Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Genggam Jari Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Ashila Almasyah; Dewi Nur Puspita Sari; Zahrah Maulidia Septimar
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): GJIK - FEBRUARI s/d JULI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v3i1.957

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kondisi medis yang umum terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Terapi genggam jari adalah salah satu metode alternatif yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dengan cara merangsang titik-titik refleksi pada jari-jari tangan. Berdasarkan fenomena yang ditemukan oleh peneliti, warga lansia di wilayah RW 05 Kelurahan Batu Jaya belum pernah melakukan penanganan hipertensi dengan terapi genggam jari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi genggam jari terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one group pretest-posttest design. Desain ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan intervensi terapi genggam jari. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama, tekanan darah sistolik dan diastolik mengalami perubahan signifikan dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,005. Pada pertemuan kedua, data tekanan darah sistolik dan diastolik juga mengalami perubahan signifikan dengan nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak, yang berarti terdapat pengaruh terapi genggam jari terhadap perubahan tekanan darah. Kesimpulan: terapi genggam jari berpengaruh terhadap perubahan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah RW 05 Kelurahan Batu Jaya.
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kepatuhan Terapi Antiretroviral ( ARV ) Pada Orang Dengan ( ODHA ) Muhamad Abdul Fikri; Zahrah Maulidia Septimar; Ayu Pratiwi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 10 (2025): Menulis - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i10.668

Abstract

Latar Belakang : Peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap terapi antiretroviral (ARV) masih menjadi tantangan besar. Banyak pasien menghadapi kendala psikologis dan sosial yang membuat mereka sulit untuk rutin menjalani pengobatan. Dukungan sosial dari keluarga, teman, dan tenaga kesehatan diyakini dapat membantu ODHA mempertahankan kepatuhan terhadap terapi. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap kepatuhan terapi ARV pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 154 ODHA yang menjalani terapi ARV di Yayasan Cita Andaru Bersama dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Sebagian besar responden memiliki dukungan sosial tinggi (91,6%) dan kepatuhan terapi ARV tinggi (95,5%). Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05), menandakan adanya pengaruh signifikan antara dukungan sosial dan kepatuhan terapi ARV. Saran: Diperlukan peningkatan dukungan sosial yang berkelanjutan dari keluarga, teman, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat kepatuhan ODHA terhadap terapi ARV.
Hubungan Stigma Dengan Tingkat Stres Pasien Odhiv Di Yayasan Cita Andaru Bersama Kota Tangerang Muhamad Rijal Arif; Zahrah Maulidia Septimar; Ayu Pratiwi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 10 (2025): Menulis - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i10.669

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stigma dengan tingkat stres pada pasien orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) di Yayasan Cita Andaru Kota Tangerang. Latar belakang: penelitian didasarkan pada masih tingginya stigma sosial terhadap ODHIV yang berdampak langsung pada kesehatan mental, terutama pada tingkat stres yang dialami pasien. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi: penelitian berjumlah 250 pasien, dengan sampel 154 responden yang dipilih Teknik Sampel: menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian: berupa kuesioner stigma dan kuesioner tingkat stres yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami tingkat stigma sedang hingga tinggi, serta tingkat stres yang juga berada pada kategori sedang hingga tinggi. Analisis Data: Uji statistik chi-square memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara stigma dengan tingkat stres pasien ODHIV (p < 0,05). Temuan ini mendukung hasil penelitian sebelumnya, baik di Indonesia maupun di luar negeri, yang menyatakan bahwa stigma berkontribusi terhadap peningkatan stres, kecemasan, dan depresi pada pasien ODHIV. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah semakin tinggi stigma yang dialami pasien, semakin tinggi pula tingkat stres yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi psikososial berbasis komunitas untuk mengurangi stigma serta menurunkan stres pasien ODHIV. Secara teoretis, hasil penelitian ini memperkaya kajian dalam bidang keperawatan dan psikologis kesehatan, sementara secara praktis dapat menjadi dasar bagi yayasan, tenaga kesehatan, dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi penanganan yang lebih komprehensif.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Apendiktomi Dengan Pemberian Terapi Murottal Al-Qur’an Terhadap Skala Nyeri Di Paviliun Mawar RSUD Kabupaten Tangerang Melly Sa’idah; Meynur Rohmah; Riahta Sembiring; Zahrah Maulidia Septimar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendiksitis adalah peradangan akibat infeksi pada usus buntu atau umbai cacing (apendiks). Usus buntu sebenarnya adalah sekum (caecum). Infeksi ini bisa mengakibatkan peradangan akut sehingga memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi yang umumnya berbahaya (Saputro et al., 2019). Tujuan : Untuk mengetahui keefektifan pemberian terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post apendiktomi. Metode : Memberikan intervensi terapi murottal Al-Qur’an yang baik dan benar. Hasil : Dari hasil ini menunjukkan adanya efektivitas pemberian terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post apendiktomi di paviliun mawar RSUD Kabupaten Tangerang dimana dalam penelitian ini terjadi penurunan skala nyeri dari sebelum diberikan terapi murottal Al-Qur’an yaitu skala nyeri 6 (nyeri sedang) menurun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan) setelah diberikan terapi murottal Al-Qur’an. Kesimpulan : Diharapkan intervensi terapi murottal Al-Qur’an dapat dijadikan referensi asuhan keperawatan mandiri untuk mengurangi skala nyeri pada pasien post apendiktomi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Dengan Intervensi Pemberian Musik Klasik Terhadapkualitas Tidur Di Paviliun Mawar RSUD Kabupaten Tangerang Lala Nur Sahila; Meynur Rohmah; Zahrah Maulidia Septimar; Riahta Sembiring
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 8 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Ginjal Kronik atau Chronic Kidney Disease (CKD) saat ini merupakan masalah kesehatan yang penting mengingat selain insidens dan pravelensinya yang semakin meningkat, pengobatan pengganti ginjal yang harus di jalani oleh penderita gagal ginjal merupakan pengobatan yang sangat mahal. Dialisa adalah suatu tindakan terapi pada perawatan penderita gagal ginjal terminal. Tindakan ini sering juga di sebut sebagai terapi pengganti karena berfungsi menggantikan sebagian fungsi ginjal. Terapi pengganti yang sering dilakukan adalah hemodialisis dan peritonealialisa. Diantara kedua jenis tersebut, yang menjadi pilihan utama dan metode perawatan yang umum untuk penderita gagal ginjal adalah hemodialisis. Tujuan Penelitian: Untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan kepada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang mengalami gangguan pola tidur di paviliun mawar RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2023. Metode Penelitian: Mahasiswa mengimplementasikan asuhan keperawatan pada pasien CKD dengan pemberian inovasi intervensi musik klasik dengan melakukan perbandingan jurnal. Hasil Penelitian: Dari hasil penelitian menunjukkan adanya efektiftas atau pengaruh pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dengan pemberian inovasi intervensi musik klasik terhadap kualitas tidur pada pasien CKD hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Hendri (2019) terlihat bahwa pemberian musik klasik Mozart berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur dengan pvalue=0,002. dengan mendengarkan musik mampu menenangkan pikiran, melancarkan tekanan darah dan menstabilkan tekanan jantung.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Intervensi Range of Motion (ROM) Terapi Genggam Bola Tangan Di HCU Stroke RS An- Nisa Siti Aan Hasanah; Zahrah Maulidia Septimar; Elidia Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke Non Hemoragik merupakan suatu gangguan yang terjadi pada aliran pembuluh darah di otak. Stroke juga merupakan penyebab kematian kedua dan penyebab terjadinya disabilitas ketiga di dunia. Data WSO (World Stroke Organization) menunjukan bahwa terdapat 13,7 juta kasus baru strok setiap harinya dan sekitar 5,5 juta kematian terjadi akibat stroke. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah pemberian terapi rom genggam bola tangan untuk mencegah terjadinya gangguan mobilitas fisik . tujuan karya tulis ilmiah ini untuk mengetahui efektifitas terapi genggam bola terhadap status hemodinamik pasien sebagai bentuk peningkatan kekuatan otot. Metode yang digunakan studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Hasil: didapatkan setelah pemberian intervensi selama 3 hari menunjukan kekuatan otot pasien membaik terutama pada nilai tetekanan darah (Mean Atrial Pressure) membaik. Kesimpulan: Terdapat perubahan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik sebelum dan sesudah dilakukan tindakan rom terapi genggam bola tangan di ruang HCU stroke An-Nisa Tangerang.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Intervensi Tindakan Closed Suction Pasien Terpasang Ventilator Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Di Ruang ICU RS An-Nisa Tangerang Siti Hayatun Nupus; Zahrah Maulidia Septimar; Elidia Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan merupakan kondisi kegawatdaruratan, hal ini disebabkan adanya penyumbatan pembuluh darah di otak. stroke non hemoragik yaitu adanya sumbatan pada pembuluh darah otak. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tindakan closed suction yang efektif untuk mencegah terjadinya bersihan napas tidak efektif. Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk mengetahui efektifitas pemberian closed suction terhadap bersihan jalan napas pasien sebagai bentuk pencegahan bersihan napas tidak efektif. Metode: Metode yang digunakan ialah deskriptif dengan pendekatan observational melalui studi kasus dengan melakukan intervensi keperawatan. Hasil: Didapatkan setelah pemberian intervensi selama 3 hari menunjukan terdapat perubahan saturasi oksigen pada pasien terpasang ventilator sebelum dan sesudah dilakukan tindakan closed suction. Kesimpulan: Terdapat perubahan saturasi oksigen pada pasien terpasang ventilator sebelum dan sesudah dilakukan tindakan closed suction di ruang ICU An-Nisa Tangerang.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stoke Non Hemoragik Dengan Pemberian Terapi AIUEO Terhadap Pasien Gangguan Komunikasi Verbal Di Ruang HCU Stroke RS An-Nisa Tangerang Irfan Alamsyah; Zahrah Maulidia Septimar; Elidia Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan kondisi hilangnya fungsi neurologis secara cepat karena adanya gangguan perfusi pembuluh darah otak. Stroke non hemoragik terjadi akibat adanya sumbatan pada lumen pembuluh darah otak dan memiliki prevalensi tertinggi, yaitu 88% dari semua stroke. Intervensi yang dilakukan adalah dengan melakukan terapi AIUEO untuk mencegah terjadinya gangguan komunikasi verbal. Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi AIUEO terhadap gangguan komunikasi verbal. Metode yang digunakan studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Hasil yang didapatkan setelah pemberian intervensi selama 3 hari menunjukan mengalami perubahan namun tidak secara signifikan, dan membutuhkan beberapa bulan untuk berhasil .
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Intervensi Mirror Therapy Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Di Ruang High Care Unit (HCU) Stroke RS An-Nisa Tangerang Siti Suryanti; Zahrah Maulidia Septimar; Elidia Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan gejala muka terasa tebal, telapak tangan dan kaki mati rasa, mendadak mengalami lemas pada salah satu sisi ekstremitas tubuh, sehingga kesulitan berjalan, hilangnya koordinasi atau keseimbangan tubuh mendadak, gangguan bicara tiba-tiba, pusing atau nyeri kepala mendadak dengan penyebab tidak jelas. Metode yang digunakan studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Hasil yang didapatkan setelah pemberian intervensi selama 3 hari menunjukan belum terdapat peningkatan kekuatan otot pada pasien sebelum dan sesudah dilakukan tindakan mirror therapy. Kesimpulan berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan sebanyak 3 kali dapat disimpulkan bahwa belum terdapat perbedaan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mirror therapy kepada pasien. Tindakan keperawatan sebagai evidence base yang dapat diberikan berupa mirror therapy secara berkala.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stoke Hemoragik Post Op Vp Shunt Dengan Intervensi Head Up 30o Terhadap Penurunan Tekanan Intrakranial Di Ruang ICU RS An-Nisa Tangerang Siti Hilda; Zahrah Maulidia Septimar; Elidia Dewi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah gangguan yang menyerang otak secara mendadak dan berkembang cepat yang berlangsung lebih dari 24 jam, hal tersebut disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik di otak sehingga keadaan tersebut menyebabkan suplai oksigen ke otak terganggu dan dapat mempengaruhi kinerja otak. Stroke biasanya disertai dengan adanya peningkatan tekanna intrakranial (TIK) ditandai dengan keluhan nyeri kepala sampai mengalami penurunan kesadaran. Intervensi yang dilakukan adalah dengan melakukan head up 30O untuk mencegah terjadinya penurunan tekanan intrakranial. Tujuan : karya tulis ilmiah ini untuk mengetahui efektifitas pemberianposisi head up 30Oterhadap penurunan tekanan intrakranial. Metode : yang digunakan studi kasus dengan melakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Hasil : yang didapatkan setelah pemberian intervensi selama 3 hari menunjukan terdapat perubahan tanda-tanda vital pada pasien sebelum dan sesudah dilakukan tindakan head up 30O.