Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Implementation of students' moral literacy through Pancasila values in the implementation of teaching campuses in Samarinda City Majid, Novita; Wingkolatin, Wingkolatin; Rachmad, Edi; Riayanti, Rini
Educational Studies: Conference Series Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/escs.v3i1.2569

Abstract

The profile of Pancasila students is part of the Ministry of Education and Culture's vision and mission, which is very important to be implemented in educational institutions, to grow and develop students as Pancasila students, who demonstrate the value of faith, fear of God Almighty and have noble character, critical thinking, global diversity, mutual cooperation, independent and creative. Under these conditions the moral literacy movement through Pancasila values in the implementation of teaching campuses as an effort to strengthen character is very important to be reapplied to Indonesian society, especially youth and students. This research focuses on implementing Pancasila values in SDN Kota Samarinda. students through Pancasila values in the implementation of teaching campuses as an effort to strengthen character in Samarinda City Elementary School. This study aims to analyze and describe moral literacy, Pancasila values in the implementation of teaching campuses and their implications for SDN Kota Samarinda students. In this research technique in the form of case studies using a qualitative approach. Data collection techniques were carried out by interviews, documentation, observation. Data analysis used Miles and Hubermen's model analysis, including data reduction, data interpretation or data collection, presentation, data verification and drawing conclusions.
Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Dalam Meningkatkan Kemampuan Konsep Diri Peserta Didik Di SMP Negeri 6 Samarinda Suryana, Suryana; Wingkolatin, Wingkolatin; Majid, Novita
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 1 No 3 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peran kegiatan ekstrakurikuler PMR dalam meningkatkan konsep diri peserta didik, kemudian untuk mengetahui kendala yang terjadi pada peran kegiatan ekstrakurikuler PMR dalam meningkatkan kemampuan kosnsep diri peserta didik, serta untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler PMR. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 6 Samarinda pada bulan Januari-Maret 2024. Subjek penelitian ini ialah waka kesiswaan, pembina PMR, dan Kader PMR dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selaku fasilitator dan evaluator mampu menjalankan peran nya dengan baik untuk mengembangkan diri peserta didik. Pihak sekolah maupun peserta didik memiliki kendala baik dari internal maupun ekstrenal yang kemudian diatasi dengan upaya yakni berupa pembinaan yang berkualitas dan pemilihan jenis kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan konsep diri peserta didik yang dapat dilihat dari hasil pelaksanaan upaya yang ada peran peserta didik mampu mengenal, memberikan harapan, dan menilai dirinya sendiri serta adanya etika, moral dan jiwa sosial yang semakin baik dari para peserta didik.
Penerapan Prinsip Keadilan Sosial Terhadap Hak Tenaga Kerja Perempuan di Pertambangan Batubara Samarinda Rahmawati, Yulia; Suryaningsi, Suryaningsi; Majid, Novita
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 1 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Februari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i1.1183

Abstract

Hak pekerja perempuan telah dijamin dalam konstitusi, undang-undang, dan beberapa peraturan pelaksanaannya. Jaminan hak tersebut sejalan dengan berbagai konvensi internasional yang mengatur hak pekerja perempuan. Perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan merupakan salah satu realisasi hak asasi manusia yang senantiasa diakui, dihargai, dan dilindungi. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan keadilan sosial sebagai prinsip terhadap pemenuhan hak tenaga kerja perempuan di pertambangan batubara Samarinda dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung penerapan keadilan sosial sebagai prinsip terhadap pemenuhan hak tenaga kerja perempuan di pertambangan batubara Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pelaku usaha telah memenuhi hak tenaga kerja, baik hak di bidang reproduksi maupun hak di bidang sistem pengupahan. Kemudian dalam pelaksanaannya terdapat faktor penghambat seperti sebagian pelaku usaha tidak mencantumkan hak-hak pekerja perempuan sehingga masih terdapat hak-hak pekerja perempuan yang belum dipenuhi, tidak ada sosialisasi, menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dan juga kurangnya wawasan pekerja perempuan terhadap haknya yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun selain itu juga terdapat faktor pendukung, seperti sebagian pelaku usaha telah mencantumkan dan menjelaskan apa saja hak dan fasilitas yang disediakan untuk pekerja perempuan, menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh pekerja khususnya pekerja perempuan dan juga membuat kebijakan sendiri guna kesejahteraan pekerja perempuan.
Analisis Kemampuan Peserta Didik dalam Berpikir Kritis Melalui Metode Focus Group Discussion (FGD) oleh Guru pada Pembelajaran PKN di Kelas X SMA Negeri 4 Samarinda Wijaya, Nur Aida Fida; Warman, Warman; Suryaningsi, Suryaningsi; Hardoko, Aloysius; Jamil, Jamil; Majid, Novita
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 4 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i4.1420

Abstract

Analisis Kemampuan Peserta Didik Salam Berpikir Kritis Melalui Metode Focus Group Discussion (FGD) Oleh Guru Pada Pembelajaran PKn Dikelass X SMA Negeri 4 Samarinda menunjukkan bahwa penerapan metode FGD oleh guru dalam pembelajaran PKn dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis. Melalui diskusi kelompok, peserta didik diajak untuk berpartisipasi aktif, mengemukakan pendapat, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan mengambil keputusan secara rasional. Temuan ini menunjukkan bahwa metode FGD efektif dalam membentuk kemampuan berpikir kritis peserta didik, sehingga dapat menjadi alternatif yang relevan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PKn di SMA Negeri 4 Samarinda. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis di sekolah menengah atas
Analysis Of Challenges and Strategies In Implementing Pancasila Student Profile Values Through The Introduction Of Local Wisdom in School Majid, Novita; Wingkolatin, Wingkolatin; Asnar, Asnar; Aini, Nur
Educational Studies: Conference Series Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Pancasila student profile has urgency in fixing problems related to the nation's noble values ​​and morals, as well as improving the quality of education in Indonesia. The six Pancasila student profile indicators cannot be separated from the 2020-2035 education road map. Efforts to integrate local wisdom in Civics learning provide a bridge for the younger generation. The method in this research is qualitative with descriptive analysis and data collection techniques in the form of interviews, questionnaires, literature studies and documentation. This research aims to analyze the obstacles and efforts to apply the values ​​of the Pancasila student profile in PPKn learning from the implementation of local wisdom activities for 7th generation teaching campus students. The results of the research explain that there are obstacles in implementing the Pancasila profile for students at SMPN 8 Tenggarong, namely internal and external factors. Internal factors: different student characteristics, lack of student literacy skills, lack of teacher understanding of the project to strengthen the Pancasila profile, limited use of media and teacher limitations in designing lesson plans; external factors, less than optimal government implementation, lack of support from some parties, and limited time for teaching and learning activities. efforts to implement students' Pancasila profile values ​​through the introduction of local wisdom in schools, namely: integrating local wisdom into intracurricular, co-curricular and extracurricular learning materials; Teachers are given training on how to integrate local wisdom in the learning process, because teachers have a central role in the knowledge transfer process; and Adequate infrastructure required.
Peran Pos Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin Berbasis Nilai Keadilan di Pengadilan Agama Kota Samarinda Suryaningsi, Suryaningsi; Warman, Warman; Pardosi, Jawatir; Marwiah, Marwiah; Majid, Novita; Marina, Marina
PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2024): PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2024
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstitusi mengamanatkan bahwa setiap orang mendapatkan pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum sebagai perlindungan Hak Asasi Manusia. Maka dari itu pemerintah bertanggung jawab terhadap pemberian bantuan hukum bagi orang atau kelompok orang miskin sebagai perwujudan akses terhadap keadilan. Menggunakan jenis   deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan informan yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik  analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Subyek penelitian ini adalah Petugas Pos Bantuan Hukum, Panitera Pengadilan Agama Samarinda, dan Masyarakat Pencari Keadilan. Selanjutnya data-data yang diperoleh digunakan untuk menganalisis tentang Peran Posbakum di Pengadilan Agama Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa Pengetahuan awal tentang keberadaan Posbakum terbatas, menyoroti perlunya peningkatan upaya sosialisasi. Namun, setelah mengetahui keberadaannya, masyarakat menyatakan perlunya Posbakum sebagai akses alternatif untuk mendapatkan bantuan hukum, khususnya dalam konteks masalah hukum di Pengadilan Agama. Kesimpulan menyoroti pentingnya upaya sosialisasi, penyediaan informasi, dan peran Posbakum dalam memberikan akses keadilan. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman mengenai efektivitas Posbakum dan implikasinya dalam konteks pelayanan hukum di tingkat lokal.
Politik Hukum Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Atas Pertambangan Batubara Berbasis Pancasila di PT. Berau Coal Lusiana, Putri; Suryaningsi, Suryaningsi; Majid, Novita; Herliah, Endang
PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): PRIMER : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, April 2024
Publisher : LPPM Institut Teknologi Dan Kesehatan Aspirasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan batubara seringkali menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan yang serius, memicu kebutuhan akan regulasi yang kuat untuk mengendalikan dampak.   Melalui pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis peran Pancasila dalam merumuskan kebijakan hukum lingkungan yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memainkan peran penting dalam politik hukum pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan atas pertambangan batubara. Prinsip-prinsip Pancasila, seperti keadilan sosial dan keberlanjutan, menjadi landasan bagi pembentukan regulasi yang mengatur praktik penambangan batubara. Namun, implementasi regulasi ini seringkali terhambat oleh faktor politik, ekonomi, dan sosial. Kesimpulannya, meskipun Pancasila memberikan kerangka kerja yang kuat untuk pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan atas pertambangan batubara, tantangan implementasi masih besar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara kebijakan hukum, kesadaran masyarakat, dan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dalam konteks pertambangan batubara.
Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Meningkatkan Karakter Gotong Royong Siswa di SMP Negeri 24 Samarinda Aini, Nur; Majid, Novita; Bahzar, Moh.; ., Wingkolatin
Journal of Elementary School (JOES) Vol. 8 No. 1 (2025): Journal of Elementary School (JOES)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joes.v8i1.14259

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu guna untuk mengetahui pengimplementasian Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam meningkatkan karakter gotong royong siswa. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 24 Samarinda pada bulan September 2024 November 2024. Subjek penelitian ini ialah Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Guru PPKn, dan siswa siswi dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa SMP Negeri 24 Samarinda telah mengimplementasikan, Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan baik dan maksimal. Dalam meningkatkan karakter gotong royong siswa guru tidak hanya membentuk siswa menjadi sebuah kelompok diskusi, tetapi memberikan penguatan penguatan yang sekiranya dapat membantu siswa dan dalam pengimplementasian didalam kehidupan siswa langsung merasakan diekstrakurikuler pramuka dengan berbagai kegiatan yaitu memasang tenda, memasak, dan membersihkan lingkungan sekitar.
PERAN GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA DALAM MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN JIWA NASIONALISME PADA MAHASISWA : (STUDI DESKRIPTIF GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA KOTA SAMARINDA) Mujahidin, Mujahidin; Wingkolatin, Wingkolatin; Marwiah, Marwiah; Warman, Warman; Jamil, Jamil; Majid, Novita
MADINASIKA Vol 6 No 2 (2025): MADINASIKA-APRIL (In Press)
Publisher : Pascasarjana Unviersitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/madinasika.v6i2.13460

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pembinaan dan pengembangan jiwa nasionalisme yang dilakukan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Samarinda yang berfokus pada pengembangan wawasan kebangsaan pada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Februari 2025. Subjek penelitian ini adalah Ketua, Pengurus, dan juga Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Samarinda. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Sedangkan Keabsahan data menggunakan trianggulasi data.  Hasil Penelitian menunjukkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kota Samarinda telah menjalankan peran strategisnya dalam memperkenalkan dan menanamkan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa melalui  kegiatan kaderisasi, diskusi kebangsaan, advokasi, dan aksi sosial guna meningkatkan kesadaran yang tinggi pada mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan identitas nasional. Namun, penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada beberapa tantangan yang dihadapi Gerakan Mahasiswa Nasiona Indonesia Kota Samarinda, baik dari internal organisasi seperti perbedaan pandangan antar anggota, maupun faktor eksternal seperti kurangnya perhatian terhadap budaya literasi dan pengaruh ideologi yang bertentangan dengan kebangsaan.
Scouting as a Means of Fostering Discipline of SMP N 9 Samarinda Students Lestari, Indah Dwi; Suryaningsi, Suryaningsi; Asnar, Asnar; Majid, Novita
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4576

Abstract

This study aims to examine in depth the role of scouting activities in fostering student discipline at SMP Negeri 9 Samarinda. The background of this study is the low awareness of student discipline which can be seen from tardiness, incompleteness of attributes, and violation of rules even though school sanctions have been applied. Scouting was chosen as an informal media that is loaded with the values of discipline, responsibility, cooperation, and toughness, so that it is considered effective as a character building strategy. This research uses a qualitative descriptive method with direct observation techniques, interviews with coaches, schools, students, and documentation of activities such as attendance and competition reports. The results of the study show that activities such as routine exercises, marching, outbound, camps, and skill competitions are able to increase students' awareness of discipline, neatness, and compliance with rules. The habituation method through weekly exercises, ceremonies, educational sanctions, and awarding achievements has proven to be effective in instilling discipline in a sustainable manner. The pattern of positive and negative reinforcement forms the intrinsic motivation of students so that they obey not because of fear of punishment, but because of personal awareness. However, this study also found challenges such as the variability of coach commitment, limited facilities and funds, and the lack of systematic evaluation of student character. Therefore, it is recommended that schools increase the frequency and variety of scouting activities, establish cooperation with parents and external institutions, and train coaches in effective activity management and sanctioning.