Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMILIHAN FREKUENSI ULTRASONIK YANG OPTIMAL UNTUK PERANCANGAN PROTOTIPE PENGUSIR HAMA TIKUS DI LAHAN SAWAH Ichniarsyah, Annisa Nur; Hauzan, M. Fazri; Erniati
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 29 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan salah satu hama utama tanaman padi yang menyebabkan kerugian signifikan bagi petani di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulanginya, seperti cara mekanis dan biologis. Namun kinerjanya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemilihan frekuensi dalam rancang bangun prototipe alat pengusir hama tikus di lahan sawah menggunakan gelombang ultrasonik sebagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Sistem prototipe dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno R3 sebagai pusat kendali, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk deteksi gerakan, dan buzzer sebagai pemancar frekuensi ultrasonik. Pengujian dilakukan dengan variasi frekuensi 40, 50, dan 60 kHz dengan lama pemaparan 15 dan 30 menit untuk menilai pengaruhnya terhadap perilaku tikus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dua durasi pemaparan yang berbeda, frekuensi 50 kHz memberikan dampak paling signifikan terhadap perilaku tikus, yang ditunjukkan dengan respon kebingungan dan diam di tempat. Prototipe ini berhasil berfungsi sesuai dengan rancangan dan menunjukkan potensi sebagai solusi pengendalian hama tikus yang lebih aman. Penelitian ini diharapkan dapat membantu petani dalam menurunkan populasi tikus sawah serta mengurangi kerugian hasil panen.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF (ACTIVE LEARNING) MODEL SMALL GROUP DISCUSSION PADA MATA PELAJARAN FIKIH DI MTs ALKHAIRAAT PUSAT PALU Rita Hapsah; Erniati; Bahdar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini, yakni mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran aktif (active learning) model small group discussion pada mata pelajaran Fikih dan mendeskripsikan penerapan metode pembelajaran aktif (active larning) model small group discussion dalam mengaktifkan belajar peserta didik pada mata pelajaran Fikih di MTs Alkhairaat Pusat Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan metode pembelajaran aktif (active learning) model small group discussion pada mata pelajaran Fikih telah diterapkan di MTs Alkhairaat Pusat Palu. Adapun pelaksanaannya pada mata pelajaran Fikih telah terlaksana dengan baik mulai dari tahapan persiapan hingga pelaksanaannya. Selain itu, penggunaan metode tersebut terbukti (active learning) model small group discussion dalam mata pelajaran Fikih dapat mengaktifkan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran, meningkatkan berpikir kritis peserta didik dalam diskusi, dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengerjakan soal baik tugas maupun pada ulangan harian.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 1 PALU Rifaldi; Erniati; Arifudin M. Arif
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran Make a Match pada Pelajaran Pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Palu. Permasalahan penelitian adalah bagaimana penerapan model pembelajaran Make a Match pada Pelajaran Pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Palu. Dan bagaimana dampak dari penerapan model pembelajaran Make a Match pada Pelajaran Pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Palu. penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match pada Pelajaran Pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Palu efektif dan telah diterapkan. model pembelajaran Make a Match sudah cukup baik untuk diterapkan karena mempermudah peserta didik dalam memahami materi yang dijelaskan. Hal ini dipengaruhi oleh pelaksanaan model pembelajaran yang disesuaikan dengan materi Pelajaran dan karakter peserta didik. Didukung dengan lingkungan pembelajaran yang nyaman. Adapun dampak dari penerapan model pembelajaran Make a Match adalah meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta didik setelah menyelesaikan tugas dari pendidik diakhir Pelajaran.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ADVOKASI DALAM MENGEMBANGKAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI SDIT PERMATA ISLAM 2 POSO Nur Dhiva Rezhinita; Erniati; Askar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JUNI - JULI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran advokasi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di SDIT Permata Islam 2 Poso. Permasalah penelitian adalah bagaiamana implementasi model pembelajaran advokasi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik di SDIT Permata Islam 2 Poso dan apa dampak dari implementasi model pembelajaran advokasi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Model Pembelajaran Advokasi dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di SDIT Permata Islam 2 Poso dapat membuat peserta didik mengembangkan keterampilan berdiskusi mereka menyampaikan argumen secara logis dan terstruktur. Hal ini membantu mereka mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis informasi, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan menyusun argumen yang kuat. meningkatkan rasa percaya diri peserta didik dalam mengekspresikan pendapat dan mempresentasikan argumen di depan umum. Hal ini juga mendorong mereka untuk lebih berani dalam mengajukan pertanyaan dan mengkritisi informasi yang diterima
Implementation of Paddy GHP with Farmer Support Capacity in Singaparna Sub-district Rusmono, Momon; Kusuma Wardani, Intan; Elviyana Nurdiya Ningsih; Zahron Helmy; Alya Husnul Khotimah; Erniati
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.694

Abstract

Rice is the primary staple food in Indonesia, and one of the persistent challenges in its agricultural sector is maintaining both production quantity and quality, particularly during the post-harvest stage. To address this issue, the present study evaluates the implementation of Good Handling Practices (GHP) for rice and formulates strategies to enhance GHP adoption in alignment with the capacity and resources of rice farmers. The research was conducted from January to March 2025 in Singaparna District, Tasikmalaya Regency, involving 86 respondents selected from a population of 139 rice farmers using proportional random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression analysis. The findings indicate that the implementation of GHP, supported by farmers’ capacity, is significantly influenced by the use of appropriate GHP technologies (coefficient = 0.518) and the effectiveness of agricultural extension services (coefficient = 0.179). In contrast, institutional support showed no statistically significant effect. Together, GHP and extension services explained 73.4% of the variance in GHP implementation. Recommended strategies for improving GHP adoption include increasing access to post-harvest handling facilities, particularly rice threshing equipment, applying diverse and context-specific extension methods tailored to farmers’ needs, utilizing suitable media for GHP dissemination, and strengthening both the role and frequency of agricultural extension activities. This study provides a basis for improving the application of GHP in rice farming by optimizing farmers’ capacity, ultimately reducing post-harvest losses, preserving grain quality, and supporting local food security.
Islamic Educational Values within the Tialo Tribe Marriage Tradition in Tomini District Fatun Nisya; Adawiyah Pettalongi; Erniati; Andi Anirah
Journal of Education and Teaching Learning Vol.4 No.1 July (2026)
Publisher : PT MEDIA JURNAL DAN PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59211/mjpjetl.v4i1.312

Abstract

This research was motivated by the sustainability of the Tialo Tribe wedding tradition in Tomini District as a cultural heritage practiced in harmony with Islamic teachings and containing educational values. The research aimed to describe the Tialo wedding tradition, examine the stages of implementation, and analyze the values of Islamic education contained in it. The research used a descriptive qualitative method in Tomini District, Parigi Moutong Regency, with data obtained through observation, interviews, and documentation. Informants were selected through purposive sampling involving traditional leaders, religious leaders, heads of KUA, village heads, and community leaders. Data analysis were carried out through data reduction, data presentation, and conclusion while data validity was ensured through triangulation and member check. The results of the research show that the Tialo Tribe wedding tradition is a cultural system that integrates Islamic customs and values through ideas, social activities, and cultural symbols. This tradition is carried out through the pre-marriage, marriage contract, and post-marriage stages involving active community participation. The values of Islamic education contained include the values of faith, worship, morals, and social which are reflected in belief in Allah, the implementation of worship, respect for parents, responsibility, deliberation, mutual cooperation, solidarity, and friendship.  
Analysis of the Recitation Method in Improving Islamic Religious Education Learning Outcomes of Elementary School Dandi; Anirah, Andi; Erniati
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 29 No 1 (2026): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2026v29n1i5

Abstract

Islamic Religious Education (IRE) plays a vital role in fostering students’ religious knowledge, attitudes, and practical skills. Effective learning at the elementary school level requires instructional approaches that promote active participation and responsibility. One such approach is the recitation method, which involves task assignment, task completion, and accountability for learning outcomes. This study aimed to examine the implementation of the recitation method in Islamic Religious Education and to explore teachers’ and students’ perceptions of its impact on learning. A qualitative descriptive approach was employed at SDN 3 Bajugan, Tolitoli Regency. The participants included the school principal, an Islamic Religious Education teacher, and fifth-grade students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the recitation method was implemented through three stages: task assignment, task completion, and task accountability. Both teachers and students perceived the method as enhancing classroom participation, learning responsibility, and engagement. Students also demonstrated improved understanding of the learning materials and greater confidence in performing religious practices. The study concludes that the recitation method has become an integral component of Islamic Religious Education instruction and is perceived as an effective strategy for promoting active learning and strengthening students’ responsibility. Abstrak: Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan keagamaan peserta didik. Pembelajaran di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang mendorong partisipasi aktif dan tanggung jawab peserta didik. Salah satu metode yang digunakan adalah metode resitasi, yang mencakup pemberian tugas, pelaksanaan tugas, dan pertanggungjawaban hasil tugas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode resitasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam serta persepsi guru dan peserta didik terhadap hasil belajar selama penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif di SDN 3 Bajugan, Kabupaten Tolitoli. Partisipan terdiri atas kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode resitasi diterapkan melalui tiga tahap, yaitu pemberian tugas, pelaksanaan tugas, dan pertanggungjawaban tugas. Guru dan peserta didik memandang metode ini mampu meningkatkan partisipasi belajar, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta keterlibatan selama pembelajaran. Peserta didik juga menunjukkan pemahaman materi yang lebih baik dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam praktik keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode resitasi menjadi bagian penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan dipersepsikan efektif dalam mendukung pembelajaran aktif serta penguatan tanggung jawab peserta didik.