Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI KONSEP ONE VILLAGE ONE PRODUCT (OVOP) MELALUI PELATIHAN MANAJEMEN USAHA DAN DIGITALISASI PEMASARAN BAGI UMKM BINAAN BUMDES PELEMWATU, KABUPATEN GRESIK Heryanto Susilo; Mustakim; Rusdiyanto; Puput Nabilakhul Natalia; Fitriyah Najwa
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.5797

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) dalam industri konstruksi secara turun temurun terdapat di Desa Pelemwatu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Adapun penggunaan konsep Satu Desa Satu Produk (OVOP), produk unggulan desa berfungsi sebagai versi miniatur identitas ekonomi lokal, namun pengrajin menghadapi berbagai tantangan, seperti manajemen bisnis yang buruk, sistem keuangan yang masih manual, dan pemanfaatan teknologi digital yang kurang optimal dalam pemasaran produk. Adanya penjangkauan dari implementasi dari OVOP ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bisnis lokal melalui pelatihan manajemen bisnis, digitalisasi pemasaran, dan efisiensi operasional bagi UMKM binaan BUM Desa Pelemwatu Mandiri. Penjangkauan, instruksi tatap muka, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) merupakan beberapa strategi implementasi. Penelitian menunjukkan peningkatan penjualan sebesar 25–70% melalui media digital, peningkatan kemampuan manajerial, dan peningkatan efisiensi operasional. Perekonomian lokal diperkuat dan masyarakat diberdayakan berdasarkan potensi desa berkat program ini. Kesimpulannya, penerapan ide OVOP melalui pelatihan dan pemasaran digital merupakan metode yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk desa unggulan.
PRO DAN KONTRA FENOMENA FILEM BID’AH DI MASYARAKAT INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAAN METODE FILSAFAT ILMU Ajharul Wirdi; RUSDIYANTO; Ahmad Alan Ardiyansayah; Ramzy Ramadhan; Andi Rosa
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 2 (2025): Vol. 1 No. 2 Edisi Juli 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i2.957

Abstract

Fenomena film bertema bidaah telah memicu beragam reaksi dalam masyarakat Indonesia, mulai dari dukungan yang kuat hingga pertentangan yang tajam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perspektif pro dan kontra tersebut melalui kacamata filsafat ilmu, dengan menganalisis bagaimana konstruksi pengetahuan, nilai, dan interpretasi agama membentuk persepsi publik terhadap film bertema bidaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan pada filsafat ilmu, khususnya fokus pada aspek epistemologis, aksiologis, dan ontologis dari isu-isu tersebut. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perbedaan latar belakang pendidikan, pemahaman agama, dan kecenderungan ideologi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi spektrum respon masyarakat. Lebih jauh lagi, film sebagai media komunikasi massa memainkan peran penting dalam memperluas atau memicu kekhawatiran tentang otoritas agama dan batas-batas penafsiran. Penelitian ini menawarkan wawasan filosofis tentang interaksi antara pengetahuan dan media dalam konteks budaya dan agama, dan mengundang refleksi kritis dari penonton dan pembuat film.
SIMPLIFIKASI APLIKASI PEWARNA INDIGO M Adi Nugroho; Tri Agus Setiawan; Rusdiyanto; Rahmat Hidayat; Dian Susilo
E-Jurnal Kajen Vol 3 No 02 (2019): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv03i02.6

Abstract

Membuat kain batik menggunakan pewarna alami untuk kalangan terbatas (ceruk pasar) secara ekonomis memiliki nilai jual tinggi karena citra yang dibangun memberikan kesan etnik dan eksklusif. Dalam upaya untuk memperluas segmentasi, pewarna alami yang memiliki stabilitas dan konsentrasi pigmen yang tinggi serta spektrum warna yang luas diperlukan. Berdasarkan pengalaman mengubah orientasi produsen batik ke penggunaan pewarna sintetis karena mereka mudah diperoleh dan lebih praktis dalam prosesnya. Salah satu jenis pewarna alami yang telah dikembangkan adalah nila. Indigo memiliki peran besar dalam sejarah pewarnaan alami di dunia termasuk orang Indonesia yang selalu menggunakan pewarna nila alami untuk memberi warna biru (wedel) dalam pembuatan batik tradisional kuno. Itulah sebabnya di kelasnya warna nila memiliki ketahanan warna yang unggul terhadap cahaya, pencucian klorin, gosok, dan keringat. Pasta nila dibuat melalui proses oksidasi indoksil dalam suasana basa. Untuk digunakan sebagai pewarna, reduksi kembali menjadi pigmen nila diperlukan. Jenis dan jumlah reduktor serta waktu sangat mempengaruhi kesempurnaan proses reduksi. Masalah penelitian yang diangkat adalah bagaimana membuat solusi reduksi nila yang siap untuk pewarnaan yang tetap stabil selama 1 minggu dan dapat mengurangi tahapan proses pewarnaan nila dalam upaya untuk mendapatkan aspek praktis dari pewarna alami. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kinerja formaldehida sebagai pengawet dipengaruhi oleh suhu panas larutan dalam proses perendaman dan waktu setelah kain disimpan selama 3 bulan, sehingga selama 7 hari tidak dapat mempertahankan stabilitas warna bila dibandingkan dengan hasil pewarnaan dengan metode standar