Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERSEPSI PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS DALAM PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH Mardiani, Mardiani; Corry, Corry; Napitu, Ulung
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 8 (2023): Puteri Hijau: Jurnal Pendidikan Sejarah (Special Issues)
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v8i2.44996

Abstract

This study aims to describe the perceptions of high school students in online learning during the COVID-19 pandemic in history subjects. The formulation of the problem in this study is how the perception of high school students in online learning during the COVID-19 pandemic is on the subject of history. The method in this research is a literature study. The results showed that students experienced problems related to signals during online learning. Most students have not mastered the application of learning well which affects the effectiveness of the learning process. There are still many students who find it difficult to understand the material with online learning. Students receive support from the school during online learning. The conclusion of this study is that the implementation of online learning during the COVID-19 pandemic experienced many obstacles based on the perceptions of students. 
Problematika Guru Dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Sihombing, Yenni; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5611

Abstract

Abstract. Revolutions in science and technology, changes in society, understanding how children learn, advances in communication and information media and so on give their own meaning to educational activities. This challenge is one of the important foundations of a technological approach in the management of education and learning. The development of science and technology is increasingly encouraging renewal efforts in the utilization of technological results in the learning process. Teachers are required to be able to use the tools that can be provided by the school, and it is possible that these tools are in accordance with the developments and demands of the times. Utilization of learning media is also a must for every teacher so that it helps in clarifying learning material and arousing students' interest and motivation in learning. However, in reality there are still many teachers who have not been able to utilize learning media, teachers are also less innovative and creative in using learning media, meaning that teachers cannot work in using learning media.Keywords: Teacher Problems; Utilization of Learning Media  Abstrak. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan informasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan. Tantangan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya pendekatan teknologis dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya -upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh pihak sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.  Pemanfaatan  media pembelajaran juga merupakan suatu keharusan bagi setiap guru sehingga membantu dalam memperjelas materi pembelajaran dan membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang belum mampu untuk memanfaatkan media pembelajaran, guru juga kurang inovatif dan kreatif dalam pemanfaatan media pembelajaran artinya guru belum bisa bekerja dalam menggunakan media pembelajaran.Kata Kunci : Masalah Guru; Pemanfaatan Media Pembelajaran.
Upaya Guru Mata Pelajaran IPS Terpadu Dalam Menanamkan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa Sarika, Suci; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5598

Abstract

 The background of this research originates from the discovery of a lack of discipline and responsibility of students in the classroom.This study aims to identify and analyze the efforts of social studies teachers in instilling the character of discipline and responsibility of students through integrated social studies learning in class. This study used qualitative research methods. Through this research, it is hoped that the efforts of Integrated IPS subject teachers in instilling the character of discipline and responsibility, namely through the principles of Contextual Teaching and Learning (CTL) in which the teacher links the material he is learning with real-world situations of students. Some of the obstacles in cultivating the character of discipline and responsibility include a) family factors, b) environmental factors, c) internal factors in students. While the solution to the obstacles in instilling the character of discipline and responsibility is through, a) Control from the school principal, b) The active role of the teacher, c) control from parents.   
Mengembangkan Bahan Ajar Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (Ips) di Sd Manurung, Jamson; Haloho, Bongguk; Napitu, Ulung
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 8, No 2 (2023): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Juni)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v8i2.5596

Abstract

Abstract. Learning The world of education continues to experience changes for the better and is increasingly sophisticated, effective and efficient. Therefore, a very important component is needed, one of which is learning material. Learning materials are all the information, tools and texts needed by the teacher/instructor to plan and evaluate the implementation of learning. Teaching materials are a set of tools that contain learning materials, methods, limitations and how to evaluate. Teaching materials can be in the form of written or unwritten things that are used by teachers/instructors and students in the teaching and learning process in the classroom. Learning material is also the knowledge, skills and attitudes that must be learned by students to achieve predetermined competencies. Learning materials consist of knowledge (facts, concepts, principles, procedures), skills, attitudes and values. The problems/obstacles that often occur and are faced by teachers who teach social studies in elementary schools are determining or choosing appropriate teaching materials that can help students achieve these competencies. This is because the curriculum only contains an outline of the basic material. So it is the teacher's obligation to find and describe the basic material in detail so that it becomes a complete learning material that can help teachers and students in the teaching and learning process.Keywords: Learning Materials, Learning of Social Science Abstrak. Dunia pendidikan terus mengalami perubahan kearah yang lebih baik dan semakin canggih, efektif dan efisien. Oleh karena itu di butuhkan komponen yang sangat penting, salah satunya materi pembelajaran. Materi pembelajaran adalah semua informasi, alat dan teks yang diperlukan oleh guru/pengajar untuk merencanakan dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran. Bahan ajar merupakan seperangkat sarana yang berisi materi pembelajaran, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi. Bahan ajar dapat berupa hal-hal tertulis maupun tidak tertulis yang digunakan oleh guru/pengajar  dan peserta didik dalam proses belajar mengajar di kelas. Materi pembelajaran juga merupakan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dipelajari oleh peserta didik  untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, sikap dan nilai. Masalah /kendala yang sering terjadi dan dihadapi oleh guru yang mengajar IPS di sekolah dasar adalah  menentukan atau memilih bahan ajar yang tepat sesuai yang  dapat membantu peserta didik mencapai kompetensi tersebut. Hal ini disebabkan karena kurikulum hanya memuat garis besar materi dasar. Maka  menjadi kewajiban guru untuk mencari dan menjabarkan materi dasar tersebut  secara rinci sehingga menjadi bahan pembelajaran yang utuh yang dapat membantu guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar.Kata Kunci: Materi Pembelajaran, Pembelajaran Ilmu Sosial.
Tinjauan Historis Penggunaan Gotong Dan Bulang Pada Masyarakat Simalungun Damanik, Tresia Trinita; Corry, Corry; Napitu, Ulung
Jurnal Pendidikan Sejarah Humaniora dan Ilmu Sosial Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No. 1 Mei 2023
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah FKIP USI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/b91w5q15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah penggunaan gootong dan bulang serta mengetahui apa makna dan fungsi penggunaannya pada masyarakat Simalungun. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian sejarah serta pendekatan antropologi budaya. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan peneliti menggunnakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu awalnya gotong adalah penutup kepala laki-laki yang menggunakan hiou ragi panei, namun setelah raja Jawa memberikan hadiah kain batik sebagai simbol kerjasama dengan raja Simalungun sehingga kain batik digunakan  sebagai bahan dasar pembuatan gotong. Bulang dulunya digunakan kaum perempuan untuk seharihari. Pada masa kerajaan bulang terdiri dari bulang partongah (yang digunakan kaum bangsawan) dan bulang  paruma (yang digunakan masyarakat biasa) Gotong terdiri dari 4 jenis yaitu gotong horja, gotong pandihar, gotong tikkal/porsa dan gotong pottik sama dengan bulang yang terbagi menjadi bulang sulappei, bulang teget, bulang hurbu dan bulang gijang. Makna penggunaan gotong dan bulang yaitu sebagai identitas dan warisan budaya serta sebagai status sosial bagi masyarakat Simalungun. Fungsi penggunaan gotong dan bulang dapat dilihat berdasarkan waktu penggunaannya pada pernikahan gotong dan bulang berfungsi sebagai simbol kedewasaan, pada acara kematian berfungsi sebagai simbol ketulusan dan keikhlasan, pada acara patappei sihilap berfungsi untuk melambangkan bahwa seseorang itu akan menjadi seorang pemimpin dan pada saat siluah kehormatan gotong dan bulang berfungsi untuk melambangkan bahwa seseorang itu telah masuk ke wilayah Simalungun dan sebagai bentuk ucapan bahwa kita menerima mereka denngan hormat dan senang hati
Models of Female Coolie Clothes in the Deli Tobacco Plantation of East Sumatra in 1863-1942 Sinaga, Rosmaida; Tusaddiah, Halimah; Br Tarigan, Jussi Eka Ulitta; Nababan, Dora Irene; Napitu, Ulung
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i1.2580

Abstract

This study aims to find out the background of the different models of women's coolie clothing in the Deli tobacco plantation and the factors that affect it. The method used is the Kuntowijoyo historical method with the stages of topic selection, heuristic, verification, interpretation, and historiography. The results of the study show that the background of different clothing models is influenced by differences in ethnic origin and economic conditions, so that female coolies continue to use clothes brought from their home regions. Chinese female coolies wear simple long-sleeved blouses, Javanese coolies wear kebaya with batik cloth or sarongs, and Indian coolies wear traditional sarees. In addition, the difference in clothing models was also influenced by low wages, social stratification in colonial society, and changes in roles from ordinary coolies to nyai. The novelty of this research lies in the use of colonial photo archives as the main source for studying women's coolie clothing models. This study describes the clothing of various ethnicities and analyzes the differences in clothing models between Chinese, Javanese, and Indian coolies. This approach provides a new perspective by placing clothing as a social representation related to ethnic identity, economic conditions, and social stratification in colonial-era plantations.