Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Mengoptimalkan Pembelajaran dengan Alat Peraga Teorema Pythagoras Khadijah, Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020): EQUALS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eq.v3i1.581

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggali ketertarikan guru dalam menggunakan alat peraga untuk mengoptimalkan pembelajaran dan bagaimana peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras. Penelitian ini dilakukan pada guru-guru SMP di Kabupaten Maros. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pengamatan langsung, angket respon guru dan dokumentasi. Hasil pengamatan langsung, respon guru dan dokumentasi dianalisis dengan menghitung persentase respon guru dan interpretasi hasil analisis. Hasil penelitian diperoleh peningkatan pengetahuan mengoptimalkan pembelajaran dengan alat peraga dengan skor rata-rata respon sebesar 4,3 dari rentang skor 1 sampai 5 atau dalam persentase sebesar 86 % yang menunjukkan guru-guru setuju dengan tingginya peningkatan pengetahuan dalam mengoptimalkan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Respon guru-guru tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan mereka dalam menggunakan alat peraga. Terdapat 8 dari 10 orang guru atau 80 % guru-guru SMP yang mampu menggunakan alat peraga Teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan dan peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras untuk mengoptimalkan pembelajaran.
Pelatihan Penyusunan Naskah dan Pembuatan E-Modul bagi Guru SMAN 3 Takalar Yunus, Muh.; Hapsan, Amran; Khadijah; Setiawan HR, Iwan
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku471

Abstract

e-Modul merupakan merupakan salah satu jenis bahan ajar yang perlu dikembangkan sendiri oleh guru, yang berbentuk file aplikasi, bisa diakses di smartphone, komputer, laptop atau notebook dan dapat mengurangi biaya pendidikan karena tidak perlu adanya percetakan modul. Karena kebutuhan mitra di SMAN 3 Takalar dan pentingnya kemampuan membuat e-Modul maka kami mengadakan pelatihan penyusunan naskah dan pembuatan e-Modul bagi guru SMAN 3 Takalar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode pembimbingan pelatihan dan pendampingan. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari kemampuan guru menyusun naskah dan membuat e-Modul. Luaran yang terwujud dari kegiatan ini adalah: (1) peningkatan pengetahuan guru di sekolah mitra dalam mengoptimalkan pembelajaran dengan bantuan teknologi berupa e-Modul (peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat), (2) peningkatan keterampilan guru di sekolah mitra dalam membuat bahan ajar e-Modul (peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat), (3) terciptanya produk bahan ajar berupa e-Modul untuk beberapa mata pelajaran, (4) peningkatan kualitas produk bahan ajar dari slide persentase materi dan modul hasil cetakan yang membutuhkan biaya besar menjadi e-Modul.
Analisis Kesulitan Anak dalam Membaca Huruf Hijaiyyah Berdasarkan Pandangan Matematis Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2019): EQUALS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.504 KB)

Abstract

Potensi belajar sudah ada sejak lahir dan berkembang seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan fisik seseorang. Karena pengaruh lingkungan, seorang anak usia 5 tahun tertarik untuk mempelajari huruf Hijaiyah, namun anak mengalami kesulitan membaca huruf Hijaiyyah yang mengalami perubahan tanda baca. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan letak kesulitan anak dalam membaca huruf Hijaiyah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak memiliki kemampuan 100% dalam membaca huruf dasar dari huruf Hijaiyyah, anak memiliki kemampuan 94 % dalam membaca huruf Hijaiyyah yang sudah bersambung membentuk kata, dan anak memiliki kemampuan 71 % dalam membaca huruf Hijaiyyah yang sudah diikuti dengan perubahan tanda baca. Ditemukan letak kesulitan anak yaitu pada perubahan tanda baca huruf Hijaiyyah yang disebabkan oleh tahapan perkembangan anak yang masih memiliki keterbatasan dalam memikirkan tentang bentuk simbolik dan fokus anak.
Peningkatan Pengetahuan Mengoptimalkan Pembelajaran dengan Alat Peraga Teorema Pythagoras Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2020): EQUALS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eq.v3i1.581

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggali ketertarikan guru dalam menggunakan alat peraga untuk mengoptimalkan pembelajaran dan bagaimana peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras. Penelitian ini dilakukan pada guru-guru SMP di Kabupaten Maros. Subjek penelitian sebanyak 10 orang guru. Teknik pengumpulan data yaitu dengan pengamatan langsung, angket respon guru dan dokumentasi. Hasil pengamatan langsung, respon guru dan dokumentasi dianalisis dengan menghitung persentase respon guru dan interpretasi hasil analisis. Hasil penelitian diperoleh peningkatan pengetahuan mengoptimalkan pembelajaran dengan alat peraga dengan skor rata-rata respon sebesar 4,3 dari rentang skor 1 sampai 5 atau dalam persentase sebesar 86 % yang menunjukkan guru-guru setuju dengan tingginya peningkatan pengetahuan dalam mengoptimalkan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga. Respon guru-guru tersebut menunjukkan besarnya ketertarikan mereka dalam menggunakan alat peraga. Terdapat 8 dari 10 orang guru atau 80 % guru-guru SMP yang mampu menggunakan alat peraga Teorema Pythagoras. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan dan peningkatan pengetahuan guru-guru SMP Kabupaten Maros dalam penggunaan alat peraga Teorema Pythagoras untuk mengoptimalkan pembelajaran.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Wajib dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Siswa Kelas XII SMAN 8 Takalar Inayanti Fatwa; Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2020): EQUALS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v3i2.771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui peningkatan hasil belajar matematika wajib dengan penerapan model pembelajaran kooperatif siswa kelas XII SMAN 8 Takalar. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui persentase ketuntasan klasikal dari tes awal (pre-test), siklus I, dan siklus II. Pada tes awal sebelum mendapatkan perlakuan model pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika wajib, nilai rata-rata tes hasil belajar siswa mencapai 59,91. Selanjutnya pada tes hasil belajar siklus I meningkat menjadi 69,27. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 9,36. Kemudian pada tes hasil belajar siklus II nilai rata-rata kelas mencapai 82,61. Hal ini berarti mengalami peningkatan sebesar 13,34. Sebelum diadakan perlakuan tindakan jumlah siswa yang mencapai indikator kriteria ketuntasan minimal (kkm) yakni ≥72 adalah 14 orang siswa atau 42,42% sedangkan dilihat dari kegiatan siklus I jumlah siswa yang mencapai nilai kkm meningkat menjadi 21 siswa atau 63,64%. Peningkatan juga terlihat pada siklus II, jumlah siswa yang mencapai nilai kkm sebanyak 29 siswa atau 87,88%.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Project Based Learning Aljabar Elementer Sutamrin Sutamrin; Khadijah Khadijah
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2021): EQUALS
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v4i1.892

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting untuk mengembangkan kemampuan kognitif mahasiswa dan penting dimiliki oleh mahasiswa calon guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berusaha menemukan bagaimana kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru Pendidikan Matematika STKIP Pembangunan Indonesia dalam penerapan Project Based Learning berbentuk video pembelajaran untuk Mata Kuliah Aljabar Elementer. Teknik pengumpulan data dalam bentuk video, dokumentasi dan laporan proyek. Teknik analisis data file video pembelajaran dan laporan proyek berdasarkan indikator berpikir kritis, yaitu (1) memberikan penjelasan sederhana, (2) membangun keterampilan dasar, (3) membuat inferensi, (4) membuat penjelasan lebih lanjut, dan (5) mengatur strategi dan Teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan dan tampilan video pembelajaran yang dibuat oleh mahasiswa, proses berpikir kritis yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa adalah memberikan penjelasan sederhana (PS), membangun keterampilan dasar (KD), dan mengatur Strategi dan Teknik (ST). Namun kemampuan mengatur Strategi dan Teknik (ST) masih kurang, yang terlihat dari tampilan video pembelajaran yang masih kurang menarik. Kemampuan membuat inferensi (MI) dan memberikan penjelasan lebih lanjut (PL) juga perlu dikembangkan dan dilatihkan. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan Project Based Learning (PjBL) mampu mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa baik kemampuan berpikir kritis dalam materi pembelajaran Aljabar Elementer, kemampuan berpikir kritis dalam menjelaskan materi pembelajaran, maupun kemampuan berpikir kritis dalam pembuatan video pembelajaran. Temuan penelitian ini dapat digunakan untuk merancang metode pembelajaran berbasis proyek yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis.
Schools’ character education values and students’ mathematics learning achievement: A meta-analysis Khadijah Khadijah; Indah Suciati; Khaerani Khaerani; Abdul Manaf; Sutamrin Sutamrin
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 40, No 3 (2021): Cakrawala Pendidikan (October 2021)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v40i3.39924

Abstract

Character education plays a critical role in all aspects of life and thus, it has been widely-adopted in schools. An indication of its success can be reflected in the student learning achievement. The purpose of the study was to determine the effect size of the relationship between character education values and mathematics learning achievement, with a meta-analysis study. In this research, character education value is the independent variable while mathematics learning achievement is the dependent one. The data were obtained from the results of online database search at Google Scholar from 2012-2019. Based on the search, 16 research publications met the criteria determined based on rigorous screening. The data were analyzed using a quantitative meta-analysis approach, specifically correlation meta-analysis. The results show that there was a significant relationship between character education values and students’ mathematics learning achievement. The effect size value was in the moderate effect category. The findings are in line with those of previous studies investigating this relationship and thus, strengthen the theory about the factors that influence mathematics learning achievement. In addition, these findings suggest five-character education values that teachers can provide to improve students’ mathematics learning achievement. 
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA CALON GURU DALAM PROJECT BASED LEARNING, VIDEO PEMBELAJARAN Khadijah Khadijah; Nursakiah Nursakiah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 12, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.929 KB) | DOI: 10.26618/sigma.v12i1.3916

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan-kemampuan yang telah dimiliki mahasiswa calon guru setelah melaksanakan Project Based Learning (PjBL) video pembelajaran di STKIP Pembangunan Indonesia. Tahapan Project Based Learning (PjBL) video pembelajaran terdiri atas: (1) pra proyek, yaitu: (a) penyampaian proyek dan ketentuan-ketentuannya, penjelasan materi perkuliahan, pembagian kelompok dan materi proyek; (2) pelaksanaan proyek dan evaluasi. Subjek penelitian sebanyak 37 orang mahasiswa dalam 7 kelompok proyek. Data-data penelitian dikumpulkan dalam bentuk file video pembelajaran hasil karya mahasiswa dan laporan pelaksanaan proyek. Teknik analisis data berdasarkan indikator analisis kemampuan pembuatan video pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan mengikuti rubrik Final Report Proyek Video Pembelajaran oleh Santyasa, dengan komponen yang diniliai terdiri atas: (1) format laporan, (2) deskripsi temuan, (3) pembahasan, (4) kesimpulan, (5) daftar pustaka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 86 % dari keseluruhan kelompok atau sebanyak 6 dari 7 kelompok memenuhi kriteria 4 dalam penilaian format laporan, berarti masuk dalam kriteria lengkap, sistematis dan bahasannya tidak lugas, dan menunjukkan kemampuan kognitif pada tingkatan C2 memahami (understand) dan C3 menerapkan (apply); dalam penilaian deskripsi temuan 71 % memenuhi kriteria 3 yaitu tidak lengkap, sistematis dan ada upaya mencapai tujuan, yang menunjukkan kemampuan C4 menganalisis (analyse); dalam penilaian pada pembahasan 57 % memenuhi kriteria 5 yaitu menyajikan isu, mengungkap temuan, ada justifikasi temuan, dan ada implikasi temuan, yang menunjukkan kemampuan kognitif C6 membuat (create) dan kemampuan penyampaian materi yang lengkap; dalam penyajian kesimpulan 57 % memenuhi kriteria 5 yaitu lengkap, sesuai tujuan, dan tepat; untuk komponen daftar pustaka 57 % memenuhi kriteria 4 yaitu bervariasi, mutakhir, penulisan tidak tepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan Project Based Learning (PjBL) video pembelajaran, mahasiswa calon guru mampu memiliki kemampuan kognitif hingga pada tingkatan C6 membuat (create) dan mahasiswa calon guru memiliki kemampuan menyampaikan materi yang lengkap dan tepat. The purpose of this study was to describe and analyze the abilities of pre service teacher after implementing Project Based Learning (PjBL) learning videos at STKIP Pembangunan Indonesia. Project Based Learning (PjBL) stages of learning video consist of: (1) pre-project, namely: (a) project submission and its provisions, explanation of lecture material, group division and project material; (2) project implementation and evaluation. Research subjects were 37 students in 7 project groups. Research data were collected in the form of video files of student work and project implementation reports. The data analysis technique was based on an indicator of the ability to produce Project Based Learning (PjBL) learning videos by following the Final Report of the Learning Videos Project by Santyasa, with the assessed components consist of: (1) report format, (2) description of findings, (3) discussion , (4) conclusion, (5) bibliography. Based on the results of the study obtained 86% of the whole group or as many as 6 out of 7 groups met criterion 4 in the assessment of the report format, meaning that it was included in the complete, systematic criteria and the discussion was not straightforward, and showed cognitive ability at the level of C2 understanding and C3 apply; in the assessment of the description of the findings 71% meet criteria 3, which are incomplete, systematic and there are efforts to achieve the objectives, which shows the ability of C4 analyze; in the assessment of the discussion 57% meet criteria  5, namely presenting the issue, revealing the findings, there was justification of the findings, and there were implications of the findings, which showed C6's cognitive ability to create and the ability to deliver complete material; in the presentation of conclusions 57% meet the criteria of 5, which are complete, in accordance with the objectives, and appropriate; for the bibliography component 57% meet criterion 4 which is varied, current, incorrect writing. Thus it can be concluded that in the implementation of Project Based Learning (PjBL) learning videos, pre service teacher were able to have cognitive abilities up to the C6 level create and pre service teacher had the ability to deliver complete and accurate material.
Pembinaan Kemampuan Analisis Data Kuantitatif bagi Mahasiswa Calon Guru Khadijah Khadijah; Andi Syukriani; Hariani Harjuna; Isma Muthahharah
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v4i1.747

Abstract

Salah satu proses penting dalam penelitian oleh mahasiswa adalah analisis data. Data yang diperoleh dari hasil penelitian tidak akan berarti tanpa dilakukan analisis terhadap data tersebut. Melihat kurangnya kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam menganalisis data maka diadakan pelatihan analisis data kuantitatif. Pelaksanaan kegiatan ini mengangkut pemberian penjelasan dan praktikum analisis data. Metode penyajian pelatihan yaitu metode ceramah, diskusi tanya jawab dan praktikum komputer. Hasil yang dicapai yaitu peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan, 81 % peserta yang mampu mengikuti setiap arahan yang diberikan dalam praktikum dan hanya 19% yang mengalami keterlambatan.  Dan pada tahap evaluasi, 87 % peserta mampu melakukan pengolahan data mandiri dengan mengulang kembali beberapa langkah analisis data yang diminta, dan terdapat 13 % yang masih tersendak dalam melakukan pengolahan data mandiri.
Partisipasi Online dalam Pembelajaran Berbasis Learning Management System (LMS) pada Matakuliah Pengantar Teori Fuzzi Khadijah Khadijah; Iwan Setiawan HR; Sutamrin Sutamrin
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2022): Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v5i1.1237

Abstract

Masa pandemi Covid-19 memaksa pengajar dan pembelajar untuk mampu menggunakan sistem online dalam pembelajaran. Learning Management System (LMS) merupakan salah satu fasilitas pembelajaran online. Agar penilaian proses dalam pembelajaran dapat dilakukan, maka perlu memperhatikan partisipasi online setiap mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk, kualitas dan jumlah partisipasi online dalam Pembelajaran Berbasis Learning Management System (LMS) Pada mata kuliah Pengantar Teori Fuzzi. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen, dengan perlakuan berupa pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS). Teknik pengumpulan data dengan partisipasi online mahasiswa diukur setelah 12 pertemuan dalam LMS dan disusun dalam lima kategori untuk mengukur tingkat partisipasi peserta didik secara objektif dan konsisten ke dalam rubrik khusus. Teknik analisis data partisipasi online mahasiswa dalam LMS dianalisis secara kualitatif dengan melihat bentuk partisipasi mahasiswa dan ketepatan waktu pengerjaan tugas. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi online dalam Pembelajaran Berbasis Learning Management System (LMS) Pada mata kuliah Pengantar Teori Fuzzi yaitu motivasi diri peserta didik ditunjukkan dengan ketepatan dan inisiatif dalam partisipasi belajar dengan tingkat partisipasi rendah yaitu 2,3. Kedua, postingan komentar dengan tata Bahasa yang benar dengan tingkat partisipasi online sebesar 3 dan masuk dalam kategori partisipasi tinggi. Ketiga, kemampuan literasi pembelajar terlihat dari relevansi komentar dengan pembahasan sebelumnya disertai referensi dengan tingkat partisipasi online sebesar 2,75 yaitu tingkat partisipasi tinggi. Keempat, penyajian komentar yang menunjukkan gambaran ide dalam benak peserta didik dan cara penyampaian pendapatnya dengan tingkat partisipasi tinggi yaitu 3. Kelima, kolaborasi peserta didik yang ditunjukkan dengan kontribusinya ke komunitas belajar dengan tingkat partisipasi online sebesar 2,27 dan masuk dalam kategori partisipasi rendah.