Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGENALAN EQUATION TOOLS UNTUK MATRIKS, LIMIT FUNGSI DAN EKSPONEN UPT. SMAN 8 TAKALAR Inayanti Fatwa; Hariani Harjuna; Rezeki Amaliah; Sutamrin Sutamrin; Khadijah Khadijah; Petronela Narti Lihing
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): April-Juni 2022
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v2i2.245

Abstract

Equation tools atau equation editor adalah sebuah aplikasi Microsoft Office Word yang fungsinya membantu kita dalam membuat rumus-rumus matematika, persamaan, akar pangkat kuadrat, rumus kimia, dan sejenisnya. Karena masih kurangnya pemahaman siswa SMAN 8 Takalar mengenai pemahaman equation tools, maka kami memberikan pelatihan kepada siswa tentang pemanfaatan salah satu product dari software Microsot office yaitu Ms Word yang menyajikan fitur EQUATION yang dapat digunakan untuk penulisan notasi matematika, rumus-rumus kimia, rumus-rumus Fisika, rumus-rumus di bidang ilmu eksakta dan non eksakta lainnya. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode pembimbingan pelatihan dan pendampingan. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari terdapat 89% peserta yang mampu mengikuti setiap arahan yang diberikan dengan baik dan hanya 11% yang mengalami keterlambatan dikarenakan sarana komputer masih belum mencukupi. Pada tahap evaluasi untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan terdapat 70 % peserta yang mampu mempraktekkan sendiri tanpa harus dibimbing ulang dan 30 % yang masih tersendak dan perlu dibimbing kembali. Luaran yang terwujud dari kegiatan ini adalah menambah keterampilan siswa SMAN 8 Takalar dalam membuat laporan tugas sekolah yang memerlukan penulisan notasi matematika, menambah pemahaman siswa mengenai mengenai equation tools, publikasi ilmiah di jurnal nasional.
Perbandingan Penggerombolan Tingkat Pencemaran Udara dengan K- Medoid dan CLARA berdasarkan Indeks Kualitas Udara (IKU) di Provinsi Sulawesi Selatan Thaha, Irwan; Wahyuni, Maya Sari; Sutamrin, Sutamrin; Mu’adz, A. Muhammad
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2024): Sustainable Development Goal in Mathematics and Mathematics Education
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i1.3074

Abstract

Analisis statistika multivariat yang pada akhirnya menghasilkan sejumlah gerombol. Pengelompokan dilakukan pada objek/pengamatan (baris) dalam data yang memiliki kemiripan sangat besar dengan objek/pengamatan lainnya dalam satu gerombol. Kemiripan tersebut diukur menggunakan jarak euclidean. Analisis gerombol terbagi menjadi dua yaitu hierarki dan non-hierarki. Penelitian ini menerapkan analisis gerombol non-hierarki yaitu metode k-medoid untuk menggerombolkan kabupaten/kota beserta empat sektornya yaitu transportasi, industri/agro industri, pemukiman, perkantoran/komersial di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan indikator penyusun nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) tahun 2019 dan 2020. IKU ditetapkan sebagai salah satu instrumen untuk mengukur tingkat pencemaran udara di suatu wilayah, baik secara nasional maupun di Provinsi dan Kabupaten/Kota. IKU dikategorikan berdasarkan enam status Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Untuk mendapatkan hasil gerombol dari metode k-medoid dan CLARA maka dilakukan penggerombolan berdasarkan perhitungan nilai IKU yaitu k = 6. Peneliti menggunakan confusion matrix untuk membandingkan hasil gerombol berdasar hasil gerombol metode k-medoid dan CLARA.. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil algoritma k-medoid untuk data 2019 maupun 2020 memiliki presentase Accuracy, Precision dan Recall lebih tinggi dibanding metode CLARA. Hasil tersebut membuktikan bahwa metode k-medoid mempunyai performa lebih baik bila dibandingkan dengan CLARA, karena mempunyai tinngkat akurasi dan recall lebih tinggi bila dibandingkan dengan CLARA. Itu disebabkan karena CLARA tergantung pada pemilihan dan ukuran sampel.
APPLICATION OF PROBLEM BASED E-LKPD TO STUDENTS’ STATISTICS LEARNING OUTCOMES Sutamrin, Sutamrin; Rahman, Abdul; Pratiwi, Putri Regina
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2025): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether the application of problem-based E-LKPD can improve the learning outcomes of statistics of class VIII students of SMPN 1 Libureng. This research is a pre-experimental research with one group pretest-posttest method. The population in this study were all VIII grade SMPN 1 Libureng consisting of 2 classes and the sample of this study was class VIII B as many as 28 students. The research instruments used were pretest and posttest for student learning outcomes before and after the application of problem-based E-LKPD on statistics material. The data generated in this study will be analyzed with a quantitative approach through the application of descriptive statistical methods and inferential statistical analysis. The percentage of implementation of learning activities based on the overall lesson plan is 97% has been implemented. In addition, the average pretest score of students was 39.85 and the posttest score of students was 82.04 from an ideal score of 100. The normalized N-gain score was 0.69 in the moderate category and met the category of completeness in KKM and classically by 85.19%. Meanwhile, student responses obtained an average of 91.07% out of 100% in the very high category. The results of inferential statistical analysis of this study showed that the student learning outcomes test data were normally distributed and homogeneous. The hypothesis test used in this study is the one sample t-test where the 0,000 which indicates is rejected. So that the results of the study can be concluded that there is an increase in student learning outcomes in statistics through the application of problem-based E-LKPD in class VIII B SMP Negeri 1 Libureng.
ANALISIS SPASIAL SEBARAN PENYAKIT MENULAR KOTA MAKASSAR TAHUN 2018 Sukarna, Sukarna; Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 14 No 1 (2020): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.269 KB) | DOI: 10.30598/barekengvol14iss1pp113-122

Abstract

Population density correlates spatially with various aspects of community life, such as the number of people with infectious and non-infectious diseases, seasonal (endemic) or non-seasonal (epidemic), mild or severe, and regular or rare. This research focuses on 8 infectious diseases, namely measles, diphtheria, diarrhea, typhoid, malaria, helminthiasis, TB, and DHF. Data on infectious diseases in 2018 were obtained from the Makassar City Health Service Office, which was sourced from 46 puskesmas throughout Makassar City. The results of this study are (1) The limited data, thus, this study focuses on only 8 diseases; (2) Based on the results of the analysis of univariate cluster Moran index, there are (a) the two highest warnings of disease distribution attributed to the districts, namely diarrhea (in Sangkarrang, Ujungtanah, and Mariso) and helminthiasis (in Singkarang); (b) patterns of spread of infectious diseases (this article shows only one thematic map of disease) and spread from nothing significant to very significant; (c) the spread of infectious diseases appears uneven in each district and tends to occur in certain districts, such as (i) Measles have 3 districts (Biringkanaya, Tamalanrea, and Bontoala), (ii) Diphtheria there are 2 districts (Tamalanrea and Biringkanaya), ( iii) Diarrhea only in Panakkukang District, (iv) Malaria only in Ujungtanah, (v) Worms in 4 districts (Manggala, Rappocini, Makassar, and Ujungpandang), (vi) DHF only in Panakkukang District, (vii) Typhoid and TB are not significant.
Conceptual framework for the Development Model of Numeracy Assessment of Local Cultural Contexts Based on CAT Sutamrin, Sutamrin; Abdul Rahman; Alimuddin, Alimuddin
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 03 (2025): July - September, International Journal of Technology and Education Research (
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i03.2270

Abstract

This study aims to develop a conceptual framework for a numeracy assessment model grounded in local cultural contexts and supported by Computer Assisted Test (CAT). The proposed model addresses the persistently low numeracy proficiency among Indonesian students, as evidenced by national and international assessments such as PISA and the National Assessment, as well as the scarcity of culturally relevant and contextually meaningful assessment instruments. By integrating constructivist learning theory, ethnomathematics, authentic assessment principles, and item response theory (IRT), this framework is designed to render numeracy assessments more contextual, adaptive, and psychometrically reliable. The research yielded a comprehensive development model comprising the following stages: (1) planning through systematic literature review and field observation; (2) design of numeracy competency grids and culturally contextualized test items rooted in Bugis-Makassar traditions; (3) expert validation to ensure content and cultural validity; (4) digitization of instruments into a CAT platform; and (5) pilot testing to collect empirical data on item characteristics, reliability, and validity. This study is expected to make a significant contribution to enhancing students’ numeracy literacy by promoting authentic, culturally embedded assessments. Furthermore, it supports the broader adoption of digital assessment technologies in educational settings. By engaging students with assessment experiences anchored in their local cultural heritage, the model aims to foster numeracy competencies that are not only academically robust but also critically reflective, contextually grounded, and applicable to real-world challenges.
Profile Metacognitive Scaffolding in Developing the Concept of Determinants to Enhance Mathematical Problem-Solving Skills of Low Ability Students Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar; Nasir, Norma; Hassan, Muhammad Nasiru
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3803

Abstract

The low ability of students to understand the concept of determinants and apply it in mathematical problem-solving remains a serious challenge, particularly among low-achieving learners. These difficulties are often linked to limited instructional variation, the dominance of procedural teaching, and insufficient opportunities for developing metacognitive awareness. This study therefore explores how metacognitive scaffolding can support low-achieving students in strengthening their conceptual understanding of determinants and improving problem-solving skills. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving 30 tenth-grade students at MA Arifah Gowa, identified as low-achieving based on pretest results. Instruments included a mathematical problem-solving test, scaffolding observation sheets, and structured interviews. Data were collected through a pretest, classroom implementation of metacognitive scaffolding, observations, and a posttest. Findings revealed a significant improvement in problem-solving ability. The average score increased from 36.7 on the pretest to 74.8 on the posttest. Inferential analysis using a paired t-test confirmed the increase was statistically significant (t(29) = –12.34, p < 0.001), with a very large effect size (Cohen’s d = 1.80). These results highlight the importance of integrating metacognitive scaffolding into mathematics instruction as a means of fostering reflective thinking, enhancing student engagement, and strengthening higher-order thinking skills, particularly for low-achieving students. The findings align with the objectives of the Merdeka Curriculum, which emphasizes critical, reflective, and independent learning.
Investigating Education Students’ Numeracy Skills Ermita, Ermita; Khadijah, Khadijah; Sutamrin, Sutamrin; Samosir, Rosauli N.
MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Vol. 4 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/marisekola.v4i2.8470

Abstract

Sehubungan dengan terbitnya Permendikbudristek No. 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional, khususnya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), literasi dan numerasi menjadi perbincangan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Namun penelitian mengenai topik ini hanya berkisar pada siswa sekolah dasar dan menengah. Penelitian yang berkaitan dengan tingkat numerasi orang dewasa masih sedikit, dalam hal ini adalah guru atau mahasiswa di program studi pendidikan (mahasiswa yang sedang menjalani pelatihan menjadi guru). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagian mana dari numerasi yang menjadi kelemahan mahasiswa program studi pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Penelitian ini melibatkan tiga mahasiswa pendidikan dari salah satu universitas di Sulawesi Utara. Data yang dikumpulkan bertujuan untuk mengetahui kemampuan berhitung mahasiswa prodi pendidikan berdasarkan kemampuannya dalam menyelesaikan soal-soal jenis AKM. Peneliti menganalisis pekerjaan tiga siswa pendidikan pada tes yang terdiri dari tiga jenis soal yang berbeda (masalah numerasi yang mirip dengan soal-soal AKM). Berdasarkan studi ini, peneliti menemukan bahwa mahasiswa prodi pendidikan yang terlibat dalam penelitian, mengalami masalah dalam memahami konsep matematika yang disajikan dalam konteks tertentu. Ketiganya masih memahami matematika sebagai mata pelajaran yang perlu dihafal rumusnya dibandingkan memahami cara pengembangan rumusnya.
Optimalisasi Pembelajaran di SMKS Islam Pesantren Alam: Penguatan Kapasitas Guru melalui Teknologi AI Dassa, Awi; Naufal, Muhammad Ammar; Sutamrin, Sutamrin; Zaki, Ahmad
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i2.5091

Abstract

Kegiatan pengabdian dengan tema Optimalisasi Pembelajaran Menggunakan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) bagi Guru di SMKS Islam Pesantren Alam merupakan program pengabdian yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran. Fokus pelatihan ini adalah mengembangkan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif menggunakan Canva dan menyusun alat evaluasi adaptif melalui ChatGPT. Pelatihan ini meliputi pemahaman dasar tentang AI, langkah-langkah penggunaan Canva dan ChatGPT, serta pendekatan untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul selama penerapan. Metode yang diterapkan mencakup ceramah dan praktik langsung, yang memungkinkan peserta memahami konsep sekaligus menerapkannya dalam konteks pembelajaran mereka. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan peserta, dengan umpan balik positif terkait relevansi materi dan manfaat praktis yang diterima. Dengan integrasi AI, diharapkan kualitas pembelajaran di sekolah dapat meningkat secara berkelanjutan, mendukung kesiapan guru menghadapi pendidikan abad ke-21
Deskripsi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Menggunakan Metode Determinan Nasir, Norma; Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar
Indonesian Journal of Social and Educational Studies Vol 6, No 2 (2025): Indonesian Journal of Social and Educational Studies (Article in Press)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijses.v6i2.78493

Abstract

Abstrak. Kesalahan siswa dalam memahami konsep determinan matriks berpotensi menghambat proses penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV), khususnya saat menggunakan metode Sarrus. Pemahaman konsep yang keliru tidak hanya berdampak pada ketidaktepatan prosedur, tetapi juga mencerminkan adanya miskonsepsi yang lebih dalam terhadap struktur dan sifat matriks itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan tingkat kemampuan matematika mereka, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek tiga orang siswa SMA yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal. Instrumen penelitian terdiri dari tes tertulis yang mengukur kemampuan menyelesaikan SPLTV menggunakan metode determinan, serta pedoman wawancara yang digunakan untuk menggali lebih dalam proses berpikir siswa dalam menyelesaikan soal. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi masih melakukan kesalahan prosedural, seperti ketidaktepatan dalam penggunaan tanda positif dan negatif pada metode Sarrus. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan kesalahan konseptual dan prosedural, antara lain kesulitan memahami struktur matriks dan menentukan minor yang benar. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesalahan pada hampir semua aspek, termasuk konsep, prosedur, dan perhitungan numerik, serta menunjukkan miskonsepsi terhadap langkah-langkah penyelesaian SPLTV dengan determinan. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang adaptif terhadap perbedaan tingkat kemampuan siswa, dengan penekanan pada penguatan pemahaman konsep dan pelatihan prosedural secara bertahap. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan intervensi pembelajaran yang lebih sistematis untuk meminimalisasi kesalahan siswa dalam memahami determinan dan aplikasinya dalam SPLTV Kata Kunci: Kesalahan Siswa; Determinan; Metode Sarrus; Kemampuan Matematika
Pelatihan Pemanfaatan Deepseek AI untuk Pengembangan Soal Literasi Matematika bagi Guru Sekolah Menengah di Kabupaten Maros Awi, Awi; Sutamrin, Sutamrin; Naufal, Muhammad Ammar; Nasir, Norma
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Keterampilan literasi matematika merupakan kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh siswa abad ke-21 untuk menghadapi tantangan global dan kebutuhan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari. Namun, banyak guru masih mengalami kesulitan dalam merancang soal-soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan soal literasi matematika dengan memanfaatkan aplikasi Deepseek AI, yaitu platform kecerdasan buatan yang mendukung proses penyusunan soal berbasis konteks dan analisis kemampuan berpikir kritis. Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dalam pengembangan soal literasi matematika berbasis teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh 12 guru matematika dan dilaksanakan bekerja sama dengan MGMP Matematika Kabupaten Maros. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang soal literasi matematika yang kontekstual, sistematis, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis HOTS. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan profesionalisme guru sekaligus memperkuat literasi numerasi di lingkungan sekolah.Kata kunci: Deepseek, Artificial Intelegence, Literasi Matematika.