Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KESPERA

PEMBERDAYAAN KADER DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL UNTUK PERSIAPAN PERSALIANAN GENTLE BIRTH DI PUSKESMAS KARANGAYU Qomariyah; Widya Mariyana; Linda Pramisinta; Kristina Maharani
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 No 2: Oktober 2023
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/9p4t5712

Abstract

Abstrak   Gentlebirth adalah salah satu cara untuk mempersiapkan ibu hamil saat kehamilan. Gentlebirth bukan hanya memandang ibu bersalin dari segi fisiologis tetapi memandang ibu bersalin sebagai klien secara holistik sebagai makhluk biospsikososial dan kultural. Kemampuan komunikasi bidan mutlak diperlukan, design dari tempat praktik yang dibuat seperti bersalin di rumah merupakan daya tarik sendiri dari klien (Kamalifard et al., 2017). Data Puskesmas Karang Ayu sebesar 65 ibu hamil menjalani proses persalian secara Secsio Sesaria sedangkan 62% dari jumlah persalinan yang ada. Pencapaian Persalinan Normal di Puskesmas Karang Ayu masih rendah. Rendahnya pencapaian Persalinan Gentle Birth di Puskesmas Karang Ayu sangat dipengaruhi oleh kondisi ibu yang bekerja diluar rumah atau bekerja kantoran yang membuat tidak bisa menyusui bayinya. Disamping itu pengetahuan ibu terhadap Persalinan Gentle Birth masih kurang memahami penting dan manfaat Persalinan Gentle Birth. Hasil monitoring di kelas ibu hamil, kader sudah mampu dengan baik melakukan penyuluhan tentang Gentle Birth guna meningkatkan keberhasilan Gentle Birth dan melakukan pencatatan hasil sesuai dengan lembar monitoring yang diberikan. Rencana tindak lanjut yaitu Kader menjadi penggerak bagi peningkatan penerapan persalinan secara Gentle Birth guna meningkatkan keberhasilan persalinan secara Gentle Birth. Mengajak masyarakat untuk mendukung persalinan secara Gentle Birth.   Kata kunci : Ibu hamil, Genthle Birth, pemberdayaan kader   Abstract Gentlebirth is one way to prepare pregnant women during pregnancy. Gentlebirth not only views birthing mothers from a physiological perspective but views birthing mothers as clients holistically as biopsychosocial and cultural beings. Midwives' communication skills are absolutely necessary, the design of the practice area which is made to look like giving birth at home is what attracts clients (Kamalifard et al., 2017). Karang Ayu Health Center data shows that 65 pregnant women underwent a cesarean delivery process, whereas 62% of the number of births occurred. Achievement of Normal Delivery at Karang Ayu Community Health Center is still low. The low achievement of Gentle Birth delivery at the Karang Ayu Community Health Center is greatly influenced by the condition of mothers who work outside the home or work in an office which makes them unable to breastfeed their babies. Apart from that, mothers' knowledge of Gentle Birth Delivery still lacks understanding of the importance and benefits of Gentle Birth Delivery. The results of monitoring in the pregnant women's class, the cadres are able to provide counseling about Gentle Birth in order to increase the success of Gentle Birth and record the results according to the monitoring sheet provided. The follow-up plan is for Cadres to become the driving force for increasing the implementation of Gentle Birth deliveries in order to increase the success of Gentle Birth deliveries. Inviting the public to support Gentle Birth. Keywords: Pregnancy, Gentle birth, peoples
Stunting Penyuluhan Mengenai Penerapan Feeding Rules untuk Cegah Stunting pada Balita di Wilayah Meteseh Boja Kabupaten Kendal Soraya, Desi; Qomariyah; Kristina Maharani
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 No 2: Oktober 2023
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/727r2c52

Abstract

Abstrak   Pemberian makan pada anak sering kali menjadi masalah bagi ibu, keluhan orang tua saat datang ke pelayanan Kesehatan masih beranggapan bahwa solusi sulit makan adalah pemberian vitamin/suplemen sehingga mereka seringkali meminta untuk di resepkan vitamin penambah nafsu makan. Sulit makan berkepanjangan berakibat menurunnya asupan kalori yang dibutuhkan sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Dampak sulit makan pada awalnya berpengaruh terhadap berat badan (tetap/dapat turun) kemudian akan memengaruhi tinggi badan serta status gizi. Peseta yang hadir berkisar 40 orang dalam kegiatan ini dilaksanakan tanggal 19 Agustus 2023, saat sosialisasi para peserta mengisi daftar hadir dan menerima satu lembar leaflet yang dibuat oleh tim pengabdian. Isi leaflet tersebut penyebab sulit makan, pengertian feeding rules, mengatur pola feeding rules, jadwal, lingkungan, dan prosedur.Kegiatan penyuluhan mengenai penerapan feeding rules untuk cegah stunting pada balita dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan motivasi bagi ibu yang memiliki balita. Kegiatan ini dapat dilanjutkan sendiri oleh para masyarakat terutama ibu yang memiliki balita setelah kegiatan pengabdian selesai. Adapun potensial untuk melakukan penyuluhan dan mengingatkan kembali yaitu para kader kesehatan, bidan, bagian gizi puskesmas yang antusias berpartisipasi untuk mencegah terjadinya stunting pada anak dengan penerapan feeding rules pada keluarga balita.   Kata Kunci : Sulit Makan; Feeding Rules; Stunting   Abstract   Feeding children is often a problem for mothers, parents complain when they come to health services that they still think that the solution to difficulty eating is giving vitamins/supplements, so they often ask to be prescribed appetite-enhancing vitamins. Prolonged difficulty eating results in a decrease in the required calorie intake which can affect the child's growth and development. The impact of difficulty eating initially affects body weight (fixed/can decrease) and then affects height and nutritional status.Around 40 participants attended this activity which was held on August 19 2023, during the socialization the participants filled out the attendance list and received a leaflet made by the service team. The contents of the leaflet are causes of difficulty eating, understanding feeding rules, setting feeding rules, schedules, environment and procedures.Outreach activities regarding the application of feeding rules to prevent stunting in toddlers to increase knowledge, attitudes and motivation for mothers of toddlers. This activity can be continued by the community, especially mothers with toddlers, after the service activity is completed. The potential for conducting outreach and reminding children is that health cadres, midwives, and nutrition departments at community health centers are enthusiastic about participating in preventing stunting in children by implementing feeding rules for families of toddlers.   Keywords: Difficulty Eating; Feeding Rules; Stunting