Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK ETANOLDAUN TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) DALAM KEBOCORAN DNA dan PROTEIN BAKTERI Staphylococcus aureus Nazuhra, Oca; Ningtias, Anggitha; Nasution, Haris Munandar; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.4995

Abstract

Daun terong belanda (Solanum betaceum Cav.) pada umumnya banyak masyarakat koonsumsi karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, dan saponin, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan penyakit umum di Indonesia, dapat dihambat atau dibunuh oleh ekstrak etanol daun terong belanda. Ekstrak etanol daun terong belanda berperan sebagai variabel bebas dalam penelitian eksperimental ini. Variabel terikat dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, analisis spektroskopi inframerah transformasi Fourier, penentuan kadar flavonoid, uji konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum, uji kebocoran DNA dan protein, karakterisasi simplisia, serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun terong belanda. Pengujian antibakteri dilakukan pada ekstrak etanol dengan konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25% menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram. Kontrol positif adalah kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif adalah DMSO. Hasil uji KHM menunjukkan yang lebih baik pada konsentrasi 3,125% dan total kandungan flavonoid sebesar 44,9624 mg QE/gram ekstrak. Pada uji KBM, perkembangan koloni tidak diamati pada konsentrasi 12,5% dan 25%. Menurut penelitian ini, sel yang mengalami stres oksidatif menunjukkan kebocoran DNA dan protein, yang dapat menyebabkan 12,5% dan 25% sel mengalami apoptosis. Ekstrak etanol daun terong belanda pada konsentrasi 12,5% dan 25%, menunjukkan daya penghambatan terbesar terhadap Staphylococcus aureus, berukuran 12,5% (9,01 mm) dan 25% (16,13 mm).
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH KERANJI (Dialium indum L.) DALAM KEBOCORAN DNA DAN PROTEIN BAKTERI Escherichia coli Ellyza, Chella; Ningtias, Anggitha; Nasution, Haris Munandar; Lubis, Minda Sari
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5022

Abstract

Buah asam keranji (Dialium indum L.) memiliki banyak kegunaan, termasuk sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan obat tradisional untuk diare. Buah ini mengandung antioksidan dan nutrisi yang berpotensi sebagai agen antibakteri, terutama terhadap Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah keranji dengan mengukur kebocoran DNA dan protein bakteri, yang menunjukkan kerusakan membran sel. Penelitian menggunakan ekstrak etanol buah keranji sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikat meliputi senyawa metabolit sekunder, kadar flavonoid total, gugus fungsi (FTIR), nilai KHM, KBM, dan kebocoran DNA serta protein yang diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil menunjukkan ekstrak etanol buah keranji mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, triterpenoid, dan glikosida. Analisis FTIR mendeteksi gugus fungsi seperti O–H, C–H, C=O, C=C, C–O, dan N–H yang mengonfirmasi keberadaan senyawa bioaktif. Kadar flavonoid total sebesar 28,16 ± 1,21 mgQE/g. Ekstrak etanol buah keranji menunjukkan KHM pada konsentrasi 35% dan KBM pada konsentrasi 45%. Zona hambat pada konsentrasi 35%, 40%, 45%, dan 50% berturut-turut sebesar 8,3; 9,0; 10,0; dan 11,8 mm. Absorbansi pada 260 nm (DNA) dan 280 nm (protein) tertinggi pada konsentrasi 50%, yang menandakan adanya kerusakan membran sel bakteri. Kesimpulannya, ekstrak etanol buah keranji efektif menghambat Escherichia coli dengan mekanisme merusak membran sel.