Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendampingan Implementasi Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai SAK pada Masjid Muslimin Eka Surya, Gedung Johor, Medan Johor, Medan Putra, Teguh Dwi; Zulkarnen, Zuliana; Fahmi, Teuku; Taib, Zulkifli; Septriawan, Muhammad Reza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1105

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari program literasi keuangan yang telah dilaksanakan sebelumnya pada Masjid Muslimin Eka Surya. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan implementasi penyusunan laporan keuangan masjid sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang relevan bagi entitas nirlaba, khususnya SAK ETAP dan Pedoman Akuntansi Masjid (PAM). Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah belum konsistennya penerapan pencatatan keuangan meskipun telah memperoleh pemahaman dasar akuntansi. Metode pelaksanaan meliputi pendampingan teknis, praktik langsung penyusunan laporan keuangan, serta evaluasi kesesuaian laporan dengan standar akuntansi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengurus masjid mampu menyusun laporan keuangan yang lebih sistematis, akuntabel, dan transparan. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana masjid serta memperkuat kepercayaan jamaah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN BUDIDAYA DOMBA DI KECAMATAN MONTONG: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN BUDIDAYA DOMBA DI KECAMATAN MONTONG Afsah Indah Maulidah; Lia Nur Aini; Teguh Dwi Putra; Achmad Andi Nurifa'udin; Muhamad Baha'uddin
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of this service was carried out in Bringin Village, Montong District with an advanced scheme. If we look at the geographic location of Bringin Village, it is a village located in an inland area far from public transportation, so the majority of the people farm and raise livestock. Apart from that, this village has the potential for development, one of which is cultivating sheep to increase income. The methods used in implementing community service include outreach, counseling and evaluation. The result is that the community understands how to cultivate sheep properly starting from livestock cultivation management, livestock health and animal feed which can be managed by BUMDesa Bringin, Montong District. The Result, people of Bringin Village also gained understanding and insight into the benefits of sheep cultivation in order to increase community income.
Pemberdayaan Peternak Anggota BUMDESA melalui Optimalisasi Produksi dan Digital Marketing di Desa Bringin, Tuban Lia Nur Aini; Teguh Dwi Putra; Afsah Indah Maulidah
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.2.304-315

Abstract

The community service program from Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena 2024 aims to help improve the economy of the people of Bringin Village, Montong District, Tuban, particularly the member farmers of BUMDesa Suryonegoro Bringin Village by optimizing the production and digital marketing of goat and sheep rearing. Goat and sheep rearing in the Bringin Village community are sideline activities that are conventionally carried out. This program aims to help farmers increase their income through good and correct husbandry practices and increase livestock sales through the use of social media. The range of program activities includes extension, livestock health checks, and training. The farm optimization extension activities covered good goat and sheep husbandry techniques, understanding the livestock recording system, feed management, and livestock health management. Digital marketing extension activities provided participants with the knowledge to use social media as a marketing tool, such as Instagram. Farmers who are members of BUMDesa are also provided with training to support the livestock maintenance process to be more optimal, such as silage making techniques, urea molasses blocks, and the use of livestock manure waste as black soldier fly (BSF) maggot culture media. At the end of the program, a focus group discussion was held with stakeholders such as the Indonesian Goat and Sheep Breeders Association (HPDKI) of the Tuban region, the Tuban Food Security, Agriculture and Fisheries Office, and the philanthropic institution, Nurul Hayat to support the sustainability of the program.
PEMBINAAN PEMBUATAN PAKAN SEMI SELF-MIXING PADA AYAM PETELUR DI KABUPATEN BOJONEGORO Khoirul Huda; Hamzah Nata Siswara; Teguh Dwi Putra
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i1.1068

Abstract

Peternakan ayam petelur di kabupaten Bojonegoro termasuk salah satu komoditas yang saat ini di perhatikan oleh pemerintah bojonegoro. Salah satu permasalahan dalam pengembangan usaha peternakan ayam petelur adalah manajemen pakan, karena pakan merupakan pengeluaran terbanyak dalam usaha ayam petelur. Program pengabdian bertujuan untuk mendampingi masyarakat dalam pembuatan pakan mandiri/semi self-mixing agar dapat menekan harga pakan yang harganya semakin naik. Metode yang digunakan adalah: pelatihan, praktek dan demonstrasi paket pakan, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara partisipatif. Hasil pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota peternakan ayam petelur setelah mengikuti pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan semi self-mixing. Pelaksanaan pengabdian di dukung dengan pemeberian bantuan bahan baku pembuatan pakan semi self-mixing dari dinas peternakan dan perikanan kabupaten bojonegoro. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar dan terlaksana dengan baik. Dari hasil evaluasi para peserta sebanyak 80,5% terlihat mulai memahami terkait pembuatan pakan ayam petelur secara mandiri
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSI RAWAS MENUJU PEMBANGUNAN PETERNAKAN BERKELANJUTAN Bagus Dimas Setiawan; Putri Zulia Jati; Teguh Dwi Putra; Betty Herlina; Zulhapi Utama Adlan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23427

Abstract

Pengembangan peternakan ruminansia memerlukan perencanaan berbasis ketersediaan sumber daya pakan agar dapat berlangsung secara berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang penting adalah analisis daya dukung lahan, yang menggambarkan kemampuan suatu wilayah dalam menyediakan pakan bagi populasi ternak tanpa menurunkan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lahan dan kapasitas peningkatan populasi ternak ruminansia di Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Musi Rawas, sebagai dasar perencanaan pembangunan peternakan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder tahun 2025. Analisis meliputi perhitungan Location Quotient (LQ) untuk menentukan wilayah basis ternak ruminansia, estimasi produksi pakan dari lahan garapan dan limbah pertanian, serta analisis Potensi Maksimum Sumber Daya Lahan (PMSL) dan Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi hijauan pakan di Kecamatan Jayaloka mencapai 8.262 ton bahan kering per tahun dengan potensi maksimum sumber daya lahan sebesar 3.592 satuan ternak (ST). Populasi riil ternak ruminansia sebesar 1.554 ST masih berada di bawah daya dukung lahan, sehingga terdapat peluang peningkatan populasi ternak sebesar 2.038 ST. Wilayah dengan potensi pengembangan tertinggi adalah Desa Ngestiboga II, Kertosono, dan Margatunggal. Berdasarkan analisis LQ, terdapat beberapa desa yang berperan sebagai sentra pengembangan sapi potong, kambing, dan kerbau. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Kecamatan Jayaloka memiliki daya dukung lahan hijauan yang memadai untuk mendukung pengembangan peternakan ruminansia secara berkelanjutan apabila dikelola secara optimal dan terintegrasi dengan pemanfaatan sumber daya pakan lokal.