Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Kunjungan Posyandu Lansia Terhadap Kualitas Hidup Wanita Menopause Marni, Marni; Febriana, Andita; Lestari Mukti Palupi, Dwi
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 21 No. 2 (2024): Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v21i2.243

Abstract

Menopause adalah terhentinya ovulasi yang disebabkan tidak adanya respon indung telur (ovarium) ditandai dengan penurunan hormon estrogen dan progresteron, ini merupakan proses alami bagi perempuan. Dikatakan menopause adalah apabila siklus menstruasinya telah berhenti selama 1 tahun dan biasanya terjadi pada usia 48-50 tahun. Bertambahnya usia menyebabkan fungsi fisik dan psikologis mengalami penurunan, perubahan yang terjadi pada fungsi tubuh manusia saat proses menua seperti perubahan fisik maupun psikologis. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan kunjungan ke posyandu lansia terhadap kualitas hidup wanita menopause di desa Ponowaren. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional melalui pendekatan cross sectional pada 66 responden. Hasil : Responden yang mengunjungi posyandu secara aktif sebanyak 35 responden (53.0%) dan yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 48 responden (72.7%). Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai p=0.000 (p=<0.05) hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan kunjungan posyandu lansia terhadap kualitas hidup wanita menopause di Desa Ponowaren
Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat Kelompok Lansia melalui Edukasi Penyakit Kardiovaskuler dan Senam Jantung di Posyandu Menur X Makam Haji Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Sani, Fakhrudin Nasrul
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.4108

Abstract

Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian didunia dengan prevalensi meningkat seiring dengan usia. Pengabdian kepada masyarakt bertujuan meningkatkan pengetahuan dan cara pencegahan salah satunya pelaksanaan senam jantung. Peserta yang mengikuti Pendidikan kesehatan merupakan lansia aktif sebanyak 68 peserta di posyandu Menur X Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura. Hasil pelaksanaan kegiatan Pendidikan kesehatan menujukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penyakit kardiovaskuler hingga pencegahan dan penatalaksanaan yang dilakukan. Hasil pengabdian Masyarakat dibuktikan dengan terdapat peningkatan pengetahuan pada kategori pengetahuan tinggi dari 22.0% menjadi 54,41% setelah diberikan eduksi dan pelaksanaan senam jantung.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-3 TAHUN DI DESA BALEREJO: THE RELATIONSHIP BETWEEN EXCLUSIVE BREASTFEEDING AND THE INCIDENT OF STUNTING IN TODDLERS AGED 2-3 YEARS IN BALEREJO VILLAGE Putri Alya Rifqi; marni; Dwi Lestari Mukti Palupi
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 12 No. 02 (2024): Vol. 12 No.2 , Juli 2024
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v12i2.650

Abstract

Pendahuluan.: Stunting merupakan sebuah masalah kurang gizi kronis yang disebakan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, menyebabkan adanya gangguan di masa yang akan datang yakni mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Anak stunting memiliki Intteligent Quotient (IQ) lebih rendah dibandingkan rata-rata IQ anak normal. Stunting dapat disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah BBLR, pengelolaan MP-ASI, sanitasi lingkungan, dan pemberian ASI eksklusif. Tujuan : untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun. Metode : jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif corellational dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah balita usia 2-3 tahun, menggunakan teknik sampling purposive sampling, jumlah sampel 53 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa univariat digunakan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari karakteristik responden, sedangkan analisa bivariat digunakan untuk menguji hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian stunting, menggunakan Uji Chi -Square. Hasil : hasil penelitian didapatkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 42 (79,2%) dan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 11 (20,8%) balita. Prevalensi kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun di Desa Balerejo sejumlah 8 balita. Hasil uji statistic Chi-square diperoleh nilai P-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan : terdapat hubungan pemberian ASI ekkslusif dengan kejadian stunting pada balita usia 2-3 tahun di Desa Balerejo.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA: STUDI LITERATUR: THE ASSOCIATION OF STRESS LEVEL AND DIET WITH DYSPEPSIA INCIDENCE: A LITERATURE REVIEW Palupi, Dwi Lestari Mukti; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Widiastuti, Agung
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 14 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v14i1.140

Abstract

Dispepsia merupakan masalah pencernaan yang umum terjadi dan dapat berpengaruh negatif pada kualitas hidup seseorang. Faktor yang dapat menyebabkan dispepsia termasuk tingkat stres dan kebiasaan makan yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi literasi mengenai keterkaitan antara tingkat stres dan pola makan dengan frekuensi dispepsia berdasarkan tiga artikel yang telah dipilih. Metodologi penelitian dalam kajian literatur ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis informasi dari ketiga jurnal yang relevan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres yang tinggi memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan kasus dispepsia fungsional, sementara ketidakaturan dalam pola makan juga menambah kemungkinan terjadinya dispepsia. Dengan demikian, pengelolaan stres serta penerapan pola makan yang seimbang sangat penting dalam mencegah terjadinya dispepsia. ABSTRACTDyspepsia is a common digestive problem that can negatively affect a person's quality of life. Factors that can cause dyspepsia include stress levels and irregular eating habits. This study aims to explore the literature on the relationship between stress levels and diet with dyspepsia frequency based on three selected articles. The research methodology in this literature review used a descriptive approach with information analysis from the three relevant journals. The findings of this study show that high stress levels have a significant association with increased cases of functional dyspepsia, while irregularity in diet also increases the likelihood of dyspepsia. Thus, stress management as well as the adoption of a balanced diet are crucial in preventing dyspepsia.
SENAM QIGONG SEBAGAI IMPLEMENTASI DALAM MEMPERBAIKI TEKANAN DARAH LANSIA HIPERTENSI DESA KWARASAN GROGOL SUKOHARJO Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Risnawati, Hani; Palupi, Dwi Lestari Mukti; Isnan, Tifana Elinda; Wulan, Agus Lina
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/tx3cpq37

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Pengelolaan tekanan darah tidak hanya mengandalkan farmakoterapi, namun juga memerlukan pendekatan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis yang mulai banyak dikembangkan adalah latihan fisik seperti senam Qigong yang menggabungkan pernapasan, gerakan tubuh, dan meditasi, sehingga mampu meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah secara alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam Qigong sebagai implementasi dalam memperbaiki tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test and post-test without control group. Sampel terdiri dari 30 pasien hipertensi yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan selama 12 hari berturut-turut dengan durasi 30 menit per sesi. Data tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi senam Qigong, dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa latihan ini efektif dalam menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. senam Qigong efektif digunakan sebagai metode implementasi non-farmakologis dalam memperbaiki tekanan darah pada pasien hipertensi. Latihan ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program pengelolaan hipertensi di fasilitas layanan kesehatan maupun komunitas.
Pemanfaatan Kompres Jahe dalam Penurunan Intensitas Nyeri pada Pasien Rematik Widiastuti, Agung; Sani, Fakhrudin Nasrul; Ulkhasanah, Muzaroah Ermawati; Palupi, Dwi Lestari Mukti
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6794

Abstract

Rematik merupakan suatu kondisi penyakit yang dapat dikendalikan dengan cara memberikan intervensi yang tepat. Rematik masih menjadi masalah kesehatan bagi lansia. Penderita reumatik mempunyai kualitas hidup yang baik apabila mau mengontrol dan patuh mengatur kesehatannya. Intervensi kompres jahe dianjurkan untuk menangani reumatik. Jahe dikenal memiliki zat yang dapat menghambat pembentukan prostalglandin sebagai mediator nyeri dan memberikan efek hangat yaitu gingerol. Jahe memiliki zat seperti shagol, gingerol dan oleserin. Oleserin mempunyai efek anti peradangan dan mengandung minyak serta air yang susah menguap sehingga dapat dimanfaatkan sebagai enhancer yang bermanfaat untuk meningkatkan permeabilitas oleserin sehingga dapat melewati kulit tanpa mengiritasi bagian kulit atau perifer. Pengabdian ini bertujuan sebagai peningkatan kesehatan khususnya bagi lansia yang menderita reumatik. Diharapkan intensitas nyeri berkurang. Waktu pelaksanaan kegiatan dilakukan di Di Posyandu Aster VI Grogol Sukoharjo pada bulan Januari 2025 dengan metode demonstrasi atau praktik kompres jahe. Hasil pada pengabdian ini didapatkan perubahan intensitas nyeri dari skala sedang dan berat menjadi skala ringan setelah dilakukan intervensi kompres jahe. Hal ini dapat disimpulkan bahwa jahe dapat memberikan efek enhancer sebagai penurunan intensitas nyeri.
EFEK RANGE OF MOTION PADA PASIEN STROKE : LITERATURE RIVIEW Vera Dwi Anggraini; Septiana Nur Qasanah; Gigih Praditya; Agung Widiastuti; Dwi Lestari Mukti Palupi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.919 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1252

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan masalah utama di kehidupan manusia. Range of Motion (ROM) merupakan salah satu bagian dari rehabilitasi yang memiliki peran besar untuk mengembalikan kemampuan pasien dalam beraktivitas kembali dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. ROM juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya kecacatan pada pasien stroke. Melihat fenomena tersebut dibutuhkan manajemen Range Of Motion yang tepat pada pasien stroke, sehingga dibutuhkan studi literature untuk melihat efek latihan ROM terhadap pasien stroke. Metode: Mencari sumber pustaka yang relevan menggunakan Garuda dan Google Scholar dengan menggunakan Kata Kunci: Range Of Motion AND Kekuatan Otot AND Stroke. Artikel yang didapat sebanyak enam artikel yang dicari sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi.. Hasil: Dari semua studi latihan ROM dapat meningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Kesimpulan: Latihan ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot guna untuk memperbaiki tonus otot dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Latihan ROM ini dapat dilakukan secara dini sehingga dapat mempercepat pemulihan serta memperbaiki syaraf pada otot. Pemberian latihan ROM dianjurkan sebanyak dua kali dalam sehari dan minimal pemberian selama 10-15 menit, hal ini dapat memberikan efek yang positif terhadap pasien stroke seperti meningkatkan tonus otot, memperlancar peredaran darahKata Kunci : Range Of Motion, Kekuatan Otot, Stroke
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANSIA Dwi Lestari Mukti Palupi; Agung Widiastuti; Reviawan Variska
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.546 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1275

Abstract

Lansia adalah seseorang yang usianya mengalami Peningkatan dimana telah memasuki periode dewasa akhir atau usia tua, dan merupakan fase akhir dari rentang kehidupan manusia. Pada lansia gangguan tidur pada malam hari mengalami penurunan terjadi sekitar 70-80 % sedikit efektif dari usia dewasa. Di Indonesia pada kelompok lanjut usia 60 tahun ditemukan 7% kasus yang mengeluh tentang gangguan tidur (hanya dapat tidur tidak lebih dari lima jam sehari). Salah satu olahraga yang dapat dilakukan oleh lansia yaitu senam ergonomis. Senam ergonomis adalah salah satu metode yang praktis dan efektif dalam memelihara kesehatan tubuh khususnya masalah gangguan tidur. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui Adanya Pengaruh Senam Ergonomis Terhadap Peningkatan Kualitas Tidur Lansia Di Panti Werdha Dharma Bhakti Surakarta. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Wredha Dharma Bhakti Surakarta yang berjumlah 65 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling non probability dengan metode purposive sampling yang berjumlah 39 lansia yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil uji hipotesis uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (p < α) terdapat pengaruh senam ergonomis terhadap kualitas tidur pada lansia. Dapat disimpulkan senam ergonomis dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.Kata Kunci : Lansia, Kualitas Tidur, Senam Ergonomis
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA RUMAH SAKIT UMUM SURAKARTA Muhamad Alan Ma’ruf; Dwi Lestari Mukti Palupi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2021: SIKesNas 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.537 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.v0i0.1279

Abstract

Diabetes Melitus (DM) atau disebut diabetes saja merupakan penyakit gangguan metabolikmenahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulinyang diproduksi secara efektif.Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Terdapat dua kategoriutama diabetes melitus yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuihubungan tingkat stres dengan kualitas hidup pasien DM di Rumah Sakit . Penelitian ini menggunakanpendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 pasien DM. Teknik samplingmenggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Berdasarkan hasilpenelitian, maka disimpulkan: (1) Kualitas hidup pasien DM di Rumah Sakit Umum Surakarta mayoritastermasuk kategori cukup baik. Responden sudah mampu menyesuaikan diri yaitu hidup dengan diabet; (2)Tingkat stres pasien DM di Puskesmas Gajahan Surakarta mayoritas termasuk kategori ringan. Respondensudah bisa menerima keadaan dirinya yang terkena DM dan mulai terbiasa dengan pola hidup makanberpantang; (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas hidup pasien DM.Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas hiduppasien DM.Kata kunci: tingkat stres, kualitas hidup, diabetes melitus
PENINGKATAN EDUKASI MELALUI KIE TENTANG PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA DI WILAYAH KALURAHAN SERENGAN SURAKARTA Dwi Lestari Mukti Palupi; Widya Fransisca
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.35 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2062

Abstract

Pola hidup masyarakat saat ini sangat mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.Menurut WHO, hingga akhir tahun 2005 saja penyakit degeneratif telah menyebabkan kematian hampir17 juta orang di seluruh dunia. Masyarakat yang tidak menjalankan pola hidup sehat akan sangatberesiko mengidap penyakit tidak menular yang sekarang menduduki peringkat pertama penyebabkematian. Penyakit degeneratif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang munculakibat proses kemunduran fungsi sel tubuh dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Permasalahanyang muncul ditengah masyarakat adalah kurangnya informasi tentang dampak dan pencegahanpenyakit degeneratif serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk mencari tahu tentang bahayapenyakit degenerative. Dari data yang diperoleh berdasarkan distribusi frekwensi jumlah populasi lansiayang memiliki kasus penyakit degeneratif lebih besar (64%) dibandingkan yang tidak (36%). Tujuanprogram pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) ini adalah untuk mengedukasimasyarakat mengenai penyakit degeneratif dan memberikan konseling sehingga lansia memilikikesadaran untuk melakukan deteksi dini sebagai salah satu upaya menurunkan angka morbiditas danmortalitas penyakit degeneratif. Upaya KIE ini dilaksanakan secara luring kepada para lansia diWilayah kalurahan Serengan Surakarta. Dari hasil interview kepada 20 orang lansia 50% telahmengetahui tentang beberapa penyakit degenarif dan mereka mengatakan mengetahui informasitersebut dari tenaga Kesehatan dan selebihnya mencari tahu dari masyarakat sekitar. Pemberian KIEini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para lansia tentang penyakit degenaratif sehinggameningkatkan kesadaran lansia untuk melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan peningkatanmorbiditas dan mortalitas akibat penyakit degeneratif.