Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Teorema Bayes Untuk Mendiagnosa Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kelapa Sawit Rika Handayani; A. Sidiq Purnomo
JEKIN - Jurnal Teknik Informatika Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jekin.v4i2.737

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tanaman perkebunan sebagai penghasil minyak. Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit tumbuh dan dibudidayakan hampir di seluruh Indonesia, dengan penyebaran yang luas di daerah Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Permasalahan umum yang terjadi dalam budidaya kelapa sawit meliputi produktivitas tanaman yang rendah, biaya produksi yang tinggi, dan kebijakan pemerintah yang kontra produktif. Salah satu faktor yang dapat mengurangi produktivitas dan pertumbuhan kelapa sawit adalah adanya penyakit pada tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mendiagnosa serta memberikan informasi tentang hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit. Oleh karena itu, dikembangkan sebuah sistem pakar menggunakan metode Teorema Bayes untuk mendiagnosa hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 19 hama dan penyakit serta 45 gejala penyakit pada tanaman kelapa sawit yang diperoleh dari seorang pakar. Sistem ini dibuat dan dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP, Framework CodeIgniter dan database MySQL. Penelitian ini mencapai tingkat akurasi 93.33% dari 30 data pengujian, dengan output berupa persentase kemungkinan penyakit yang dialami oleh tanaman kelapa sawit serta saran pemberantasannya. Hasil pengujian ini membuktikan bahwa sistem pakar yang dikembangkan mampu mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit secara efektif.  
STEM-integrated project-based learning: Students’ critical thinking skills in trigonometry Agung, Kristoforus Nofenaris; Siahaan, Meiva Marthaulina Lestari; Rika Handayani; Lailin Hijriani
Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education
Publisher : CV. FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/jasme.v6i1.972

Abstract

Background: This study was motivated by the importance of critical thinking skill in solving problem and making the decision. In addition, low level of students’ critical thinking skills issue in mathematics learning, particularly in trigonometry Aims: To address this issue, a STEM-integrated Project-Based Learning (PjBL-STEM) model was implemented. Method: This study employed a mixed-method approach combining quantitative and qualitative data. The sample consisted of 50 tenth-grade students at SMA Negeri Manufui, divided into an experimental class; 25 students and a control class; 25 students. Data were collected through a critical thinking skills test, student response questionnaires, and interviews. Results: The results of the independent samples t-test showed a significant difference between the experimental and control classes (Sig. = 0.001 < 0.05). The mean posttest score of the experimental class (52.83) was higher than that of the control class (45.33). The N-Gain analysis indicated a low improvement category in both classes; however, the experimental class (26.29%) showed a higher increase compared to the control class (4.50%). Student responses toward the PjBL-STEM implementation were highly positive, with more than 90% agreement. Qualitative findings revealed that project-based experiences helped students recall concepts, identify reasoning errors, and reflect on problem-solving processes. Conclusion: STEM-integrated PjBL model was effective in improving students’ critical thinking skills and fostering active, collaborative, and meaningful learning. Continuous implementation supported by structured guidance and critical thinking exercises is recommended to achieve more optimal learning outcomes.