Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Dukungan Kinerja Pengelolaan Sampah terhadap Kesesuaian Penerapan Konsep Keberlanjutan Lingkungan di Kota Mataram Al-Giffari, Muh. Haikal; Yudana, Galing; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.68925.118-132

Abstract

Kota kini bukan sekedar tempat bermukim, melainkan juga sebagai pusat pelayanan yang harus dapat melayani masyarakat kota dan daerah sekitarnya. Dalam perkembangannya, suatu kota tidak terlepas dari permasalahan dan hambatan seperti kebutuhan terhadap pembangunan, menurunnya ketersediaan sumber daya, kurangnya fasilitas umum, dan permasalahan lingkungan. Salah satu permasalahan yang kerap hadir di perkotaan dan belum mampu diatasi dengan maksimal adalah permasalahan terkait pengelolaan sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan permasalahan bagi perkembangan suatu kota. Kota sebagai pusat pelayanan berpotensi meningkatkan pertumbuhan penduduk dan kegiatan di dalamnya, sehingga secara tidak langsung produksi sampah yang dihasilkan akan meningkat. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelolaan sampah yang memadai sehingga dapat mempermudah perkembangan suatu kota kedepannya. Kota Mataram merupakan Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menjadi salah satu pusat pelayanan yang ada. Pada tahun 2021, Kota Mataram memiliki  jumlah penduduk sebanyak 495.681 jiwa dengan luas wilayah sebesar 6.130 Ha. Dengan jumlah penduduk 495.681 jiwa, timbulan sampah di Kota Mataram cukup tinggi sehingga perlu adanya pengelolaan sampah yang memadai dalam mengurangi dan menangani sampah serta mengurangi dampak negatif dari produksi sampah yang ada. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengkaji kesesuaian kinerja pengelolaan sampah dalam mendukung penerapan konsep keberlanjutan lingkungan di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui perhitungan skoring pada tiap indikator dalam variabel yang akan menentukan tingkat klasifikasi kesesuaian kinerja pengelolaan sampah dalam mendukung penerapan konsep keberlanjutan lingkungan di Kota Mataram. Terdapat enam komponen yang  dikaji dalam penelitian ini, yaitu aspek teknis, aspek kelembagaan, aspek pembiayaan, aspek kebijakan, aspek peran masyarakat, dan target kinerja pengelolaan sampah. Berdasarkan hasil, kinerja pengelolaan sampah di Kota Mataram berada pada tingkatan klasifikasi kurang sesuai dalam mendukung penerapan konsep keberlanjutan lingkungan.
Analisis Faktor Pemilihan Lokasi Perumahan Peri-Urban Bagian Selatan Kota Semarang (Studi Kasus: Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang) Syandana, Rifda Asyifah; Suminar, Lintang; Kusumastuti, Kusumastuti
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.91004.26-38

Abstract

Urbanisasi menyebabkan Kota Semarang berkembang pesat dan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan adanya peningkatan kebutuhan ruang untuk kegiatan di dalam kota. Adanya keterbatasan lahan di Kota Semarang tidak dapat mengakomodasi kebutuhan ruang sehingga menyebabkan adanya perluasan perkembangan perkotaan ke wilayah pinggiran kota atau wilayah peri-urban. Wilayah peri-urban Kota Semarang, yakni Kecamatan Ungaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur mengalami perubahan guna lahan, khususnya menjadi lahan permukiman, sebagai akibat dari perluasan perkembangan perkotaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan lokasi perumahan peri-urban bagian selatan Kota Semarang. Dari hasil penelitian, didapatkan 4 kelompok faktor dengan 8 faktor di dalamnya. Keempat kelompok faktor tersebut, yakni: 1) aksesibilitas dan sarana prasarana, yang terdiri dari faktor kemudahan mengakses transportasi, jarak menuju pusat kota, dan ketersediaan dan kondisi sarana dan prasarana penunjang; 2) kenyamanan lingkungan, yang terdiri dari faktor tingkat kerawanan bencana dan kenyamanan lingkungan; 3) keamanan dan legalitas, yang terdiri dari faktor tingkat keamanan dan legalitas pendirian rumah; dan 4) harga beli rumah.
Pengaruh Penataan Fisik Permukiman Kumuh terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta Wekawati, Rokhana Tri; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i2.81131.39-54

Abstract

Permukiman kumuh yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai masalah bagi suatu kota, seperti wajah dan lingkungan perkotaan yang menjadi buruk dan kotor, susahnya penertiban bangunan, masalah keamanan, serta masalah kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat penghuni permukiman kumuh. Dalam hal ini, pemerintah membuat berbagai program untuk mengatasi permukiman kumuh yang ada di Indonesia. Kelurahan Kricak merupakan salah satu kelurahan prioritas program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kota Yogyakarta, dimana dilakukan penataan permukiman kumuh sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penataan fisik permukiman kumuh terhadap kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi logistik ordinal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penataan fisik pada komponen permukiman kumuh memiliki pengaruh kuat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kualitas hidup masyarakat di Kelurahan Kricak mengalami peningkatan baik dari aspek fisik dan lingkungan, keamanan, ekonomi maupun aspek sosial setelah dilakukan penataan permukiman kumuh di lingkungan tempat tinggalnya.
Faktor Utama yang Memengaruhi Kinerja Jalan pada Koridor Perdagangan Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta Mawardi, Aldi Fauzan; Suminar, Lintang; Rahayu, Murtanti Jani
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i1.81577.%p

Abstract

Aktivitas komersial perkotaan memicu kebutuhan terhadap sistem transportasi yang terintegrasi pada Jalan Dr. Radjiman, Kota Surakarta. Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta menjadi salah satu koridor perdagangan utama di Kota Surakarta dengan banyak komoditas perdagangan. Bentuk perkembangan ini menghadirkan kebutuhan  sistem kegiatan, sistem pergerakan, dan sistem jaringan yang dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas di dalam kawasan. Kebutuhan kinerja jalan dengan kualitas yang baik menjadi isu utama dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi kinerja jalan pada koridor perdagangan Jalan Dr. Radjiman Kota Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif. Data penelitian berasal dari observasi dan studi dokumen instansi. Faktor utama diidentifikasi berdasarkan konteks teori sistem transportasi, yaitu intensitas aktivitas perdagangan, aksesibilitas koridor, dan angka kinerja jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang berpengaruh pada kinerja jalan di lokasi studi adalah angka volume kendaraan. Faktor utama di luar variabel kinerja jalan adalah aksesibilitas koridor dengan subvariabel ketersediaan transportasi publik. Untuk meningkatkan kualitas kinerja jalan pada kawasan,  diperlukan kebijakan yang terkait dengan pengendalian volume kendaraan yang dalam konteks koridor perdagangan berupa pengaturan dan sosialisasi penggunaan transportasi publik dalam mengatasi hambatan samping.
Analisis perubahan lahan gumuk pasir akibat perkembangan sarana dan prasarana budidaya udang (studi kasus Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen) Riyanto, Alif; Soedwiwahjono, Soedwiwahjono; Suminar, Lintang
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 2 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i2.56678

Abstract

Gumuk pasir di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari gumuk pasir tipe barchan yang hanya terdapat dua di dunia, yaitu Indonesia dan Meksiko. Keberadaan lahan gumuk pasir mulai terdampak adanya sarana dan prasarana budidaya udang pada tahun 2015 sehingga perlu upaya konservasi gumuk pasir. Perubahan lahan gumuk pasir ditinjau dari luas dan bentuknya serta perkembangan sarana prasarana budidaya udang ditinjau dari petak tambak, gudang, unit pengelolaan limbah dan jaringan jalan produksi. Data di identifikasi dengan data survei lapangan tahun 2021 dan data citra satelit google earth tahun 2015, 2017, 2019 dan 2021. Hasil identifikasi menunjukkan perubahan lahan gumuk pasir dari tahun 2015-2021 sebesar 43,81% dengan klasifikasi sedang. Sementara itu, perkembangan sarana dan prasarana budidaya udang mengalami peningkatan rata-rata 84,22% dengan klasifikasi tinggi. Perkembangan sarana dan prasarana budidaya udang secara langsung mempengaruhi luasan gumuk pasir serta keberadaan sarana dan prasarana budidaya udang pada zona depan gumuk pasir secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan gumuk pasir di Kecamatan Petanahan.
Studi penurunan kapasitas jalan akibat dari hambatan samping guna lahan pendidikan (studi kasus Jalan Menteri Supeno dan Jalan MT Haryono, Surakarta) Rahman, Haidi Fathur; Putri, Rufia Andisetyana; Suminar, Lintang
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 18, No 1 (2023)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v18i1.53377

Abstract

Penggunaan lahan pendidikan pada suatu ruas jalan dapat menyebabkan hambatan samping yang berpengaruh terhadap penurunan kapasitas jalan tersebut, salah satunya yaitu yang terjadi pada kawasan pendidikan Manahan, Kota Surakarta. Namun, pandemi Covid-19 pada tahun 2020 mewajibkan sekolah untuk melakukan pembelajaran jarak jauh atau dari rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hambatan samping guna lahan pendidikan di Jalan Menteri Supeno dan Jalan M.T. Haryono, Surakarta dengan cara membandingkan antara kondisi sebelum pandemi Covid-19 dengan saat Covid-19 terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan data kuesioner melalui google form dan data dokumen pemerintah. Analisis deskriptif yang dilakukan menunjukkan ada empat jenis hambatan samping guna lahan pendidikan yang dapat mempengaruhi kapasitas jalan, yaitu pejalan kaki yang keluar masuk guna lahan pendidikan, kendaraan lambat yang keluar masuk guna lahan pendidikan, kendaraan keluar masuk guna lahan pendidikan, dan kendaraan parkir atau berhenti di depan guna lahan pendidikan. Berdasarkan hasil analisis, hambatan samping guna lahan pendidikan di Jalan Menteri Supeno dan Jalan M.T. Haryono, Surakarta mempunyai pengaruh terhadap penurunan kapasitas jalan pada setiap ruas jalannya.
Analisis Faktor Penyebab Perkembangan Permukiman di Kawasan Peri-Urban Kecamatan Baki Berdasarkan Persepsi Stakeholder Nusantara, Arya Perdana; Astuti, Winny; Suminar, Lintang
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.90707.112-124

Abstract

Perkembangan permukiman di kawasan peri-urban merupakan fenomena yang terjadi seiring perkembangan suatu kota yang sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan penggunaan lahan warganya. Kebutuhan lahan yang semakin meningkat menyebabkan perkembangan permukiman meluas menuju kawasan peri-urban. Kawasan peri-urban Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, merupakan kawasan yang terdampak ekspansi perkotaan Kota Surakarta yang telah terlalu padat. Kecamatan Baki memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi dibandingkan kawasan peri-urban Kota Surakarta lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Faktor-faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban berdasarkan penelitian terdahulu yaitu faktor aksesibilitas, faktor demografi, faktor konversi penggunaan lahan, faktor kebijakan penggunaan lahan, serta faktor sarana penunjang perumahan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis geospasial dengan menggunakan data sekunder serta dipadukan analisis Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner terhadap stakeholder. Analisis overlay peta dilakukan dengan cara tumpang tindih beberapa peta untuk mendapatkan informasi terkait faktor penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Selanjutnya, analisis AHP dilakukan dengan menghitung bobot tertinggi dari hasil kuesioner untuk kemudian dilakukan pemeringkatan guna mendapatkan faktor utama penyebab perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tahun 2003 hingga 2023, perkembangan permukiman di kawasan peri-urban Kecamatan Baki mengalami perluasan 72 ha. Hasil penelitian juga menunjukkan pemeringkatan faktor utama penyebab perkembangan permukiman yaitu faktor kebijakan penggunaan lahan, faktor persebaran sarana pendidikan, faktor persebaran jalan, faktor sarana perbelanjaan, dan faktor sarana kesehatan.
Ekspresi Modal Sosial Berbasis Kepedulian Lingkungan dalam Pengelolaan Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul Istanabi, Tendra; Miladan, Nur; Suminar, Lintang; Utomo, Rizon Pamardhi
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v6i1.78165.101-111

Abstract

Pengelolaan bank sampah memiliki potensi menjadi kelembagaan di tingkat lingkungan permukiman yang fokus dalam mengelola permasalahan sampah. Salah satu kunci dalam pengelolaan bank sampah adalah kepemilikan modal sosial. Bank sampah mampu menjadi katalisator modal sosial berbasis kepedulian lingkungan. Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo adalah salah satu rintisan bank sampah di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul yang masih berjuang dalam pengembangan. Bank sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo masih memiliki berbagai keterbatasan baik dari sumberdaya manusia maupun sarana dalam menunjang pengelolaan sampah. Namun demikian, Bank Sampah Guyub Rukun Dusun Madugondo dinilai memiliki modal sosial yang cukup sehingga dapat tetap beroperasi walaupun terdapat banyak keterbatasan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di bank sampah tersebut dengan tujuan untuk membantu mengatasi permasalahan pengelolaan bank sampah dengan pendekatan modal sosial berbasis kepedulian lingkungan. Bentuk kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam kerangka pikir mengembangkan komponen modal sosial yaitu kepercayaan, norma, dan jaringan. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan meliputi studi banding, Focus Group Discussion (FGD), dan bantuan sarana. Hasil dari kegiatan ini yaitu mendorong penguatan modal sosial melalui implementasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada ekspresi modal sosial yang meiputi kepercayan, norma, dan jaringan.