Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU ANTIKORUPSI PADA MAHASISWA ROSMADEWI, ROSMADEWI; ALIYANTO, WARJIDIN; MUGIATI, MUGIATI; MARLINA, MARLINA; OCTAVIANA, AMRINA; SARI, ADINDA JUWITA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v4i4.3364

Abstract

The Anti-Corruption Education and Culture course at the Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang has been implemented since 2014. The expected output is that graduates of the Ministry of Health Polytechnic not only understand anti-corruption values, but graduates have integrity. This study aims to determine the Description of Knowledge, Attitudes and Behavior of Students Regarding Anti-Corruption Values ??at the Tanjung Karang Ministry of Health Polytechnic. This study uses a descriptive research method, where researchers explain what is actually happening in the current conditions. The subjects of the study were students of the Tanjung Karang Ministry of Health Polytechnic who had taken the Anti-Corruption Cultural Education course in 2022, totaling 1118 people, while the research sample was 295 respondents who were taken using simple random sampling by drawing lots. Data collection used primary data and univariate data analysis used percentages. The results of the study showed that respondents' knowledge of good anti-corruption was 86.81%, attitudes that support anti-corruption were 83.86% and anti-corruption behavior was 87.50%. On this basis, the researcher suggests that the team of lecturers teaching the PBAK course emphasize the importance of studying the PBAK course in order to prepare the next generation who will later become government administrators and can be at the forefront in society in socializing the impact of corruption on the sustainability of the state. ABSTRAKPembelajaran mata kuliah Pendidikan dan Budaya Antikorupsi (PBAK) di Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang sudah dilaksanakan sejak tahun 2014. Outcome yang diharapkan adalah para lulusan Poltekkes Kemenkes tidak hanya paham tentang nilai-nilai antikorupsi, namun lulusan memiliki integritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Mahasiswa Tentang Nilai-Nilai Antikorupsi di Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif, dimana peneliti memaparkan yang sebenarnya terjadi pada kondisi saat ini. Subjek penelitian adalah mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang yang telah mempelajari mata kuliah Pendidikan Budaya Anti Korupsi pada tahun 2022 yang berjumlah 1118 orang, sedangkan sampel penelitiannya berjumlah 295 responden yang diambil secara simple random sampling dengan cara diundi. Pengumpulan data menggunakan data primer dan analisa data secara univariat dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden tentang anti korupsi yang baik sejumlah 86,81%, sikap yang mendukung anti korupsi sejumlah 83,86% dan perilaku anti korupsi sejumlah 87,50%. Atas dasar tersebut peneliti menyarankan tim dosen mata kuliah PBAK untuk memberikan penegasan  tentang pentingnya mempelajari mata kuliah PBAK dalam rangka menyiapkan generasi di masa yang akan datang yang akan menjadi pengelola pemerintahan dan dapat menjadi garda terdepan di masyarakat dalam mensosialisasikan tentang dampak korupsi terhadap keberlangsungan Negara.
MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHAWAN BARU DI BIDANG KEBIDANAN BAGI ALUMNI JURUSAN KEBIDANAN TANJUNGKARANG Octaviana, Amrina; Indrasari, Nelly; Roslina, Roslina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18524

Abstract

Pada era globalisasi semakin pesatnya persaingan untuk mendapat pekerjaan, saat ini produk lulusan D-III Kebidanan di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, hal ini berbanding terbalik dengan kewenangan bidan diploma tiga yang semakin dikurangi. Institusi pendidikan berusaha dapat meningkatkan mutu pendidikan dan lulusan agar menghasilkan tenaga bidan yang dapat diterima di tengah masyarakat. Prodi DIII Kebidanan Tanjungkarang Sebagai Center of Excelen dibidang Laktasi memperkenalkan program ini melalui promosi kesehatan  pelayanan komplementer Konselor ASI dan manajemen MP-ASI. Selain itu Visi dan Misi Prodi DIII Kebidanan untuk menghasilkan lulusan DIII Kebidanan Tanjungkarang yang berwawasan Etrepreneur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk menumbuhkan jiwa wirausahawan bagi alumni DIII Kebidanan  telah dilaksanakan Pelatihan Hypnosoft Birthing Class with Prenatal Yoga dan Baby Massage and Spa, Mom’s Postnatal Treatment dilakukan pada tanggal 25-26 September 2021 dan 6-7 November 2021 di Hotel Emersia. Dari 5 orang alumni yang mengikuti Pelatihan, 4 orang alumni sudah menjalankan hasil pelatihan di tempat kerjanya. Adanya peningkatan keterampilan dan pendapatan sebagai praktisi di bidang Baby Spa dan Prenatal Yoga diharapkan dapat mengasah keterampilan praktik dan menambah pendapatan bagi Mitra/tenant dan Alumni khususnya. Kata Kunci : Wirausahawan, Alumni DIII Kebidanan
Peningkatan Kemampuan Kader Kesehatan dalam Penerapan Akupresur untuk Mengatasi Emesis Gravidarum Rudiyanti, Novita; Nurchairina, Nurchairina; Octaviana, Amrina
Empowerment Vol. 4 No. 03 (2021): empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i03.4674

Abstract

Efforts to prevent Chronic Energy Deficiency in pregnant women and low birth weight are quality ANC services and balanced nutritional intake. In early pregnancy, the formation of fetal organs and preparation of the mother's body requires good nutrition. However, at the beginning of pregnancy, there is emesis gravidarum which causes the mother to not be able to consume food to its full potential. As a result, lack of nutritional intake to support fetal and physical growth of the mother. If left unchecked, Chronic Energy Deficiency and low birth weight can occur. The goal is to help mothers reduce nausea and vomiting so they can consume nutritious food to the maximum. The target of the activity is 70 Health Cadres from 12 Posyandu at Karang Anyar Health Center. The method of implementing the activities includes screening, counseling, simulation, practice and discussion about emesis gravidarum and acupressure, followed by the practice of doing acupressure for all cadres until they are able to independently. At the beginning, a pre-test was carried out and at the end a post-test was carried out. The test results showed an increase with the average pre-test score of 52.3% participants and post-test results the average value of participants was 92.7% and the results of the skill checklist assessment showed all good scores. A follow-up evaluation was carried out on the implementation of the posyandu in the following month, it was found that the cadres had applied acupressure to treat nausea and vomiting in several pregnant women and those around them. The ability of cadres to increase in the application of acupressure to overcome emesis gravidarum and most pregnant women experience a decrease in nausea and vomiting. It is hoped that in the future the cadres will apply their knowledge and skills in a sustainable manner when providing services at the posyandu AbstrakUpaya pencegahan KEK pada ibu hamil dan BBLR yaitu pelayanan ANC yang berkualitas dan asupan gizi seimbang. Diawal kehamilan , pembentukan organ janin dan persiapan tubuh ibu membutuhkan asupan gizi yang baik. Namun  diawal kehamilan terjadi emesis gravidarum yang menyebabkan ibu tidak dapat mengkonsumsi makanan secara maksimal. Dampaknya, asupan gizi kurang untuk mensuport pertumbuhaan janin dan fisik ibu. Jika dibiarkan dapat terjadi KEK dan BBLR. Tujuannya membantu ibu mengurangi mual muntah sehingga dapat mengkonsumsi makanan bergizi dengan maksimal. Sasaran kegiatan yaitu Kader Kesehatan berjumlah 70 orang dari 12 Posyandu di Puskesmas Karang Anyar. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi screening, penyuluhan, simulasi , prakteik dan diskusi tentang emesis gravidarum dan akupresure dilanjutkan praktek melakukan akupresur bagi seluruh kader sampai mampu secara mandiri. Diawal dilakukan pre test dan diakhir dilakukan post tes. Hasil tes terlihat kenaikan dengan nilai rata-rata pre tes peserta 52,3% dan hasil post test nilai rata-rata peserta 92,7% serta hasil penilaian daftar tilik ketrampilan menunjukan nilai baik semua. Evaluasi lanjutan dilakukan pada pelaksanaan posyandu di bulan berikutnya didapatkan kader telah menerapkan akupresure untuk mengatasi mual muntah pada beberapa ibu hamil dan orang disekitarnya. Kemampuan kader meningkat dalam penerapan akupresur untuk mengatasi emesis gravidarum dan sebagian besar ibu hamil mengalami penurunan mual muntah. Diharapkan kedepan kader menerapakan ilmu dan ketrampilannya secara berkelanjutan pada saat memberikan pelayanan di posyandu.
Pembinaan Desa Tangguh Asi “ Perawatan Payudara Pada Ibu Menyusui” Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Wastiani, Ima; Berliana, Eva; Trianingsih, Indah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20907

Abstract

Puskesmas Karang Anyar merupakan salah satu puskesmas yang menjadi mitra pusat unggulan (Center of Excellence) Jurusan Kebidanan di bidang manajemen laktasi. Wilayah kerja puskesmas Karang Anyar meliputi 12 Desa, diantaranya yaitu Desa Wayhuwi. Berdasarkan Data Puskesmas Karang Anyar Tahun 2021, Jumlah ibu menyusui sebanyak 549 orang ibu, untuk itu diperlukan upaya pengelolaan kesehatan yang baik dalam meningkatkan cakupan ASI Eksklusif di Kecamatan Jati Agung khusunya desa Wayhuwi. Salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif yaitu dengan Perawatan Payudara pada Ibu Menyusui yang dapat meningkatkan produksi ASI. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada kader dan ibu menyusui bagaimana cara Perawatan Payudara pada Ibu Menyusui. Perawatan payudara dilakukan betujuan untuk melancarkan peredaran darah sehingga ASI dapat keluar dengan lancar. Pelaksanaan Pengabdian masyarakat berjalan dengan lancar dan telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 November 2023 di Posyandu Buegenville Dusun VIII Desa Wayhuwi Kecamatan Jati Agung. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang yang terdiri dari bidan desa, kader, dan ibu menyusui. Peserta mendapatkan penyuluhan perawatan payudara pada ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Diharapkan pendampingan Desa Tangguh ASI dapat terus dilaksanakan sehingga keberhasilan menyusui ASI Eksklusif dapat meningkat dan tidak terjadi stunting di masyarakat.
Edukasi Persiapan Menyusui Dan Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi Dan Anak Indrasari, Nelly; Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Putriana, Yeyen; Nurlela, Nurlela; Marlina, Marlina
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i1.20441

Abstract

World Health Organization (WHO) atau United Nation Children’s Fund (UNICEF), menyebutkan lebih dari 50% kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi. Pemberian makanan pendamping yang terlalu dini atau terlambat masih menjadi masalah umum di masyarakat akibat kurangnya pemahaman ibu dalam praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA). Kesalahan dalam pemberian makan selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan periode emas bagi tumbuh kembang anak, dapat menyebabkan stunting. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan kognitif, produktivitas, serta meningkatkan risiko penyakit kronis di masa depan. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui di Posyandu Melati Karang Anyar, mengenai pentingnya persiapan menyusui dan pemberian makan bayi dan anak usia 6-24 bulan. Bentuk kegiatan ini dengan memberikan penyuluhan dan membagikan leaflet kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi balita di posyandu Melati 2 Karang Anyar Lampung Selatan. Peserta dengan jumlah 30 orang, diberikan edukasi Persiapan Menyusui dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Bayi dan Anak. Peserta aktif mengikuti dan antusias hingga seluruh kegiatan berakhir. Pada hasil tanya jawab sebanyak 50% ibu belum mengetahui pentingnya menyusui terutama tentang ASI Ekslusif dan kapan waktu yang tepat untuk PMT pada bayinya. Namun, setelah pemberian edukasi pengetahuan peserta meningkat menjadi 100%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dan balita tentang pentingnya menyusui dan PMBA. Kata kunci : Edukasi, Menyusui, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 
Determinants of The Incidence of Childbirth Complications in Bandar Lampung City Roslina, Roslina; Octaviana, Amrina; Indrasari, Nelly; Berliana, Eva; Riyanto, Riyanto
Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v16i1.4817

Abstract

In 2021, the Maternal Mortality Ratio (MMR) in Lampung Province increased significantly, rising from 115 to 187 cases compared to 2020. Bandar Lampung emerged as one of the areas with the fourth highest MMR, recording 15 cases (8.02%). This study aims to identify determinants of childbirth complications among mothers in Bandar Lampung in 2024. This type of research is analytical-descriptive, with random sampling, so that samples are obtained from 432 post-natal mothers. This research method uses interviews and observations of post-natal mothers analyzed through a quantitative cross-sectional approach with a random sampling of 432 participants. Results indicate a correlation between birth spacing (p=0.015, OR=2.725), history of pregnancy complications (p=0.000, OR=2.049), and parity (p=0.011, OR=1.764) with childbirth complications. Recommendations include improving healthcare services at the primary level and educating pregnant women and families on risk factors to reduce maternal mortality.
Analysis Of Factors Related To The Incident Of Chronic Energy Deficiency (CED) In Pregnant Women Sulistianingrum, Lely; Octaviana, Amrina; Risneni, Risneni; Delia Suja, Monica Dara
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i8.16928

Abstract

Latar Belakang : Kurang energi kronis (KEK) pada kehamilan merupakan masalah gizi di Indonesia. Kontribusi dan terjadinya KEK pada ibu hamil akan memengaruhi tumbuh kembang janin. Ibu hamil dengan masalah gizi dan kesehatan berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Prevalensi risiko KEK di kota Bandar Lampung pada wanita hamil sebesar 17,36% dan wanita tidak hamil 17,02%. Salah satu puskesmas di Kota Bandar Lampung yakni Puskesmas Way Kandis di tahun 2022, terdapat ibu hamil dengan KEK sebanyak 48 ibu hamil.Tujuan : Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Way Kandis Kota Bandar Lampung.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional, dengan sampel ibu hamil KEK di Wilayah Puskesmas Korpri. Analisis statistik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square.Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berhubungan dengan kejadian KEK yaitu ibu hamil dengan Paritas > 2 anak dengan nilai p 0,001<0,05, kemudian ibu hamil dengan gizi kurang nilai p 0,001<0,05, dan ibu hamil dengan infeksi penyakit, nilai p 0,004 <0,05. Untuk variabel yang tidak berhubungan adalah umur, jarak kelahiran, serta usia kehamilan.Kesimpulan : variabel yang paling berhubungan dengan kejadian KEK yaitu ibu hamil dengan Paritas > 2 anak dengan nilai p 0,001<0,05.Saran : Pentingnya pendidikan kesehatan mengenai asupan gizi pada ibu hamil dalam mencegah terjadinya kejadian Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil, dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada saat persalinan. Kata kunci : Ibu hamil, KEK, malnutrisi ABSTRACT Background: Chronic energy deficiency (CED) in pregnancy is a nutritional problem in Indonesia. The contribution and occurrence of CED in pregnant women will affect the growth and development of the fetus. Pregnant women with nutritional and health problems have an impact on the health and safety of the mother and baby, as well as the quality of the baby born. The prevalence of CED risk in the city of Bandar Lampung in pregnant women is 17.36% and in non-pregnant women is 17.02%. One of the community health centers in Bandar Lampung City is the Community Health Center Way Kandis. In 2022, there were 48 pregnant women with CED.Objective: To analyze factors related to the incidence of CED in pregnant women in the Way Kandis Community Health Center area, Bandar Lampung City.Method: This research was conducted using a cross-sectional approach with a sample of KEK pregnant women in the Korpri Community Health Center area. The statistical analysis that will be used in this research is the chi-square test.Results: The results of the study show that the variables most related to the incidence of CED are pregnant women with parity > 2 children with a p value of 0.001<0.05, then pregnant women with malnutrition with a p value of 0.001<0.05, and pregnant women with infectious diseases. with a p value of 0.004<0.05. Unrelated variables are age, birth interval, and gestational age.Conclusion: The variable most related to the incidence of CED is pregnant women with parity > 2 children, with a p value of 0.001 <0.05.Suggestion: The importance of health education regarding nutritional intake for pregnant women in preventing the occurrence of chronic energy deficiency (KEK) in pregnant women can affect the growth and development of the fetus so that it can prevent complications during childbirth. Keywords: pregnant women, KEK, malnutrition 
OVERVIEW OF EARLY BREASTFEEDING INITIATION (IMD) MANAGEMENT IN THE ERA OF NEW HABITS FROM THE MOTHER'S SIDE Trianingsih, Indah; Marlina, Marlina; Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Indrasari, Nelly
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.319

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki peran penting dalam menyukseskan ASI Ekslusif. Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia di tahun 2019, terjadi banyak perubahan di segala sektor, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Pada Desember 2022, dengan pencabutan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Indonesia status pandemi beralih menjadi endemi. Meskipun demikian, Tata laksana IMD pada era kebiasaan baru masih diterapkan, IMD dapat dilaksanakan dengan kesepakatan orang tua, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum IMD. Hal ini dikarenakan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir termasuk dalam golongan berisiko tinggi yang masih memerlukan protokol kesehatan (prokes). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk melihat  gambaran pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru dari sisi ibu bersalin. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap ibu bersalin terhadap pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin normal di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di Kota Bandar Lampung periode April sampai dengan Oktober 2023 yang berjumlah 971 orang. Adapun jumlah sampel yang diambil setelah menggunakan rumus slovin didapatkan 109 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu berada pada usia reproduksi sehat 80 responden (73,4%), berpendidikan rendah 92 responden (84,4%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah tangga 76 responden (69,7%). Sedangkan untuk pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan IMD sebagian besar ibu memilki pengetahuan yang baik 100 responden (91,7%), dan sikap yang positif 99 responden (9,2%) terhadap tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru. Sebagian besar ibu bersalin juga telah me`laksanakan IMD sesuai tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru, yaitu sebanyak 70 responden (64,2%).
Early MP-ASI Supplementation Impact in Infants and Toddlers Aged 6 to 24 Months Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Indrasari, Nelly
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 3 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss3.1008

Abstract

The highest rate of solid or semi-solid feeding occurs at the age of 4-5 months in 32.7% of the 488 sample children, according to data from the Indonesian Demographic and Health Survey, and the highest rate of early supplementation of drinking occurs at 2-3 months in 24.7% of the 506 sample children. This research also continues the results of previous research, where the research was to determine the dominant factors in giving MP-ASI to babies and toddlers. The research results were obtained from 132 babies and toddlers, of whom 44 (33.3%) had received early MP-ASI. This study aimed to determine the effect of early complementary feeding on growth and development in infants and toddlers aged 6–24 months in the Banjar Baru PKM area, Tulang Bawang Regency, in 2022. This type of research is retrospective with stratified random sampling, with a sample of 132 mothers with infants and toddlers aged 6–24 months. Bivariate analysis using the Chi-Square test and multivariate analysis with the Logistics Regression Test. The results of the study showed that more than half, namely 62.1% of respondents, were in favor of giving early complementary feeding to infants and toddlers in the risk category in the work area of the Banjar Baru Health Center, Tulang Bawang Regency, in 2022. The statistical test results also found that there was a significant effect between the behavior of giving MP to infants and toddlers with growth (p-value = 0.0001, OR = 3.273) and development (p-value = 0.000, OR = 10.353) in the Banjar Baru Public Health Center, Tulang Bawang Regency in 2022. In order to prevent early complementary feeding in infants and toddlers, it is suggested that pregnant women be educated about the effects of early complementary feeding on their children's growth and development from 6 to 24 months of age. reactivating the role of Integrated Service Post (Posyandu) and health cadres in community activities for early detection of growth and development of infants and toddlers, identifying anomalies early so they can immediately receive referrals for treating developmental disorders in infants and toddlers in the Banjar Baru health center, Tulang Bawang district, in 2022.   
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Kelas Ibu Balita Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Hasan, Amrul; Octaviana, Amrina; Trianingsih, Indah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23092

Abstract

Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak, mencakup aspek kesehatan fisik, kemampuan kognitif, serta potensi produktivitas di masa depan. Salah satu upaya preventif dan promotif yang penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam tatanan rumah tangga. Namun, hasil observasi awal di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan bahwa pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki bayi dan balita terhadap indikator PHBS masih terbatas, ditambah dengan rendahnya keterlibatan mereka dalam kegiatan edukasi kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran, serta memotivasi ibu agar mampu menerapkan PHBS secara konsisten dan berperan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan komunitas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kelas ibu balita di Posyandu Melati 2 pada 11 Juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Rangkaian kegiatan mencakup pre-test, diskusi interaktif, penyampaian materi melalui pendekatan partisipatif berbasis media visual dan leaflet edukatif, serta post-test sebagai alat evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi dilakukan, 50% peserta belum memahami indikator PHBS, namun setelah kegiatan, seluruh peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan. Selain itu, separuh dari mereka menyatakan komitmen untuk menerapkan minimal lima indikator PHBS di rumah serta bersedia menyebarkan informasi kepada keluarga dan tetangga. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat kesadaran, dan membentuk perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.