Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

AMBIGUITAS LEKSIKAL PADA UNDANG-UNDANG RI NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA Utami, Nur Hadinda; Gustianingsih; Bangun, Pribadi
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel “Ambiguitas Leksikal pada Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja” ini dilatarbelakangi ditemukan ambiguitas dalam undang-undang yang dapat menyebabkan ketidakpastian dan kebingungan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan membuat sulit pengadilan untuk memutuskan perkara. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan ambiguitas leksikal pada UU Cipta Kerja dalam upaya memberikan kontribusi pada pengembangan hukum, terutama terkait dengan pemahaman tentang makna dan interpretasi UU Cipta Kerja. Data dalam penelitian ini berupa kata dan frasa yang mengandung ambiguitas leksikal. Data kemungkinan dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik analisis teknik ganti. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 16 data yang mengandung ambiguitas leksikal dalam UU Cipta Kerja. Namun yang dibahas dalam penelitian ini adalah delapan data. Empat data merupakan ambiguitas lokal dan empat data lainnya merupakan ambiguitas referensi. Kata Kunci : Semantik, Ambiguitas Leksikal, UU Cipta Kerja
Storytelling Training in Forming of Child Character at Cambridge Binjai Kindergarten Widayati, Dwi; Nasution, Ikhwanuddin; Gustianingsih; Lubis, Rosliana; Lubis, Haris Sutan
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i2.12748

Abstract

This storytelling training is based on concern and awareness of the importance of character education in children. Through storytelling, it is hoped that it will be able to shape the character of children for the sake of creating a generation that has strong character to manage and advance the country in the future. Telling stories can be a way of communicating to children. In general, children prefer educational models that are interactive. The partner in this service is the Principal of Cambridge Binjai Kindergarten. The participants, namely Cambridge Binjai Kindergarten students, participated in this training with joy. After this training the students can retell the stories they heard or watched. The results of this training are that it has 1) trained kindergarten children's absorption or comprehension power, 2) trained children's thinking power, 3) trained kindergarten children's concentration power, 4) Developed children's imagination, 5) Created joyful situations and developed an atmosphere of intimate relationships according to the stage of its development, 6) Helping children's language development in communicating effectively and efficiently so that the conversation process becomes communicative. At the end of this activity it is also hoped that a story-telling community will be formed with the name “House of Stories” which is managed by the teachers of the Cambridge Binjai Kindergarten. This group was made a pioneer in the movement to cultivate storytelling to educate the character of children at Cambridge Binjai Kindergarten in particular and children in Binjai in general.
Phonological Disorder in Speaking Among Stroke Patients: A Neurolinguistics Study Raees N Bibi; Gustianingsih; Alemina Br. Perangin-angin
Modality Journal: International Journal of Linguistics and Literature Vol. 4 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/mj.v4i2.8891

Abstract

The objective of this research is to identify the types of phonological disorders in Indonesian-speaking stroke patients and to determine the disturbed dominant hemisphere based on the structure of these phonological disorders. The data are obtained from the utterances of stroke patients who experience difficulty in producing speech. Data are collected using the listening method related to language disorders in stroke patients with basic recording techniques, followed by the technique of free listening without speech involvement. Data analysis uses the matching method, with the basic technique being the KES (Key Element Segregation) technique, which involves categorizing phonological disorders such as addition, omission, substitution, or metathesis in vowel and consonant sounds. Additionally, the dominant disturbance in either Broca's or Wernicke's areas, as viewed through the phonological disorders, is identified. The results show that phonological disorders occur more frequently in consonant sounds (54.66%) compared to vowel sounds (45.33%) in stroke patients. Sound omission and substitution are the two most common types of disturbances observed. The analysis also suggests that phonological disorders in most stroke patients are related to disturbances in the dominant hemisphere, particularly in Broca's area, which controls speech sound production. However, there is one case (Patient V) that indicates a disturbance in the language comprehension area, Wernicke's area Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe-tipe gangguan fonologis yang terjadi pada penderita stroke dalam berbahasa Indonesia dan menentukan hemisfer dominan yang terganggu berdasarkan susunan gangguan fonologis tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan neurolinguistik. Data diambil dari ujaran penderita stroke yang mengalami kesulitan dalam memproduksi ujaran. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik dasar rekam dan dilanjutkan dengan teknik simak bebas libat cakap. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan, teknik dasarnya adalah teknik pilah unsur penentu (PUP) yaitu dengan memilah-milah gangguan fonologis yang meliputi adisi, omisi, substitusi atau metatesis pada bunyi vokal dan konsonan. Begitu juga dengan memilah-milah hemisfer dominan area Broca atau Wernicke yang terganggu dilihat dari gangguan fonologis yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan fonologis lebih sering terjadi pada bunyi konsonan (54,66%) dibandingkan bunyi vokal (45,33%) di antara penderita stroke. Omisi dan substitusi bunyi merupakan dua jenis gangguan yang paling sering terjadi pada ujaran penderita stroke. Analisis juga menunjukkan bahwa gangguan fonologis pada sebagian besar penderita stroke terkait dengan gangguan pada hemisfer dominan, khususnya area Broca, yang mengendalikan produksi bunyi ujaran. Namun, terdapat satu kasus yang menunjukkan gangguan pada area pemahaman bahasa, yaitu area Wernicke pada penderita stroke V.Kata Kunci: area broca, area wernicke, gangguan fonologis, neurolinguistik, stroke.