Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Konsep TIGA-SA dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Siswi di MTs Al-Ishlahiyyah Wonorejo Pasuruan Zahrotul Laili; Ali Muhtarom; Muhammada
Jurnal Semiotika Quran Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v5i2.26920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi konsep TIGA-SA (Dipaksa, Terpaksa, Terbiasa) dalam meningkatkan hafalan al-Qur'an siswi di sekolah. Konsep TIGA-SA memanfaatkan tahapan perubahan perilaku yang diawali dengan unsur paksaan (dipaksa), diikuti dengan kebiasaan yang tumbuh dari keterpaksaan (terpaksa), hingga akhirnya membentuk kebiasaan positif (terbiasa) dalam menghafal al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan siswi dan guru sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses implementasi dan hasil dari konsep TIGA-SA. TIGA-SA ini merupakan salah satu inovasi yang dimunculkan oleh para guru di MTs Al-Ishlahiyyah Wonorejo Pasuruan untuk memperbaiki dan meningkatkan    hafalan al-Qur’an siswi disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep TIGA-SA secara signifikan membantu siswi dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas hafalan al-Qur'an. Melalui tahapan dipaksa dan terpaksa, siswi berhasil membangun disiplin, sementara pada tahap terbiasa, proses hafalan menjadi lebih mandiri dan efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep TIGA-SA benar-benar meningkatkan kualitas hafalan al-Qur'an siswi. Salah satu kontribusinya adalah meningkatnya keinginan dan minat siswi untuk mempe-lajari dan menghafal al-Qur'an. Hal ini terlihat dari peningkatan partisipasi mereka dalam kegiatan tahfidz harian, peningkatan jumlah setoran hafalan secara sukarela, dan peningkatan jumlah siswi yang memiliki kemampuan untuk menambah target hafalan di luar jadwal yang ditentukan. Selain itu, siswi lebih disiplin dalam hal hafalan dan akademik secara keseluruhan. 
The Urgency of Understanding Service Contractual Framework (Kafalah and Wakalah): A Fiqh Analysis Through Tafsir Al-Munir Salsabilla, Dewi Insyirahti; Ali Muhtarom; Zawawi
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.29889

Abstract

Abstract Service-based contracts such as kafalah and wakalah play a significant role in contemporary Islamic financial transactions and business activities. However, their practical application often emphasizes contractual mechanisms that are not firmly grounded in normative foundations derived from the Qur'an and Hadith. This gap requires further understanding. This paper aims to analyze the urgency of understanding the contractual framework of kafalah and wakalah services through a fiqh-oriented interpretive lens, specifically the works of Wahbah Al-Zuhaili and relevant Prophetic traditions. This study employs a qualitative normative method using textual analysis of Qur'anic verses, classical and contemporary hadith and Wahbah Al-Zuhaili's fiqh-based approach complemented by contemporary Islamic legal literature on service contracts. The findings indicate that kafalah and wakalah are not merely technical legal instruments but embody ethical responsibility (Amanah) and social solidarity (Taawun), and trust as emphasized in the interpretation. Understanding kafalah and wakalah through the perspective of tafsir and hadith strengthens their ethical and jurisprudential dimensions for the application of contemporary Islamic economic practices and strengthens them in modern service-based transactions. Keywords: Akad; Contract; Business; Kafalah; Wakalah.   Abstrak Kontrak berbasis jasa seperti kafalah dan wakalah memainkan peran penting dalam transaksi keuangan dan aktivitas bisnis islam kontemporer. Namun, penerapan praktisnya seringkali menekankan mekanisme kontraktual belum kuat dalam landasan normatif yang berasal dari Al-Quran dan Al Hadis. Kesenjangan ini memerlukan pemahaman yang lebih. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pemahaman kerangka kontraktual jasa kafalah dan wakalah melalui lensa interpretative berorientasi fiqh khususnya karya Wahbah Al-Zuhaili dan tradisi Nabi yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode normative kualitatif dengan menggunakan analisis tekstual ayat-ayat Al-Qur;an, hadits klasik dan kontemporer dan pendekatan berbasis fiqh Wahbah Al Zuhaili dilengkapi dengan literatur hukum islam kontemporer tentang kontrak jasa. Hasil temuan menunjukkan bahwa kafalah dan wakalah bukan hanya instrument hukum teknis tetapi mewujudkan tanggung jawab etis (Amanah) dan solidaritas social (taawun), dan kepercayaan sebagaimana ditekankan dalam penafsiran. Memahami kafalah dan wakalah melalui perspektif tafsir dan hadis memperkuat dimensi etis dan yurisprudensialnya bagi penerapan praktik ekonomi islam kontemporer dan memperkuat dalam transaksi berbasis jasa modern. Kata Kunci: Akad; Jasa; Kafalah; Wakalah; Tafsir