden wanita usia subur sebelum diberi edukasi, motivasi untuk pemeriksaan pap smear motivasi lemah 72 responden (78%), motivasi sedang 20 responden (22%) dan motivasi kuat 0 (0%). Setelah diberi motivasi lemah 0 responden (0%), motivasi sedaang 79 responden (86%) dan motivasi kuat 13 responden (14%). Hal ini terjadi peningkatan motivasi wanita usia subur untuk melakukan pap smear. Kesimpulan pada penelitian yang dilakukan pada uji Wilcoxon nilai sig adalah 0,000 atau lebih kecil dari 0,005 yang artinya ada pengaruh Video Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks Terhadap Motivasi wanita usia subur untuk Melakukan Pap smear Di Wilayah Kerja Puskesmas Bone Rombo Kabupaten Buton Utara
Peningkatan Literasi Masyarakat Tentang Pencegahan ISPA Pada Anak di Kelurahan Laosu Islamiyah, Islamiyah; Fety, Yulli; Firmansyah; Pusmarani, Jastria; Dode, Hartian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1487

Abstract

Infeksi saluran nafas akut (ISPA) adalah suatu infeksi pada saluran pernapasan atas ataupun bawah, yang disebabkan oleh agen infeksius, dan dapat berlangsung sampai 14 hari. Gejala yang timbul akibat infeksi saluran napas tergantung pada daerah yang terkena, etiologi penyakit, maupun inflamasi yang terjadi, mulai dari gejala ringan seperti batuk dan nyeri menelan, hingga kesulitan bernapas yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit menular ini dapat menyerang anak dan dewasa, namun insidennya akan menurun seiring bertambahnya usia. Penularan antar manusia umumnya terjadi melalui droplet, namun dapat juga melalui kontak dengan tangan atau permukaan benda yang terkontaminasi. Sehingga dibutuhkan pencegahan salah satunya dengan pemberian edukasi untuk peningkatan literasi Masyarakat tentang cara pencegahan penularan ISPA. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2025. Peserta yang ikut serta pada kegiatan ini sangat antusias, sehingga diharapkan tujuan kegiatan untuk peningkatan literasi tentang pencegahan ISPA tercapai dengan maksimal.