Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Legal Protection of Auction Winners of Agraria Disputes of Confiscated Assets through KPKNL Brilian Moktar; Elfira Fitriyani Pakpahan; Kartina Pakpahan; Ok Isnainul; Tommy Leonard
CSR International Journal Vol. 1 No. 1: December 2021
Publisher : ALTSA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35307/csrij.v1i1.14

Abstract

It is important to know the rights of the auction winner in every auction procedure. This includes legal protection for the winning bidder for assets confiscated through the State Wealth and Auction Service Office (KPKNL). This research will reveal the legal protection section of agrarian disputes over the auction of bppn confiscated assets through KPKNL in Medan City. Data collection used Normative Juridical review. Research informants only focus on employees and parties who have problems related to the agrarian suspicion of the auction of confiscated assets by the Indonesian Bank Restructuring Agency, confiscate through KPKNL in the Medan branch. The conclusion is that legally the auction, there are inappropriate regulations by the Central KPKNL and the Medan city area. There are also problems with policies made by agraria confiscate, where the regulations are not well integrated. KPKNL has conducted an auction, but has not provided certainty for the auction winner. In this case, the auction winner gets a loss because he has followed all procedures and did not receive what has been stipulated by KPKNL.
SYNERGY BETWEEN LEGISLATORS AND ACADEMICS FOR THE ECONOMIC SELF-RELIANCE OF PEMATANG JOHAR Nasution, Edwin Sugesti; Moktar, Brilian; Kanchanawongpaisan, Sipnarong; Sartiyah, Sartiyah; Khun, Loo Teck; Abd.Rashid, Muhammad Hafiz; Kurniawan, Rendi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5575

Abstract

Abstract: This community service activity aims to strengthen village economic self-reliance through synergy between legislators and academics in Pematang Johar Village, Deli Serdang Regency. The program was designed using a participatory and educational approach that integrates academic perspectives and public policy to enhance community capacity in entrepreneurship, economic awareness, and understanding of policy support for village economic development. The implementation methods included lectures and interactive discussions focusing on local potential-based business development, community participation in economic activities, and the role of legislators in supporting village economic empowerment. Evaluation was conducted using pre- and post-activity questionnaires to assess changes in participants’ understanding, attitudes, and motivation. The results indicate significant improvements across all evaluation indicators, including understanding of village economic self-reliance, awareness of community and legislative roles, entrepreneurial knowledge, self-confidence, and motivation to engage in sustainable economic activities. The findings demonstrate that synergy between academics and legislators provides added value in community empowerment by combining knowledge transfer with policy perspectives. Overall, this community service activity contributes to strengthening community capacity, collective awareness, and social capital as foundations for sustainable village economic self-reliance. Keywords: community service; village economic self-reliance; community empowerment; legislators; academics Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui sinergi antara legislator dan akademisi di Desa Pematang Johar, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan dirancang menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang mengintegrasikan perspektif akademik dan kebijakan publik untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kewirausahaan, kesadaran ekonomi, serta pemahaman terhadap peran kebijakan dalam pengembangan ekonomi desa. Metode pelaksanaan meliputi ceramah dan diskusi interaktif yang berfokus pada pengembangan usaha berbasis potensi lokal, partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi, serta peran legislator dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pemahaman, sikap, dan motivasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator, termasuk pemahaman tentang kemandirian ekonomi desa, peran masyarakat dan legislator, pengetahuan kewirausahaan, kepercayaan diri, serta motivasi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara akademisi dan legislator memberikan nilai tambah dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kapasitas dan perspektif kebijakan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam membangun kapasitas masyarakat, kesadaran kolektif, dan modal sosial sebagai fondasi kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat, kemandirian ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, legislator, akademisi
Green Entrepreneurship: Kemasan Ramah Lingkungan dan Label Nutrisi/Legalitas UMKM kuliner Evaf Maulina; Johnny Chandra; Yonson Pane; Brilian Moktar; Ngiw Aman Harja
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5317

Abstract

Pengabdian ini bertujuan memperkuat green entrepreneurship pada UMKM kuliner melalui inovasi kemasan ramah lingkungan, standardisasi label, dan penguatan legalitas usaha. Kegiatan dilaksanakan di RPTRA Citra Permata (Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur) dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, workshop prototipe, serta pendampingan klinik legalitas. Sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali audit kemasan dan label serta pemetaan status legalitas, kemudian pelatihan pemilihan kemasan eco-friendly dan perhitungan biaya per unit, klinik desain label dengan template siap cetak, pendampingan pengurusan NIB, penyusunan checklist dokumen halal (bila relevan), dan monitoring penerapan pada produksi. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 51,0 menjadi 84,5. Sebanyak 93,3% peserta menghasilkan prototipe kemasan ramah lingkungan dan 86,7% telah menerapkannya pada minimal satu batch produksi. Template label siap cetak tersusun pada 93,3% peserta dan pemenuhan enam unsur inti label mencapai 90,0%. Dari sisi legalitas, 73,3% UMKM berhasil menerbitkan NIB dan 20,0% berada pada tahap berkas siap finalisasi, sedangkan 60,0% menyusun checklist dokumen halal. Program ini juga menghasilkan perangkat siap pakai berupa checklist audit produk, contoh label, dan dokumentasi before–after sebagai bukti perubahan. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi perbaikan produk (kemasan–label) dan penguatan tata kelola (legalitas) efektif meningkatkan kesiapan pasar, memperkuat kepercayaan konsumen, dan mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan. Replikasi direkomendasikan dengan penekanan pada pendampingan praktik, klinik administrasi, dan monitoring penerapan agar perubahan tidak berhenti pada tahap pelatihan.