Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI : LITERATUR REVIEW Oktavia Nurcahyani; Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Dwi Lestari Mukti Palupi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.569 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2064

Abstract

Latar belakang: Kejadian hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dideritadan merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya.Komplikasi morbiditas dan mortalitas memiliki dampak yang besar pada kualitas dankelangsungan hidup pasien. Peningkatan tekanan darah tidak menunjukkan gejala atau dikenaldengan istilah silent killer. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan secara farmakologi dannonfarmakologi. Ada alternatif nonfarmakologi untuk menurunkan tekanan darah pada penderitahipertensi. Brisk walking exercise merupakan salah satu bentuk latihan aerobik, latihan inimerupakan bentuk latihan aktivitas sedang pada pasien hipertensi dengan menggunakan teknikjalan cepat. Tujuan: Literatur review ini bertujuan untuk membahas tentang pengaruh briskwalking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode:Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan 8 artikel yang diperoleh dari tiga database,yaitu Google Scholar, PubMed dan Scient Direct untuk studi eksperimental yang diterbitkan dari2017 hingga 2022. Hasil: Dari 8 penelitian yang telah dilakukan review menemukan bahwa briskwalking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Briskwalking exercise dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi jika dilakukan denganrutin tiga kali seminggu pada pagi hari, dengan durasi 30-45 menit, setidaknya selama tiga bulan(secara teratur).
HUBUNGAN PENGETAHUAN MAHASISWA BARU PRODI S1 KEPERAWATAN TERHADAP PENCEGAHAN SEKS PRANIKAH DI UNIVERSITAS DUTA BANGSA SURAKARTA Palupi, Dwi Lestari Mukti; Widiastuti, Agung
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2860

Abstract

Pergaulan seks bebas dikalangan remaja Indonesia saat ini sangat memprihatikan. Banyak faktor yang berhubungan dengan pencegahan perilaku seks pranikah pada remaja diantaranya adalah pengetahuan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan Mahasiswa Baru Prodi S1 Kepereawatan terhadap pencegahan seks pranikah di Universitas Duta Bangsa Surakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru prodi S1 Keperawatan di Universitas Duta Bangsa Surakarta yang berjumlah 68 orang dengan teknik Total Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian dengan uji chi square didapatkan sebagian besar responden berpengetahuan kurang tentang pencegahan seks pra nikah, sebagian besar responden bersikap negatif tentang pencegahan seks pra nikah, ada hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan seks pranikah mahasiswa baru prodi S1 Keperawatan di Universitas Duta Bangsa Surakarta, dengan p value 0,001, ada hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan seks pranikah mahasiswa baru prodi S1 Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan p value 0,004. Bagi orang tua diharapkan supaya dapat lebih membimbing dan memonitoring pergaulan remaja putri dan memberikan pengetahuan seputar pendidikan seks kepada anaknya.
HUBUNGAN STATUS GIZI BURUK DENGAN PENYAKIT DEGENERATIF KRONIK PADA LANSIA DI PUSKESMAS WILAYAH SERENGAN Palupi, Dwi Lestari Mukti; Witriyani, Witriyani; Ghozaly, Randy
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3895

Abstract

Latar belakang Lansia dan Menua merupakan suatu proses natural, penuaan akan terjadi pada semua sistem tubuh manusia dan tidak semua sistem akan mengalami kemunduran pada waktu yang sama. Meskipun proses menjadi tua merupakann gambaran yang univeral, namun tidak seorang pun mengetahui dengan pasti penyebab penuaan atau mengapa manusia menjadi tua pada usia yang berbeda – beda. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya banyak penurunan baik secara fisik, maupun psikis. Terjadinya penurunan ini akan membuat lansia melakukan koping terhadap penurunan yang terjadi pada diri mereka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan penyakit degeneratif kronik pada lansia di Puskesmas Wilayah Serengan, Surakarta. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Wilayah Serengan, Surakarta. Responden penelitian sebanyak 133 responden yang diperoleh dengan menggunakan non probability sampling jenis consecutive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa data bivariat menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian terbanyak berjenis kelamin perempuan (58,6%), rerata usia 66,46 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 47,4% lansia dengan status gizi kurang dan sebanyak 74,4% lansia memiliki penyakit degeneratif. Hasil uji Kendall Tau menunjukkan ada hubungan antara status gizi dengan penyakit degeneratif kronik pada lansia. (ρ=0,04; r = 0,234). Kesimpualn status gizi memiliki hubungan dengan penyakit degenerative kronik pada lansia di Puskesmas Wialayah Serengan, Surakarta.
ISOMETRIC EXERCISE TERHADAP SKALA NYERI LANSIA OSTEOARTHRITIS PANTI WREDA ASIH Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Kristina, Sela Meri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3908

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degenerative yang banyak dijupai sebagai akibat dari kerusakan tulang rawan articular secara progresif dan penurunan cairan synovial yang melumasi persendia yang dimanifestaikan dengan sensai nyeri dan kekakuan pada persendian sehingga dapat mengganngu aktivitas sehari-hari bagi penderita yang mengalaminya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, maka perlu diberikan Isometric Exercise yang dapat meningkatkan kerja otot sekitar sendi lutut sehingga melancarkan aliran darah yang akan meningkatkan metabolism dan meningkatkan hormon endorphin yang dapat menurunkan sensasi nyeri. tujuan penelitian ini untuk menganalisis berbagai jurnal terkait pengaruh Isometric Exercise terhadap skala nyeri penderita osteoarthritis. metode penelitian quasi experiment dengan rancangan one grup pretest- posttest design. Populais penelitian ini lansia yang menderita osteoarthritis di Panti Werda Asih Surakarta dengan jumlah sebanyak 27 responden. Instrument untuk menilai skala nyeri pasien menggunakan VAS (Visual Analogeu Scale) dan goniometer untuk mengukur rentang gerak sendi lutut. Hasil penelitian menunjukkan uji paired test p value 0.003 sehingga ada pengaruh Isometric Exercise terhadap perbaikan nyeri.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND NUTRITIONAL STATUS IN THE ELDERLY IN BAKI SUKOHARJO HEALTH CENTER Candrika Puspitasari, Tri; Lestari Mukti Palupi, Dwi; Mei Astuti, Andriani
Proceeding of the International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH) 2025: Proceeding of the 6th International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/41s1xr85

Abstract

Aging is a natural biological process characterized by deterioration of physical, psychological, and social functions. These changes often cause stress in the elderly, which can negatively impact diet, appetite, and nutritional status. Poor nutritional status can trigger malnutrition, decreased immunity, degenerative diseases, and poor quality of life. This research aims to determine the relationship between stress levels and nutritional status in the elderly at the Baki Sukoharjo Community Health Center. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 64 respondents was selected using purposive sampling. Research instruments include the Perceived Stress Scale (PSS) to assess stress levels and the Mini Nutritional Assessment Short-Form (MNA-SF) to evaluate nutritional status. Data analysis used the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that most respondents experienced mild stress, as many as 56 people (87.5%), while a small number experienced severe stress. The nutritional status of most respondents was at risk of malnutrition, namely 28 people (43.8%). The Chi-Square test results showed a significant relationship between stress levels and nutritional status in the elderly (p = 0.003). The results confirmed that high stress levels increase the risk of nutritional disorders, especially malnutrition. Therefore, effective stress management and education about balanced nutrition through health programs, family support, and community activities are needed to improve the quality of life of the elderly.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Stunting terhadap Kejadian Stunting Ramadhani, Fitria Duwi; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Musta’in, Musta’in
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3818

Abstract

Anak memiliki tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting pada waktu balita sehingga memerlukan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Kurangnya gizi pada balita dapat disebabkan oleh tingkat pengetahuan orang tua tentang makanan, komposisi serta cara memasak yang masih kurang sehingga berdampak pada balita stunting. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dan stunting terhadap kejadian stunting di wilayah Sragen. Metode: Yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel 58 responden dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan umur ibu mayoritas responden berumur 26– 30 tahun sebanyak 22 (37,9%) responden, mayoritas ibu berjumlah anak dengan 2 anak sebanyak 29 (50,0 %) responden, mayoritas pekerjaan ibu sebagai IRT sebanyak 49 (84,5%) responden, mayoritas ibu berpendidikan SMP yaitu sebanyak 33 (56,9%) responden, mayoritas balita berumur 25-36 bulan sebanyak 25 (43,1%) responden, mayoritas balita berjenis kelamin laki-laki sebanyak 30 (51,7%) responden. Pegetahuan ibu menunjukkan mayoritas responden berpengetahuan baik sebanyak 30 (51,7%) responden, mayoritas responden balita adalah normal sebanyak 44 (75,9%) balita. Balita sangat pendek 6 balita (10,3%) dan pendek 8 balita (13,8 %) maka kejadian stunting terdapat 14 balita megalami stuting. Berdasarkan uji Chi Square, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,570. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dan stunting terhadap kejadian stunting di wilayah Sragen dengan p: 0,570
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisis Febrianasari, Maya; Utomo, Endrat Kartiko; Palupi, Dwi Lestari Mukti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.3836

Abstract

Dukungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik dikarenakan secara langsung pasien mendapat dukungan berupa nasehat, sikap, tindakan dan penerima keluarga terhadap orang sakit. Dukungan keluarga harus diberikan sepanjang hidup pasien dalam membantu kesembuhan pasien, jika tidak ada dukungan dari keluarga maka kualitas hidup pasein akan semakin memburuk dan semakin menambah keparahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien ginjal kronik di ruang hemodialisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif kolerasi dengan pendekatan Cross Sectional. Untuk analisa data menggunakan uji analisa Spearman Rank. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan sampel berjumlah 48 responden dengan teknik Nonprobability sampling. Hasil analisa univariat dukungan keluarga sebagian besar mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 40 orang (83,3%) dan kualitas hidup responden sebagian besar memiliki kualitas hidup sedang sebanyak 32 orang (66,7%). Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji sperman rank diperoleh p value 0,000. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien ginjal kronik di ruang hemodialisis didapatkan p-value = 0,000.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAKI Anggraini, Sinta Dewi; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Widiastuti, Agung
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30984

Abstract

Balita didefinisikan sebagai anak yang berusia antara 12 dan 59 bulan. Usia pada balita dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok usia bayi (0–2 tahun), kelompok usia balita (2–3 tahun), dan kelompok usia prasekolah (>3–5 tahun). Stunting merupakan masalah gizi buruk kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan dalam jangka waktu lama sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Faktor penyebab stunting meliputi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Usia ibu, Riwayat paritas, Asupan gizi yang tidak mencukupi, status ekonomi, pendidikan ibu dan tingkat pengetahuan ibu. Pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Terdapat faktor yang mempengaruhi pola auh orang tua terhadap balita meliputi lingkungan, tingkat pendidikan, budaya, sosial ekonomi, pemberian makan anak. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Baki. Metode : jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi yang menggunakan pendekatan cross-sectional serta pengambilan sampling dengan cara total sampling. Pengumpulan data dengan cara membagikan lembar kuisoner yang dibagikan kepada 92 responden. Hasil : pola asuh orang tua yang baik dapat menurunkan tingkat kejadian stunting pada balita. Kesimpulan : ada hubungan pola asuh orang tua terhadap kejadian stunting pada balita usia 1-5 tahun dengan menggunakan uji chi squere sehingga didapatkan hasil p value 0,000.
HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS CEPOGO DESA JOMBONG, BOYOLALI putri, wahyu clariesta; Widiastuti, Agung; Palupi, Dwi Lestari Mukti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31795

Abstract

Hipertensi biasanya dikenal dengan tekanan darah tinggi, hipertensi adalah suatu keadaan kronis yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Adanya hubungan antara kualitas tidur dengan sleep hygiene. Salah satunya tindakan dan upaya yang dilakukan lansia untuk mempraktekkan perilaku yang baik dengan mengetahui cara untuk membuat lingkungan nyaman disekitar area tempat tidur agar mereka dapat tidur dengan nyaman yang menjadikan kondisi tubuh menjadi baik. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pada penelitian ini adalah corelation/ studi korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. dengan pendekatan teknik total sampling dengan jumlah responden 123 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji rank spearman dengan nilai signifikasi 5%.  Hasil uji rank spearman di dapatkan bahwa ada hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada lansia di Posyandu Desa Jombang Boyolali dengan nilai p value= 0,000 yang berarti  (5%), maka H0ditolak dan Ha diterima. Adanya hubungan antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Jombang Cepogo Boyolali.