Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Tinjauan Perencanaan Substruktur Gedung Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia dengan Menggunakan Pondasi Pelat Taqwin, Aksan; Afiah, Indah Nur; Ashad, Hanafi; Fadhil, Arsyad; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/z6qhme97

Abstract

Struktur bawah (fondasi) pada bangunan merupakan bagian struktur yang bersentuhan langsung dengan tanah yang memikul beban-beban struktur yang berada diatasnya. Penentuan jenis fondasi dilakukan dengan melihat situasi area pembangunan gedung tersebut. Tujuan dari tinjauan perencanaan ini dapat merencanakan struktur fondasi pelat Gedung Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia dan mengetahui daya dukung fondasi pelat akibat pembebanan supersturktur serta membandingkan penggunaan material yang digunakan sehingga dapat diketahui efisiensi substruktur antara perencanaan lama dengan tinjauan perencanaan. Data yang digunakan dalam tinjauan perencanaan ini yaitu data perencanaan lama superstruktur yang telah ada sebelumnya dan pengambilan data tanah dikedalaman perencanaan 2 meter berupa handboring dan sondir. Metode yang digunakan dalam tinjauan ini yaitu analisa dimensi pelat dan drop panel, analisa koefisien untuk distribusi momen, distribusi Momen kejalur kolom dan jalur tengah dan analisa penulangan yang mengacu pada SNI 2013. Menurut hasil analisa yang dilakukan penggunaan fondasi pelat dua arah tanpa balok dengan dimensi pelat 35 cm dan dimensi drop panel 300 x 280 x 35 mampu memikul beban struktur atas dan aman terhadap geser, namun dalam estimasi biaya keseluruhan tidak ekonomis.
Analisis Penggunaan Pasir Terhadap Stabilisasi Tanah pada Wilayah Danau Tempe Untuk Dijadikan Sebagai Material Timbunan Hadisaputra, Aboerisal; Aswar; Arifin, Winarno; Maruddin, Mukti; Arief, Muhammad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/4khp2434

Abstract

Peran tanah dasar dalam menyokong lapisan perkerasan jalan di atasnya merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan konstruksi jalan raya. Proses persiapan tanah atau material yang buruk sebagai material perkerasan akan berdampak buruk untuk kinerja perkerasan. Untuk memperoleh kekuatan tanah dasar yang dibutuhkan, stabilisasi dengan menambahkan material pasir menjadi salah satu pilihan metode penanganan kondisi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta kelayakan stabilisasi tanah pada wilayah Danau Tempe dengan penambahan pasir dan menentukan jumlah persentase penambahan pasir terhadap stabilisasi tanah lempung agar dapat meningkatkan nilai CBR agar sesuai dengan standar untuk material timbunan. Tanah yang dipilih sebagai material untuk distabilisasi adalah tanah lempung yang berasal dari desa Tancung Kec.Tanasitolo Kab.Wajo Provinsi Sulawesi-Selatan. Pasir digunakan sebagai salah satu penyusun komposisi dengan variasi sebesar 10 % dan 15 % dari berat total campuran. Dari sampel yang telah tersedia selanjutnya dilakukan pengujian kompaksi, CBR, dan batas-batas atterberg untuk setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar kadar campuran pasir, semakin menurun kadar air. Selain itu, penambahan kadar campuran pasir berbanding lurus dengan nilai CBR tanah dan batas plastis,namun berbanding terbalik dengan nilai batas cair dan indeks plastisitas.
Pengaruh Penambahan Abu Ampas Sagu Terhadap Kuat Geser Tanah Lempeng Darmanto , Agung; Muhammad, Ariyant Nufri; Arifin, Winarno; Aminuddin , Muliadi; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Juli 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/2eyhdk38

Abstract

Tanah sangat berguna sebagai bahan bangunan pada berbagai pekerjaan di dunia teknik sipilan, baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan. Pada pekerjaan dunia konstruksi jalan membutuhkan tanah dasar yang baik untuk meletakkan bagian-bagian pekerjaan jalan yang diletakkan diatas tanah tersebut. Limbah ampas sagu bersifat lignoselulosik, memiliki serat kasar dan sukar membusuk. dimanfaatkan masyarakat untuk digunakan sebagai bangunan rumah, terutama daun, dahan dan kulit batang sagu. Pengujian bahan dasar ini di maksudkan untuk mengetahui sifat-sifat dan kandungan yang terkandung pada tanah sebagai bahan pencampuran untuk dapat di campurkan pada bahan pengujian. Penambahan abu hasil pembakaran ampas sagu dengan persentase 2%, 4%, 6%, 8%, 10% mengalami peningkatan tertinggi pada variasi persentase 6%, dengan nilai kuat tekan tak terganggu sebelum penambahan sebanyak 0,1892 Kg/cm2 menjadi 0,3136kg/cm2. Berdasarkan analisa hasil dan pembahasan bahwa abu hasil pembakaran ampas sagu sangat mempengaruhi kondisi tanah, hal ini terlihat nilai sifat fisis tanah dan mekanis tanah yang mengalami peningkatan atau penurunan. Tentu saja hal ini di pengaruhi oleh abu ampas sagu, yang dimana abu hasil pembakaran ampas sagu ini memiliki kandungan yang dapat mengubah kondisi tanah lempung.
Pengaruh Penambahan Abu Hasil Pembakaran Ampas Sagu Terhadap Nilai CBR pada Tanah Berbutir Halus S, Imran Andika Futra; S, Alim Rizki Alimuddin; Karim, M. Arifuddin; Arifin, Winarno; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Juli 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/3x55wn86

Abstract

Tanah berbutir halus terdiri dari butiran berupa lanau dan lempung yang berpotensi sangat tinggi mengembang ataupun menyusut yang yang berisiko menimbulkan potensi kerusakan untuk struktur diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu hasil pembakaran ampas sagu terhadap daya dukung tanah berbutir halus. Variasi rencana yang digunakan yaitu 0%, 2%, 6% dan 10%. Pengujian awal berat jenis dan atteberg limit untuk mengetahui karakteristik fisik tanah berbutir halus. Pengujian selanjutnya adalah pengujian kompaksi untuk memperkecil angka pori kemudian dilakukan test California Bearing Ratio, untuk mengetahui nilai daya dukung tanah dengan penambahan berbagai macam variasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa degan menambahkan abu pembakaran ampas sagu pada tanah berdampak pada perubahan plastisitas tanah dari kategori lempung menjadi plastisitas sedang hingga plastisitas rendah pada variasi 0% dan 6% dan berdasarkan berat jenisnya berubah namun berdasarkan spesifikasi tanah masih dapat disebut dengan tanah lempung. Dari hasil pengujian CBR, penambahan abu pembakaran ampas sagu pada tanah berbutir halus tidak meningkatkan nilai CBR, artinya seiring dengan adanya abu pembakaran ampas sagu yang ditambahkan tidak membuat kapasitas daya dukung tanah semakin menurun.
Studi Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Nilai CBR Tanah Sebagai Material Subgrade Halim, Hendra Eka Putra; Sulaiman, Syaifullah; Badaron, St. Fauziah; Arifin, Winarno; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/dfwqv920

Abstract

Permasalahan utama yang sering ditemui pada konstruksi jalan di daerah tropis adalah terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan dalam masa umur pelayanan konstruksi. Salah satu faktor yang sangat berperan dalam kerusakan ini adalah kekuatan dukung tanah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat fisik dan mekanik tanah sebagai material subgrade dan untuk mengetahui nilai CBR akibat pengaruh perendaman tanah. Penelitian eksperimen dilaksanakan pada laboratorium mekanika tanah untuk pengujian CBR meliputi pengujian sifat fisik dan mekanik tanah dan pengujian CBR. Sampel tanah yang digunakan adalah sampel tanah Pelambua Kabupaten Kolaka. Hasil penelitian menunjukkan tanah merah Desa Pelambua, Kec. Pomalaa, Kab. Kolaka diklasifikasikan sebagai jenis tanah ML atau Lanau Organik, berat jenis (GS) 2,653 %, batas cair (LL) 42,76 %, batas plastis (PL) 27,11 dan indeks plastis (PI) 15,65 %, dan klasifikasi tanah ini menurut AASHTO adalah A-7-6. Nilai CBR tanah sebelum terendam sebesar 6 %, dan nilai CBR terendam 2 hari sebesar 4,216 %, dapat dilihat bahwa nilai CBR tanah mengalami penurunan drastis yaitu sebesar 25 %/ Hal tersebut diakibatkan karena air masuk mengisi pori-pori tanah, sedangkan 4 hari,6 hari dan 8 hari nilai CBR tanah mengalami penurunan yang tidak signifikan disebabkan karena air telah mengisi semua ruang kosong tanah.
Pengujian Parameter Kuat Geser Tanah Lempung Kondisi Consolidated Undryned (CU) Ryandani, Hamka Putra; Karim, Arifuddin; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/6swwp659

Abstract

Tanah mempunyai 2 sifat pengujian, yaitu sifat fisis dan sifat mekanis. Kedua sifat pengujian ini saling terkait satu sama lain. Dalam penelitian ini, sifat utama yang diteliti adalah sifat mekanis, yaitu kuat geser langsung. Untuk mempermudah penelitian, dibatasi sampel yang digunakan hanya sampel tanah yang dominan lempung kemudian dibuat 3 spesimen setiap sampel yang berbeda dan diuji dalam kondisi terkonsolidasi. Untuk penentuan benda uji tersebut, sampel yang diuji adalah 3 sampel dengan jumlah total yaitu 9 spesimen. Dalam pencetakan benda uji haruslah diperhatikan konsistensi dari benda uji, dimana pada saat benda uji dikeluarkan dari cetakan, benda uji tersebut tidak mengalami perubahan bentuk. Tujuan penelitian yaitu mengetahui nilai kohesi dan sudut geser dalam pada pengujian tersebut. Hasil yang didapatkan setelah pengujian sifat fisis di peroleh bahwa tanah yang di dapatkan ialah jenis tanah yang lebih dominan lempung, sedangkan hasil pengujian sifat mekanis diperoleh nilai sudut geser dalam untuk sampel pertama 17.78˚, sampel kedua 17.78˚, sampel ketiga 21.85˚ dan nilai kohesi untuk sampel pertama 0.427 kg/cm2, sampel kedua 0.460 kg/cm2, dan sampel ketiga 0.597 kg/cm2. Ini menggambarkan kuat geser langsung kondisi terkonsolidasi apabila nilai sudut geser dalam semakin tinggi maka nilai kohesi pun akan semakin tinggi yang di hasilkan.
Pengaruh Abu Cangkang Telur Sebagai Bahan Subtitusi Parsial Semen Terhadap Sifat Mekanik Beton Khaerul; Adriansyah, Muhammad; Hadi, Abd. Karim; Fadhil, Arsyad; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/rz3mjx29

Abstract

Semakin tingginya kebutuhan akan pembangunan di Indonesia, menekan biaya infrastruktur dengan inovasi pemanfaatan material alternatif harus menjadi solusi jangka panjang. Menjadi nilai tambahan jika material konstruksi alternatif yang dimanfaatkan adalah limbah buangan. Salah satu limbah yang potensial dimanfaatkan yaitu limbah cangkang telur yang potensial dicobakan sebagai material subtitusi semen pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kuat tekan dan kuat tarik belah pada beton yang berisi abu cangkang telur sebagai material subtitusi parsial semen sehingga dapat diketahui kadar abu cangkang yang optimum. Pada penelitian ini dibuat beton dengan bahan baku abu cangkang telur yang dikombinasikan dengan material penyusun beton pada umumnya. Secara parsial, abu cangkang telur menggantikan berat semen dengan kadar 0%, 4%, 8%, dan 12% dari total berat semen. Dari hasil pengujian umur 28 hari kuat tekan yang dihasilkan nilai kuat beton setiap kadar abu cangkang secara berurutan yaitu 30.48 MPa; 33.69 MPa; 35.59 MPa; dan 29.44 MPa. Kuat tarik belah yang dihasilkan pada umur 28 hari untuk setiap kadar abu cangkang secara berurutan yaitu sebesar 3.26 MPa; 3.82 MPa, 4.10 MPa, dan 3.40 MPa. Artinya penggunaan abu cangkang telur sebanyak 8% dari berat total semen yang menghasilkan kuat tekan 35.116 Mpa dan tarik belah maksimum 4.043 Mpa yang menjadikan variasi abu 8% sebagai kadar optimum.
Analisis Stabilitas Lereng dan Konstruksi Dinding Penahan Tanah untuk Penanganan Longsoran Kayulangi Batas Provinsi Sulawesi Tengah Musa, Ainurrasyid; Ikhsan, Muhammad Ardyansah; Arifin, Winarno; Badrun, St. Fauziah; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/j54afc49

Abstract

Tanah longsor kerap terjadi di berbagai titik di Indonesia utamanya saat musim hujan dan menimbulkan berbagai konsekuensi negatif. Salah satu wilayah yang rentan akan kejadian tanah longsor yaitu Desa Kayulangi Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang merupakan ruas jalan Nasional menuju Provinsi Sulawesi Tengah yang dilalui banyak kendaraan. Lereng pada lokasi yang ditinjau merupakan jalan Trans Sulawesi, yang mana Tahun 2010 merupakan saat pertama kalinya terjadi longsor di area tersebutd. Dalam penelitian ini dicoba menganalisis kestabilan lereng di titik tersebut dengan metode Fellenius dan merencanakan konstruksi dinding penahan tanah dengan konstruksi bronjong. Data sondir dan data pengeboran tangan dikumpulkan dalam tiga hari di lokasi. Dari data yang dikumpulkan selanjutnya dilakukan pengolahan data hasil pengujian sondir dan perancangan dinding penahan tanah sehingga dapat diperoleh data faktor keamanan dan nilai kestabilan lereng pada lokasi rawan longsor menggunakan metode Fellenius dan penanganan menggunakan konstruksi bronjong atau pasangan batu dengan menggunakan kawat. Dari hasil analisis lereng, diperoleh nilai faktor keamanan untuk irisan 1 sampai 4 adalah 0,715, irisan 5 – 8 adalah 4,003, irisan 9 – 12 adalah 28,284. Adapun untuk penanggulangan kelongsoran direkomendasikan menggunakan bronjong, karena bronjong dinilai lebih efisien.
Perubahan Parameter Kuat Geser Langsung pada Tanah Lempung dengan Pemberian Semen dan Kapur Ahmad, Zulfikar; Ranalia, Rahmi; Karim, Arifuddin; Aminuddin, Muliadi; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/0m4j3p79

Abstract

Parameter kuat geser terdiri atas 2 pada tanah, yaitu (c’) kohesi dan (j) sudut geser. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perubahan parameter kuat geser tanah pada tanah lempung dengan pemberian semen dan kapur. Dengan adanya pemberian kapur (5%, 10%, 15%) dan semen (3%,6%,9%) terhadap berat kering tanah. Selanjutnya diuji dengan menggunakan alat kuat geser untuk melihat perubahan parameter kuat geser langsung, tanah pada kondisi awal kohesinya sebesar 0,067 kg/cm² setelah adanya pemberian semen dengan persentase 3% mengalami penurunan pada sudut geser campuran semen 0,049 kg/cm² dan untuk persentase 6% dan 9% menurun sebesar 0,036 kg/cm². Untuk kohesi tanah dengan adanya pemberian kapur yang mulanya sebesar 0,067 kg/cm² pada kondisi awal setelah diberi kapur dengan persentase 5% meningkat menjadi 0,350 kg/cm², untuk persentase 10% menjadi 0,490 kg/cm², dan untuk persentase 10% menjadi 0,900 kg/cm². Dapat dilihat juga untuk sudut geser dalam dengan pemberian semen pada kondisi awal yaitu 11,250° setelah diberi semen dengan persentase 3% mengalami kenaikan sebesar 18,340°, untuk persentase 6% meningkat sebesar 23,310° dan persentase 9% meningkat sebesar 26,440°. Sudut geser dalam untuk pemberian kapur pada kondisi awal yaitu 11,250° setelah diberi kapur dengan persentase 5% mengalami kenaikan sebesar 20,030°, untuk persentase 10% meningkat sebesar 21,690°, dan persentase 15% meningkat sebesar 23,310°.
Pengujian Kuat Geser Tanah dengan Metode Langsung (Direct Shear) Terhadap Perubahan Persentase Kadar Air Iskandar, Rima Melati; Djoeddawi, Andi Arufia; Karim, Arifuddin; Alifuddin, Andi; Maruddin, Mukti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2022): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/qnnnhg81

Abstract

Daya dukung tanah sangat ditentukan oleh sifat Kerapatan ( ). Kepadatan ( dan kuat geser (c dan ). sifat tersebut sangat terkait dengan persentase air yang dimiliki. Pada penelitian ini, digunakan direct shear sebagai pengujian utama ditunjang dengan pengujian fisis dan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai kohesi, sudut keruntuhan dalam dan kuat geser terhadap persentase kadar air pada konsistensi tanah, dengan menggunakan metode eksperimental. Dalam penelitian ini diuji sebanyak 81 spesimen yang berasal dari 3 tipe tanah dengan ukuran butiran halus dan kasar yang berbeda. Adapun hasil akhir yang didapatkan dari pengujian mekanis diperoleh nilai kohesi untuk tanah tipe I 0,143 kg/cm2, 0,133 kg/cm2, 0,043 kg/cm2, tanah tipe II 0,056 kg/cm2, 0,040 kg/cm2, 0,027 kg/cm2, tanah tipe III 0,093 kg/cm2, 0,063 kg/cm2, 0,040 kg/cm2, dan nilai sudut keruntuhan dalam untuk tanah tipe I 33°, 34°, 39°, tanah tipe II 17°, 38°, 40°, tanah tipe III 13°, 37°, 39°. Ini menggambarkan kuat geser langsung dengan persentase kadar air yang berbeda apabila semakin tinngi nilai kohesi maka semakin rendah nilai sudut keruntuhan dalam yang dihasilkan. Daya dukung tanah sangat ditentukan oleh sifat Kerapatan ( ). Kepadatan ( dan kuat geser (c dan ). sifat tersebut sangat terkait dengan persentase air yang dimiliki. Pada penelitian ini, digunakan direct shear sebagai pengujian utama ditunjang dengan pengujian fisis dan mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan nilai kohesi, sudut keruntuhan dalam dan kuat geser terhadap persentase kadar air pada konsistensi tanah, dengan menggunakan metode eksperimental. Dalam penelitian ini diuji sebanyak 81 spesimen yang berasal dari 3 tipe tanah dengan ukuran butiran halus dan kasar yang berbeda. Adapun hasil akhir yang didapatkan dari pengujian mekanis diperoleh nilai kohesi untuk tanah tipe I 0,143 kg/cm2, 0,133 kg/cm2, 0,043 kg/cm2, tanah tipe II 0,056 kg/cm2, 0,040 kg/cm2, 0,027 kg/cm2, tanah tipe III 0,093 kg/cm2, 0,063 kg/cm2, 0,040 kg/cm2, dan nilai sudut keruntuhan dalam untuk tanah tipe I 33°, 34°, 39°, tanah tipe II 17°, 38°, 40°, tanah tipe III 13°, 37°, 39°. Ini menggambarkan kuat geser langsung dengan persentase kadar air yang berbeda apabila semakin tinngi nilai kohesi maka semakin rendah nilai sudut keruntuhan dalam yang dihasilkan.